Dua Bulan Dilanda Kekeringan, Ratusan Keluarga di Tangerang Krisis Air Bersih
Nasional | Jumat, 24 Juli 2026
TANGERANG – Sebanyak lebih dari 200 keluarga di Desa Kosambi Dalam, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami krisis air bersih akibat kekeringan yang dipicu musim kemarau ekstrem. Kondisi ini telah berlangsung sekitar dua bulan dan memaksa warga membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis (23/7), sejumlah sumur warga mengering sehingga keran rumah hanya mengeluarkan sedikit air, bahkan sebagian sudah tidak mengalir sama sekali. Warga juga kesulitan mencari sumber air bersih alternatif di sekitar permukiman.
Salah seorang warga, Suratni, mengatakan sumur di rumahnya sudah tidak lagi mengeluarkan air dalam beberapa pekan terakhir.
"Dari beberapa minggu kemarin, sumur di rumah udah sama sekali enggak ngeluarin air," ujarnya.
Di tengah krisis tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki. Kedatangan bantuan disambut antusias warga yang membawa galon, ember, hingga drum untuk menampung air.
Ketua RT 02 RW 02 Desa Kosambi Dalam, Kustara, mengatakan sedikitnya 200 keluarga di wilayahnya terdampak kekeringan. Selama dua bulan terakhir, warga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti air minum, memasak, dan mencuci.
"Selama kekurangan air ini untuk minum, masak dan mencuci sangat sulit. Di sini ada 200 keluarga lebih, semenjak tidak ada air bersih warga harus membeli air," katanya.
Menurut Kustara, setiap keluarga membutuhkan sekitar 200 liter air setiap hari untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
"Kebutuhan air untuk per keluarga sekitar 200 liter," jelasnya.
Sementara itu, warga lainnya, Suhernah, mengaku harus membeli air bersih setiap hari dengan harga Rp25 ribu per gerobak. Meski terdapat sumber air di wilayah lain, jaraknya dinilai terlalu jauh sehingga membeli air menjadi pilihan yang paling memungkinkan.
"Harus beli air bersih, satu gerobak itu Rp25 ribu. Satu hari bisa beli satu gerobak air bersih. Sebenarnya di sebelah sana ada air tapi jaraknya jauh, makanya saya lebih milih beli," ujar Suhernah.
Ia mengatakan bantuan air bersih dari PMI sangat membantu meringankan beban masyarakat. Namun, ia berharap distribusi bantuan dapat dilakukan secara rutin selama musim kemarau masih berlangsung.
"Tadi sempat rebutan air bersih, alhamdulillah sekarang ada bantuan air di sini warga pada senang. Harapannya suplai bantuan air bersih ini dikirim setiap hari, biar warga enggak kekurangan," tuturnya.



















