Dean James Mundur, Komposisi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 Berkurang
Timnas | Kamis, 26 Maret 2026
Dean James Mundur, Komposisi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 Berkurang. AFP
Timnas | Kamis, 26 Maret 2026








Lokal

Berita Lokal, PIFA - Salam Menanjak khas Kabupaten Kubu Raya resmi memiliki hak cipta. Salam yang diciptakan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan ini kini hak ciptanya dipegang oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Hal itu tertuang dalam Surat Pencatatan Ciptaan yang diterbitkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tertanggal 12 Agustus 2022. Dalam surat bernomor ECO0202253055, dinyatakan bahwa gerakan salam menanjak telah mendapatkan perlindungan dalam jangka waktu selama hidup sang pencipta dan 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia, terhitung mulai tanggal 1 Januari tahun berikutnya. Salam Menanjak merupakan gerakan atau koreografi ciptaan Muda Mahendrawan. Gerakannya adalah telapak tangan terbuka yang diletakkan di depan dada dengan ujung-ujung jari mengarah diagonal ke atas. Salam yang sangat populer di Kabupaten Kubu Raya ini menjadi narasi nonverbal simbolik. Maknanya adalah ajakan kepada masyarakat untuk bersikap progresif, yakni selalu berupaya meningkatkan kualitas di semua bidang kehidupan. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan salam menanjak menjadi spirit bagi upaya menggerakkan seluruh sumber daya manusia dan potensi-potensi lainnya yang ada. Salam menanjak, memiliki filosofi bahwasanya saat ini tantangan sangat besar dan untuk itu dibutuhkan sebuah daya juang. “Kalau menanjak pada posisi jari terbuka dan diagonal ke atas, gerakannya ini menunjukkan kita menanjak yang berarti adanya sebuah daya juang. Karena kita butuh daya juang, tidak mudah menyerah dan itulah filososi utamanya. Kalau datar, kita tidak akan berkeringat. Kurang berjuang. Kalau menanjak tentu kita menggerakkan agar semua punya daya juang,” jelas Muda. Muda melanjutkan, salam menanjak juga merupakan upayanya dalam membangun pikiran bawah sadar. Yakni pikiran-pikiran optimistis, progresif, dan dinamis yang bermuara pada adanya sebuah peningkatan kualitas. “Kita bertekad menanamkan sebuah titik berangkat bagaimana untuk mengejar cita-cita dan impian itu benar-benar totalitas," katanya. Gerakan ini, Muda mengartikan bahwa ketika menanjak, maka setiap level akan menaikkan kualitas. Dengan begitu akan lebih tinggi cara memandang. Dan disitulah akan lebih bijak dalam melihat solusi-solusi jalan keluar. Berpikir mendunia dan berpikir global. Ia juga menegaskan bahwa salam menanjak menunjukkan sebuah progresivitas dan optimisme yang tinggi. “Hak cipta ini tentu sangat penting karena dengan langkah ini kita ingin mempunyai rasa memiliki yang lebih tinggi. Dan gerakan ini bukan statis tapi bergerak terus ke atas. Inilah makna filosofis daripada salam menanjak,” tandasnya. (ap)
Lokal

Berita Landak, PIFA - Bupati Landak Karolin Margret Natasa membuka secara langsung dialog publik pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kabupaten Landak yang dihadiri Sekretaris Jenderal Ikatan Wartawan Online (IWO) Pusat, Staf ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Pengurus dan Anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Landak, perwakilan organisasi masyarakat, Tokoh Adat, dan narasumber dialog publik yang bertempat di aula utama Kantor Bupati Landak, Kamis, (10/02/22). Dialog publik pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kabupaten Landak mengangkat isu tentang sinergitas Undang-undang pers, ITE dan hukum adat dalam rangka keterbukaan keterbukaan informasi dan kebebasan pers yang bertujuan agar peran pers mampu memberikan peran dalam memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengatakan bahwa peringatan Hari Pers Nasional (HPN) merupakan momentum yang tepat dalam merefleksi perjalanan pers di Indonesia, Kalimantan Barat maupun di Kabupaten Landak. “Pers harus kembali kepada sejarahnya itu bahwa pers memegang peranan yang sangat penting dalam kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu pers memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk menjaga kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia dengan tetap professional dan tetap mengikuti kode etik jurnalistik,” ucap Karolin. Bupati Karolin menjelaskan bahwa apabila insan pers konsisten dan komitmen mengikuti kode etik jurmalistik, maka pers bisa menjalan fungsinya dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. “Kalau itu pegangannya, Saya yakin pers bisa menjalakan fungsi-fungsi pers untuk memberikan informasi kepada masyarakat, untuk membangun Indonesia, kemudian juga bisa memberikan edukasi dan juga meningkatkan partisipasi publik terhadap pembangunan di Indonesia,” terang Karolin. Terkait dengan tema isu yang diangkat pada dialog publik, Bupati Landak meminta agar semuanya dapat menyatukan persepsi yang sama dan melakukan evaluasi serta tetap mengedepankan musyawarah. “Sebenarnya itu hal-hal yang bisa dibicarakan, tinggal kita menyatukan persepsi. Teman-teman DAD menjalankan hukum adat sesuai dengan adat istiadat yang ada, jangan dikomersilkan dan kemudian tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Untuk teman-teman wartawan juga terus melakukan upgrade diri seperti sertifikasi kompetensi, mengikuti kode etik, prinsip-prinsip jurnalistik harus dikedepankan sehingga pemberitaan itu harus berimbang serta jelas sumbernya, dan kalau semua itu terpenuhi Saya yakin tidak akan ada persoalan. Jadi kedua pihak harus evaluasi diri juga,” pungkas Karolin. (rs)
Sports

PIFA, Sports - Pemain keturunan Indonesia yang ikut mengantarkan Borussia Dortmund ke Final Liga Champions 2023/2024, Ian Maatsen, dipastikan gagal masuk skuad Timnas Belanda untuk Euro 2024. Lantas, kegagalan Maatsen itu akankah membuatnya berpaling membela Timnas Indonesia? Seperti yang diketahui, sejauh ini Maatsen sudah beberapa kali dipanggil untuk membela Timnas Belanda kelompok umur. Namun, pesepakbola berusia 22 tahun itu belum pernah dipercaya untuk memperkuat tim senior. Kesempatan emas bek sayap kiri berdarah Jawa untuk tampil di tim senior hadir saat namanya masuk ke dalam daftar 30 pemain Timnas Belanda untuk Euro 2024. Hanya saja, pada Rabu, 29 Mei 2024, Maatsen justru tak hadir dalam daftar 26 pemain yang menjadi pilihan terakhir Koeman. Diketahui, Koeman tak memanggil Maatsen karena ia sudah memiliki banyak opsi pemain di lini belakang. Alhasil, Maatsen yang memang belum punya pengalaman di tim senior pun tak dibawa ke Euro 2024 yang digelar di Jerman pada 14 Juni-14 Juli 2024. “Kami memiliki banyak opsi yang saya sukai. Daley Blind menjalani musim yang fantastis bersama Girona, Micky van de Ven bermain sebagai bek kiri di Tottenham, dan Nathan Ake,” terang Ronald Koeman, dikutip PIFA dari Metro, Kamis (30/5/2024). “Saya menghubungi Maatsen pagi ini. Tidak (itu bukan percakapan yang sulit). Ini adalah pekerjaan saya, saya tahu momen ini akan datang,” imbuh dia. Kegagalan ini tentu menjadi pukulan bagi Maatsen yang telah menunjukkan performa gemilang bersama Dortmund musim ini. Namun, situasi ini juga membuka peluang bagi Timnas Indonesia untuk merayu Maatsen agar mau bergabung. Dengan darah Indonesia yang mengalir dalam dirinya, Maatsen bisa menjadi aset berharga bagi skuad Garuda. Apakah Maatsen akan mempertimbangkan untuk membela Timnas Indonesia? Dukungan dari fans Indonesia tentu bisa menjadi dorongan moral yang besar. Gabung Indonesia aja, Ian!