Datang ke Mempawah, Menteri HAM Natalius Pigai Nyatakan Dukung Penuh Pengesahan RUU Masyarakat Adat
Mempawah | Senin, 10 Maret 2025
Momen saat Menteri HAM Natalius Pigai saat menghadiri Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi di Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Sabtu (9/3/2025). (Dok. Kemkum Kanwil Kalbar)
Mempawah | Senin, 10 Maret 2025
Nasional
PIFA.CO.ID, NASIONAL - Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti, menegaskan bahwa kekhawatiran akademisi dan protes publik terhadap revisi Undang-Undang TNI bukan tanpa alasan. Ia menilai revisi tersebut berpotensi mengembalikan dwifungsi TNI, yang dalam jangka panjang dapat merusak demokrasi dan bahkan membawa Indonesia ke arah negara otoriter.Dalam diskusi online bersama Koreksi, Minggu (16/3/2025), Bivitri menjelaskan bahwa militer dan demokrasi memiliki paradigma yang sangat berbeda. Demokrasi menuntut partisipasi, akuntabilitas, dan transparansi, sedangkan militer beroperasi dengan prinsip komando, penggunaan senjata, dan kekerasan yang sah.Ia merujuk pada Pasal 30 UUD 1945 yang menegaskan bahwa TNI merupakan alat negara untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan. Namun, jika prajurit aktif menduduki jabatan sipil, ada risiko kebijakan publik lebih tunduk pada sistem komando ketimbang partisipasi masyarakat."Dengan sistem komando, tentara pasti membuat kebijakan secara top-down. Dalam militer, perintah harus dipatuhi tanpa ruang untuk diskusi kritis. Ini berbeda dengan demokrasi yang menuntut transparansi dan partisipasi publik," jelasnya.Bivitri menekankan bahwa masuknya paradigma militer ke dalam pemerintahan dapat mengancam prinsip demokrasi dan berpotensi mengarah ke otoritarianisme. "Kalau sistem ini diterapkan dalam pemerintahan yang seharusnya demokratis, hasilnya tidak akan kompatibel dengan demokrasi itu sendiri," pungkasnya.
Lifestyle
PIFA, Lifestyle - Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, banyak perusahaan yang mulai mengadopsi sistem kerja jarak jauh atau remote. Bekerja dari rumah atau tempat lain yang nyaman tanpa harus berada di kantor telah menjadi tren yang semakin populer. Namun, tidak semua orang cocok untuk bekerja remote. Untuk itu, kami telah merangkum lima karakteristik penting yang membuat seseorang cocok untuk bekerja secara remote. Jika Anda memiliki karakteristik ini, Anda mungkin dapat produktif dan nyaman bekerja jarak jauh. 1. Mandiri Salah satu karakteristik utama yang diperlukan untuk berhasil bekerja remote adalah kemandirian. Sebagai pekerja remote, Anda harus mampu mengatur waktu, mengatur prioritas, dan menjaga diri Anda sendiri tetap fokus. Anda tidak akan memiliki pengawasan langsung seperti yang Anda miliki di kantor, jadi memiliki kemandirian yang tinggi akan memastikan bahwa Anda tetap produktif dan dapat menyelesaikan tugas dengan efisien. 2. Disiplin Disiplin adalah kunci kesuksesan dalam bekerja remote. Tanpa adanya jadwal yang ketat dan kehadiran fisik atasan, Anda harus memiliki disiplin diri yang tinggi untuk memastikan bahwa Anda bekerja dengan efektif dan efisien. Menyusun jadwal harian, mengikuti tenggat waktu, dan menghindari gangguan di sekitar Anda adalah langkah-langkah penting yang harus diambil untuk mencapai produktivitas yang tinggi saat bekerja remote. 3. Komunikatif Komunikasi yang efektif adalah fondasi dari kerja tim yang sukses, terutama dalam lingkungan kerja jarak jauh. Sebagai pekerja remote, Anda harus dapat berkomunikasi dengan jelas dan efisien melalui saluran online seperti email, pesan instan, atau panggilan video. Kemampuan untuk mengekspresikan ide, bertanya pertanyaan, dan menjelaskan informasi dengan jelas akan membantu menjaga kolaborasi yang baik dengan tim Anda, meskipun tidak berada di satu lokasi fisik. 4. Fleksibel Fleksibilitas adalah karakteristik yang sangat penting untuk pekerja remote. Dalam lingkungan kerja jarak jauh, Anda akan dihadapkan pada berbagai tantangan dan perubahan. Fleksibilitas yang tinggi akan memungkinkan Anda untuk beradaptasi dengan perubahan jadwal, mengatasi masalah yang tak terduga, dan tetap tenang dalam situasi yang tidak terstruktur. Kemampuan untuk berpikir kreatif dan menemukan solusi di tengah tantangan akan menjadi aset berharga dalam pekerjaan jarak jauh. 5. Pemecah Masalah Sebagai pekerja remote, Anda mungkin akan menghadapi masalah teknis atau tugas yang rumit yang harus dipecahkan sendiri. Kemampuan untuk menganalisis masalah, mencari solusi alternatif, dan bekerja mandiri adalah hal yang sangat berharga. Pemecahan masalah yang efektif akan memungkinkan Anda untuk mengatasi tugas-tugas yang rumit dan menjaga produktivitas Anda tetap tinggi. Selain itu, memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik juga dapat membuat Anda menjadi sumber daya berharga bagi tim Anda, karena Anda dapat membantu menemukan solusi untuk masalah yang mungkin tim hadapi secara keseluruhan.
Lokal
PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menekankan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan bukan sekadar untuk menyusun rencana pembangunan tahun depan, tetapi juga sebagai forum evaluasi terhadap kebutuhan pembangunan yang harus diperkuat. “Musrenbang 2025 ini kan untuk perencanaan yang akan datang. Tentu kita sekaligus evaluasi apa-apa yang masih harus kita perkuat. Seperti infrastruktur, layanan pendidikan dan kesehatan, serta hak-hak dasar masyarakat lainnya,” terang Bupati Muda Mahendrawan saat membuka Musrenbang RKPD Tahun 2025 Tingkat Kecamatan Sungai Ambawang di Aula Kantor Camat Sungai Ambawang, Rabu (31/1/2024). Muda menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan terus mengalokasikan anggaran untuk penyempurnaan infrastruktur jalan-jalan poros utama. “Termasuk di Kecamatan Sungai Ambawang, pembangunan infrastruktur jalan tetap dilanjutkan di beberapa titik desa dan antardesa,” tegasnya. Sebelumnya, Muda menerangkan bahwa tidak semua usulan pembangunan dapat segera terealisasi karena keterbatasan anggaran daerah. Namun demikian, ada sumber-sumber alokasi lain yang dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu, Musrenbang menghimpun daftar usulan dari berbagai pihak seperti kabupaten, dinas, dan program-program pokok pikiran DPRD. “Dan semua ini tergabung, diramulah. Jadi intinya Musrenbang ini sebenarnya kita meramu. Memang tidak ada usulan yang semuanya utuh. Pasti akan ada gabungan dari berbagai sektor tapi pada prinsipnya adalah kita berusaha menyeimbangkan,” tuturnya. (yd)