Dirut PO Cahaya Trans Ditetapkan Tersangka Kecelakaan Maut Tol Krapyak, 16 Jiwa Melayang
Jawa Tengah | Kamis, 19 Februari 2026
Dok. Humas Polri
Jawa Tengah | Kamis, 19 Februari 2026










Nasional

Berita Nasional, PIFA - Situasi global kian menyebabkan tekanan inflasi dan lonjakan harga komoditas global, terutama energi dan pangan yang juga berdampak pada perekonomian di tanah air. Menyikapi hal ini, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun meminta jajarannya untuk mengambil kebijakan dengan tepat dan berempati pada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4/2022), “(Harga) barang-barang kebutuhan pokok juga sudah mulai naik. Hati-hati, utamanya masalah ketersediaan pasokan dua hal tadi, pangan maupun energi, apalagi ini menjelang Lebaran. Oleh sebab itu, seluruh yang hadir di sini, anggota kabinet, kepada semua menteri, kepala lembaga, agar kebijakan yang diambil itu tepat. Sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pernyataan-pernyataan kita harus memiliki sense of crisis, harus sensitif terhadap kesulitan-kesulitan rakyat," ucap Jokowi. Presiden menerangkan bahwa angka inflasi di berbagai negara seperti di Amerika Serikat yang mencapai 7,9 persen, Uni Eropa 7,5 persen, hingga Turki di angka 54 persen. Hal ini pun turut memberikan dampak dalam naiknya harga energi, seperti bahan bakar minyak (BBM) di tanah air. Untuk itu, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk selalu waspada dan memantau kenaikan harga, utamanya di sektor pangan dan energi. “Saya kira situasinya memang tidak memungkinkan. Enggak mungkin kita tidak menaikkan yang namanya BBM, enggak mungkin. Oleh sebab itu, kemarin naik (harga) Pertamax. Oleh sebab itu, kewaspadaan yang tinggi ini harus setiap hari, setiap minggu harus dihitung terus bagaimana harga gas dan terutama memang, selain harga energi, dan juga harga pangan. Dua hal ini yang menjadi sangat penting untuk terus kita waspadai bersama, dan harus selalu dirapatkan, dikonsolidasikan agar tidak keliru dalam mengambil keputusan,” jelasnya. Kemudian, Presiden juga meminta jajarannya untuk bekerja secara detail dan bisa menyampaikan kebijakan-kebijakan yang diambil kepada masyarakat. “Sekali lagi, merumuskan kebijakan yang tepat, melakukan langkah-langkah dan kepemimpinan yang cepat di lapangan, dan memberikan sekali lagi pernyataan yang sangat berempati kepada rakyat,” tegas dia. Menutup arahannya, Presiden Jokowi juga mengingatkan kembali agar seluruh jajarannya bisa menyampaikan langkah-langkah yang diambil pemerintah kepada rakyat. Selain itu, Presiden juga meminta jajarannya untuk fokus bekerja dalam menangani kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapi. “Sekali lagi, jelaskan situasi global yang sedang sangat sulit. Sampaikan dengan bahasa rakyat dan langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah itu apa dalam menghadapi krisis dan kenaikan inflasi. Dan jangan menimbulkan polemik di masyarakat. Fokus pada bekerja dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan, ndak,” tutupnya. (yd)
Lokal

PIFA, Kubu Raya - Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Arteri Supadio, tepatnya di depan PT Jaga Aman Sarana, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Jumat malam (19/6/2025). Sebuah mobil Daihatsu Gran Max dengan nomor polisi KB 8561 ME terguling setelah menabrak median jalan, menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka, salah satunya kritis. Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan kejadian tersebut atas nama Kasat Lantas Polres Kubu Raya, AKP Supriyanto. Ia menjelaskan bahwa mobil Gran Max dikemudikan oleh Solihin (31), warga Desa Rasau Jaya Umum. Mobil tersebut tengah melaju dari arah Supadio menuju Kota Pontianak. “Sesampainya di lokasi kejadian, diduga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan sehingga keluar jalur dan menabrak median jalan. Kendaraan kemudian terguling di sisi jalan,” ujar Aiptu Ade, Sabtu (21/6/2025). Akibat insiden tersebut, Solihin mengalami luka lecet di kaki kanan. Dua penumpangnya, Andre (16) dan Injan (17), keduanya warga Punggur, Kecamatan Sungai Kakap, mengalami luka serius. Andre menderita luka di bagian kepala dan kaki, sementara Injan dilaporkan mengalami luka berat dan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kedua korban telah dilarikan ke Rumah Sakit TNI AU Dr. M. Sutomo, Kubu Raya, untuk mendapatkan perawatan intensif. Unit Gakkum Satlantas Polres Kubu Raya telah mengamankan kendaraan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian kembali mengingatkan kepada para pengendara agar selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara.“Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan dan jangan memaksakan diri mengemudi jika lelah atau mengantuk,” tegas Aiptu Ade.
Nasional

PIFA, Nasional - Kasus konten jilat es krim yang melibatkan selebgram terkenal, Oklin Fia, dan seorang pria pemegang es krim, memasuki babak baru. Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) mengumumkan rencana segera melakukan gelar perkara terkait insiden yang viral di media sosial tersebut. "Nanti kita gelar kan. Ya harapan kami sih secepatnya (gelar perkara)," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin seperti dikutip dari detikcom, Rabu (20/9/23). Selama penyelidikan, pihak kepolisian telah melakukan klarifikasi dengan beberapa ahli, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Komarudin menjelaskan bahwa gelar perkara akan dilakukan setelah memeriksa ahli pidana yang relevan. "Ya kalau ahlinya sudah bisa diselesaikan semua kita gelar. Ahli pidana kalau nggak salah (belum diperiksa)," ungkapnya. Gelar perkara ini akan menentukan apakah ada unsur pidana yang terlibat dalam kasus tersebut. Jika ada, status kasus akan dinaikkan ke tahap penyidikan yang lebih lanjut. "Sekiranya nanti memenuhi unsur, tentu akan dinaikkan status ke penyidikan. Sekiranya ya, kalau memenuhi unsur. Kalo penyidikan di BAP ulang," tambahnya. Sementara itu, pria yang berperan sebagai pemegang es krim dalam video yang menjadi viral telah diperiksa oleh pihak kepolisian. Hasil pemeriksaan tersebut akan segera diumumkan kepada publik oleh pihak berwenang. "Sudah diperiksa," kata Kapolres Komarudin. Meskipun pemeriksaan telah dilakukan, Komarudin mengungkapkan bahwa saat ini hasilnya belum dapat disampaikan kepada publik. "Ya hasilnya belum bisa disampaikan," ujarnya. Sebelumnya, Oklin Fia telah mengklarifikasi bahwa sosok pria dalam video tersebut merupakan seorang make-up artist dan bukan pacarnya. "Bukan (pacar), orang make-up. Intinya orang make-up," kata Oklin Fia kepada wartawan setelah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis, 24 Agustus lalu. (ad)