Foto: Detik.com

Foto: Detik.com

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalEks Teknisi Bobol Kabel Grounding 46 SPBU Jakarta–Bogor, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Eks Teknisi Bobol Kabel Grounding 46 SPBU Jakarta–Bogor, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Nasional | Rabu, 11 Februari 2026

PIFA, Jakarta - Sindikat pencurian kabel grounding di 46 SPBU wilayah Jakarta dan sekitarnya berhasil dibongkar Polda Metro Jaya. Tujuh tersangka diamankan, beberapa di antaranya ternyata mantan teknisi yang pernah bertugas memasang kabel di SPBU tersebut. Aksi mereka diduga berlangsung sejak November 2025 dan baru terungkap setelah sejumlah SPBU melaporkan hilangnya kabel penangkal petir di fasilitas mereka.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa keahlian pelaku sebagai mantan teknisi membuat mereka sangat paham titik‑titik krusial yang bisa dibongkar tanpa menimbulkan kerusakan besar. “Kenapa mereka tahu titiknya dan mereka tahu mana yang harus dipotong atau diambil? Karena mereka pernah memiliki pengalaman bagian daripada orang yang memasang peralatan tersebut,” kata Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, dilansir detikcom. Keahlian itu memudahkan mereka menghindari perangkat keamanan dan mempercepat proses pembongkaran kabel grounding di malam hari.

Menurut Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, tujuh tersangka terbagi dalam dua kelompok yang bekerja terpisah. “Kelompoknya W, tadi inisial W, dia merekrut teman-temannya tiga orang menjadi empat orang. Kemudian kelompok U, inisial U merekrut temannya dua orang lagi. Sehingga kelompok W empat orang, kelompok U tiga orang, bekerja masing-masing tanpa koordinasi yang dua kelompok ini,” ujar Abdul. Kedua kelompok ini beroperasi secara independen namun menyasar SPBU dengan pola yang serupa, yaitu mencuri kabel grounding setelah jam operasional SPBU berakhir.

Total ada 46 lokasi SPBU yang menjadi sasaran sindikat ini, dengan 40 titik berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan sisanya tersebar di Karawang dan Bogor. Dalam sejumlah kasus, kabel grounding yang hilang membuat sistem penangkal petir SPBU tidak berfungsi optimal, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna dan karyawan SPBU. Kerugian yang ditaksir akibat pencurian kabel tersebut mencapai sekitar Rp1 miliar, baik dari nilai material maupun biaya perbaikan sistem keamanan.

Iman menambahkan bahwa polisi masih mengembangkan penyidikan untuk melacak jaringan lain yang diduga terlibat, termasuk para penadah kabel hasil curian. “Dalam perkara penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga kami terus mengembangkan pada jaringan‑jaringan lain, begitupun juga terhadap para pelaku penadah hasil kejahatannya. Saat ini, kami sedang melakukan upaya pengembangan ke arah tersebut,” jelasnya. Polisi juga memburu pihak yang membeli kabel bekas dari sindikat ini untuk dijual kembali sebagai logam bekas.

Kasus ini mengungkap celah keamanan di fasilitas SPBU yang selama ini dianggap minim risiko pencurian. Para pelaku memanfaatkan pengetahuan teknis dan waktu malam hari untuk menghindari pengawasan satpam maupun kamera pengawas. Pihak kepolisian mengimbau pengelola SPBU untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan audit berkala terhadap instalasi kabel grounding serta penangkal petir.

Dengan terungkapnya sindikat ini, Polda Metro Jaya berharap praktik pencurian kabel di fasilitas vital seperti SPBU bisa ditekan. Polisi juga mengingatkan masyarakat dan perusahaan untuk tidak membeli kabel bekas tanpa dokumen resmi, agar tidak turut mendanai jaringan kriminal semacam ini.

Rekomendasi

Foto: Gagal Tampil di Kompetisi Eropa, AC Milan Terancam Merugi Rp 1,4 Triliun | Pifa Net

Gagal Tampil di Kompetisi Eropa, AC Milan Terancam Merugi Rp 1,4 Triliun

Italia
| Rabu, 21 Mei 2025
Foto: Juventus Babak Belur di Kandangnya, Dihajar Atalanta 4-0 | Pifa Net

Juventus Babak Belur di Kandangnya, Dihajar Atalanta 4-0

Italia
| Senin, 10 Maret 2025
Foto: Dilukis jadi Srikandi Sedang Memanah, Megawati: Aku Harus Membidik Siapa? | Pifa Net

Dilukis jadi Srikandi Sedang Memanah, Megawati: Aku Harus Membidik Siapa?

Politik
| Sabtu, 25 Januari 2025
Foto:  Arsenal Jinakkan Bayern 3-1, Mantap di Puncak Grup Liga Champions | Pifa Net

Arsenal Jinakkan Bayern 3-1, Mantap di Puncak Grup Liga Champions

Sports
| Kamis, 27 November 2025
Foto: Prabowo Tegaskan Tak Dikendalikan Jokowi: “Aku Hopeng Sama Beliau, Kok Takut” | Pifa Net

Prabowo Tegaskan Tak Dikendalikan Jokowi: “Aku Hopeng Sama Beliau, Kok Takut”

Politik
| Kamis, 6 November 2025
Foto: Yamaha Cup Race 2025 Seri 2 Hadirkan Sensasi Balap & Wisata di Titik Nol Tanjung Bira | Pifa Net

Yamaha Cup Race 2025 Seri 2 Hadirkan Sensasi Balap & Wisata di Titik Nol Tanjung Bira

Yamaha
| Jumat, 1 Agustus 2025
Foto: PSSI Gelar FIFA World Football Week 2025 di Garuda Store GBK dan FIFA Arena Mandiri University | Pifa Net

PSSI Gelar FIFA World Football Week 2025 di Garuda Store GBK dan FIFA Arena Mandiri University

Indonesia
| Rabu, 21 Mei 2025
Foto: Kolaborasi, Trimegah Sekuritas dan PSSI Luncurkan Reksa Dana Sepak Bola Pertama Indonesia | Pifa Net

Kolaborasi, Trimegah Sekuritas dan PSSI Luncurkan Reksa Dana Sepak Bola Pertama Indonesia

Indonesia
| Jumat, 28 Februari 2025
Foto: Cokelat dan Kesehatan Jantung: Manfaat dan Fakta yang Perlu Diketahui | Pifa Net

Cokelat dan Kesehatan Jantung: Manfaat dan Fakta yang Perlu Diketahui

Indonesia
| Rabu, 12 Februari 2025
Foto: Profil Dean James, Calon Bek Timnas Indonesia yang Main di Go Ahead Eagles Kasta Tertinggi Liga Belanda | Pifa Net

Profil Dean James, Calon Bek Timnas Indonesia yang Main di Go Ahead Eagles Kasta Tertinggi Liga Belanda

Indonesia
| Senin, 24 Februari 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Survei Publik Ungkap Peningkatan Kualitas Timnas Indonesia | Pifa Net

Survei Publik Ungkap Peningkatan Kualitas Timnas Indonesia

PIFA.CO.ID, SPORTS – Program-program PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir dianggap berhasil membawa perubahan positif bagi Timnas Indonesia. Hal ini tercermin dari survei terbaru yang menunjukkan peningkatan kepuasan publik terhadap kualitas Garuda.Survei yang dilakukan pada Oktober 2024 mencatat 80 persen responden merasa puas dengan perkembangan Timnas. Angka ini meningkat menjadi 83,9 persen dalam survei yang digelar Desember 2024, dengan total 1.220 responden.Hasil survei tersebut dipaparkan oleh Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (16/1/2025)."Jadi kami menemukan bukti yang meyakinkan bahwa evaluasi publik terhadap kinerja federasi (PSSI) maupun item-item yang berkaitan dengan sepakbola itu mengalami peningkatan yang positif di bulan Desember (2024)," jelas Burhanuddin.Selain itu, survei juga menyoroti pandangan publik terhadap kebijakan naturalisasi yang diambil PSSI untuk meningkatkan performa Timnas. Sebanyak 75,3 persen responden mendukung program ini.Menurut temuan Indikator, penggemar sepakbola semakin memahami bahwa kebijakan naturalisasi merupakan strategi untuk mempercepat peningkatan prestasi Timnas. Meski demikian, 13-15 persen responden tetap konsisten menolak naturalisasi, bahkan setelah adanya berbagai pencapaian dari pemain naturalisasi."Yang kita ingin tanya adalah, apakah mereka setuju atau tidak kebijakan tersebut. Kebijakan menaturalisasi atlet luar negeri atau asing yang memiliki garis keturunan atau darah Indonesia yang kemudian disumpah menjadi WNI. Sehingga punya hak untuk membela tim nasional," terang Burhanuddin.Responden yang mendukung naturalisasi terbagi menjadi dua pandangan utama. Sebagian menganggap jumlah pemain naturalisasi saat ini sudah cukup banyak, dan Timnas seharusnya lebih memprioritaskan pemain asli Indonesia. Kelompok ini mencapai sekitar sepertiga dari total pendukung naturalisasi."Jadi mereka bisa saja tidak anti kebijakan naturalisasi tetapi menganggap jumlah yang main di timnas sudah terlalu banyak. Orang yang sekarangnya begitu kan, dia tidak hitam-putih. Dia melihat oke kebijakan naturalisasi, tetapi jangan kebanyakan," ujar Burhanuddin.Sementara itu, mayoritas lainnya, sekitar 54,5 hingga 55,5 persen dalam survei Oktober hingga Desember 2024, menyatakan bahwa naturalisasi bukanlah masalah asalkan mampu meningkatkan prestasi Timnas secara nyata."Dan itu jumlahnya kurang lebih stabil 54,5 - 55,5 persen dalam rentang dua bulan Oktober sampai Desember 2024. Sudah ada bukti nyata bahwa pemain naturalisasi bisa meningkatkan prestasi sepakbola," lanjut Burhanuddin.Namun, Burhanuddin juga mencatat bahwa meskipun pemain naturalisasi berkontribusi pada pencapaian Timnas, sebagian warga tetap merasa jumlah mereka tidak boleh berlebihan. "Jadi lagi-lagi ini masukan buat PSSI. Mungkin ada jalur pendek karena harus lolos piala dunia dan pemain naturalisasi menjadi sebuah keniscayaan," tambahnya.

Indonesia
| Sabtu, 18 Januari 2025

Nasional

Foto: Jokowi: Pemenuhan HAM di Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Harus Diupayakan Secara Terus-menerus. | Pifa Net

Jokowi: Pemenuhan HAM di Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Harus Diupayakan Secara Terus-menerus.

Berita Nasional, PIFA - Presiden Jokowi mengatakan, pemenuhan hak asasi manusia (HAM) di bidang sosial, ekonomi, dan budaya harus diupayakan secara terus-menerus. Hal ini disampaikannya pada peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Jumat (10/12/2021) kemarin.  Lewat unggahan akun Instagram resminya, Jokowi menyampaikan, pada pertengahan tahun ini, pemerintah telah menerbitkan Perpres No. 53 Tahun 2021 mengenai Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia Tahun 2021–2025 untuk melaksanakan penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM di Indonesia. "Sasaran utamanya adalah kelompok perempuan, anak, kelompok masyarakat adat, dan penyandang disabilitas," terangnya, demikian dikutip dari Instagram @jokowi, Jumat. Lebih lanjut ia menyatakan, Perpres tersebut juga menegaskan bahwa penegakkan HAM bukan hanya mencakup penghormatan dan perlindungan hak sipil dan politik saja, tapi juga hak ekonomi, sosial dan budaya. "Terutama kelompok-kelompok rentan yang perlu kita lindungi dan penuhi hak-haknya," sambung Jokowi dalam unggahannya. Soal kemisikinan, Jokowi mengatakan bahwa permasalahan ini harus diatasi sesegera mungkin. Kemudian lapangan kerja juga harus dibuka seluas-luasnya guna membantu mengentaskan masalah tersebut. "Kemiskinan ekstrem harus dientaskan hingga nol persen dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan kesempatan kerja dibuka seluas-luasnya," tambahnya. Tegas, Jokowi meminta agar pemerintahan di era kepemimpinannya harus menjamin akses pelayanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau dan merata. Di samping itu juga harus menjamin kebebasan beragama dan kebebasan menjaga adat budaya. "Kita harus menjamin akses pelayanan pendidikan dan kesehatan yang terjangkau dan merata, menjamin kebebasan beragama serta kebebasan menjaga adat dan budaya," tegas dia. "Selamat memperingati Hari HAM Sedunia tahun 2021," tutup Jokowi. (YD)

Jakarta
| Sabtu, 11 Desember 2021

Lokal

Foto: Warga Sintang Ditemukan Tewas di Rumahnya yang Terendam Banjir, Keluarga Ungkap Riwayat Kesehatannya | Pifa Net

Warga Sintang Ditemukan Tewas di Rumahnya yang Terendam Banjir, Keluarga Ungkap Riwayat Kesehatannya

Berita Sintang, PIFA - Hendra Saptaprahara (41) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya yang sedang terendam banjir. Pria asal Sintang, Kalimantan Barat itu  ditemukan keluarganya dalam keadaan tidak bernyawa, Minggu (14/11/2021). Kapolsek Kota Sintang Iptu Sutikno menerangkan, jenazah Hendra pertama kali ditemukan adik korban yakni Selly dan Ulul Azmi yang hendak mengantarkan makanan ke rumah korban. "Saat tiba di rumah korban, keduanya mengetuk pintu, namun korban tidak menjawab, sehingga Ulul Azmi (suami Selly) memutuskan untuk naik ke tingkat dua rumah korban, karena melihat pintu masih terbuka," ujar Sutikno mengutip Antara. Saat masuk ke tingkat dua, Ulul Azmi tidak menemukan korban, sehingga Ulul Azmi turun ke lantai bawah yang masih terendam banjir dan Ulul Azmi melihat korban dengan kondisi tidak bernyawa terendam air banjir. "Atas kejadian itu Uluk Azmi bersama istrinya memanggil warga meminta pertolongan untuk memindahkan jasad korban ke Masjid Nurul Jannah untuk dimandikan dan disholatkan," jelas Sutikno. Menurut Sutikno, keluarga mengatakan bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi (ayan). Sutikno juga menjelaskan, sebelumnya anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa sudah pernah mengajak korban untuk mengungsi, namun korban tidak mau dan memilih tetap bertahan di rumahnya yang saat itu terendam banjir.

Sintang
| Selasa, 16 November 2021
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5