Momen Erik ten Hag angkat trofi FA Cup 2024 usai menang di final vs Man City, namun nasibnya di MU dalam pertimbangan untuk dipecat. (Reuters)

PIFA, Sports - Eks asisten pelatih legendaris Manchester United (MU), Mike Phelan, meminta Erik ten Hag dipecat hanya dalam satu kalimat. Saat ditanya apakah Ten Hag layak untuk dipertahankan oleh Setan Merah, Phelan hanya menjawab dengan satu kalimat saja.

"Tidak, tidak, saya rasa tidak layak dipertahankan," ucapnya, mengutip talkSPORT.

Musim Memalukan Manchester United

Musim ini Manchester United mengalami salah satu musim terburuk dalam sejarah mereka di English Premier League (EPL). Terbilang memalukan juga, Setan Merah finis dengan selisih gol minus untuk pertama kalinya di Liga Inggris. 

Namun, Manchester United menutup musim 2023/2024 dengan meraih juara Piala FA. Setan Merah mengalahkan Manchester City 2-1 di final yang berlangsung di Wembley Stadium, Sabtu (25/5/2024) malam WIB.

Dibawah asuhan Erik ten Hag, MU mengakhiri musim Premier League 2023/2024 di posisi kedelapan dengan mengumpulkan 60 poin. Meski demikian, ini bukanlah pencapaian poin terendah dalam sejarah partisipasi mereka di Premier League. Rekor tersebut terjadi pada musim 2021/2022 ketika MU hanya mengumpulkan 58 poin, meskipun saat itu mereka masih mampu finis di posisi keenam.

Pada musim 2023/2024, Manchester United mencetak 57 gol namun kebobolan 58 kali, menghasilkan selisih gol -1. Ini lebih buruk dibandingkan musim 2021/2022 di mana mereka mencetak 57 gol dan kebobolan 57 gol, menghasilkan selisih gol 0. Sebelum era Premier League, Manchester United pernah mengalami situasi serupa finis dengan selisih gol minus. Fakta memalukan ini terjadi pada musim 1989/1990.

Meski berhasil menjadi juara Piala FA, masa depan Ten Hag di Manchester United sampai saat ini masih abu-abu. Banyak alasan lain yang membuat Manchester United masih ingin memecat eks nakhoda Ajax Amsterdam itu, salah satunya adalah performa Setan Merah yang sangat meragukan sepanjang musim 2023-2024.

Manchester United hanya finis di posisi kedelapan klasemen akhir Liga Inggris. Secara matematis, Manchester United sudah pasti tidak bisa lolos ke kompetisi Eropa untuk musim 2024-2025 melalui jalur klasemen.

Tidak hanya itu, Manchester United juga dipecundangi oleh dua tim non-unggulan pada fase grup Liga Champions, yaitu FC Copenhagen dan Galatasaray. Sampai-sampai, Manchester United harus berkubang di posisi juru kunci pada akhir fase grup.

Eks Asisten Pelatih Legendaris MU

Sebagai informasi, Phelan merupakan sosok lawas yang sudah lama berkarier di Old Trafford. Phelan kali pertama tiba di Manchester United sebagai pelatih tim muda U-18 pada 1999.

Namun, Phelan hanya menjadi pelatih tim U-18 Manchester United selama dua tahun kemudian beralih posisi. Dia kemudian menjadi bagian dari staf kepelatihan Sir Alex Ferguson sebagai pelatih individu pada medio 2001 hingga 2008.

Setelah itu Phelan promosi menjadi asisten Ferguson hingga pelatih legendaris Manchester United itu pensiun pada 2013. Phelan sempat meninggalkan MU usai Ferguson pensiun untuk melakoni kariernya sendiri.

Phelan kemudian kembali ke Manchester United menjadi asisten manajer dari Ole Gunnar Solskjaer, Ralf Rangnick, hingga Michael Carrick. Phelan didapuk menjadi asisten manajer Setan Merah untuk kali kedua pada 2018 hingga 2022. (yd)

PIFA, Sports - Eks asisten pelatih legendaris Manchester United (MU), Mike Phelan, meminta Erik ten Hag dipecat hanya dalam satu kalimat. Saat ditanya apakah Ten Hag layak untuk dipertahankan oleh Setan Merah, Phelan hanya menjawab dengan satu kalimat saja.

"Tidak, tidak, saya rasa tidak layak dipertahankan," ucapnya, mengutip talkSPORT.

Musim Memalukan Manchester United

Musim ini Manchester United mengalami salah satu musim terburuk dalam sejarah mereka di English Premier League (EPL). Terbilang memalukan juga, Setan Merah finis dengan selisih gol minus untuk pertama kalinya di Liga Inggris. 

Namun, Manchester United menutup musim 2023/2024 dengan meraih juara Piala FA. Setan Merah mengalahkan Manchester City 2-1 di final yang berlangsung di Wembley Stadium, Sabtu (25/5/2024) malam WIB.

Dibawah asuhan Erik ten Hag, MU mengakhiri musim Premier League 2023/2024 di posisi kedelapan dengan mengumpulkan 60 poin. Meski demikian, ini bukanlah pencapaian poin terendah dalam sejarah partisipasi mereka di Premier League. Rekor tersebut terjadi pada musim 2021/2022 ketika MU hanya mengumpulkan 58 poin, meskipun saat itu mereka masih mampu finis di posisi keenam.

Pada musim 2023/2024, Manchester United mencetak 57 gol namun kebobolan 58 kali, menghasilkan selisih gol -1. Ini lebih buruk dibandingkan musim 2021/2022 di mana mereka mencetak 57 gol dan kebobolan 57 gol, menghasilkan selisih gol 0. Sebelum era Premier League, Manchester United pernah mengalami situasi serupa finis dengan selisih gol minus. Fakta memalukan ini terjadi pada musim 1989/1990.

Meski berhasil menjadi juara Piala FA, masa depan Ten Hag di Manchester United sampai saat ini masih abu-abu. Banyak alasan lain yang membuat Manchester United masih ingin memecat eks nakhoda Ajax Amsterdam itu, salah satunya adalah performa Setan Merah yang sangat meragukan sepanjang musim 2023-2024.

Manchester United hanya finis di posisi kedelapan klasemen akhir Liga Inggris. Secara matematis, Manchester United sudah pasti tidak bisa lolos ke kompetisi Eropa untuk musim 2024-2025 melalui jalur klasemen.

Tidak hanya itu, Manchester United juga dipecundangi oleh dua tim non-unggulan pada fase grup Liga Champions, yaitu FC Copenhagen dan Galatasaray. Sampai-sampai, Manchester United harus berkubang di posisi juru kunci pada akhir fase grup.

Eks Asisten Pelatih Legendaris MU

Sebagai informasi, Phelan merupakan sosok lawas yang sudah lama berkarier di Old Trafford. Phelan kali pertama tiba di Manchester United sebagai pelatih tim muda U-18 pada 1999.

Namun, Phelan hanya menjadi pelatih tim U-18 Manchester United selama dua tahun kemudian beralih posisi. Dia kemudian menjadi bagian dari staf kepelatihan Sir Alex Ferguson sebagai pelatih individu pada medio 2001 hingga 2008.

Setelah itu Phelan promosi menjadi asisten Ferguson hingga pelatih legendaris Manchester United itu pensiun pada 2013. Phelan sempat meninggalkan MU usai Ferguson pensiun untuk melakoni kariernya sendiri.

Phelan kemudian kembali ke Manchester United menjadi asisten manajer dari Ole Gunnar Solskjaer, Ralf Rangnick, hingga Michael Carrick. Phelan didapuk menjadi asisten manajer Setan Merah untuk kali kedua pada 2018 hingga 2022. (yd)

0

0

You can share on :

0 Komentar