Buntut Vonis Bebas Amsal Sitepu, Komisi III DPR Desak Kajari Karo Dicopot
Politik | Senin, 6 April 2026
Buntut Vonis Bebas Amsal Sitepu, Komisi III DPR Desak Kajari Karo Dicopot. CNN Indonesia
Politik | Senin, 6 April 2026










Politik

PIFA.CO.ID, POLITIK - Mantan narapidana kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku, Agustiani Tio Fridelina, mengungkapkan bahwa ia sempat ditawari uang Rp2 miliar oleh orang tak dikenal sebelum diperiksa KPK terkait kasus yang menjerat Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto."Ketika ada surat panggilan (Desember 2024), saya minta penundaan ke 6 Januari 2025. Lalu ada orang tak dikenal ingin bertemu saya. Karena tidak mau bertemu di rumah, kami bertemu di luar," ujar Agustiani dalam sidang gugatan praperadilan Hasto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat.Agustiani, yang menjadi saksi tim kuasa hukum Hasto, mengaku tidak mengenal orang tersebut. Dalam pertemuan itu, pria tersebut memintanya memberikan keterangan jujur saat pemeriksaan dan menawarkan uang untuk "perbaikan ekonomi.""Dia bilang, ‘bicara sejujurnya saja, nanti tenang untuk ekonominya Bu Tio,’" ujarnya.Meski begitu, Agustiani menegaskan telah memberikan keterangan yang jujur dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dan menolak tawaran tersebut.Agustiani sebelumnya dihukum empat tahun penjara dan denda Rp150 juta pada 2020 atas keterlibatannya dalam kasus suap PAW yang melibatkan Harun Masiku. Kini, ia telah bebas.Sementara itu, KPK telah menetapkan dua tersangka baru dalam kasus ini pada 24 Desember 2024, yaitu Hasto Kristiyanto dan advokat Donny Tri Istiqomah.
Nasional

PIFA.CO.ID, NASIONAL - TNI Angkatan Darat (AD) mengonfirmasi bahwa pria yang mengancam menembak seorang perempuan di Kemang, Jakarta Selatan, merupakan anggota Kodam III/Siliwangi, bukan dari Kostrad seperti narasi yang beredar di media sosial. Kadispenad Brigjen Wahyu Yudhayana menyatakan, pelaku telah ditahan di Denpom Jaya/2, Cijantung, untuk diperiksa. "Jika terbukti melanggar ketentuan, akan ditindak sesuai aturan yang berlaku," ujarnya, Minggu (19/1).Insiden yang terjadi pada Jumat (17/1) malam itu viral di media sosial, memperlihatkan pria bersenjata mengamuk di depan kafe. TNI AD menegaskan komitmennya untuk menindak tegas anggotanya yang melanggar aturan.
Nasional

PIFA, Nasional – Kepolisian mengungkapkan bahwa Reza “Arap” Oktovian hadir dan mendampingi proses evakuasi jenazah kekasihnya, pemengaruh (influencer) Lula Lahfah, di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (23/1). Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan kehadiran Reza Arap terekam jelas dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diperlihatkan saat konferensi pers di Jakarta, Jumat. “Ambulans itu datang dan terlihat di sini melalui lift barang terlihat saudara RA yaitu pacar dari saudari LL mendampingi, di mana jenazah saudari LL sudah masuk ke dalam kantong jenazah,” ujar Iskandarsyah. Ia menjelaskan, Reza Arap datang ke lokasi setelah salah satu saksi mencoba menghubunginya lantaran Lula tidak bisa dihubungi. Setelah tiba, Reza meminta saksi berinisial C untuk mencari dokter kenalannya guna memeriksa kondisi Lula. “Pada saat pengecekan, dokter menyatakan saudari LL sudah meninggal. Oleh karena itu, saudari C kembali mencoba menghubungi ambulans,” katanya. Setelah ambulans tiba, Reza Arap disebut terus mendampingi proses evakuasi jenazah hingga dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati. Meski demikian, kepolisian mengaku tidak dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian Lula Lahfah. Hal tersebut lantaran pihak keluarga tidak mengizinkan dilakukan autopsi. “Atas permintaan keluarga yang tidak menghendaki autopsi dan tidak ditemukannya unsur tindak pidana atau perbuatan melawan hukum, maka penyelidikan dihentikan,” jelas Iskandarsyah. Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang di apartemen Lula Lahfah. Di antaranya satu tabung berwarna merah muda atau “whip pink” seberat 2.050 gram yang kemudian diperiksa melalui metode DNA sentuhan (touch DNA). Selain itu, ditemukan pula satu kotak berwarna pink berisi 44 tablet obat-obatan yang juga menjalani pemeriksaan DNA sentuhan. Polisi juga menemukan bercak darah di lokasi. Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan turut menemukan obat-obatan serta surat rawat jalan di lantai 25 apartemen yang ditempati Lula Lahfah di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, pada Jumat (23/1) sekitar pukul 18.44 WIB. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menegaskan, dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI,” kata Murodih dalam keterangannya, Sabtu (24/1).