China Desak AS dan Iran Tahan Diri, Peringatkan Risiko Perang Baru di Timur Tengah
Internasional | Kamis, 4 Juni 2026
Pemerintah China mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk menghormati gencatan senjata yang telah disepakati serta menahan diri dari langkah-langkah yang dapat memicu pecahnya “perang baru” di Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menyatakan bahwa Beijing sangat prihatin terhadap eskalasi terbaru di kawasan tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah adanya laporan serangan Amerika Serikat ke Pulau Qeshm sebagai respons terhadap dugaan upaya serangan Iran di wilayah Timur Tengah.
“China sangat prihatin atas situasi saat ini,” kata Mao Ning, seperti dikutip Anadolu Agency.
Ia menegaskan bahwa tidak ada pihak yang diuntungkan dari konflik berkepanjangan. Menurutnya, seluruh pihak harus menghormati kesempatan perdamaian yang ada serta menjaga momentum negosiasi yang sedang berlangsung.
“Kami berharap pihak-pihak terkait dapat menghargai peluang perdamaian, menghormati komitmen gencatan senjata, dan menjaga momentum negosiasi,” ujarnya.
China juga menekankan pentingnya penyelesaian sengketa melalui jalur politik dan diplomatik, serta mendorong terciptanya gencatan senjata yang lebih komprehensif demi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Pernyataan Beijing ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, meski secara formal gencatan senjata disebut telah berlaku sejak 8 April. Namun, dalam beberapa waktu terakhir kedua negara kembali saling melancarkan serangan udara, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang kapal perang Amerika Serikat yang disebut menjadi pusat komando militer di kawasan dekat Selat Hormuz. IRGC juga menyatakan akan membalas setiap serangan dengan tindakan yang “lebih berat”.
Di sisi lain, Iran menuding adanya serangan terhadap fasilitas komunikasinya di Pulau Qeshm, yang semakin memperburuk situasi keamanan di wilayah strategis tersebut.



















