Drama Delapan Gol di Old Trafford, Manchester United Ditahan Bournemouth 4-4
Sports | Selasa, 16 Desember 2025
Drama Delapan Gol di Old Trafford, Manchester United Ditahan Bournemouth 4-4. Manutcom
Sports | Selasa, 16 Desember 2025










Nasional

PIFA, Nasional - Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan bahwa terjadi transaksi gelap senilai Rp 300 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menarik perhatian publik.Transaksi gelap tersebut melibatkan 460 pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di Kemenkeu. Hal tersebut disampaikan Mahfud kepada media setelah menghadiri acara di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta beberapa waktu lalu. Dia mengatakan bahwa sekitar 460 pegawai Kemenkeu terlibat dalam transaksi yang mencurigakan dengan total nilai mencapai Rp 300 triliun dari tahun 2009 hingga 2023. Selain itu, ada sekitar 160 laporan yang diterima sejak saat itu. "Sesudah diakumulasikan semua melibatkan 460 orang lebih di kementerian itu yang akumulasi terhadap transaksi yang mencurigakan itu bergerak di sekitar Rp300 triliun," ujar Mahfud seperti dikutip PIFA dari siaran kanal Youtube Kemenkopolhukam, Kamis (9/3/2023). Mahfud pun mengungkapkan rasa kekecewaannya atas kurangnya respons terkait masalah tersebut. Meskipun seluruh laporan mengenai transaksi tersebut telah disampaikan, namun Kementerian Keuangan tidak memberikan respons. Seperti diketahui, Sri Mulyani masih menjabat sebagai Menteri Keuangan di era Presiden SBY 2009. Menanggapi kisruh tersebut, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Keuangan mengakui bahwa mereka belum menerima informasi mengenai temuan transaksi mencurigakan senilai Rp 300 triliun yang disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Namun, pihak Itjen akan segera memeriksa kasus tersebut. (yd)
Teknologi

PIFA, Tekno - Google telah mengumumkan rencananya untuk mengajukan banding terhadap putusan pengadilan Amerika Serikat yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut bersalah dalam kasus monopoli di pasar mesin pencari. Setelah penyampaian argumen penutup dalam sidang antimonopoli, Google menilai keputusan awal pengadilan sebagai salah dan merugikan konsumen. Dalam unggahan di akun media sosial perusahaan, Google mengkritik solusi yang diusulkan dalam persidangan sebagai berlebihan dan berpotensi memicu masalah privasi yang signifikan bagi pengguna. Meskipun menunggu opini resmi dari pengadilan, perusahaan telah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan proses banding. Departemen Kehakiman Amerika Serikat awalnya mengajukan gugatan terhadap Google pada tahun 2020, dengan tuduhan bahwa perusahaan menggunakan praktik monopoli untuk mendominasi pasar mesin pencari dan iklan terkait pencarian. Gugatan tersebut mencakup tuntutan agar Google membuka teknologi mesin pencarinya untuk lisensi pihak ketiga dan melarang kesepakatan eksklusif dengan produsen perangkat. Hakim Amit Mehta dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Columbia pada Agustus 2024 memutuskan bahwa Google bersalah melakukan monopoli ilegal dengan memanfaatkan dominasi peramban Chrome untuk meningkatkan pendapatannya secara tidak adil. Putusan ini mendukung argumen Departemen Kehakiman bahwa tindakan Google menghambat persaingan di pasar. Google telah mengusulkan alternatif, termasuk pelonggaran kesepakatan untuk memungkinkan adanya mesin pencari lain di perangkat serta pembentukan komite pengawas independen. Perusahaan juga menggarisbawahi potensi konsekuensi negatif yang dapat dihadapi konsumen jika solusi-solusi yang diusulkan pengadilan diterapkan. Selama persidangan, OpenAI menyatakan minatnya untuk membeli Chrome jika Google dipaksa menjualnya, menunjukkan kompleksitas dan dampak luas dari keputusan hukum ini terhadap pasar teknologi global.
Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - Perbandingan kinerja Shin Tae-yong dan Indra Sjafri dalam menangani Timnas Indonesia U-20 menjadi perbincangan setelah kiprah Garuda Muda di Piala Asia U-20 2025. Kedua pelatih memiliki filosofi berbeda dalam meracik strategi, namun hasil yang didapatkan tak jauh berbeda.Shin Tae-yong menangani Timnas Indonesia U-20 dari 2020 hingga 2023, sedangkan Indra Sjafri mengambil alih mulai 2023 hingga kini. Di Piala Asia U-20 2023, Timnas asuhan Shin Tae-yong gagal lolos ke perempat final meskipun mengoleksi empat poin dari tiga laga di fase grup. Sedangkan tim yang dibesut Indra Sjafri di Piala Asia U-20 2025 mengalami dua kekalahan awal, masing-masing dari Iran (0-3) dan Uzbekistan (1-3), yang membuat mereka dipastikan tersingkir lebih cepat.Filosofi permainan juga menjadi sorotan. Shin Tae-yong dikenal dengan pendekatan yang lebih modern dan menitikberatkan pada permainan cepat serta transisi yang dinamis. Sementara Indra Sjafri lebih menekankan pada permainan berbasis penguasaan bola dengan kombinasi umpan pendek dan pressing tinggi. Namun, efektivitas strategi ini diuji saat menghadapi lawan-lawan kuat di level Asia.Meski sama-sama gagal di Piala Asia U-20, di level U-19 Indra Sjafri memiliki catatan lebih baik. Ia sukses membawa Timnas Indonesia U-19 meraih gelar juara Piala AFF U-19 pada 2014 dan 2024, serta lolos ke perempat final Piala Asia U-19 2018.Sementara itu, Shin Tae-yong gagal membawa Timnas Indonesia U-19 melewati fase grup di Piala AFF U-19 2022. Dengan demikian, perdebatan soal siapa yang lebih unggul antara Shin Tae-yong dan Indra Sjafri masih terbuka. Dari sisi pengalaman dan prestasi di kelompok usia muda, Indra Sjafri memiliki keunggulan. Namun, dari segi pendekatan permainan modern dan pembentukan karakter pemain, Shin Tae-yong juga memiliki nilai lebih. Kegagalan di Piala Asia U-20 2025 menjadi refleksi bagi Indra Sjafri dalam memperbaiki tim untuk ke depannya.