Presiden Jokowi menegaskan pentingnya keberagaman saat membuka Bahaump Bide Bahana TBBR 2022. (Foto: Twitter @jokowi)

Berita Nasional, PIFA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat hari ini, Selasa (29/11/2022). Selain meresmikan Pembukaan Bahaupm Bide Bahana Tariu Borneo Bangkule Rajaking (TBBR), Kepala Negara juga mengunjungi Pasar Kemuning di Jalan Prof M Yamin untuk berdialog dengan pedagang, menanyakan perkembangan harga-harga kebutuhan pokok.

Pembukaan Bahaupm Bide Bahana TBBR 2022 berlangsung di Rumah Radakng. Pada kesempatan tersebut, Presiden menyinggung soal keberagaman dan menyampaikan apresiasi kepada Pasukan Merah TBBR yang telah ikut andil dalam merawatnya.

Ada sejumlah pesan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi kepada masyarakat Kalbar terkhususnya Pasukan Merah TBBR. Diantaranya, terus merawat keberagaman dan budayanya, memilih pemimpin yang sadar keberagaman, dan menjaga stabilitas politik jelang Pemilu dan Pilpres 2024.

"Kita tahu bahwa bangsa kita Indonesia ini bangsa besar. Kita memiliki suku yang bermacam-macam. Keberagaman kita ini sangat banyak, berbeda-beda, sukunya saja 714 suku. Ada Suku Dayak, ada Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Sasak, Suku Batak, dan selanjutnya sampai 714 suku," ujar Presiden dalam sambutannya.

Presiden menambahkan, Suku Dayak sendiri sub sukunya banyak sekali. Ia mengaku tak menghafal semuanya, mengigat ada 406 sub Suku Dayak.

"Ada Dayak Iban, benar? Kalau keliru tolong dibenarkan, ada Dayak Kanayatn, ada Dayak Kayan, ada Dayak Lawangan, ada Dayak Kendayan, dan lain-lainnya. Saya enggak hafal semuanya karena ada 406 sub Suku Dayak. Artinya apa? Betapa negara kita ini negara yang sangat besar sekali. Itu yang sering kita tidak sadar," sambungnya.

Presiden menegaskan, keberagaman merupakan kekayaan besar Indonesia. Untuk itu ia pun berpesan agar ketika memilih sosok pemimpin, haruslah yang sadar akan hal tersebut.

"Dan yang paling penting pemimpin Indonesia sekarang, ke depan, dan ke depannya lagi siapa pun harus menyadari bahwa Indonesia ini beragam, harus sadar mengenai keberagaman Indonesia yang berbeda-beda, yang beragam. Karena buat kita keberagaman itu adalah kekayaan besar bangsa kita, benar?" pungkasnya.

"Ini prinsip bagi pemimpin Indonesia, siapa pun, sebagai negara besar kita harus menyadari mengenai keberagaman itu. Dan keberagaman, perbedaan itu adalah sebuah kekuatan, bukan kelemahan, hati-hati. Keberagaman itu adalah kekuatan kita, bukan kelemahan kita," tandas Kepala Negara.

Oleh sebab itu, lanjutnya lagi, perbedaan itu bukan memecah belah.

"Perbedaan itu adalah kekuatan, perbedaan itu bukan melemahkan, tetapi adalah menguatkan. Jadi jangan sampai karena kita berbeda suku, berbeda sub suku, menjadi kelihatan pecah belah. Justru karena kita berbeda-beda itulah menjadi sebuah kekuatan besar," pesannya, menambahkan.

Presiden Jokowi mengaku senang masyarakat Kalbar terkhususnya Pasukan Merah, yang sudah mau merawat budayanya.

"Jangan dilupakan mengenai budaya, mengenai kebudayaan, jangan dilupakan. Kita harus bersama-sama merawat, bersama-sama menjaga, bersama-sama memelihara agar budaya kita ini tetap terawat dengan baik. Setuju? Setuju? Setuju?" ungkap Presiden.

Pesan berikut, Presiden meminta agar Pasukan Merah ikut menjaga stabilitas politik jelang Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang.

"Yang ketiga, saya titip sebentar lagi tahun depan kita akan masuk ke tahun politik, karena bulan Februari 2024 ini tinggal setahun, ini akan ada pilihan legislatif dan pilihan presiden dan wakil presiden. Saya titip, saya titip, saya titip, kita semua menjaga stabilitas politik, setuju?" ucapnya.

"Jangan sampai ada yang gesekan, hindari jangan sampai ada yang benturan, hindari jangan sampai ada yang apalagi mengadu domba. Hati-hati. Sekali lagi, kita ini beragam suku, 714 suku, banyak sekali. Jangan sampai ada gesekan di tahun politik, semuanya harus menjaga stabilitas keamanan, negara ini harus aman, setuju? Sehingga pemerintah bisa menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita semuanya," tutup Presiden.

Sebagai informasi, kegiatan Temu Akbar Pasukan Merah Bahaupm Bide Bahana Tariu Borneo Bangkule Rajakng tahun ini dihadiri 15.000 Pasukan Merah TBBR dari Kalimantan dan Perwakilan Sarawak, Malaysia.

Dalam bahasa Dayak Kanayatn, Bahaupm Bide Bahana diartikan sebagai pertemuan atau perkumpulan besar masyarakat yang bertemu dengan rajanya. Mengutip keterangan unggahan Kami Dayak Kalbar yang disadur dari Reportasenews, acara ini mengambil filosofi dan menempatkan Presiden Jokowi sebagai rajanya. (yd)

Berita Nasional, PIFA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat hari ini, Selasa (29/11/2022). Selain meresmikan Pembukaan Bahaupm Bide Bahana Tariu Borneo Bangkule Rajaking (TBBR), Kepala Negara juga mengunjungi Pasar Kemuning di Jalan Prof M Yamin untuk berdialog dengan pedagang, menanyakan perkembangan harga-harga kebutuhan pokok.

Pembukaan Bahaupm Bide Bahana TBBR 2022 berlangsung di Rumah Radakng. Pada kesempatan tersebut, Presiden menyinggung soal keberagaman dan menyampaikan apresiasi kepada Pasukan Merah TBBR yang telah ikut andil dalam merawatnya.

Ada sejumlah pesan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi kepada masyarakat Kalbar terkhususnya Pasukan Merah TBBR. Diantaranya, terus merawat keberagaman dan budayanya, memilih pemimpin yang sadar keberagaman, dan menjaga stabilitas politik jelang Pemilu dan Pilpres 2024.

"Kita tahu bahwa bangsa kita Indonesia ini bangsa besar. Kita memiliki suku yang bermacam-macam. Keberagaman kita ini sangat banyak, berbeda-beda, sukunya saja 714 suku. Ada Suku Dayak, ada Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Sasak, Suku Batak, dan selanjutnya sampai 714 suku," ujar Presiden dalam sambutannya.

Presiden menambahkan, Suku Dayak sendiri sub sukunya banyak sekali. Ia mengaku tak menghafal semuanya, mengigat ada 406 sub Suku Dayak.

"Ada Dayak Iban, benar? Kalau keliru tolong dibenarkan, ada Dayak Kanayatn, ada Dayak Kayan, ada Dayak Lawangan, ada Dayak Kendayan, dan lain-lainnya. Saya enggak hafal semuanya karena ada 406 sub Suku Dayak. Artinya apa? Betapa negara kita ini negara yang sangat besar sekali. Itu yang sering kita tidak sadar," sambungnya.

Presiden menegaskan, keberagaman merupakan kekayaan besar Indonesia. Untuk itu ia pun berpesan agar ketika memilih sosok pemimpin, haruslah yang sadar akan hal tersebut.

"Dan yang paling penting pemimpin Indonesia sekarang, ke depan, dan ke depannya lagi siapa pun harus menyadari bahwa Indonesia ini beragam, harus sadar mengenai keberagaman Indonesia yang berbeda-beda, yang beragam. Karena buat kita keberagaman itu adalah kekayaan besar bangsa kita, benar?" pungkasnya.

"Ini prinsip bagi pemimpin Indonesia, siapa pun, sebagai negara besar kita harus menyadari mengenai keberagaman itu. Dan keberagaman, perbedaan itu adalah sebuah kekuatan, bukan kelemahan, hati-hati. Keberagaman itu adalah kekuatan kita, bukan kelemahan kita," tandas Kepala Negara.

Oleh sebab itu, lanjutnya lagi, perbedaan itu bukan memecah belah.

"Perbedaan itu adalah kekuatan, perbedaan itu bukan melemahkan, tetapi adalah menguatkan. Jadi jangan sampai karena kita berbeda suku, berbeda sub suku, menjadi kelihatan pecah belah. Justru karena kita berbeda-beda itulah menjadi sebuah kekuatan besar," pesannya, menambahkan.

Presiden Jokowi mengaku senang masyarakat Kalbar terkhususnya Pasukan Merah, yang sudah mau merawat budayanya.

"Jangan dilupakan mengenai budaya, mengenai kebudayaan, jangan dilupakan. Kita harus bersama-sama merawat, bersama-sama menjaga, bersama-sama memelihara agar budaya kita ini tetap terawat dengan baik. Setuju? Setuju? Setuju?" ungkap Presiden.

Pesan berikut, Presiden meminta agar Pasukan Merah ikut menjaga stabilitas politik jelang Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang.

"Yang ketiga, saya titip sebentar lagi tahun depan kita akan masuk ke tahun politik, karena bulan Februari 2024 ini tinggal setahun, ini akan ada pilihan legislatif dan pilihan presiden dan wakil presiden. Saya titip, saya titip, saya titip, kita semua menjaga stabilitas politik, setuju?" ucapnya.

"Jangan sampai ada yang gesekan, hindari jangan sampai ada yang benturan, hindari jangan sampai ada yang apalagi mengadu domba. Hati-hati. Sekali lagi, kita ini beragam suku, 714 suku, banyak sekali. Jangan sampai ada gesekan di tahun politik, semuanya harus menjaga stabilitas keamanan, negara ini harus aman, setuju? Sehingga pemerintah bisa menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita semuanya," tutup Presiden.

Sebagai informasi, kegiatan Temu Akbar Pasukan Merah Bahaupm Bide Bahana Tariu Borneo Bangkule Rajakng tahun ini dihadiri 15.000 Pasukan Merah TBBR dari Kalimantan dan Perwakilan Sarawak, Malaysia.

Dalam bahasa Dayak Kanayatn, Bahaupm Bide Bahana diartikan sebagai pertemuan atau perkumpulan besar masyarakat yang bertemu dengan rajanya. Mengutip keterangan unggahan Kami Dayak Kalbar yang disadur dari Reportasenews, acara ini mengambil filosofi dan menempatkan Presiden Jokowi sebagai rajanya. (yd)

0

0

You can share on :

0 Komentar