Marwan Dasopang. DPR

Marwan Dasopang. DPR

Berandascoped-by-BerandaPolitikscoped-by-PolitikDPR Minta Pemerintah Aktifkan Kembali JKN PBI Agar Rakyat Tak Menjerit

DPR Minta Pemerintah Aktifkan Kembali JKN PBI Agar Rakyat Tak Menjerit

Politik | Senin, 9 Februari 2026

PIFA, Politik - Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, meminta pemerintah, khususnya Kementerian Sosial dan BPJS Kesehatan, untuk mengaktifkan kembali kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang telah dinonaktifkan. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak semakin terbebani dalam mengakses layanan kesehatan.

Marwan menegaskan persoalan tersebut sebetulnya mudah diselesaikan karena anggaran JKN PBI tersedia dan tidak mengalami pemotongan. Ia meminta pemerintah segera mengaktifkan kembali peserta yang dinonaktifkan sembari melakukan perbaikan data.

“Anggarannya juga ada, enggak ada masalah. Nanti sambil perbaikan, diaktifkan dan kita bayar itu semua supaya masyarakat kita tidak lagi menjerit dan tidak menyalahkan kita,” kata Marwan saat rapat pimpinan DPR RI bersama sejumlah menteri di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Menurut Marwan, cakupan PBI seharusnya tidak hanya dibatasi pada masyarakat desil 1 hingga 5. Ia menilai masyarakat di desil 6 sampai 10 juga perlu ditanggung, khususnya mereka yang menderita penyakit kronis.

“Jadi bukan saja yang PBI itu, tapi yang masuk desil sampai ke 10 pun kalau penyakitnya tertentu harus dibantu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam pembahasan di Komisi VIII DPR RI dikenal istilah “wisuda” bagi penerima bantuan sosial, yakni masyarakat miskin yang kondisinya sudah meningkat sehingga tidak lagi berhak menerima Program Keluarga Harapan (PKH).

“Sampai di Komisi VIII ada namanya ‘wisuda’. Jadi orang miskin diwisuda, sudah menjadi tidak miskin lagi. Belum kaya, tapi tidak miskin, tidak perlu lagi mendapatkan bantuan sosial PKH,” katanya.

Namun, Marwan menegaskan bahwa urusan kesehatan tidak bisa disamakan dengan bantuan ekonomi. Menurutnya, bantuan sosial dan bantuan kesehatan harus diperlakukan secara berbeda.

“Untuk urusan kesehatan, tidak bisa disamakan. Tidak perlu sebetulnya ribut-ribut di masyarakat karena toh juga uangnya ada. Kecuali memang yang dibantu itu betul-betul kaya, datanya itu yang harus dibenahi,” pungkasnya.

Rekomendasi

Foto: Ribuan Anak Muda Padati GOR Sritex Surakarta, FAZZIO Youth Festival 2025 Resmi Dibuka Meriah | Pifa Net

Ribuan Anak Muda Padati GOR Sritex Surakarta, FAZZIO Youth Festival 2025 Resmi Dibuka Meriah

Otomotif
| Senin, 20 Oktober 2025
Foto: Sinyal Retaknya Hubungan Jokowi dan Projo, Budi Arie Tegaskan Dukungan ke Prabowo | Pifa Net

Sinyal Retaknya Hubungan Jokowi dan Projo, Budi Arie Tegaskan Dukungan ke Prabowo

Politik
| Selasa, 4 November 2025
Foto: Jokowi Akui Memiliki Hubungan yang Hangat dengan Puan Maharani | Pifa Net

Jokowi Akui Memiliki Hubungan yang Hangat dengan Puan Maharani

Indonesia
| Sabtu, 22 Maret 2025
Foto: 347 Notaris Dilibatkan untuk Pembentukan 1.900 Koperasi Merah Putih di Kalbar | Pifa Net

347 Notaris Dilibatkan untuk Pembentukan 1.900 Koperasi Merah Putih di Kalbar

Pontianak
| Kamis, 15 Mei 2025
Foto: Mohamed Salah Pecahkan Rekor dan Bawa Liverpool Juara Lagi | Pifa Net

Mohamed Salah Pecahkan Rekor dan Bawa Liverpool Juara Lagi

Inggris
| Selasa, 29 April 2025
Foto: Tragedi di Acara Pernikahan Anak Gubernur Jabar: 3 Orang Tewas, 26 Luka-luka Akibat Desak-desakan | Pifa Net

Tragedi di Acara Pernikahan Anak Gubernur Jabar: 3 Orang Tewas, 26 Luka-luka Akibat Desak-desakan

Nasional
| Sabtu, 19 Juli 2025
Foto: Jennie BLACKPINK Ungkap Makna Lagu “like JENNIE”: Simbol Kepercayaan Diri untuk Semua Orang | Pifa Net

Jennie BLACKPINK Ungkap Makna Lagu “like JENNIE”: Simbol Kepercayaan Diri untuk Semua Orang

Pifabiz
| Kamis, 24 Juli 2025
Foto: Chelsea Resmi Gaet Wonderkid Brasil Estevao Willian untuk Musim 2025/26 | Pifa Net

Chelsea Resmi Gaet Wonderkid Brasil Estevao Willian untuk Musim 2025/26

Sports
| Kamis, 7 Agustus 2025
Foto: KPK Geledah Rumah Djan Faridz Terkait Kasus Harun Masiku, PPP Terkejut | Pifa Net

KPK Geledah Rumah Djan Faridz Terkait Kasus Harun Masiku, PPP Terkejut

Jakarta
| Kamis, 23 Januari 2025
Foto: Jokowi Tanggapi soal Penggeledahan Rumah Hasto sebagai Dugaan Pengalihan Isu OCCRP | Pifa Net

Jokowi Tanggapi soal Penggeledahan Rumah Hasto sebagai Dugaan Pengalihan Isu OCCRP

Indonesia
| Kamis, 9 Januari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Viral Gus Miftah Bully Tukang Es di Tengah Pengajian, Netizen Minta Dipecat dari Utusan Khusus Presiden | Pifa Net

Viral Gus Miftah Bully Tukang Es di Tengah Pengajian, Netizen Minta Dipecat dari Utusan Khusus Presiden

PIFA, Nasional - Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah tengah menjadi sorotan publik, usai videonya yang membully atau mengolok-olok seorang pria pedagang es yang hadir di tengah acara pengajian di Malang viral di media sosial.Dalam video yang beredar, pendakwah sekaligus Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan itu diminta oleh jemaah yang hadir untuk memborong dagangan penjual es teh tersebut. Namun, bukannya mengiyakan untuk membeli, Gus Miftah justru mengatakan hal lain. “Es tehmu masih banyak tidak? Masih? Ya sana jual go*l**!” ujar Gus Miftah.Usai menyatakan hal tersebut, Gus Miftah dan para ulama yang berada di tempat itu tertawa. Bapak penjual es teh tersebut tampak diam membisu dan tetap berdiri di tengah jemaah meski ditertawakan oleh Gus Miftah dan jemaah lain.Sontak video tersebut viral, nama Miftah trending topic di media sosial X (sebelumnya Twitter). Banyak netizen yang mengkritik ucapan Gus Miftah, yang dianggap tidak beradab sebagai seorang pendakwah sekaligus utusan khusus presiden.Sebagian warganet ada yang meminta Gus Miftah untuk dipecat sebagai Utusan Khusus Presiden. Sebab sikapnya pada acara tersebut dinilai tidak pantas mengingat dirinya adalah seorang pendakwah.“Utusan khusus presiden kok gini sihh, pecat aja ngga cocok menjabat” ujar warganet.“Sifat asli lorang akan terlihat saat dia diberi kuasa," imbuh warganet lain.“Lucu, menghina orang lain yg lagi berusaha mencari nafkah buat keluarganya. stop normalize menghina pekerjaan org lain dg alasan "udah biasa, emang ky gitu orgnya" kata warganet lainnya.“ (ly)

Indonesia
| Rabu, 4 Desember 2024

Lokal

Foto: Syarif Amin Tampung Keluhan Kelangkaan Pupuk Subsidi di Kubu Raya dan Mempawah | Pifa Net

Syarif Amin Tampung Keluhan Kelangkaan Pupuk Subsidi di Kubu Raya dan Mempawah

PIFA, Lokal - Wakil Ketua DPRD Kalbar, Syarif Amin Muhammad menyebutkan, mendapatkan aduan kelangkaan pupuk subsidi dari petani di Kabupaten Mempawah dan Kubu Raya. "Akibat kelangkaan yang bertahun terjadi tersebut membuat petani tak berdaya," kata Amin, kemarin. Informasi kelangkaan pupuk itu, dia dapatkan dalam reses yang digelar di Mempawah dan Kubu Raya, di 10 titik belum lama ini. Kelangkaan terjadi cukup lama. "Sementara untuk membeli pupuk non subsidi petani tak mampu, karena harganya mahal,” jelasnya. Kata Amin, kelangkaan pupuk subsidi ini membuat petani harus merogoh kantong lebih dalam untuk biaya produksi. Kondisi ini tak sebanding dengan pendapatan. "Terlebih saat ini harga sawit turun," ujarnya. Di sisi lain, Amin menambahkan, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang turun signifikan pun meresahkan petani. Begitu pun harga karet yang tak kunjung naik-naik. “Kala itu saya bilang ke masyarakat meningkatkan kualitas karetnya. Tak usah jauh harga karet Kalbar dibanding Kalteng dan Kalsel, kita jauh harganya dari mereka,” jelasnya. Petani pun berharap ada intervensi harga dari DPRD untuk meningkatkan harga TBS. Pasalnya harga TBS merupakan kewenangan pemerintah pusat. (ap)

Kalbar
| Sabtu, 8 April 2023

Lokal

Foto: 3 Tempat Berburu Takjil untuk Berbuka Puasa di Pontianak | Pifa Net

3 Tempat Berburu Takjil untuk Berbuka Puasa di Pontianak

PIFA.CO.ID, LOKAL - Berburu takjil merupakan kegiatan yang identik dengan bulan Ramadan. Kegiatan tersebut terjadi karena keinginan masyarakat untuk mencari kudapan ringan dan/atau manis untuk berbuka puasa.Melansir Kite Promoin, berikut beberapa tempat berburu takjil yang populer saat bulan Ramadan. Apa saja? Berikut di antaranya:1. Masjid Raya MujahidinWalaupun lokasinya ada di masjid, para pedagang tidak berjualan di dalam tempat ibadah. Para pedagang takjil menjajakan produknya di sekitar masjid. Jenis kudapan yang tersedia di sekitar Masjid Raya Mujahidin mencakup aneka gorengan, kue basah, kue kekinian yang sedang viral, aneka es, hingga beberapa makanan berat.Lokasi yang dekat dengan masjid membuat masyarakat muslim dapat menunaikan ibadah salat magrib berjemaah setelah berbuka puasa. Namun, kondisi sekitar memang relatif padat saat bulan Ramadan sehingga jemaah perlu lebih cepat dalam mencari tempat.2. Pasar KenangaPasar Kenanga atau Pasar Senggol juga kerap menjadi tempat berburu takjil. Pasar tersebut terletak di wilayah Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Layaknya pasar, kudapan yang tersedia di Pasar Kenanga pun bervariasi.Pengunjung dapat mencari aneka kue tradisional di pasar tersebut. Beberapa di antaranya adalah kue bingke, bakwan Pontianak, atau talam talas.3. Masjid Al-jamaahMasjid Al-Jama’ah terletak di Jalan Surya Nomor 1, Akcaya, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Para pedagang takjil di masjid tersebut juga tidak menjajakan produknya di dalam masjid, melainkan di luar masjid.Pengunjung dapat membeli aneka kudapan buka puasa, seperti es, gorengan, jajanan pasar, serta makanan berat. Masjid Al-Jama’ah kerap menjadi tujuan para pemburu takjil karena memudahkan masyarakat untuk salat berjemaah setelah buka puasa.

Pontianak
| Sabtu, 8 Maret 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5