Edi Rusdi Kamtono-Bahasan Unggul dengan 203.211 Suara di Pilkada Pontianak 2024
Pontianak | Selasa, 10 Desember 2024
Ucapan selamat dari PIFA Media dan Pontianak Informasi kepada Paslon Edi-Bahasan. (Dok. PIFA)
Pontianak | Selasa, 10 Desember 2024
Lokal
PIFA, Lokal Tradisi robo-robo tidak hanya berlangsung di Mempawah, Kalimantan Barat, tetapi juga digelar dengan meriah oleh masyarakat di Desa Sungai Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kabu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (4/9/2024).Antusiasme masyarakat Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, sangat tinggi dalam melestarikan kebudayaan adat Robo-robo. Pantauan dilokasi, sejak pagi hari, masyarakat ramai berbondong-bondong ke Pasar Sungai Kakap untuk menyaksikan tradisi ini.Robo-robo merupakan tradisi makan bersama di luar rumah yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Islam. Tradisi ini bertujuan memohon keselamatan dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa melalui proses tepung tawar dan air tolak bala. Selain meminta doa keselamatan, momen ini juga menjadi kesempatan bagi warga untuk bersilaturahmi dan berbagi.Kepala Desa Sungai Kakap, Syarif Said mengatakan digelarnya wisata budaya robo-robo ini untuk mempertahankan kebudayaan leluhur.“Kegiatan ini dilaksanakan secara turun temurun. Kegiatan ini tujuannya untuk tolak bala mengucapkan doa selamat. Selain itu kita juga bersyukur ke pada Allh atas rejeki yang sudah beri selama satu tahun,” ungkapnya.Selain doa tolak bala, tradisi ini juga mencakup makan bersama atau saprahan. Ada berbagai macam makanan yang disediakan mulai dari kue tradisional, ketupat dan bontong, lengkap dengan lauk pauknya.“Ini adat budaya yang sudah ratusan tahun. Harus kami lestarikan, supaya kebudayaan ini tidak hilang ditelan masa,” ujarnya.Budaya Robo-robo juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kubu Raya, Mustafa. Ia berharap tradisi ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menarik wisatawan. Sebab menurutnya, Robo-robo sangat istimewa karena hanya dilaksanakan di beberapa daerah saja seperti Kuala Mempawah, Muara Kubu, dan Sungai Kakap.“Kegiatan ini juga bisa untuk silahturami, berkumpul dengan kerabat. Harapan pemerintah Kuburaya ini dikembangkan, dikemas dengan baik sehingga kedepannya bisa menarik wisata untuk berkunjung karena tidak semua daerah menggelar tradisi ini. Setau saya di Kalbar hanya di Kuala Mempwah, Muara Kubu, dan di Sungai Kakap ini,” ungkapnya.Tak hanya robo-robo saja, pemerintah desa juga menggelar menggelar perlombaan dayung sampan di Sungai Kakap untuk meriahkan tradisi budaya ini. Mereka merayakan robo-robo sekaligus menonton perlombaan dayung sampan dari bantaran sungai dengan menggunakan sampan.
Nasional
PIFA, Nasional - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa polusi udara memiliki peran signifikan dalam penyebab enam besar penyakit gangguan pernapasan di Indonesia. Penyakit-penyakit tersebut meliputi pneumonia (infeksi paru-paru), infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), asma, tuberkulosis, kanker paru-paru, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Pernyataan ini disampaikan oleh Menkes setelah mengikuti rapat terbatas (ratas) yang membahas tentang peningkatan kualitas udara di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Rapat tersebut dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (28/08/2023). Menkes Budi menyatakan bahwa penyebab dominan dari penyakit gangguan pernapasan tersebut adalah polusi udara, yang berkontribusi antara 24-34 persen dari tiga penyakit utama, yaitu pneumonia, ISPA, dan asma. “Kita lihat salah satu penyebab [penyakit gangguan pernapasan] yang paling dominan adalah polusi udara. Itu antara 24-34 persen dari tiga penyakit utama tadi: pneumonia, kemudian ISPA, dan asma,” terang Budi, mengutip Setkab RI. Dampak dari enam penyakit gangguan pernapasan tersebut pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sangat besar. Menkes menyebut bahwa pada tahun 2022, beban BPJS akibat penyakit ini mencapai Rp10 triliun dan cenderung meningkat pada tahun 2023. Menkes menjelaskan bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pedoman untuk memantau lima komponen udara terkait dampaknya pada kesehatan. Komponen-komponen ini meliputi gas nitrogen, karbon, dan sulfur, serta partikel-partikel PM 10 dan PM 2,5. Budi mengingatkan bahwa partikel PM 2,5 memiliki dampak yang paling serius pada kesehatan, karena ukurannya yang kecil memungkinkan partikel tersebut masuk ke dalam alveoli di paru-paru, yang menyebabkan penyakit seperti pneumonia. Oleh karena itu, pemantauan kualitas udara dalam hal PM 2,5 sangat penting. Presiden meminta Menkes dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk menyesuaikan standar kualitas udara yang telah diperketat oleh WHO. Untuk memantau kualitas udara, puskesmas di Jabodetabek telah dilengkapi dengan alat pemantau kadar PM 2,5 secara waktu nyata. Menkes juga menegaskan akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang dampak kesehatan dari polusi udara. Selain itu, Kemenkes mendorong penggunaan masker sebagai langkah preventif jika polusi udara tinggi. Menkes menekankan pentingnya masker dengan spesifikasi KF 94 atau KN 95 yang mampu menahan partikel-partikel kecil. Kementerian Kesehatan juga akan memberikan edukasi kepada dokter-dokter di puskesmas dan rumah sakit di Jabodetabek mengenai langkah-langkah penanganan penyakit pernapasan. Tujuannya adalah agar pasien yang datang mendapatkan penanganan dan diagnosis yang seragam. (yd)
Lokal
Berita Ketapang, PIFA - Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim AKP Primastya, S.I.K., membenarkan peristiwa pelemparan botol berisi bahan bakar oleh pelaku di halaman Pendopo Bupati Ketapang. “Benar bahwa sekira pukul 08.40 wib tadi pagi, telah terjadi peristiwa adanya seseorang laki laki mendatangi pendopo bupati ketapang dan melakukan keributan serta melakukan pelemparan sebuah botol yang berisi cairan bahan bakar kearah ruang aula pendopo bupati ketapang ” Ujarnya. Kasat Reskrim menambahkan kronologi kejadian bermula saat pelaku datang ke Pendopo Bupati Ketapang menggunakan sebuah sepeda motor Yamaha Aerox warna hitam. Sesampai di depan pintu masuk pendopo, pelaku sempat bertemu dengan Kasat Pol PP Sdr. Muslimin yang selanjutnya langsung pelaku meninggalkan area pendopo. Setelah beberapa saat, pelaku kembali datang ke Pendopo dan kemudian langsung memarkirkan sepeda motor nya didalam halaman pendopo Bupati Ketapang, yang pada saat itu didalam ruang aula pendopo sedang berlangsung kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan administrator Pemda Ketapang. Setelah pelaku memarkirkan sepeda motornya, kemudian pelaku membuka jok motor untuk mengambil sesuatu botol yang diketahui kemudian, botol tersebut berisi bahan bakar dengan sumbu kain yang telah disiapkan oleh pelaku, dan kemudian Pelaku mengambil korek api dan menghidupkan sumbu botol serta melemparkan kearah lokasi kegiatan pelantikan pejabat pemda. Akibat lemparan tersebut botol tersebut pecah dan menimbulkan api kemudian dipadam oleh anggota Sat Pol PP dengan menggunakan APAR. Kasat Pol PP sdr Muslimin langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Ketapang dan beberapa saat kemudian Anggota Reskim Polres Ketapang, Piket Siaga SPKT serta anggota Polsek Delta Pawan langsung mendatangi lokasi kejadian. Pelaku langsung diamankan anggota Polres tanpa ada perlawanan yang selanjutnya pelaku beserta barang bukti di bawa ke Mapolres Ketapang. “Pelaku saat ini sudah di Mapolres ketapang, Untuk motif pelaku melakukan tindakan nya, saat ini masih kita dalami melalui pemeriksaan, ” jelas Kasat. Identitas pelaku – Nama : Abdul Razak – Umur : 45 Tahun – Jenis Kelamin : Laki-laki – Pekerjaan : PNS Dinas PU Ketapang – Alamat : Jalan Tentemak Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang. Barang Bukti Yang Diamankan : – Sebuah Botol bir beserta sumbu kain – Sebuah Sepeda Motor Yamaha Aerox Warna Hitam – Sebuah KTP milik pelaku (ja)