Bukan Cuma Potong Gaji, DPR Dorong Efisiensi Anggaran Program Pemerintah di Tengah Gejolak Geopolitik
Politik | Rabu, 25 Maret 2026
Bukan Cuma Potong Gaji, DPR Dorong Efisiensi Anggaran Program Pemerintah di Tengah Gejolak Geopolitik. CNN
Politik | Rabu, 25 Maret 2026










Lokal

PIFA, Lokal - Tidak hanya Kabupaten Bengkayang, bencana banjir di Kalimantan Barat juga melanda Kabupaten Sambas. Sejak beberapa hari belakangan, hujan deras memicu banjir di Sambas hingga hampir merata di 15 kecamatan dan 45 desa. Berdasarkan data BPBD Kalbar, hingga Minggu (5/3/2023) siang, banjir tersebut membuat ratusan masyarakat mengungsi. Serta ribuan rumah terendam banjir. Dari 15 kecamatan dan 45 desa tersebut, BPBD Kalbar mencatat warga terdampak 3.023 Kepala Keluarga dan sekitar 11.168 jiwa terdampak serta 2.984 unit rumah terendam. Ketinggian air mulai dari 1 hingga 2 meter. Kecamatan yang terendam banjir diantaranya, Sajingan Besar, Sejangkung, Galing, Sambas, Tekarang, Pemangkat, Tebas, Selakau Timur, Sajad, Jawai Selatan, Jawai, Salatiga, Selakau, Teluk Keramat dan Subah. “Akibat banjir tersebut sekitar 280 jiwa harus mengungsi lantaran rumahnya sangat terdampak banjir,” kata Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel dalam keterangan tertulis. Sementara itu, Bupati Sambas, Satono beserta Forkopimda meninjau langsung salah satu titik banjir di Dusun Lubuk Lagak, Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Sabtu (4/3/2023) sore. Sedikitnya, ada 412 rumah warga yang terendam banjir di sana. Sejumlah warga sudah mengungsi ke tempat keluarga terdekat. Satono mengatakan, pemukiman penduduk di Lubuk Lagak sudah direndam banjir selama tiga hari. Kondisi itu disebabkan hujan deras yang melanda beberapa hari ini. "Pesan saya bagi warga yang rumahnya terendam banjir, listrik tolong dimatikan, anak-anak tolong di jaga. Terutama bagi mereka yang belum bisa berenang," katanya. Bupati Satono minta korban banjir di Lubuk Lagak waspada terhadap hewan berbisa dan bahaya aliran listrik. Dia mengingatkan, bahwa keselamatan warga baik itu orang dewasa maupun anak-anak adalah prioritas. Pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, segera menyalurkan bantuan ke korban banjir di Lubuk Lagak. "Kepala desa sudah saya minta untuk mendata berapa jumlah keseluruhan rumah tangga yang menjadi korban banjir. Melalui BPBD akan kita bantu, karena mereka yang jadi korban banjir sebagian besar tidak bisa mencari rezeki," katanya. Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Dagang, Su'aib mengatakan, banjir yang melanda desanya itu, menghentikan aktivitas mencari nafkah bagi warga setempat yang rata-rata berkebun. "Menghentikan aktivitas yang mencari nafkah. Banjir ini membuat kita tak bisa berkebun," katanya. Sementara terkait bantuan yang ssbagian telah disalurkan, Su'aib mastikan bantuan tersebut akan segera disalurkan tepat sasaran. "Kami akan segera distribusikan bantuan sosial ini kepada masyarakat yang berhak menerimanya," katanya. (ap)
Lokal

PIFA, Lokal — Bandara Supadio Pontianak resmi kembali melayani penerbangan internasional. Meski begitu, wisatawan dari luar negeri yang ingin mengaktifkan sinyal ponsel tetap harus mendaftarkan IMEI perangkatnya di Kantor Bea dan Cukai Kalimantan Barat. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat, Imik Eko Putro, usai menghadiri peresmian status Bandara Supadio sebagai bandara internasional pada Rabu, 5 Juni 2025. Menurut Imik, registrasi IMEI sebenarnya bisa dilakukan di mana saja. Namun hingga saat ini, Bandara Supadio belum dilengkapi dengan alat pendaftaran IMEI. "Kalau sudah ada alatnya, bisa langsung di bandara. Namun saat ini, mereka harus ke kantor karena alatnya belum tersedia di Bandara Pontianak," jelasnya. Ia berharap, ke depan alat registrasi IMEI bisa segera tersedia di bandara, sehingga proses menjadi lebih praktis bagi para penumpang. “Kalau sudah ada alat untuk peregistrasian IMEI di Bandara Supadio Pontianak maka tidak perlu datang ke kantor lagi,” pungkasnya.
Nasional

PIFA, Nasional - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmen Indonesia dalam mengembangkan industri kimia dan energi. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan sejumlah pemimpin perusahaan Tiongkok yang digelar di Hotel Shangri-La, Chengdu, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), pada Jumat (28/07/2023). “Indonesia memang berkomitmen untuk mengembangkan industri kimia dan energi di Indonesia, utamanya di Kalimantan Utara,” tegasnya, dikutip PIFA dari laman Setkab RI. Untuk itu, Presiden Jokowi menekankan bahwa pemerintah Indonesia telah menerbitkan peraturan tentang kebijakan industri nasional yang dianggap penting untuk mendukung target mencapai ekonomi hijau. “(Aturan tersebut) berisi sasaran pembangunan dan juga pemanfaatan, penyediaan, dan penyaluran untuk kimia berbasis migas dan batubara,” jelas Presiden. Lebih lanjut, Kepala Negara mengatakan bahwa para pemimpin usaha yang hadir nantinya akan berperan dalam pengembangan industri kimia di Indonesia. “Indonesia menargetkan untuk menjadi produsen petrokimia terbesar di Asia,” sambungnya. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengapresiasi investasi yang ditanamkan oleh sejumlah perusahaan yang hadir dalam membangun kawasan industri di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk dalam pembangunan kilang petrokimia yang berada di Kalimantan.9 Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun. (yd)