Drama Delapan Gol di Old Trafford, Manchester United Ditahan Bournemouth 4-4. Manutcom

Drama Delapan Gol di Old Trafford, Manchester United Ditahan Bournemouth 4-4. Manutcom

Berandascoped-by-BerandaSportsscoped-by-SportsDrama Delapan Gol di Old Trafford, Manchester United Ditahan Bournemouth 4-4

Drama Delapan Gol di Old Trafford, Manchester United Ditahan Bournemouth 4-4

Sports | Selasa, 16 Desember 2025

PIFA, Sports - Manchester United harus puas berbagi poin usai bermain imbang 4-4 melawan Bournemouth dalam laga penutup pekan ke-16 Liga Inggris 2025/26 yang berlangsung di Old Trafford, Selasa dini hari WIB. Pertandingan berlangsung dramatis dengan terciptanya delapan gol.

Hasil ini membuat Manchester United gagal menggeser Crystal Palace dari peringkat lima klasemen sementara. Skuad asuhan Ruben Amorim tetap berada di posisi enam dengan koleksi 26 poin. Sementara itu, Bournemouth naik ke urutan ke-13 dengan raihan 21 poin, sebagaimana dilansir dari laman resmi Liga Premier Inggris.

Setan Merah membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-13 melalui Amad Diallo. Pemain asal Pantai Gading itu memanfaatkan kesalahan antisipasi kiper Bournemouth, Djordje Petkovic, untuk membawa MU unggul 1-0.

Bournemouth mampu menyamakan kedudukan lewat gol Antoine Semenyo pada menit ke-40. Namun, Manchester United kembali memimpin jelang turun minum setelah Casemiro mencetak gol pada menit ke-45+4. Skor 2-1 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, tim tamu tampil lebih agresif dan berhasil membalikkan keadaan. Evanilson mencetak gol penyeimbang pada menit ke-46, sebelum Marcus Tavernier membawa Bournemouth unggul 3-2 lewat tendangan bebas pada menit ke-52.

Manchester United kemudian meningkatkan intensitas serangan. Bruno Fernandes memperkecil ketertinggalan melalui gol tendangan bebas pada menit ke-77. Dua menit berselang, Matheus Cunha membawa tuan rumah kembali unggul 4-3 setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang Bournemouth.

Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar pada menit ke-84. Eli Kroupi mencetak gol penyeimbang bagi Bournemouth, memastikan laga berakhir imbang 4-4 hingga peluit panjang dibunyikan.

Rekomendasi

Foto: Rizky Ridho Minta Maaf Usai Gagal Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2026 | Pifa Net

Rizky Ridho Minta Maaf Usai Gagal Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2026

Sports
| Senin, 13 Oktober 2025
Foto: 40.000 Warga Terpaksa Mengungsi di Tepi Barat, PBB Kecam Operasi Militer Israel | Pifa Net

40.000 Warga Terpaksa Mengungsi di Tepi Barat, PBB Kecam Operasi Militer Israel

Palestina
| Kamis, 27 Februari 2025
Foto: 5 Rekomendasi Kopi Instan Tanpa Gula Cocok Untuk Diet | Pifa Net

5 Rekomendasi Kopi Instan Tanpa Gula Cocok Untuk Diet

Indonesia
| Jumat, 7 Februari 2025
Foto: 5 Aplikasi Penunjang Ibadah Selama Ramadhan | Pifa Net

5 Aplikasi Penunjang Ibadah Selama Ramadhan

Indonesia
| Sabtu, 15 Februari 2025
Foto: Prabowo Bakal Hapus Sistem Outsourcing dan Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional | Pifa Net

Prabowo Bakal Hapus Sistem Outsourcing dan Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional

Indonesia
| Jumat, 2 Mei 2025
Foto: OPPO Rilis Dua Tablet Baru di Indonesia, Usung Fitur AI hingga Layar Imersif | Pifa Net

OPPO Rilis Dua Tablet Baru di Indonesia, Usung Fitur AI hingga Layar Imersif

Tekno
| Jumat, 13 Juni 2025
Foto: Di Usia Senja, Murni Bustami Tetap Teguh Jadi Penjagal Kurban di Pontianak | Pifa Net

Di Usia Senja, Murni Bustami Tetap Teguh Jadi Penjagal Kurban di Pontianak

Pontianak
| Selasa, 10 Juni 2025
Foto: 17 Negara Pastikan Lolos ke Piala Dunia 2026, Persaingan Kualifikasi Kian Memanas | Pifa Net

17 Negara Pastikan Lolos ke Piala Dunia 2026, Persaingan Kualifikasi Kian Memanas

Sports
| Senin, 8 September 2025
Foto: PSSI Umumkan 21 Pemain Timnas U-17 untuk Piala Dunia U-17 2025 di Qatar | Pifa Net

PSSI Umumkan 21 Pemain Timnas U-17 untuk Piala Dunia U-17 2025 di Qatar

Timnas
| Jumat, 31 Oktober 2025
Foto: Hojlund Akhiri Puasa Gol di Liga Inggris Bersama MU Usai 99 Hari | Pifa Net

Hojlund Akhiri Puasa Gol di Liga Inggris Bersama MU Usai 99 Hari

Inggris
| Selasa, 18 Maret 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Mahfud MD Ungkap Transaksi Gelap Rp 300 T di Kemenkeu Libatkan 460 PNS  | Pifa Net

Mahfud MD Ungkap Transaksi Gelap Rp 300 T di Kemenkeu Libatkan 460 PNS 

PIFA, Nasional - Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan bahwa terjadi transaksi gelap senilai Rp 300 triliun di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menarik perhatian publik.Transaksi gelap tersebut melibatkan 460 pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di Kemenkeu. Hal tersebut disampaikan Mahfud kepada media setelah menghadiri acara di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta beberapa waktu lalu. Dia mengatakan bahwa sekitar 460 pegawai Kemenkeu terlibat dalam transaksi yang mencurigakan dengan total nilai mencapai Rp 300 triliun dari tahun 2009 hingga 2023. Selain itu, ada sekitar 160 laporan yang diterima sejak saat itu. "Sesudah diakumulasikan semua melibatkan 460 orang lebih di kementerian itu yang akumulasi terhadap transaksi yang mencurigakan itu bergerak di sekitar Rp300 triliun," ujar Mahfud seperti dikutip PIFA dari siaran kanal Youtube Kemenkopolhukam, Kamis (9/3/2023). Mahfud pun mengungkapkan rasa kekecewaannya atas kurangnya respons terkait masalah tersebut. Meskipun seluruh laporan mengenai transaksi tersebut telah disampaikan, namun Kementerian Keuangan tidak memberikan respons. Seperti diketahui, Sri Mulyani masih menjabat sebagai Menteri Keuangan di era Presiden SBY 2009. Menanggapi kisruh tersebut, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Keuangan mengakui bahwa mereka belum menerima informasi mengenai temuan transaksi mencurigakan senilai Rp 300 triliun yang disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Namun, pihak Itjen akan segera memeriksa kasus tersebut. (yd)

Jakarta
| Kamis, 9 Maret 2023

Teknologi

Foto:   Google Akan Mengajukan Banding Terhadap Putusan Pengadilan AS dalam Kasus Monopoli Mesin Pencari | Pifa Net

Google Akan Mengajukan Banding Terhadap Putusan Pengadilan AS dalam Kasus Monopoli Mesin Pencari

PIFA, Tekno - Google telah mengumumkan rencananya untuk mengajukan banding terhadap putusan pengadilan Amerika Serikat yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut bersalah dalam kasus monopoli di pasar mesin pencari. Setelah penyampaian argumen penutup dalam sidang antimonopoli, Google menilai keputusan awal pengadilan sebagai salah dan merugikan konsumen. Dalam unggahan di akun media sosial perusahaan, Google mengkritik solusi yang diusulkan dalam persidangan sebagai berlebihan dan berpotensi memicu masalah privasi yang signifikan bagi pengguna. Meskipun menunggu opini resmi dari pengadilan, perusahaan telah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan proses banding. Departemen Kehakiman Amerika Serikat awalnya mengajukan gugatan terhadap Google pada tahun 2020, dengan tuduhan bahwa perusahaan menggunakan praktik monopoli untuk mendominasi pasar mesin pencari dan iklan terkait pencarian. Gugatan tersebut mencakup tuntutan agar Google membuka teknologi mesin pencarinya untuk lisensi pihak ketiga dan melarang kesepakatan eksklusif dengan produsen perangkat. Hakim Amit Mehta dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Columbia pada Agustus 2024 memutuskan bahwa Google bersalah melakukan monopoli ilegal dengan memanfaatkan dominasi peramban Chrome untuk meningkatkan pendapatannya secara tidak adil. Putusan ini mendukung argumen Departemen Kehakiman bahwa tindakan Google menghambat persaingan di pasar. Google telah mengusulkan alternatif, termasuk pelonggaran kesepakatan untuk memungkinkan adanya mesin pencari lain di perangkat serta pembentukan komite pengawas independen. Perusahaan juga menggarisbawahi potensi konsekuensi negatif yang dapat dihadapi konsumen jika solusi-solusi yang diusulkan pengadilan diterapkan. Selama persidangan, OpenAI menyatakan minatnya untuk membeli Chrome jika Google dipaksa menjualnya, menunjukkan kompleksitas dan dampak luas dari keputusan hukum ini terhadap pasar teknologi global.

Tekno
| Selasa, 3 Juni 2025

Sports

Foto: Kurang Lebih, Ini Perbandingan Shin Tae-yong vs Indra Sjafri saat Tukangi Timnas U-20 | Pifa Net

Kurang Lebih, Ini Perbandingan Shin Tae-yong vs Indra Sjafri saat Tukangi Timnas U-20

PIFA.CO.ID, SPORTS - Perbandingan kinerja Shin Tae-yong dan Indra Sjafri dalam menangani Timnas Indonesia U-20 menjadi perbincangan setelah kiprah Garuda Muda di Piala Asia U-20 2025. Kedua pelatih memiliki filosofi berbeda dalam meracik strategi, namun hasil yang didapatkan tak jauh berbeda.Shin Tae-yong menangani Timnas Indonesia U-20 dari 2020 hingga 2023, sedangkan Indra Sjafri mengambil alih mulai 2023 hingga kini. Di Piala Asia U-20 2023, Timnas asuhan Shin Tae-yong gagal lolos ke perempat final meskipun mengoleksi empat poin dari tiga laga di fase grup. Sedangkan tim yang dibesut Indra Sjafri di Piala Asia U-20 2025 mengalami dua kekalahan awal, masing-masing dari Iran (0-3) dan Uzbekistan (1-3), yang membuat mereka dipastikan tersingkir lebih cepat.Filosofi permainan juga menjadi sorotan. Shin Tae-yong dikenal dengan pendekatan yang lebih modern dan menitikberatkan pada permainan cepat serta transisi yang dinamis. Sementara Indra Sjafri lebih menekankan pada permainan berbasis penguasaan bola dengan kombinasi umpan pendek dan pressing tinggi. Namun, efektivitas strategi ini diuji saat menghadapi lawan-lawan kuat di level Asia.Meski sama-sama gagal di Piala Asia U-20, di level U-19 Indra Sjafri memiliki catatan lebih baik. Ia sukses membawa Timnas Indonesia U-19 meraih gelar juara Piala AFF U-19 pada 2014 dan 2024, serta lolos ke perempat final Piala Asia U-19 2018.Sementara itu, Shin Tae-yong gagal membawa Timnas Indonesia U-19 melewati fase grup di Piala AFF U-19 2022. Dengan demikian, perdebatan soal siapa yang lebih unggul antara Shin Tae-yong dan Indra Sjafri masih terbuka. Dari sisi pengalaman dan prestasi di kelompok usia muda, Indra Sjafri memiliki keunggulan. Namun, dari segi pendekatan permainan modern dan pembentukan karakter pemain, Shin Tae-yong juga memiliki nilai lebih. Kegagalan di Piala Asia U-20 2025 menjadi refleksi bagi Indra Sjafri dalam memperbaiki tim untuk ke depannya.

Indonesia
| Senin, 17 Februari 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5