AFP

AFP

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalDiktator Portugal António Salazar Tak Menyukai Sepak Bola, Namun Memanfaatkannya untuk Propaganda

Diktator Portugal António Salazar Tak Menyukai Sepak Bola, Namun Memanfaatkannya untuk Propaganda

Internasional | Sabtu, 4 Juli 2026

Portugal dikenal sebagai salah satu negara dengan tradisi sepak bola yang kuat. Negeri ini telah melahirkan banyak pemain kelas dunia, mulai dari Eusébio yang bersinar pada era 1960-an hingga Cristiano Ronaldo yang menjadi ikon sepak bola modern.

Selain Eusébio, Portugal juga pernah diperkuat sejumlah bintang seperti Luís Figo, Rui Costa, Deco, Ricardo Carvalho, Pepe, Nani, dan João Moutinho. Bersama Ronaldo, tim nasional Portugal berhasil meraih gelar besar pertama mereka di Euro 2016 dan UEFA Nations League 2019.

Namun di balik besarnya kecintaan masyarakat terhadap sepak bola, Portugal pernah dipimpin seorang penguasa yang justru tidak menyukai olahraga tersebut. Sosok itu adalah António de Oliveira Salazar, perdana menteri sekaligus diktator yang memimpin Portugal dari 1932 hingga 1974.

Salazar secara terbuka menyatakan dirinya lebih menyukai senam dibanding sepak bola. Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga yang tidak disiplin dan cenderung kacau.

Meski demikian, pemerintahan Salazar tetap memanfaatkan popularitas sepak bola sebagai alat propaganda politik. Rezimnya membangun Estádio Nacional do Jamor, yang diresmikan pada 1944 di dekat Lisbon, sebagai lokasi berbagai kegiatan resmi negara, termasuk acara organisasi kepemudaan dan final Piala Portugal.

Pada masa pemerintahannya, sejumlah klub besar seperti Benfica dan Sporting CP juga kerap dikaitkan dengan rezim karena memiliki basis pendukung yang besar serta prestasi di level internasional.

Di luar sepak bola, pemerintahan Salazar dikenal sebagai rezim otoriter yang membatasi kebebasan politik. Pemerintahannya menerapkan polisi rahasia, membatasi aktivitas oposisi, serta membentuk organisasi kepemudaan untuk menanamkan ideologi negara kepada generasi muda.

Seiring waktu, banyak mahasiswa, pemuda, hingga kalangan pesepak bola mulai menentang pemerintahan Salazar.

Rezim tersebut akhirnya berakhir pada 25 April 1974 melalui kudeta tanpa pertumpahan darah yang dikenal sebagai Revolusi Anyelir. Kudeta dipimpin oleh Movimento das Forças Armadas (MFA) atau Gerakan Angkatan Bersenjata.

Revolusi itu mendapat nama "Anyelir" setelah seorang pekerja restoran di Lisbon, Celeste Caeiro, membagikan bunga anyelir kepada para tentara. Warga kemudian mengikuti aksinya dengan menyelipkan bunga anyelir di moncong senapan dan seragam para prajurit sebagai simbol revolusi damai.

Setelah jatuhnya rezim Salazar, Portugal memasuki era demokrasi, sementara sepak bola tidak lagi dipandang sebagai alat kepentingan politik pemerintah, melainkan kembali menjadi olahraga yang dinikmati masyarakat luas.

Rekomendasi

Foto: Jay Idzes Absen, Venezia Hadapi Laga Penentu Lawan Juventus di Pekan Terakhir Serie A | Pifa Net

Jay Idzes Absen, Venezia Hadapi Laga Penentu Lawan Juventus di Pekan Terakhir Serie A

Italia
| Kamis, 22 Mei 2025
Foto: Mitra SPPG di Pontianak Pastikan Menu Makan Bergizi Gratis Aman Dikonsumsi Siswa | Pifa Net

Mitra SPPG di Pontianak Pastikan Menu Makan Bergizi Gratis Aman Dikonsumsi Siswa

Pontianak
| Selasa, 21 Januari 2025
Foto: Wisatawan Air Terjun Riam Marum Dawar Bengkayang yang Terbawa Arus Ditemukan Meninggal | Pifa Net

Wisatawan Air Terjun Riam Marum Dawar Bengkayang yang Terbawa Arus Ditemukan Meninggal

Sambas
| Senin, 7 April 2025
Foto: Marseille Pesta Empat Gol, Hancurkan Lorient di Stadion Velodrome | Pifa Net

Marseille Pesta Empat Gol, Hancurkan Lorient di Stadion Velodrome

Sports
| Sabtu, 13 September 2025
Foto: Komisi III DPR RI Bahas Draf RUU KUHAP: Siaran Langsung Sidang Dilarang Tanpa Izin hingga Pemeriksaan Tersangka Tak Wajib Direkam CCTV | Pifa Net

Komisi III DPR RI Bahas Draf RUU KUHAP: Siaran Langsung Sidang Dilarang Tanpa Izin hingga Pemeriksaan Tersangka Tak Wajib Direkam CCTV

Indonesia
| Selasa, 25 Maret 2025
Foto: Presiden Prabowo Beri Rehabilitasi untuk Dua Guru ASN Luwu Utara yang Dipecat karena Bantu Guru Honorer | Pifa Net

Presiden Prabowo Beri Rehabilitasi untuk Dua Guru ASN Luwu Utara yang Dipecat karena Bantu Guru Honorer

Politik
| Kamis, 13 November 2025
Foto: Qatar Komit Investasi 2 Miliar Dolar AS ke Danantara, Prabowo: Sinyal Positif | Pifa Net

Qatar Komit Investasi 2 Miliar Dolar AS ke Danantara, Prabowo: Sinyal Positif

Indonesia
| Senin, 14 April 2025
Foto: Pelantikan Kepala Daerah Batal Digelar 6 Februari 2025 | Pifa Net

Pelantikan Kepala Daerah Batal Digelar 6 Februari 2025

Indonesia
| Sabtu, 1 Februari 2025
Foto: Astronaut Shenzhou-19 Ucapkan Tahun Baru Imlek dari Luar Angkasa | Pifa Net

Astronaut Shenzhou-19 Ucapkan Tahun Baru Imlek dari Luar Angkasa

Indonesia
| Rabu, 29 Januari 2025
Foto: Revisi UU TNI Resmi Disahkan, Ini Daftar Pasal Kontroversialnya | Pifa Net

Revisi UU TNI Resmi Disahkan, Ini Daftar Pasal Kontroversialnya

Indonesia
| Kamis, 20 Maret 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Suriansyah: Pembatasan Operasional Angkutan Barang Menjaga Kondisi Jembatan Kapuas II | Pifa Net

Suriansyah: Pembatasan Operasional Angkutan Barang Menjaga Kondisi Jembatan Kapuas II

Berita Lokal, PIFA – Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah menanggapi aturan pembatasan operasional angkutan barang roda enam atau lebih di Jembatan Kapuas II. Aturan ini mulai berlaku sejak Senin 12 September 2022. Menurutnya, aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) nomor 551/3122/DISHUB/2022 itu, bertujuan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di kawasan tersebut. “Selaras dengan pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I. Sehingga kondisi jembatan Kapuas II juga dapat terjaga,” katanya, kemarin. Dia meminta masyarakat pengguna jalan, sudah selayaknya memaklumi dan menyesuaikan diri. Peraturan itu diterapkan tentunya untuk kepentingan keselamatan bersama dan menjaga kondisi jembatan. “Jembatan Kapuas II masih baik, harus dioptimalkan pemanfaatannya, dijamin kelancaran serta fungsi,” ujarnya. Pembatasan jam operasional itu, sekaligus mejadi upaya pemerintah untuk menata aset tersebut, sehingga usia pakai tetap terjaga, dan dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh pengguna jalan. Jembatan itu perlu dirawat, sebab kondisi yang riskan dilalui kendaraan dengan tonase tinggi. Sehingga, jangan sampai akibat beban kendaraan itu, menurunkan usia pakai jembatan tersebut. “Jangan karena overload bikin masa pakai jembatan jauh berkurang,” katanya. Suriansyah meminta Pemerintah Provinsi Kalbar, terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat secara luas, terkait pembatasan operasional jembatan ini. “Kita berharap pembatasan ini disosialisasikan secara luas. Jadi kepentingan warga tak jadi korban. Namun mampu menyesuaikan penggunaannya,” katanya. Sementara bagi masyarakat atau pengguna jalan, legislator Gerindra itu mengimbau agar memaklumi dan menerima aturan pembatasan ini. (ap)

Kubu Raya
| Kamis, 15 September 2022

Sports

Foto: Soroti Tak Adanya Pintu Darurat di Stadion Kanjuruhan, TGIPF: Pintu Keluar-Masuk Tak Memadai! | Pifa Net

Soroti Tak Adanya Pintu Darurat di Stadion Kanjuruhan, TGIPF: Pintu Keluar-Masuk Tak Memadai!

Berita Nasional, PIFA - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan menyoroti tidak adanya pintu darurat di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Salah satu anggota TGIPF, Nugroho Setiawan saat memaparkan temuan sementara penyelidikan mengatakan bahwa pintu di Stadion Kanjuruhan yang berfungsi sebagai tempat masuk dan keluar penonton tak memadai. “Jadi sementara yang saya lihat adalah pintu masuk berfungsi sebagai pintu keluar, tapi itu tidak memadai. Kemudian tidak ada pintu darurat,” kata Nugroho, seperti dikutip PIFA dari kanal YouTube Kemenko Polhukam, Senin (10/10/2022). Dia menilai bahwa sruktur pintu Stadion Kanjuruhan seperti ini mesti diperbaiki dan diubah. Anggota TGIPF yang bertugas mengevaluasi infrastruktur Stadion Kanjuruhan itu meminta adanya perbaikan, terutama pada akses anak tangga pintu stadion karena bentuk anak tangganya tidak ideal.  “Jadi, kalau dengan ketinggian normal 18 (cm) dan lebar tapak 30 (cm), kita berlari turun, berlari naik itu tidak ada kemungkinan jatuh. Kemudian, lebar dari anak tangga (yang ada) juga tidak terlalu ideal untuk kondisi crowd, karena harus ada railing, railing untuk pegangan,” terangnya. "Nah railing-nya juga sangat tidak terawat. Dengan stampede, desakan yang luar biasa, akhirnya railing-nya patah, dan itu juga termasuk yang melukai korban," tandas dia. Kesimpulan sementara dari pihaknya, Stadion Kanjuruhan tak layak untuk menggelar pertandingan berisiko tinggi (high risk match), seperti laga Arema FC vs Persebaya Surabaya. “Kesimpulannya sementara bahwa stadion ini tidak layak untuk menggelar pertandingan high risk match. Mungkin kalau itu medium atau low risk masih bisa," ungkap Nugroho. Pakar keamanan pertandingan (security officer) berlisensi FIFA itu menegaskan, setiap stadion seharusnya membuat perhitungan konkret untuk mengeluarkan penonton. "Kita harus membuat kalkulasi yang sangat konkret misalnya adalah bagaimana cara mengeluarkan penonton pada saat keadaan darurat,” tegas dia. (yd)

Malang
| Jumat, 14 Oktober 2022

Lokal

Foto: Kasat Reskrim Beberkan Fakta Wanita di Pontianak Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Tempat Gym | Pifa Net

Kasat Reskrim Beberkan Fakta Wanita di Pontianak Tewas Terjatuh dari Lantai 3 Tempat Gym

PIFA, Lokal- Seorang wanita muda berusia 22 tahun tewas jatuh dari lantai 3 bangunan gym di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa (18/06/2024) sore. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Pontianak Kompol Antonius Trias mengatakan,  saat itu korban berinisial FN (22 tahun) warga Kubu Raya pergi bersama adik dan pacarnya ke tempat Gym di Jalan Parit Haji Husein II (paris 2) sekitar pukul 15.00 WIB. Sampai di sana mereka langsung berolahraga, sang pacar sempat mengajak korban untuk menggunakan alat olahraga lain di lantai 2. Namun korban memilih untuk mencoba treadmill yang berada di lantai 3.  “Pada pukul 15.15 WIB, FN menggunakan treadmill dan sekitar 15.30 FN jatuh dari treadmill, yang kemudian langsung jatuh dari jendela jatuh ke bawah mengalami kematian,” ujarnya. Korban langsung dibawa ke rumah sakit Untan Pontianak. Setelah itu langsung di RS Bhayangkara Polda Kalbar melakukan visum. Antonius Trias mengungkapkan, berdasarkan hasil visum korban mengalami lebam di dahi kiri dan kanan, pipi, luka robek pada kepala, memar siku kanan kiri, memar punggung dan betis. Sementara itu, Antonius mengatakan saat melakukan olah TKP di tempat kejadian, diketahui posisi jarak antara treadmill dan jendel sangat dekat. Dimana jaraknya hanya 60 cm, lalu lebar jendela juga sangat lebar sekitar 90 cm. Selain itu, kata Antonius, jarak dasar jendela sangat rendah yakni sekitar 30 cm. Sehingga ia menilai sangat mudah untuk orang jatuh dari treadmill ke jendela langsung jatuh ke bawah. “Sehingga sangat memudahkan bagi orang ketika jatuh, apalagi treadmill digunakan untuk orang yang kotabene mungkin mengeluarkan tenaga besar, ketika dalam keadaan kecapekan, dehidrasi atau senagainya bisa mengakibtkan hilang kesadaran sehingga orang bisa langusng jatuh ke belakang,” ungkapnya.  Antonius menerangkan, saat ini bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan meminta keterangan dari saksi-saksi. Sebab, diketahui berdasarkan rekaman cctv sebelum korban jatuh dari lantai 3, ada seseorang yang membuka jendela tersebut.  “Dari video cctv yang ada kita mengetahui ada yang membuka jendela tersebut. Nah nanti kita akan mintai keterangan untuk memberikan keterangan lebih lanjut,” katanya. Terkait kelalaian pemilik Gym, Antonius juga mengatakan sedang diselidiki lebih lanjut. Karena berdasarkan keterangan sebelumnya, sudah pernah ada kejadian serupa. Namun  posisi dari treadmill itu yang membelakangi jendela tidak diubah. “Kita nanti lihat hasil pemeriksaan lebih lanjut, dari ijinnya, kemudian periksa dari keterangan sebelumnya, bahwa sudah pernah ada kejadian namun tidak dirubah posisi dari treadmill itu yang menghadap jendela masih membelakangi jendela,” ungkap Antonius. “Unsur kelalaian kemungkinan ada, dan gedung dari bagunan ini kan memang diperuntukan untuk olahraga. Kita juga harus emlihat dari unsur ke aman safety nya itu yang perlu di perdalami lagi,” tukasnya. (ly)

Pontianak
| Rabu, 19 Juni 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5