Buku dan Pulpen Tak Terbeli, Bocah SD di Ngada Pilih Akhiri Hidup
Nasional | Rabu, 4 Februari 2026
Foto: Humas Polres Ngada
Nasional | Rabu, 4 Februari 2026










Pifabiz

Hari Valentine menjadi momen spesial bagi Lisa BLACKPINK dan kekasihnya, Frederic Arnault. Keduanya terlihat bersama di tengah kesibukan masing-masing, menegaskan kedekatan mereka yang telah lama menjadi sorotan publik.Lisa, yang dikabarkan menjalin hubungan dengan Frederic Arnault, CEO LVMH Watches, semakin sering terlihat bersama dengan pria asal Prancis tersebut. Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari keduanya, Lisa tidak pernah membantah rumor yang beredar selama setahun terakhir. Pada 14 Februari lalu, mereka kembali tertangkap kamera tengah menikmati momen spesial bersama.Frederic pun mendapat pujian dari para penggemar sebagai 'boyfriend goals' karena aksinya di Hari Valentine. Diketahui berdomisili di Paris, ia disebut sengaja datang ke Thailand untuk menemui Lisa. Keberadaannya bersama Lisa terungkap melalui foto-foto netizen yang melihat Frederic berada dalam rombongan Lisa BLACKPINK.Pada hari yang sama, Lisa hadir dalam acara premiere serial 'The White Lotus', proyek akting yang turut dibintanginya. Fans pun berspekulasi bahwa Frederic datang untuk memberikan dukungan kepada Lisa dalam debutnya di dunia akting.Lisa dan Frederic pertama kali dikaitkan sejak 2023. Sejak saat itu, keduanya beberapa kali terlihat menghabiskan waktu bersama, baik di Prancis maupun Thailand. Lisa, yang merupakan brand ambassador Louis Vuitton, semakin mendapat perhatian karena hubungannya dengan Frederic yang menjabat sebagai CEO LVMH Watches. Pria 29 tahun itu mengelola beberapa merek jam tangan mewah seperti TAG Heuer, Hublot, dan Zenith.Kedekatan Lisa dan Frederic semakin membuat penggemar penasaran, tetapi hingga kini mereka masih memilih untuk tidak memberikan pernyataan resmi mengenai hubungan mereka. Namun, kebersamaan mereka di Hari Valentine menjadi bukti bahwa keduanya tetap meluangkan waktu satu sama lain di tengah kesibukan masing-masing.
Lifestyle

Berita Travel, PIFA - Beberapa hari terakhir warganet dihebohkan dengan kenaikan tiket Candi Borobudur hingga Rp750 ribu bagi wisatawan domestik. Kabar ini pun mendapatkan respons yang begitu beragam dari warganet. Salah satunya adalah mencari berbagai destinasi wisata candi selain Candi Borobudur. Indonesia diketahui memiliki destinasi wisata candi yang bebgitu beragam. TIdak hanya di Yogyakarta dan sekitarnya, destinasi berupa candi berada di berbagai belahan Indonesia. Berikut beberapa candi yang populer dan patut dikunjungi sebagai pilihan wisata. 1. Candi Dieng, Jawa Tengah Candi Dieng merupakan kompleks candi di Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. dan berada dataran vulkanik aktif. Candi peninggalan bercorak Hindu beraliran Syiwa ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Kalingga dan dinasti Wangsa Sanjaya dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan sekitar pertengahan abad ke-7 hingga awal abad ke-8. Kemudian, pembangunan tahap kedua berlanjut pada akhir abad ke-8, yaitu sekitar tahun 780 M. Candi Dieng ini diperkirakan awalnya berjumlah empat ratus buah, namun sekarang hanya terdapat delapan candi yang masih berdiri. 2. Candi Sari, Yogyakarta Berbeda dengan Candi Dieng, Candi Sari merupakan peninggalan sejarah bercorak Buddha. Dibangun sekitar abad ke-8 M, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, candi yang memilik kemiripan dengan Candi kalasan ini telah dijelaskan dalam Prasasti Kalasan pada 778 Masehi. Prasasti tersebut menyatakan bahwa para penasihat keagamaan Wangsa Syailendra telah menyarankan Maharaja Tejapurnama Panangkarana mendirikan bangunan suci. Nantinya, bangunan digunakan sebagai tempat pemujaan Dewi Tara dan biara. Candi Kalasan didirikan dengan tujuan sebagai tempat pemujaan Dewi Tara. Sedangkan Candi Sari dibangun untuk asrama para pendeta. 3. Candi Brahu, Jawa Timur Masih bercorak Buddha, candi Brahu yang berada di Jawa TImur ini diperkirakan sebagai peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Kuno. Didirikan oleh Empu Sendok, seorang raja dari Kerajaan Mataram kuno, nama candi ini berasal dari kata warahu atau wanaru yang berarti bangunan suci yang digunakan dalam acara keagamaan. Kata wanaru tersebut dikaitkan dengan kata brahu. Sedangkan pembuatan Candi Brahu adalah atas perintah Raja Mpu Sendok dari Kahuripan. Candi ini diperikaran berusia lebih tua dari Kerajaan Majapahit. 4. Candi Muara Takus, Riau Berada di Pulau Sumatra, candi Muara Takus merupakan salah satu peninggalan sejarah dari Kerajaan Sriwijaya. Dengan bangunan candi yang sangat unik karena dibangun dari batu pasir, batu sungai, dan batu bata, candi yang berlokasi di Riau ini adalah candi Buddha tertua di Pulau Sumatra. Di dalam kompleks ini terdapat beberapa bangunan candi dan stupa, di antaranya yaitu Candi Tua, Candi Bungsu, Stupa Mahligai, serta Palangka. Selain itu, ditemukan pula gundukan yang konon merupakan tempat pembakaran tulang manusia. Hingga kini, asal-usul candi ini masih belum diketahui dengan jelas karena kurangnya bukti-bukti yang ditemukan terkait candi ini. 5. Candi Muaro Jambi, Jambi Masih dari Sumatra, candi satu ini berlokasi di Provinsi Jambi. Candi terluas di Indonesia ini diperkirakan merupakan peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya dan Melayu. Dilihat dari sejarahnya, kompleks Candi Muaro Jambi pertama kali ditemukan oleh letnan asal Inggris, S.C. Crooke, pada 1824. Pemerintah Indonesia kemudian mulai serius melakukan pemugaran Candi Muaro Jambi pada 1824 di bawah pimpinan R. Soekmono. Berdasarkan aksara Jawa Kuno yang ditemukan pada beberapa lempeng, disimpulkan bahwa peninggalan ini didirikan sekitar abad ke-9 hingga abad ke-12 M. 6. Candi Bahal, Sumatra Utara Candi Bahal merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya bercorak Buddha beraliran Vazrayana. Candi Bahal diperkirakan sudah berdiri selama ribuan tahun dan didirikan sejak abad ke-11. Menurut perkiraan, candi ini dibangun oleh Raja Hindu Shiva dari Tamil yang memerintah dari India Selatan. Namun, pakar lain mengatakan bahwa keberadaan candi ini berkaitan dengan Kerajaan Pannai yang merupakan eksistensi kejayaan Kerajaan Sriwijaya. 7. Candi Sewu, Yogyakarta Selain Candi Prambanan, DI Yogyakarta juga memiliki destinasi wisata candi lainnya yang tak kalah menarik yaitu Candi Sewu. Dibangun pada abad ke-8, candi bercorak Buddha ini merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Meski kata sewu pada candi ini berarti seribu, kompleks candi yang berusia lebih tua dari Candi Prambanan ini tidak benar-benar terdiri dari seribu candi melainkan hanya sekitar 249. Penamaan sewu sendiri berdasarkan kisah dari legenda Roro Jonggrang. Di prasasti tahun 792, dicatat bahwa nama asli bangunan ini adalah Manjusri Grha atau Rumah Manjusri. Selain tujuh candi tersebut, masih banyak candu lain yang memiliki sejarah menarik dan lanskap yang begitu indah tersebar di berbagai penjuru Indonesia. (b)
Politik

PIFA, Politik - Sutarmidji, yang lebih dikenal sebagai Bang Midji, adalah seorang politisi berpengaruh di Indonesia. Ia lahir di Pontianak pada tanggal 29 Agustus 1962. Perjalanan pendidikannya dimulai di Universitas Tanjungpura, tempat ia menyelesaikan pendidikan S1 antara tahun 1983 hingga 1986. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia dan meraih gelar magister pada tahun 1993. Karir Akademik Selama masa studi di Universitas Indonesia, Bang Midji tidak hanya fokus pada pendidikannya saja. Ia juga bekerja sebagai dosen di Fakultas Hukum, Universitas Tanjungpura. Pengalaman akademiknya memberikan dasar yang kuat dalam bidang hukum dan pemerintahan, yang kemudian menjadi fondasi karir politiknya. Awal Karir Politik Bang Midji memulai karir politiknya dengan bergabung ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pada tahun 1999, ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak. Karir politiknya terus berkembang dan pada tahun 2003, ia terpilih sebagai Wakil Wali Kota Pontianak untuk periode 2003-2008. Kepemimpinan di Kota Pontianak Kesuksesan Bang Midji dalam dunia politik terus berlanjut. Pada Pilkada 2008, ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Pontianak dan berhasil memenangkan pemilihan tersebut. Ia resmi dilantik sebagai Wali Kota Pontianak pada tanggal 22 Desember 2008. Kepemimpinannya di kota ini ditandai dengan berbagai kebijakan dan program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Pontianak. Gubernur Kalimantan Barat Pada tahun 2017, Bang Midji mendapat dukungan penuh dari masyarakat Kalimantan Barat untuk maju dalam Pilkada 2018. Bersama wakilnya, Ria Norsan, ia berhasil memenangkan pemilihan dan resmi terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Barat untuk periode 2018-2023. Pada tanggal 5 September 2018, Presiden Joko Widodo melantik Bang Midji bersama delapan pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih lainnya di Istana Negara. Kontribusi dan Dedikasi Sebagai Gubernur Kalimantan Barat, Bang Midji dikenal karena dedikasinya dalam memajukan daerahnya. Ia berupaya meningkatkan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan untuk masyarakat Kalimantan Barat. Selama masa jabatannya, Bang Midji terus bekerja keras untuk mewujudkan visi dan misinya dalam memajukan Kalimantan Barat sebagai provinsi yang lebih baik dan sejahtera. Dengan latar belakang akademis yang kuat dan pengalaman politik yang luas, Sutarmidji telah membuktikan diri sebagai pemimpin yang kompeten dan berdedikasi. Kepemimpinannya di Kalimantan Barat diharapkan dapat membawa perubahan positif dan kemajuan yang signifikan bagi provinsi tersebut.