Ekspor Senjata Israel Tembus Rekor, Capai Rp342 Triliun di Tengah Konflik Global
Internasional | Selasa, 2 Juni 2026
Kementerian Pertahanan Israel melaporkan bahwa ekspor senjata negara tersebut kembali mencetak rekor tertinggi untuk tahun kelima berturut-turut, di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di berbagai wilayah dunia.
Dalam pernyataan yang dikutip AFP pada Selasa (2/6), Kementerian Pertahanan Israel menyebut nilai ekspor pertahanan pada 2025 mencapai 19,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp342 triliun.
“Rekor ekspor pertahanan Israel sepanjang masa pecah untuk tahun kelima berturut-turut,” demikian pernyataan Kemhan Israel. Angka tersebut disebut meningkat hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan telah naik lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir serta empat kali lipat dalam satu dekade.
Israel merupakan salah satu eksportir senjata terbesar di dunia. Produk utama yang diekspor mencakup sistem rudal, roket, dan pertahanan udara yang menyumbang sekitar 29 persen dari total transaksi. Selain itu, sistem observasi dan teknologi optronik juga mengalami peningkatan signifikan dalam penjualan.
Dari sisi pasar, Eropa menjadi pembeli terbesar dengan porsi 36 persen, disusul kawasan Asia-Pasifik sebesar 32 persen, serta Timur Tengah dan Afrika Utara sebesar 15 persen.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengaitkan lonjakan ekspor ini dengan keberhasilan militer Israel di berbagai medan konflik. Ia menyebut adanya keterkaitan antara pencapaian di lapangan perang, kemampuan industri pertahanan, dan meningkatnya permintaan global terhadap produk militer Israel.
“Benang merah yang jelas dan tak terbantahkan menghubungkan prestasi medan perang IDF di semua lini, kemampuan luar biasa industri pertahanan Israel dan keberhasilan ekspor pertahanan Israel di seluruh dunia,” ujar Katz.
Dalam beberapa tahun terakhir, Israel diketahui terlibat dalam berbagai konflik dan operasi militer di sejumlah kawasan, termasuk Palestina, Lebanon, Iran, Suriah, dan Yaman. Di tengah situasi tersebut, pemerintah Israel kerap menegaskan klaim keberhasilan dalam operasi militernya serta berkomitmen menghadapi kelompok yang dianggap sebagai ancaman keamanan negara.



















