KPU Lebak

KPU Lebak

Berandascoped-by-BerandaLokalscoped-by-LokalDisinggung Bupati soal Status Mantan Narapidana saat Halalbihalal, Wabup Lebak Merasa Terhina

Disinggung Bupati soal Status Mantan Narapidana saat Halalbihalal, Wabup Lebak Merasa Terhina

Banten | Selasa, 31 Maret 2026

PIFA, Banten - Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, mengaku tersinggung atas pernyataan Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, yang menyinggung masa lalunya sebagai mantan narapidana.

Peristiwa itu terjadi saat acara halalbihalal di lingkungan Pemkab Lebak, Senin (30/3). Amir menilai pernyataan tersebut merupakan penghinaan pribadi yang tidak ada kaitannya dengan tugas pemerintahan.

Menurut Amir, saat itu Hasbi menyebut dirinya sebagai mantan napi dengan nada yang dianggap merendahkan di hadapan banyak orang. Ia pun sempat berdiri untuk memperingatkan agar Bupati tidak menyampaikan hal tersebut di forum resmi.

“Saya merasa terhina karena disampaikan di khalayak umum dan tidak ada hubungannya dengan pekerjaan,” ujarnya, Selasa (31/3).

Amir juga mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama ia mendapat sindiran keras dari Hasbi. Ia menyebut gaya komunikasi tersebut juga kerap dirasakan oleh kepala dinas dan ASN di lingkungan Pemkab Lebak.

Meski demikian, Amir menilai kinerja pembangunan di Lebak sejauh ini sudah cukup baik, mulai dari infrastruktur jalan hingga pengairan. Namun, menurutnya, pernyataan yang bernada menyakitkan dapat merusak citra pemerintahan.

Ketegangan bermula saat Hasbi dalam sambutannya menyinggung peran wakil bupati sesuai aturan, termasuk batasan koordinasi dengan kepala dinas. Ia juga mengkritik kebiasaan pertemuan yang dilakukan Amir dengan sejumlah pejabat OPD.

Dalam kesempatan itu, Hasbi turut menyinggung kasus lama Amir terkait suap sengketa Pilkada 2013 yang melibatkan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.

Pernyataan tersebut kemudian memicu reaksi keras dari Amir dan memperlihatkan ketegangan hubungan antara pimpinan daerah di Kabupaten Lebak.

Rekomendasi

Foto: Juventus Bungkam AC Milan 2-0 di Allianz Stadium | Pifa Net

Juventus Bungkam AC Milan 2-0 di Allianz Stadium

Italia
| Minggu, 19 Januari 2025
Foto: Alex Pastor Tiba di Indonesia, Siap Kerja Keras untuk Timnas | Pifa Net

Alex Pastor Tiba di Indonesia, Siap Kerja Keras untuk Timnas

Jakarta
| Minggu, 2 Februari 2025
Foto: Erling Haaland Cetak Rekor Pemain Tercepat Raih 50 Gol Liga Champions | Pifa Net

Erling Haaland Cetak Rekor Pemain Tercepat Raih 50 Gol Liga Champions

Sports
| Jumat, 19 September 2025
Foto: Kabar Gembira! Saosin Gelar Konser di 5 Kota Indonesia, Ini Harga Tiketnya | Pifa Net

Kabar Gembira! Saosin Gelar Konser di 5 Kota Indonesia, Ini Harga Tiketnya

Indonesia
| Jumat, 21 Maret 2025
Foto: PSSI Resmikan FIFA Arena, Bangga Jadi Bagian Program Global Football for Schools | Pifa Net

PSSI Resmikan FIFA Arena, Bangga Jadi Bagian Program Global Football for Schools

Indonesia
| Rabu, 7 Mei 2025
Foto: Adrien Rabiot Resmi Gabung AC Milan, Kontrak Hingga 2028 | Pifa Net

Adrien Rabiot Resmi Gabung AC Milan, Kontrak Hingga 2028

Sports
| Rabu, 3 September 2025
Foto: Ahok Mendorong Kejaksaan Agung Panggil Eks Dirut Patra Niaga Alfian Nasution | Pifa Net

Ahok Mendorong Kejaksaan Agung Panggil Eks Dirut Patra Niaga Alfian Nasution

Indonesia
| Jumat, 14 Maret 2025
Foto: Piala Kemerdekaan 2025 Jadi Ujian Serius untuk Timnas Indonesia U-17 | Pifa Net

Piala Kemerdekaan 2025 Jadi Ujian Serius untuk Timnas Indonesia U-17

Timnas Indonesia
| Kamis, 7 Agustus 2025
Foto: Liverpool Taklukkan Atletico 3-2 Lewat Drama di Anfield | Pifa Net

Liverpool Taklukkan Atletico 3-2 Lewat Drama di Anfield

Sports
| Kamis, 18 September 2025
Foto: Port FC Juara Piala Presiden 2025 Usai Taklukkan Oxford United 2-1 di Final Dramatis | Pifa Net

Port FC Juara Piala Presiden 2025 Usai Taklukkan Oxford United 2-1 di Final Dramatis

Sports
| Senin, 14 Juli 2025

Berita Terkait

Politik

Foto:   Prabowo-Megawati Tampilkan Keakraban di Harlah Pancasila, PDIP: Wujud Kenegarawanan dan Tradisi Pemimpin Bangsa | Pifa Net

Prabowo-Megawati Tampilkan Keakraban di Harlah Pancasila, PDIP: Wujud Kenegarawanan dan Tradisi Pemimpin Bangsa

PIFA, Politik — Suasana penuh kehangatan dan keakraban tersaji dalam momen menjelang Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Gedung dan Lapangan Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin pagi. Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan serta Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), tampak terlibat dalam perbincangan akrab dan bersahabat, bahkan saling melempar candaan yang mencairkan suasana. Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menilai momen tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan wujud kenegarawanan dua tokoh nasional yang telah lama menjalin relasi erat. "Hubungan keduanya terajut dengan baik sejak lama, baik dalam konteks politik, apalagi dalam urusan strategis menyangkut ideologi negara Pancasila," ujar Said dalam keterangan tertulis di Jakarta. Said mengungkapkan bahwa keakraban itu bukanlah hal baru, terlebih sebelumnya Presiden Prabowo telah melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Megawati di Menteng, Jakarta, pada 7 April lalu. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin bangsa, yang juga ditunjukkan Prabowo dengan mengunjungi sejumlah tokoh nasional lainnya. "Jiwa penghormatan Prabowo tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah ke depan untuk membangun stabilitas politik dan melaksanakan pembangunan," ujar Ketua Badan Anggaran DPR RI itu. Dalam momen informal di ruang tunggu Gedung Pancasila, Prabowo sempat melontarkan candaan kepada Megawati yang duduk berhadapan dengannya di meja oval. "Ibu agak kurus, Bu. Waduh, luar biasa. Ibu kurus. Diet Ibu berhasil," canda Prabowo, disambut tawa ringan Megawati yang menanggapi santai, "Oh iya, diet kurus itu." Megawati pun membalas candaan dengan menunjuk tumpukan makanan di meja, "Lha ini monggo," ujarnya, yang disambut tawa ringan dari Prabowo. Kepala Negara kemudian menyebut bahwa hal terpenting di pagi hari baginya adalah secangkir kopi. Dalam upacara yang berlangsung khidmat, Megawati turut berbaris bersama Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menegaskan peran strategisnya sebagai tokoh nasional dan Ketua Dewan Pengarah BPIP. Said mencatat bahwa dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut nama Megawati paling awal sebelum tokoh lainnya, sebuah gestur yang menurutnya menunjukkan penghormatan mendalam. "Sangat terlihat Presiden Prabowo memberi tempat terhormat kepada Ibu Mega, baik selaku Presiden ke-5 RI maupun sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP. Saya kira ini melampaui hubungan urusan pragmatis politik," tutur Said. Ia juga mengapresiasi pesan utama dalam pidato Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya persatuan bangsa di tengah tantangan kebangsaan yang kompleks. Menurutnya, Megawati tentu menyambut baik arah pemikiran tersebut. Lebih jauh, Said menilai keakraban antara Prabowo dan Megawati mencerminkan tradisi kenegarawanan Indonesia yang telah terbangun sejak era awal kemerdekaan. Ia mencontohkan bagaimana para tokoh seperti Buya Hamka dan Bung Karno tetap menjaga relasi personal meskipun berbeda pandangan politik secara tajam. "Hal-hal seperti ini hanya bisa dimaknai dan dipahami oleh mereka yang memang sudah zuhud dalam berbangsa dan bernegara, sehingga cara pandang kita tidak semata politik lahiriah yang cenderung naik turun dan dinamis," ungkapnya. Momen kebersamaan antara Prabowo dan Megawati menjadi sorotan karena mencerminkan harapan baru bagi politik kebangsaan Indonesia yang lebih sejuk dan inklusif, sekaligus menegaskan komitmen kedua tokoh dalam merawat nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara.

Politik
| Selasa, 3 Juni 2025

Nasional

Foto: Pastikan Tepat Sasaran di 2024, Pemerintah Minta Pengguna LPG 3 Kg Daftar Diri | Pifa Net

Pastikan Tepat Sasaran di 2024, Pemerintah Minta Pengguna LPG 3 Kg Daftar Diri

PIFA, Nasional - Pemerintah telah berkomitmen untuk melakukan transformasi subsidi Liquid Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram (kg) atau elpiji bersubsidi. Transformasi ini dimulai dengan pendataan atau pencocokan data pengguna LPG 3 kg untuk memastikan penyaluran tepat sasaran. Mulai tanggal 1 Januari 2024, hanya pengguna yang sudah terdata yang dapat membeli LPG tabung 3 kg. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Tutuka Ariadji, menjelaskan bahwa pendataan ini merupakan langkah tindak lanjut dari komitmen pemerintah yang diuraikan dalam Nota Keuangan Tahun Anggaran 2023.  “Pendataan konsumen pengguna LPG tabung 3 kg ini merupakan tindak lanjut Nota Keuangan Tahun Anggaran 2023 yang menyatakan komitmen pemerintah melakukan langkah-langkah transformasi subsidi LPG tabung 3 kg menjadi berbasis target penerima dan terintegrasi dengan program perlindungan sosial secara bertahap dengan mempertimbangkan pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat” jelas Tutuka, seperti dikutip dari laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (28/8/2023). Proses ini dimulai sejak 1 Maret 2023, di mana pemerintah melalui Pertamina telah melakukan registrasi atau pendataan pengguna LPG tabung 3 kg di pangkalan melalui sistem berbasis website sebagai tahap awal Program Pendistribusian LPG Tabung 3 Kg Tepat Sasaran. Tutuka menjelaskan bahwa dalam pendataan ini, tidak ada pembatasan dalam pembelian LPG 3 kg di pangkalan. Para pembeli hanya perlu membawa KTP dan/atau Kartu Keluarga. Setelah terdata dalam sistem, pembelian selanjutnya hanya memerlukan KTP. Bagi pengguna usaha mikro, diperlukan tambahan foto diri di tempat usaha. Sosialisasi program transformasi pendistribusian LPG 3 kg tepat sasaran telah dilakukan lima kali kepada lembaga penyalur. Ini berlangsung mulai dari tanggal 6 Maret hingga 3 Juli 2023, mencakup 411 kabupaten/kota di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi. Sebelumnya, pada tahun 2022, Pertamina telah melakukan uji coba sistem di lima kecamatan. Peraturan Presiden serta Keputusan Menteri ESDM dan Keputusan Dirjen Migas mengatur bahwa LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi rumah tangga, usaha mikro, nelayan, dan petani sasaran. Pemerintah akan terus meningkatkan pengawasan dan memberikan sanksi terhadap pelanggaran terkait pengoplosan LPG 3 kg menjadi LPG nonsubsidi, untuk mewujudkan tujuan subsidi LPG 3 kg tepat sasaran. Realisasi volume LPG 3 kg setiap tahunnya mengalami peningkatan, sementara LPG nonsubsidi mengalami penurunan. Transformasi ini dilakukan untuk memastikan subsidi LPG 3 kg benar-benar bermanfaat bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah juga akan melakukan survei langsung dan mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk suksesnya transformasi ini. Tutuka menekankan bahwa meskipun tantangan ada, dengan komitmen bersama, transformasi ini dapat berhasil.

Indonesia
| Senin, 28 Agustus 2023

Politik

Foto: Soal Dukungan Budiman Sudjatmiko ke Prabowo, Megawati: Dansa Politik | Pifa Net

Soal Dukungan Budiman Sudjatmiko ke Prabowo, Megawati: Dansa Politik

PIFA, Politik - Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akhirnya buka suara soal kadernya yakni Budiman Sudjatmiko, yang baru saja mendeklarasikan mendukung Ketum Gerindra Prabowo Subianto maju sebagai Capres 2024. Megawati mengibaratkan manuver yang dilakukan Budiman sebagai dansa politik.  "Jadi Pak Jokowi, setelah periode 1 begitu selesai periode 2. Jadi saya ini dipanggil ditanya 'Bu suasana nanti ketika akan pemilu kalau menurut Ibu suasananya seperti apa?'," kata dia dalam sambutannya di acara temu kader yang berlangsung  di Kantor DPD Yogyakarta kemarin, mengutip detikcom.  "Saya gampang aja, 'Pak, Bapak tahu nggak kalau orang berdansa?', 'Loh saya nanya urusan politik kok Ibu urusan berdansa'," tambahnya. Megawati mengemukakan bahwa berdansa memiliki makna sebagai simbol dukungan, baik secara individu, berpasangan, maupun dalam kelompok. Ia memberikan contoh dalam konteks berdansa, di mana pasangan dapat berubah-ubah. "Gampang Pak itu simbol, berdansa itu bisa sendiri, bisa duaan, bisa ramai-ramai, terus bisa slow motion, gerakannya pelan seperti Waltz, terus ada rumba yang ngoprek-ngoprek ngobrong, ada rock and roll, nanti kalau udah ganti-ganti pasangan, yang itu ganti sono, yang ini ganti sini. Terus Beliau (Jokowi) sambil ketawa, 'Oh saya paham'," bebernya. Budiman Sudjatmiko turut memberikan respons terhadap pernyataan tersebut. Ia menyebut bahwa pernyataan Ketua Umum partainya itu mencerminkan kebijaksanaan. Tanggapan tersebut diutarakan dalam sebuah dialog dalam acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI yang diadakan di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, pada Selasa (22/8/2023). Budiman memberikan jawaban atas pertanyaan Helmy Yahya mengenai pernyataan Megawati. "Oh (pernyataan) Ibu Mega tadi siang, ya Ibu Mega menanggapi secara soft, lembut dan bijak, biasa dalam dinamika politik orang menari berdansa, orang gonta-ganti pasangan biasa dalam politik," terang dia. "Waktu itu Bu Mega menjawab pertanyaan Pak Jokowi mengenai situasi di dalam politik, jadi apa yang saya lakukan di mata Bu Mega masih dianggap dalam batas kewajaran kalau boleh saya tafsirkan begitu. Dan saya harap kunjungan saya ke acara PSI pun masih tetap dalam batas kewajaran," tuturnya menambahkan. (yd)

Indonesia
| Rabu, 23 Agustus 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5