Momen saat Menteri HAM Natalius Pigai saat menghadiri Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi di Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Sabtu (9/3/2025). (Dok. Kemkum Kanwil Kalbar)

Momen saat Menteri HAM Natalius Pigai saat menghadiri Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi di Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Sabtu (9/3/2025). (Dok. Kemkum Kanwil Kalbar)

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalDatang ke Mempawah, Menteri HAM Natalius Pigai Nyatakan Dukung Penuh Pengesahan RUU Masyarakat Adat

Datang ke Mempawah, Menteri HAM Natalius Pigai Nyatakan Dukung Penuh Pengesahan RUU Masyarakat Adat

Mempawah | Senin, 10 Maret 2025

PIFA.CO.ID, NASIONAL - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Indonesia, Natalius Pigai, menegaskan dukungan penuh terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat. Regulasi ini dinilai sangat penting untuk memastikan perlindungan, pelestarian, dan pengembangan hak-hak masyarakat adat di Indonesia.

“Kami, Kementerian HAM, 100 persen mendukung upaya mendorong pengesahan RUU Masyarakat Adat. Kami juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan hak-hak masyarakat adat terlindungi,” ujar Natalius saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi di Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Sabtu (9/3).

Natalius menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek utama dalam RUU tersebut, yakni menjaga kelestarian budaya dan hak-hak masyarakat adat, mengembangkan potensi masyarakat adat, serta melindungi mereka dari berbagai ancaman. Menurutnya, perlindungan hukum bagi masyarakat adat menjadi semakin mendesak di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

“Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai budaya masyarakat adat tetap lestari, berkembang, dan tidak terancam oleh berbagai kebijakan maupun tekanan eksternal,” tambahnya.

Saat ini, kata Natalius, Kementerian HAM masih menunggu berbagai organisasi masyarakat adat untuk berdiskusi lebih lanjut terkait substansi RUU tersebut. Salah satu tantangan utama dalam pembahasannya adalah perdebatan antara masyarakat adat dan komunitas lokal terkait hak dan wilayah adat.

“Ini juga menjadi isu di tingkat internasional, dan kami akan mencari solusi terbaik agar RUU ini dapat diterapkan secara efektif,” jelasnya.

Selain itu, Natalius menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban untuk melakukan intervensi dalam memastikan perlindungan HAM bagi masyarakat adat. Bentuk intervensi ini mencakup penghormatan terhadap hak, pemantauan, pendidikan, penyuluhan, serta peningkatan kompetensi masyarakat adat.

Rekomendasi

Foto: Trump Tegaskan Tidak Akan Ada Pengusiran Warga Palestina dari Gaza | Pifa Net

Trump Tegaskan Tidak Akan Ada Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Amerika Serikat
| Kamis, 13 Maret 2025
Foto: Mertua Pratama Arhan Tuduh Pemain Timnas Pura-pura Cedera, RS Mitranya PSSI Beri Klarifikasi | Pifa Net

Mertua Pratama Arhan Tuduh Pemain Timnas Pura-pura Cedera, RS Mitranya PSSI Beri Klarifikasi

Indonesia
| Kamis, 27 Maret 2025
Foto: 5 Rekomendasi Teh Premium yang Cocok untuk Dinikmati saat Santai | Pifa Net

5 Rekomendasi Teh Premium yang Cocok untuk Dinikmati saat Santai

Indonesia
| Senin, 17 Februari 2025
Foto: Presiden AS Donald Trump Tandatangani Perintah Eksekutif Bentuk Cadangan Bitcoin Strategis | Pifa Net

Presiden AS Donald Trump Tandatangani Perintah Eksekutif Bentuk Cadangan Bitcoin Strategis

Amerika Serikat
| Jumat, 7 Maret 2025
Foto: Paus Leo XIV Resmi Dilantik sebagai Paus ke-267, Awali Masa Kepemimpinan dengan Seruan Persatuan | Pifa Net

Paus Leo XIV Resmi Dilantik sebagai Paus ke-267, Awali Masa Kepemimpinan dengan Seruan Persatuan

Dunia
| Senin, 19 Mei 2025
Foto: Ole Romeny Tak Sabar Bela Timnas Indonesia, Siap Kontribusi di Kualifikasi Piala Dunia | Pifa Net

Ole Romeny Tak Sabar Bela Timnas Indonesia, Siap Kontribusi di Kualifikasi Piala Dunia

Indonesia
| Senin, 10 Februari 2025
Foto: Memecoin Trump dan Melania Picu Kritik di Industri Kripto | Pifa Net

Memecoin Trump dan Melania Picu Kritik di Industri Kripto

Amerika Serikat
| Selasa, 21 Januari 2025
Foto: Timnas Indonesia Bertolak ke Australia, PSSI: Persiapan Baik, Semoga Lancar | Pifa Net

Timnas Indonesia Bertolak ke Australia, PSSI: Persiapan Baik, Semoga Lancar

Indonesia
| Minggu, 16 Maret 2025
Foto: Bangun Jalan Desa, Bupati Sis dan Dandim Tinjau Lokasi Karya Bhakti TNI di Kalis | Pifa Net

Bangun Jalan Desa, Bupati Sis dan Dandim Tinjau Lokasi Karya Bhakti TNI di Kalis

Kapuas Hulu
| Kamis, 24 April 2025
Foto: Pengacara Alvin Lim Meninggal Dunia Saat Jalani Cuci Darah | Pifa Net

Pengacara Alvin Lim Meninggal Dunia Saat Jalani Cuci Darah

Pifabiz
| Minggu, 5 Januari 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Pakar Hukum: Revisi UU TNI Berisiko Rusak Demokrasi | Pifa Net

Pakar Hukum: Revisi UU TNI Berisiko Rusak Demokrasi

PIFA.CO.ID, NASIONAL - Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti, menegaskan bahwa kekhawatiran akademisi dan protes publik terhadap revisi Undang-Undang TNI bukan tanpa alasan. Ia menilai revisi tersebut berpotensi mengembalikan dwifungsi TNI, yang dalam jangka panjang dapat merusak demokrasi dan bahkan membawa Indonesia ke arah negara otoriter.Dalam diskusi online bersama Koreksi, Minggu (16/3/2025), Bivitri menjelaskan bahwa militer dan demokrasi memiliki paradigma yang sangat berbeda. Demokrasi menuntut partisipasi, akuntabilitas, dan transparansi, sedangkan militer beroperasi dengan prinsip komando, penggunaan senjata, dan kekerasan yang sah.Ia merujuk pada Pasal 30 UUD 1945 yang menegaskan bahwa TNI merupakan alat negara untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan. Namun, jika prajurit aktif menduduki jabatan sipil, ada risiko kebijakan publik lebih tunduk pada sistem komando ketimbang partisipasi masyarakat."Dengan sistem komando, tentara pasti membuat kebijakan secara top-down. Dalam militer, perintah harus dipatuhi tanpa ruang untuk diskusi kritis. Ini berbeda dengan demokrasi yang menuntut transparansi dan partisipasi publik," jelasnya.Bivitri menekankan bahwa masuknya paradigma militer ke dalam pemerintahan dapat mengancam prinsip demokrasi dan berpotensi mengarah ke otoritarianisme. "Kalau sistem ini diterapkan dalam pemerintahan yang seharusnya demokratis, hasilnya tidak akan kompatibel dengan demokrasi itu sendiri," pungkasnya.

Indonesia
| Minggu, 16 Maret 2025

Lifestyle

Foto: 5 Karakter Orang yang Cocok Bekerja Remote, Kamu Salah Satunya? | Pifa Net

5 Karakter Orang yang Cocok Bekerja Remote, Kamu Salah Satunya?

PIFA, Lifestyle - Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, banyak perusahaan yang mulai mengadopsi sistem kerja jarak jauh atau remote. Bekerja dari rumah atau tempat lain yang nyaman tanpa harus berada di kantor telah menjadi tren yang semakin populer. Namun, tidak semua orang cocok untuk bekerja remote. Untuk itu, kami telah merangkum lima karakteristik penting yang membuat seseorang cocok untuk bekerja secara remote. Jika Anda memiliki karakteristik ini, Anda mungkin dapat produktif dan nyaman bekerja jarak jauh. 1. Mandiri Salah satu karakteristik utama yang diperlukan untuk berhasil bekerja remote adalah kemandirian. Sebagai pekerja remote, Anda harus mampu mengatur waktu, mengatur prioritas, dan menjaga diri Anda sendiri tetap fokus. Anda tidak akan memiliki pengawasan langsung seperti yang Anda miliki di kantor, jadi memiliki kemandirian yang tinggi akan memastikan bahwa Anda tetap produktif dan dapat menyelesaikan tugas dengan efisien. 2. Disiplin Disiplin adalah kunci kesuksesan dalam bekerja remote. Tanpa adanya jadwal yang ketat dan kehadiran fisik atasan, Anda harus memiliki disiplin diri yang tinggi untuk memastikan bahwa Anda bekerja dengan efektif dan efisien. Menyusun jadwal harian, mengikuti tenggat waktu, dan menghindari gangguan di sekitar Anda adalah langkah-langkah penting yang harus diambil untuk mencapai produktivitas yang tinggi saat bekerja remote. 3. Komunikatif Komunikasi yang efektif adalah fondasi dari kerja tim yang sukses, terutama dalam lingkungan kerja jarak jauh. Sebagai pekerja remote, Anda harus dapat berkomunikasi dengan jelas dan efisien melalui saluran online seperti email, pesan instan, atau panggilan video. Kemampuan untuk mengekspresikan ide, bertanya pertanyaan, dan menjelaskan informasi dengan jelas akan membantu menjaga kolaborasi yang baik dengan tim Anda, meskipun tidak berada di satu lokasi fisik. 4. Fleksibel Fleksibilitas adalah karakteristik yang sangat penting untuk pekerja remote. Dalam lingkungan kerja jarak jauh, Anda akan dihadapkan pada berbagai tantangan dan perubahan. Fleksibilitas yang tinggi akan memungkinkan Anda untuk beradaptasi dengan perubahan jadwal, mengatasi masalah yang tak terduga, dan tetap tenang dalam situasi yang tidak terstruktur. Kemampuan untuk berpikir kreatif dan menemukan solusi di tengah tantangan akan menjadi aset berharga dalam pekerjaan jarak jauh. 5. Pemecah Masalah Sebagai pekerja remote, Anda mungkin akan menghadapi masalah teknis atau tugas yang rumit yang harus dipecahkan sendiri. Kemampuan untuk menganalisis masalah, mencari solusi alternatif, dan bekerja mandiri adalah hal yang sangat berharga. Pemecahan masalah yang efektif akan memungkinkan Anda untuk mengatasi tugas-tugas yang rumit dan menjaga produktivitas Anda tetap tinggi. Selain itu, memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik juga dapat membuat Anda menjadi sumber daya berharga bagi tim Anda, karena Anda dapat membantu menemukan solusi untuk masalah yang mungkin tim hadapi secara keseluruhan.

Indonesia
| Kamis, 15 Juni 2023

Lokal

Foto: Buka Musrenbang RKPD 2025 di Sungai Ambawang, Bupati Muda Sebut Jalan Antardesa Masih Jadi Prioritas | Pifa Net

Buka Musrenbang RKPD 2025 di Sungai Ambawang, Bupati Muda Sebut Jalan Antardesa Masih Jadi Prioritas

PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menekankan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan bukan sekadar untuk menyusun rencana pembangunan tahun depan, tetapi juga sebagai forum evaluasi terhadap kebutuhan pembangunan yang harus diperkuat. “Musrenbang 2025 ini kan untuk perencanaan yang akan datang. Tentu kita sekaligus evaluasi apa-apa yang masih harus kita perkuat. Seperti infrastruktur, layanan pendidikan dan kesehatan, serta hak-hak dasar masyarakat lainnya,” terang Bupati Muda Mahendrawan saat membuka Musrenbang RKPD Tahun 2025 Tingkat Kecamatan Sungai Ambawang di Aula Kantor Camat Sungai Ambawang, Rabu (31/1/2024). Muda menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan terus mengalokasikan anggaran untuk penyempurnaan infrastruktur jalan-jalan poros utama. “Termasuk di Kecamatan Sungai Ambawang, pembangunan infrastruktur jalan tetap dilanjutkan di beberapa titik desa dan antardesa,” tegasnya.  Sebelumnya, Muda menerangkan bahwa tidak semua usulan pembangunan dapat segera terealisasi karena keterbatasan anggaran daerah. Namun demikian, ada sumber-sumber alokasi lain yang dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu, Musrenbang menghimpun daftar usulan dari berbagai pihak seperti kabupaten, dinas, dan program-program pokok pikiran DPRD. “Dan semua ini tergabung, diramulah. Jadi intinya Musrenbang ini sebenarnya kita meramu. Memang tidak ada usulan yang semuanya utuh. Pasti akan ada gabungan dari berbagai sektor tapi pada prinsipnya adalah kita berusaha menyeimbangkan,” tuturnya. (yd)

Kubu Raya
| Jumat, 2 Februari 2024
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5