Dok. Humas Polri

Dok. Humas Polri

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalDirut PO Cahaya Trans Ditetapkan Tersangka Kecelakaan Maut Tol Krapyak, 16 Jiwa Melayang

Dirut PO Cahaya Trans Ditetapkan Tersangka Kecelakaan Maut Tol Krapyak, 16 Jiwa Melayang

Jawa Tengah | Kamis, 19 Februari 2026

PIFA, Jawa Tengah - Tragedi kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans di exit Tol Krapyak, Semarang, Jawa Tengah, terus bergulir dengan penetapan tersangka baru. Insiden yang terjadi pada 22 Desember 2025 itu merenggut nyawa 16 orang, termasuk penumpang dan awak bus. Kini, Direktur Utama perusahaan tersebut resmi menjadi terpidana atas kelalaian yang diduga memicu bencana tersebut.

Dilansir dari Republika.co.id, Kapolrestabes Semarang Kombes Muhammad Syahduddi menyatakan, "Penyidik menetapkan AW selaku direktur utama atau pemilik perusahaan bus tersebut sebagai tersangka sejak 13 Februari 2026." Penetapan ini hasil gelar perkara pada 29 Januari 2026, setelah sebelumnya sopir bus ditahan. Ahmad Warsito, inisial AW, diduga lalai dalam pengawasan operasional.

Kronologi kecelakaan bermula saat bus melaju dari Jatiasih, Jakarta, menuju Yogyakarta dengan 34 penumpang. Sekitar pukul 00.30 WIB, di jalur simpang susun exit Tol Krapyak, bus yang dikemudikan Gilang Ihsan Faruq (22) diduga ngebut hingga kehilangan kendali. Kendaraan menabrak pembatas jalan, terguling, dan ringsek parah, menyulitkan evakuasi korban.
Kombes M Syahduddi menjelaskan alasan penetapan AW sebagai tersangka: "Yang kedua, (tersangka) mengetahui bahwa bus tersebut tidak memiliki izin trayek dan tanpa pengawasan tapi tetap memberikan izin untuk beroperasi walaupun dari staf ataupun kepala operasional perusahaan tersebut sudah melaporkan bahwa bus tersebut tidak memiliki izin trayek dan juga KPS (kartu pengawasan)." Kelalaian ini termasuk tak ada SOP perekrutan sopir, termasuk verifikasi SIM.

Sopir Gilang, yang sudah jadi tersangka sejak sehari pasca-insiden, ternyata minim pengalaman dengan usia muda dan jam terbang rendah. Polisi memastikan ia negatif narkoba, tapi human error di zona tikungan menjadi fokus. Bus trayek ilegal ini beroperasi meski dilarang, menambah bobot dakwaan terhadap pimpinan perusahaan.

Kasus ini mencuatkan isu keselamatan transportasi jelang libur Nataru 2025 lalu. Evakuasi melibatkan Basarnas, polisi, Jasa Marga, dan PMI hingga pagi hari, dengan korban luka dirawat intensif. Penyelidikan polisi kini mendalami kondisi bus, kecepatan, serta faktor manajemen PO Cahaya Wisata Transportasi.
Kejadian ini jadi pelajaran berharga bagi industri angkutan umum. Penetapan Dirut sebagai tersangka menegaskan tanggung jawab pimpinan atas operasional perusahaan. Masyarakat diimbau lebih cermat memilih moda transportasi legal demi keselamatan, sementara polisi janji proses hukum adil bagi semua pihak terlibat.

Rekomendasi

Foto: Survei Publik Ungkap Peningkatan Kualitas Timnas Indonesia | Pifa Net

Survei Publik Ungkap Peningkatan Kualitas Timnas Indonesia

Indonesia
| Sabtu, 18 Januari 2025
Foto: Prabowo Maklumi Pejabat Keseleo Bicara | Pifa Net

Prabowo Maklumi Pejabat Keseleo Bicara

Indonesia
| Selasa, 6 Mei 2025
Foto: Free Fire Hadirkan Emote Pacu Jalur ‘Aura Farming’, Bisa Diklaim Gratis 30 Juli 2025 | Pifa Net

Free Fire Hadirkan Emote Pacu Jalur ‘Aura Farming’, Bisa Diklaim Gratis 30 Juli 2025

Teknologi
| Senin, 28 Juli 2025
Foto: Yamaha Luncurkan Apparel Eksklusif Kolaborasi Pro Street dan Rabbit & Wheels, Stok Terbatas | Pifa Net

Yamaha Luncurkan Apparel Eksklusif Kolaborasi Pro Street dan Rabbit & Wheels, Stok Terbatas

Otomotif
| Sabtu, 6 September 2025
Foto: Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, 3 Februari 2025 | Pifa Net

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, 3 Februari 2025

Indonesia
| Minggu, 9 Februari 2025
Foto: Prabowo: Produksi Beras dan Jagung RI Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah | Pifa Net

Prabowo: Produksi Beras dan Jagung RI Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Indonesia
| Senin, 19 Mei 2025
Foto: Dukungan Windows 10 Berakhir Oktober 2025, Saatnya Upgrade ke Windows 11 | Pifa Net

Dukungan Windows 10 Berakhir Oktober 2025, Saatnya Upgrade ke Windows 11

Teknologi
| Senin, 4 Agustus 2025
Foto: Intip Aturan yang Halangi Barcelona Daftarkan Dani Olmo ke LaLiga | Pifa Net

Intip Aturan yang Halangi Barcelona Daftarkan Dani Olmo ke LaLiga

Spanyol
| Rabu, 1 Januari 2025
Foto: Pria di Kubu Raya Tewas Diduga Bunuh Diri dengan Senjata Api Rakitan | Pifa Net

Pria di Kubu Raya Tewas Diduga Bunuh Diri dengan Senjata Api Rakitan

Kubu Raya
| Minggu, 14 September 2025
Foto: Liverpool Resmi Rekrut Florian Wirtz dari Bayer Leverkusen, Pecahkan Rekor Transfer Klub | Pifa Net

Liverpool Resmi Rekrut Florian Wirtz dari Bayer Leverkusen, Pecahkan Rekor Transfer Klub

Sports
| Sabtu, 21 Juni 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Soal Harga Melonjak, Jokowi Minta Jajarannya Tepat Ambil Kebijakan dan Empati pada Rakyat | Pifa Net

Soal Harga Melonjak, Jokowi Minta Jajarannya Tepat Ambil Kebijakan dan Empati pada Rakyat

Berita Nasional, PIFA - Situasi global kian menyebabkan tekanan inflasi dan lonjakan harga komoditas global, terutama energi dan pangan yang juga berdampak pada perekonomian di tanah air. Menyikapi hal ini, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun meminta jajarannya untuk mengambil kebijakan dengan tepat dan berempati pada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4/2022), “(Harga) barang-barang kebutuhan pokok juga sudah mulai naik. Hati-hati, utamanya masalah ketersediaan pasokan dua hal tadi, pangan maupun energi, apalagi ini menjelang Lebaran. Oleh sebab itu, seluruh yang hadir di sini, anggota kabinet, kepada semua menteri, kepala lembaga, agar kebijakan yang diambil itu tepat. Sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pernyataan-pernyataan kita harus memiliki sense of crisis, harus sensitif terhadap kesulitan-kesulitan rakyat," ucap Jokowi. Presiden menerangkan bahwa angka inflasi di berbagai negara seperti di Amerika Serikat yang mencapai 7,9 persen, Uni Eropa 7,5 persen, hingga Turki di angka 54 persen. Hal ini pun turut memberikan dampak dalam naiknya harga energi, seperti bahan bakar minyak (BBM) di tanah air. Untuk itu, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk selalu waspada dan memantau kenaikan harga, utamanya di sektor pangan dan energi. “Saya kira situasinya memang tidak memungkinkan. Enggak mungkin kita tidak menaikkan yang namanya BBM, enggak mungkin. Oleh sebab itu, kemarin naik (harga) Pertamax. Oleh sebab itu, kewaspadaan yang tinggi ini harus setiap hari, setiap minggu harus dihitung terus bagaimana harga gas dan terutama memang, selain harga energi, dan juga harga pangan. Dua hal ini yang menjadi sangat penting untuk terus kita waspadai bersama, dan harus selalu dirapatkan, dikonsolidasikan agar tidak keliru dalam mengambil keputusan,” jelasnya. Kemudian, Presiden juga meminta jajarannya untuk bekerja secara detail dan bisa menyampaikan kebijakan-kebijakan yang diambil kepada masyarakat. “Sekali lagi, merumuskan kebijakan yang tepat, melakukan langkah-langkah dan kepemimpinan yang cepat di lapangan, dan memberikan sekali lagi pernyataan yang sangat berempati kepada rakyat,” tegas dia. Menutup arahannya, Presiden Jokowi juga mengingatkan kembali agar seluruh jajarannya bisa menyampaikan langkah-langkah yang diambil pemerintah kepada rakyat. Selain itu, Presiden juga meminta jajarannya untuk fokus bekerja dalam menangani kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapi. “Sekali lagi, jelaskan situasi global yang sedang sangat sulit. Sampaikan dengan bahasa rakyat dan langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah itu apa dalam menghadapi krisis dan kenaikan inflasi. Dan jangan menimbulkan polemik di masyarakat. Fokus pada bekerja dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan, ndak,” tutupnya. (yd)

Jakarta
| Kamis, 7 April 2022

Lokal

Foto:  Gran Max Terguling di Arteri Supadio, Tiga Orang Luka-Luka, Satu Kritis | Pifa Net

Gran Max Terguling di Arteri Supadio, Tiga Orang Luka-Luka, Satu Kritis

PIFA, Kubu Raya - Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Arteri Supadio, tepatnya di depan PT Jaga Aman Sarana, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Jumat malam (19/6/2025). Sebuah mobil Daihatsu Gran Max dengan nomor polisi KB 8561 ME terguling setelah menabrak median jalan, menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka, salah satunya kritis. Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, membenarkan kejadian tersebut atas nama Kasat Lantas Polres Kubu Raya, AKP Supriyanto. Ia menjelaskan bahwa mobil Gran Max dikemudikan oleh Solihin (31), warga Desa Rasau Jaya Umum. Mobil tersebut tengah melaju dari arah Supadio menuju Kota Pontianak. “Sesampainya di lokasi kejadian, diduga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan sehingga keluar jalur dan menabrak median jalan. Kendaraan kemudian terguling di sisi jalan,” ujar Aiptu Ade, Sabtu (21/6/2025). Akibat insiden tersebut, Solihin mengalami luka lecet di kaki kanan. Dua penumpangnya, Andre (16) dan Injan (17), keduanya warga Punggur, Kecamatan Sungai Kakap, mengalami luka serius. Andre menderita luka di bagian kepala dan kaki, sementara Injan dilaporkan mengalami luka berat dan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Kedua korban telah dilarikan ke Rumah Sakit TNI AU Dr. M. Sutomo, Kubu Raya, untuk mendapatkan perawatan intensif. Unit Gakkum Satlantas Polres Kubu Raya telah mengamankan kendaraan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian kembali mengingatkan kepada para pengendara agar selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara.“Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan dan jangan memaksakan diri mengemudi jika lelah atau mengantuk,” tegas Aiptu Ade.

Kubu Raya
| Sabtu, 21 Juni 2025

Nasional

Foto: Polisi Telah Periksa Pria Pemegang Es Krim di Video Oklin Fia | Pifa Net

Polisi Telah Periksa Pria Pemegang Es Krim di Video Oklin Fia

PIFA, Nasional - Kasus konten jilat es krim yang melibatkan selebgram terkenal, Oklin Fia, dan seorang pria pemegang es krim, memasuki babak baru. Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) mengumumkan rencana segera melakukan gelar perkara terkait insiden yang viral di media sosial tersebut. "Nanti kita gelar kan. Ya harapan kami sih secepatnya (gelar perkara)," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin seperti dikutip dari detikcom, Rabu (20/9/23). Selama penyelidikan, pihak kepolisian telah melakukan klarifikasi dengan beberapa ahli, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Komarudin menjelaskan bahwa gelar perkara akan dilakukan setelah memeriksa ahli pidana yang relevan. "Ya kalau ahlinya sudah bisa diselesaikan semua kita gelar. Ahli pidana kalau nggak salah (belum diperiksa)," ungkapnya. Gelar perkara ini akan menentukan apakah ada unsur pidana yang terlibat dalam kasus tersebut. Jika ada, status kasus akan dinaikkan ke tahap penyidikan yang lebih lanjut. "Sekiranya nanti memenuhi unsur, tentu akan dinaikkan status ke penyidikan. Sekiranya ya, kalau memenuhi unsur. Kalo penyidikan di BAP ulang," tambahnya. Sementara itu, pria yang berperan sebagai pemegang es krim dalam video yang menjadi viral telah diperiksa oleh pihak kepolisian. Hasil pemeriksaan tersebut akan segera diumumkan kepada publik oleh pihak berwenang. "Sudah diperiksa," kata Kapolres Komarudin. Meskipun pemeriksaan telah dilakukan, Komarudin mengungkapkan bahwa saat ini hasilnya belum dapat disampaikan kepada publik. "Ya hasilnya belum bisa disampaikan," ujarnya. Sebelumnya, Oklin Fia telah mengklarifikasi bahwa sosok pria dalam video tersebut merupakan seorang make-up artist dan bukan pacarnya. "Bukan (pacar), orang make-up. Intinya orang make-up," kata Oklin Fia kepada wartawan setelah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis, 24 Agustus lalu. (ad)

Jakarta
| Rabu, 20 September 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5