DPR Desak Kemendikdasmen Usut Polemik Pengunduran Diri Ratusan Kepala Sekolah di Sulsel. CNN

DPR Desak Kemendikdasmen Usut Polemik Pengunduran Diri Ratusan Kepala Sekolah di Sulsel. CNN

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalDPR Desak Kemendikdasmen Usut Polemik Pengunduran Diri Ratusan Kepala Sekolah di Sulsel

DPR Desak Kemendikdasmen Usut Polemik Pengunduran Diri Ratusan Kepala Sekolah di Sulsel

Nasional | Senin, 15 Juni 2026

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti segera turun tangan menyelidiki polemik pengunduran diri ratusan kepala sekolah di Sulawesi Selatan yang dikaitkan dengan temuan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Menurut Lalu, pemerintah perlu memastikan duduk perkara yang sebenarnya agar persoalan tersebut tidak menimbulkan keresahan di lingkungan pendidikan.

"Kami meminta kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan seluruh jajaran untuk segera melakukan evaluasi dan mencari tahu kejadian yang sesungguhnya yang ada di Sulawesi Selatan hari ini," kata Lalu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6).

Selain meminta investigasi, Komisi X DPR juga mendorong Kemendikdasmen memperkuat pembinaan dan pendampingan kepada sekolah dalam pengelolaan dana BOS. Menurutnya, persoalan serupa tidak hanya terjadi di Sulawesi Selatan, tetapi juga ditemukan di sejumlah daerah lain.

"Ini tidak hanya terjadi di Sulawesi Selatan, tetapi juga di daerah-daerah lain terjadi, banyak terjadi penyelewengan dana BOS. Nah, ketika terjadi seperti ini maka artinya pembinaan, kemudian tata kelola, dan juklak-juknis penggunaan dana BOS tersebut harus kita evaluasi lagi," ujarnya.

Lalu menilai sistem pengelolaan dana BOS perlu ditata ulang agar lebih akuntabel dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Namun, jika ditemukan unsur pidana dalam pengelolaannya, DPR menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Sebelumnya, Komisi E DPRD Sulawesi Selatan mengungkap adanya kebijakan Dinas Pendidikan yang meminta ratusan kepala SMA dan SMK membuat surat pernyataan pengunduran diri menyusul temuan terkait penggunaan dana BOS.

Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, menyebut pada tahap pertama terdapat 128 kepala sekolah yang terdampak, sementara tahap kedua mencakup 198 kepala sekolah.

"Yang tahap pertama itu ada 128 kepala sekolah, yang tahap kedua ada 198 kepala sekolah. Mereka disarankan untuk membuat pernyataan pengunduran diri oleh Dinas Pendidikan," katanya.

Menurut Andi Tenri, temuan tersebut berasal dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun, para kepala sekolah disebut telah menindaklanjuti rekomendasi dengan mengembalikan dana yang menjadi temuan.

"Temuannya terkait penggunaan dana BOS. BPK menyarankan untuk mengembalikan dan itu sudah dikembalikan oleh kepala sekolah. Jadi kami menganggap persoalan itu sudah clear dan tidak perlu dibuat pernyataan mengundurkan diri," ungkapnya.

Komisi E DPRD Sulsel kemudian merekomendasikan agar kebijakan tersebut dihentikan dan Dinas Pendidikan mencari solusi yang tidak membebani para kepala sekolah.

Andi Tenri memperkirakan jumlah kepala sekolah yang terdampak dapat mencapai lebih dari 500 orang apabila seluruh tahapan evaluasi selesai dilakukan. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan tanpa mengganggu stabilitas dan kenyamanan proses pendidikan di sekolah.

Rekomendasi

Foto: Manchester United Pastikan Tiket 16 Besar Liga Europa Usai Kalahkan FCSB 0-2 | Pifa Net

Manchester United Pastikan Tiket 16 Besar Liga Europa Usai Kalahkan FCSB 0-2

Inggris
| Jumat, 31 Januari 2025
Foto: Mengenal Aplikasi Jagat, Cari Koin Tukar Uang tapi Bikin Taman Rusak | Pifa Net

Mengenal Aplikasi Jagat, Cari Koin Tukar Uang tapi Bikin Taman Rusak

Indonesia
| Senin, 13 Januari 2025
Foto: Selalu Tampil Maksimal, Amorim Ungkap MU Butuh Lebih Banyak Pemain Seperti Bruno | Pifa Net

Selalu Tampil Maksimal, Amorim Ungkap MU Butuh Lebih Banyak Pemain Seperti Bruno

Inggris
| Senin, 10 Maret 2025
Foto: Sekda Kapuas Hulu Ajak Masyarakat Peduli Sampah di Peringatan HPSN 2025 | Pifa Net

Sekda Kapuas Hulu Ajak Masyarakat Peduli Sampah di Peringatan HPSN 2025

Kapuas Hulu
| Sabtu, 22 Februari 2025
Foto: Bayern Muenchen Puncaki Klasemen Bundesliga Usai Libas RB Leipzig 6-0 | Pifa Net

Bayern Muenchen Puncaki Klasemen Bundesliga Usai Libas RB Leipzig 6-0

Sports
| Senin, 25 Agustus 2025
Foto: Wakil Ketua DPRD Pontianak Beby Minta Dishub Awasi Tarif Parkir Event Cap Go Meh | Pifa Net

Wakil Ketua DPRD Pontianak Beby Minta Dishub Awasi Tarif Parkir Event Cap Go Meh

Pontianak
| Selasa, 28 Januari 2025
Foto: Menang Lagi di Serie A, Inter Milan Incar Empat Gelar di 2025 | Pifa Net

Menang Lagi di Serie A, Inter Milan Incar Empat Gelar di 2025

Italia
| Minggu, 9 Maret 2025
Foto: Marselino Ferdinan Cetak Brace dan Antar Oxford United Academy ke Semifinal Oxfordshire Senior Cup | Pifa Net

Marselino Ferdinan Cetak Brace dan Antar Oxford United Academy ke Semifinal Oxfordshire Senior Cup

Indonesia
| Rabu, 22 Januari 2025
Foto: Manchester United Capai Kesepakatan Transfer Bryan Mbeumo Senilai Rp1,42 Triliun | Pifa Net

Manchester United Capai Kesepakatan Transfer Bryan Mbeumo Senilai Rp1,42 Triliun

Sports
| Sabtu, 19 Juli 2025
Foto: Muhammad Ferrari Sambut Antusias Uji Coba Timnas U-22 Indonesia vs Mali Jelang SEA Games 2025 | Pifa Net

Muhammad Ferrari Sambut Antusias Uji Coba Timnas U-22 Indonesia vs Mali Jelang SEA Games 2025

Timnas
| Kamis, 13 November 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Indonesia Dibantai 0-3 oleh Vietnam di Laga Perdana Sea Games 2021 | Pifa Net

Indonesia Dibantai 0-3 oleh Vietnam di Laga Perdana Sea Games 2021

Berita Internasional, PIFA - Timnas U23 Indonesia menelan kekalahan dalam laga perdana Grup A SEA Games 2021. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Viet Tri, Phu Tho ini, Indonesia ditekuk Vietnam 3 gol tanpa balas, Jumat (6/5/2022) malam WIB. Laga perdana ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk Garuda Muda asuhan Coach Shin Tae-yong. Sebab lini tengahnya belum solid, Egy Maulana Vikri dan kawan-kawannya juga gagal menciptakan gol. Dalam pertandingan ini, Nguyen Tien Linh sangat dominan. Ia berhasil mencetak satu gol dan assist untuk Viertnam. Nguyen Tien Linh mencetak gol pertama Vietnam pada menit ke-54. Kemudian Dung Do Hung menggandakan keunggulan Vietnam pada menit ke-73 dengan emanfaatkan umpan silang Van Do, Tien Linh sukses menaklukkan kiper timnas U23 Indonesia. Gol ketiga Vietnam dicetak oleh Do Le Van pada menit ke-84. Dengan hasil tersebut, Filipina memuncaki klasemen sementara SEA Games 2021 Grup A. Posisi kedua ditempati oleh Vietnam. Sementara Indonesia bertengger di posisi ketiga klasmen di atas Timor Leste, lantaran defisit tiga gol. Adapun susunan pemain kedua tim yaitu: Vietnam: 18 Nguyen Van Toan , 20 Anh Bui Hoang Viet, 2 Le Van Xuan, 4 Nguyen Thanh Binh, 16 Dung Do Hung, 14 Nguyen Duc Hoang, 12 Tai Phan Tuan, 7 Le Van Do, 11 Nguyen Van Tung (17 Nam Manh Dung 46), 10 Anh Ly Cong Hoang (15 Den Huynh Cong 62), 9 Nguyen Tien Linh (19 Nin Ho Tan 82) Indonesia: 1 Muhammad Adi Satrio, 16 Ilham Rio, 19 Fachrudin Aryanto, 5 Rizki Ridho, 3 Firza Andhika (2 Alfeandra Dewangga 62), 6 Marc Klok, 13 Rachmat Irianto (17 Syahrian Abimanyu 46), 15 Ricky Kambuaya, 10 Egy Maulana Vikri, 18 Irfan Jauhari (9 Ronaldo 62) (Marselino 83), 11 Saddil Ramdani (8 Witan Sulaeman 62) (yd)

Vietnam
| Minggu, 8 Mei 2022

Sports

Foto: Sambangi PSSI, APPI Dukung Kompetisi Sepak Bola di Tanah Air Segera Bergulir | Pifa Net

Sambangi PSSI, APPI Dukung Kompetisi Sepak Bola di Tanah Air Segera Bergulir

Berita Sports, PIFA - Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mendukung agar kompetisi sepak bola di Tanah Air segera bergulir secepatnya. Hal itu disampaikan mereka saat menyambangi PSSI di Senayan, Selasa (8/11/2022). APPI datang dipimpin oleh Ketua Umum Andritany Ardhiyasa bersama dengan beberapa anggota Komite Eksekutif APPI. Mereka menemui Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi dan Direktur Operasional Liga Indonesia Baru Sudjarno. “Terima kasih banyak Pak Ketum, kita sudah diundang, di sini kami menyampaikan bagaimana langkah-langkah selanjutnya agar liga (kompetisi) berjalan. Ini menyangkut hidup para pemain. Kalau kondisi saat ini terus berlanjut (liga tidak berjalan) akan menjadi masalah baru. Kami juga sudah menyerahkan surat,” ujar Andritany Ardhiyasa, mengutip laman PSSI. Eks kiper Timnas Indonesia itu menilai, pertemuan berlangsung positif. Hasil pertemuan akan segera disampaikannya kepada anggota APPI. “Secara garis besar, kami mendukung kompetisi ini agar bisa berjalan. Pertemuan ini sangat positif dan hasil pembicaraan ini akan kita sampaikan ke member APPI, semua pemain. Saya berharap kita bisa bertemu kembali, dan terus berdiskusi demi perbaikan sepak bola nasional,” tandas Andritany. Kedatangan APPI disambut baik oleh Ketum PSSI. Pada kesempatan tersebut, Iriawan turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada APPI dan berharap kompetisi bisa segera bergulir. “Terima kasih teman-teman sudah datang ke ‘rumahnya’ (PSSI). Saya berharap kita akan terus tetap berkomunikasi, dan kita semua sama-sama berharap kompetisi bisa terus bergulir secepatnya,” buka Iriawan. “Mengenai kompetisi, saya terus berusaha, agar bisa berjalan, komunikasi dengan pemerintah terus berjalan, terakhir tadi di Komisi X dan besok juga di Komisi III. Saya akan sampaikan, agar diperhatikan pemerintah soal kompetisi di Indonesia. Saya tidak akan berhenti berusaha,’’ tutupnya. (yd)

Jakarta
| Rabu, 9 November 2022

Nasional

Foto: Diduga Cabuli 40 Santri, 2 Guru Ponpes Diringkus Polisi | Pifa Net

Diduga Cabuli 40 Santri, 2 Guru Ponpes Diringkus Polisi

PIFA, Nasional - Dua orang guru dari sebuah pondok pesantren di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ditangkap oleh pihak kepolisian karena diduga melakukan pencabulan terhadap 40 santri. Kedua tersangka, RA (29) dan AA (23), diketahui telah menjalankan aksi mereka sejak tahun 2022. Kepala Polresta Bukittinggi, Kombes Pol Yessi Kurniati, mengungkapkan bahwa penangkapan ini dilakukan setelah ada laporan dari keluarga korban yang diterima oleh Polresta Bukittinggi pada awal Juli 2024 dengan nomor laporan LP 80 VII/2024.  "Setelah laporan di awal Juli, kami amankan RA dan meminta keterangan santri lainnya yang ternyata ada satu lagi pelaku yang juga seorang pendidik di pesantren yang sama, AA," ujar Kombes Pol Yessi Kurniati pada Jumat, 26 Juli 2024. Dalam penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian menemukan bahwa jumlah korban sementara dari pelaku RA mencapai 30 orang, sementara AA memiliki 10 korban. Sebagian besar korban adalah pelajar setingkat SMP. Modus operandi yang digunakan oleh pelaku adalah dengan meminta para korban datang untuk dipijit, kemudian mengancam mereka agar tidak naik kelas jika menolak. Beberapa korban bahkan mengalami kekerasan seksual berupa sodomi. "Silakan laporkan jika ada yang menjadi korban yang sama dari kasus ini di posko yang kami siapkan di Mapolresta," tegas Kombes Pol Yessi. Ia juga menyebutkan bahwa penyelidikan masih terus dikembangkan dengan kemungkinan adanya penambahan jumlah korban. Selain itu, dalam pengungkapan kasus ini, diketahui kedua pelaku mengaku pernah melakukan aksi hubungan sesama jenis. Keduanya dijerat dengan pasal perlindungan anak Pasal 83 ayat 2 juncto 76 Nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Karena kedua pelaku adalah seorang pendidik, hukuman mereka ditambah sepertiga dari jumlah masa tahanan. (ad)

Padang
| Senin, 29 Juli 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5