Foto Ilustrasi: Freepik

Berita Lifestyle, PIFA - Setiap mengalami kemungkinan dibohongi dan berbohong. Namun sejumlah penelitian menyatakan jika orang yang berbohong melakukan sejumlah gerakan atau perilaku yang masuk dalam tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.

Dilansir dari Kompas, psikolog asal Inggris, Darren Stanton bekerja sama dengan sebuah game Slingo melakukan sebuah penelitian terkait tanda kebohongan ketika seseorang tidak berkata jujur. Berikut deretan tanda ketika seseorang berbohong. 

1. Kontak mata yang berlebihan 

Tanda pertama adalah seorang pembohong seringkali menatap mata secara berlebihan ketika membohongi orang lain. Umumnya, menatap mata orang lain ketika berbicara untuk jangka waktu 3-5 detik. Namun bisa saja lebih lama jika orang tersebut memiliki hubungan lebih mendalam. Namun jika lebih daritu, maka bisa jadi orang tersebut memiliki fakta yang ditutupi. 

2. Banyak berkedip 

Pembohong juga cenderung mengedipkan matanya lebih sering ketika menjalankan aksinya. Kedipan mata orang yang sedang berbohong biasanya 2-3 kali lebih banyak per menitnya. Kedipan mata merupakan salah satu tanda yang paling mudah untuk diamati. 

3. Membangun penghalang

Orang yang memangkukan tangannya ketika berbicara bisa menjadi tanda bahwa orang tersebut tidak menerima kehadiran kita. Hal juga dilakukan ketika pembohong sedang melakukan aksinya. Selain itu, seseorag juga bisa membangun penghalang agar tidak berbicara. Salah satu caranya adalah dengan menempatkan benda-benda tertentu untuk menandai batas antara si pembohong dengan orang yang dibohongi bisa berupa tangan sebagai penghalang atau barang seperti cangkir kopi, atau bisa juga membalikkan tubuh pada sudut yang jauh dari orang yang sudah dibohongi.

4. Bertele-tele

Pembohong juga akan bersilat lidah atau memberikan jawaban yang bertele-tele ketika berbicara. Topik yang dibicarakan biasanya merupakan jawaban dari pertanyaan yang berbeda. Jawaban yang berbeda tersebut juga merupakan tanda bahwa pembohong sedang stres, cemas, atau gugup.

5. Perubahan nada 

Kebohongan tidak menyangkut permainan kalimat saja, tapi berkaitan juga dengan cara si pembohong bertutur kata. Nada yang diucapkan pembohong sering berubah apabila berkata tidak jujur. Perubahan nada suara tersebut bisa saja lebih tinggi, melengking atau nyaring ketika pembohong sedang berada di bawah tekanan.

6. Mengulangi pertanyaan

Bahasa menjadi indikator penting apakah seseorang yang sedang berbicara tersebut berbohong atau tidak. Orang yang tidak bersalah akan menjawab dengan bahasa mereka sendiri dan cenderung dengan lancar dan lugas. Sedangkan, si pembohong cenderung akan menjawab dengan cara mengulangi kata yang ditanyakan. Hal itu dapat terjadi karena pembohong tidak punya banyak waktu untuk menyusun jawabannya.                                                                                                                                                                    

7. Pucat 

Orang yang berbohong mengalami stres karena perubahan emosi. Jadi, tidak mengherankan apabila wajahnya menjadi pucat karena berada di bawah banyak tekanan. Bagian yang paling terlihat adalah pada bibir dan daun telinga. Bagian tubuh ini mungkin menjadi pucat karena darah diambil dari wajah dan tubuh bereaksi dengan sindrom melawan atau lari.

Selain itu, Stanton juga membeberkan bahwa kemungkinan orang berbohong turut ditentukan oleh faktor jenis kelamin. Stanton menjelaskan, pria delapan kali lebih besar kemungkinannya berbohong ketimbang wanita. (b) 

Berita Lifestyle, PIFA - Setiap mengalami kemungkinan dibohongi dan berbohong. Namun sejumlah penelitian menyatakan jika orang yang berbohong melakukan sejumlah gerakan atau perilaku yang masuk dalam tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.

Dilansir dari Kompas, psikolog asal Inggris, Darren Stanton bekerja sama dengan sebuah game Slingo melakukan sebuah penelitian terkait tanda kebohongan ketika seseorang tidak berkata jujur. Berikut deretan tanda ketika seseorang berbohong. 

1. Kontak mata yang berlebihan 

Tanda pertama adalah seorang pembohong seringkali menatap mata secara berlebihan ketika membohongi orang lain. Umumnya, menatap mata orang lain ketika berbicara untuk jangka waktu 3-5 detik. Namun bisa saja lebih lama jika orang tersebut memiliki hubungan lebih mendalam. Namun jika lebih daritu, maka bisa jadi orang tersebut memiliki fakta yang ditutupi. 

2. Banyak berkedip 

Pembohong juga cenderung mengedipkan matanya lebih sering ketika menjalankan aksinya. Kedipan mata orang yang sedang berbohong biasanya 2-3 kali lebih banyak per menitnya. Kedipan mata merupakan salah satu tanda yang paling mudah untuk diamati. 

3. Membangun penghalang

Orang yang memangkukan tangannya ketika berbicara bisa menjadi tanda bahwa orang tersebut tidak menerima kehadiran kita. Hal juga dilakukan ketika pembohong sedang melakukan aksinya. Selain itu, seseorag juga bisa membangun penghalang agar tidak berbicara. Salah satu caranya adalah dengan menempatkan benda-benda tertentu untuk menandai batas antara si pembohong dengan orang yang dibohongi bisa berupa tangan sebagai penghalang atau barang seperti cangkir kopi, atau bisa juga membalikkan tubuh pada sudut yang jauh dari orang yang sudah dibohongi.

4. Bertele-tele

Pembohong juga akan bersilat lidah atau memberikan jawaban yang bertele-tele ketika berbicara. Topik yang dibicarakan biasanya merupakan jawaban dari pertanyaan yang berbeda. Jawaban yang berbeda tersebut juga merupakan tanda bahwa pembohong sedang stres, cemas, atau gugup.

5. Perubahan nada 

Kebohongan tidak menyangkut permainan kalimat saja, tapi berkaitan juga dengan cara si pembohong bertutur kata. Nada yang diucapkan pembohong sering berubah apabila berkata tidak jujur. Perubahan nada suara tersebut bisa saja lebih tinggi, melengking atau nyaring ketika pembohong sedang berada di bawah tekanan.

6. Mengulangi pertanyaan

Bahasa menjadi indikator penting apakah seseorang yang sedang berbicara tersebut berbohong atau tidak. Orang yang tidak bersalah akan menjawab dengan bahasa mereka sendiri dan cenderung dengan lancar dan lugas. Sedangkan, si pembohong cenderung akan menjawab dengan cara mengulangi kata yang ditanyakan. Hal itu dapat terjadi karena pembohong tidak punya banyak waktu untuk menyusun jawabannya.                                                                                                                                                                    

7. Pucat 

Orang yang berbohong mengalami stres karena perubahan emosi. Jadi, tidak mengherankan apabila wajahnya menjadi pucat karena berada di bawah banyak tekanan. Bagian yang paling terlihat adalah pada bibir dan daun telinga. Bagian tubuh ini mungkin menjadi pucat karena darah diambil dari wajah dan tubuh bereaksi dengan sindrom melawan atau lari.

Selain itu, Stanton juga membeberkan bahwa kemungkinan orang berbohong turut ditentukan oleh faktor jenis kelamin. Stanton menjelaskan, pria delapan kali lebih besar kemungkinannya berbohong ketimbang wanita. (b) 

0

0

You can share on :

0 Komentar