Empat Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Sebulan, Ini Daftar Kasusnya. CNN Indonesia

Empat Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Sebulan, Ini Daftar Kasusnya. CNN Indonesia

Berandascoped-by-BerandaPolitikscoped-by-PolitikEmpat Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Sebulan, Ini Daftar Kasusnya

Empat Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Sebulan, Ini Daftar Kasusnya

Politik | Jumat, 10 Juli 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali gencar melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir, sedikitnya empat kepala daerah terjerat kasus dugaan korupsi dengan modus yang berbeda-beda, mulai dari suap proyek hingga dugaan pemerasan.

Rangkaian OTT tersebut dimulai dari penangkapan Bupati Muara Enim pada awal Juni, disusul Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Bupati Langkat, hingga terbaru Bupati Sukoharjo.

1. Bupati Muara Enim H. Edison

KPK menangkap Bupati Muara Enim, Sumatera Selatan, H. Edison pada 8 Juni 2026 terkait dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Sehari kemudian, Edison ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya, yakni Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan 2026 Abi Nurwardani, pihak swasta sekaligus keponakan bupati Adi Triadi, serta Cory Erin Hardi dari PT Millenium Solusi Abadi.

Dalam pengembangan perkara, KPK juga menangkap lima pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Total terdapat 11 orang yang diamankan dalam rangkaian kasus tersebut.

2. Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby

Pada 30 Juni 2026, KPK menggelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Awalnya, penyidik mengamankan 10 orang, namun Bupati Suhardiman Amby belum termasuk di antaranya.

Tak lama berselang, Suhardiman bersama Sekretaris Daerah Zulkarnaen menyerahkan diri ke KPK.

Keduanya kemudian ditetapkan sebagai tersangka bersama Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant, Ardiles, dalam perkara dugaan suap jabatan dan gratifikasi terkait pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Kasus ini juga berkembang setelah KPK mendalami temuan amplop yang sempat diberikan Suhardiman kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai pertemuan di Kementerian Kehutanan. Raja Juli mengaku amplop tersebut langsung dikembalikan tanpa mengetahui isinya.

3. Bupati Langkat Syah Afandin

Pada 3 Juli 2026, KPK kembali menggelar OTT terhadap Bupati Langkat, Sumatera Utara, Syah Afandin alias Ondim.

Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama Yaqub Abdhal Al Mu'arif, pihak swasta yang juga merupakan tim suksesnya pada Pilkada 2024.

KPK menduga Afandin meminta fee proyek sebesar 10 hingga 17 persen kepada para rekanan yang mengerjakan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, khususnya di Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim).

4. Bupati Sukoharjo Etik Suryani

Kasus terbaru menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, yang ditangkap KPK dalam OTT di wilayah Soloraya, Jawa Tengah, pada Kamis (9/7/2026).

KPK menyebut perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan sebanyak lima orang diamankan dalam operasi tersebut, termasuk Etik Suryani.

"Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," ujar Budi Prasetyo.

Dalam OTT itu, KPK juga menyita barang bukti berupa logam mulia serta uang tunai dalam mata uang rupiah, dolar Australia, dan dolar Singapura dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Sesuai ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum seluruh pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.

Rekomendasi

Foto: Prabowo Resmikan Mobil Taktis Listrik 'Pandu' Maung MV3 Buatan Pindad | Pifa Net

Prabowo Resmikan Mobil Taktis Listrik 'Pandu' Maung MV3 Buatan Pindad

Nasional
| Kamis, 12 Juni 2025
Foto: Bea Cukai Kalbar Amankan  395 ribu Rokok Ilegal | Pifa Net

Bea Cukai Kalbar Amankan 395 ribu Rokok Ilegal

Pontianak
| Kamis, 23 Januari 2025
Foto: Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2025 | Pifa Net

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2025

China
| Selasa, 11 Februari 2025
Foto: Tampil Semakin Berkelas, Grand Filano Hybrid Hadir dengan Warna Baru | Pifa Net

Tampil Semakin Berkelas, Grand Filano Hybrid Hadir dengan Warna Baru

Indonesia
| Selasa, 14 Januari 2025
Foto: Pelaku Kasus Ledakan Senter Rakitan di Siantan Ternyata Tetangga Korban | Pifa Net

Pelaku Kasus Ledakan Senter Rakitan di Siantan Ternyata Tetangga Korban

Pontianak
| Sabtu, 1 Februari 2025
Foto: John Herdman Masuk Daftar Kandidat Pelatih Timnas Indonesia | Pifa Net

John Herdman Masuk Daftar Kandidat Pelatih Timnas Indonesia

Sports
| Selasa, 2 Desember 2025
Foto: Tanggapan PSSI atas Sanksi FIFA: Pembelajaran Penting untuk Suporter Indonesia | Pifa Net

Tanggapan PSSI atas Sanksi FIFA: Pembelajaran Penting untuk Suporter Indonesia

Indonesia
| Rabu, 14 Mei 2025
Foto: Kucing Juga Bisa Tularkan Rabies, Dokter Hewan di Pontianak Ingatkan Pentingnya Vaksin Rabies | Pifa Net

Kucing Juga Bisa Tularkan Rabies, Dokter Hewan di Pontianak Ingatkan Pentingnya Vaksin Rabies

Pontianak
| Selasa, 17 Juni 2025
Foto: Suami Kareena Kapoor Ditikam di Rumahnya, Kini Minta Privasi | Pifa Net

Suami Kareena Kapoor Ditikam di Rumahnya, Kini Minta Privasi

Jakarta
| Sabtu, 18 Januari 2025
Foto: Hotman Paris Dirawat di RS Mewah Singapura, Biaya Kamar Capai Rp 192 Juta per Malam | Pifa Net

Hotman Paris Dirawat di RS Mewah Singapura, Biaya Kamar Capai Rp 192 Juta per Malam

Singapura
| Jumat, 28 Februari 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Lisa BLACKPINK Syuting Film Internasional di Jabodetabek: Bekasi–Depok Jadi Latar Adegan | Pifa Net

Lisa BLACKPINK Syuting Film Internasional di Jabodetabek: Bekasi–Depok Jadi Latar Adegan

PIFA, Nasional - Penyanyi asal Korea Selatan, Lisa BLACKPINK, dikabarkan tengah menjalani proses syuting film internasional berjudul Extraction: Tygo di sejumlah lokasi di Jabodetabek, termasuk Kota Bekasi dan Kota Depok. Produksi film yang juga dibintangi aktor senior Ma Dong‑seok ini menarik perhatian besar karena melibatkan nama besar K‑Pop sekaligus mengangkat latar belakang kota‑kota di Indonesia sebagai bagian dari cerita.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa proses syuting film tersebut dimulai sejak 8 Desember 2025 dan direncanakan berlangsung hingga 30 Maret 2026. “Waktu (syuting mulai) 8 Desember 2025 sampai dengan 30 Maret 2026,” ujar Budi melalui keterangannya, sebagaimana dilansir detik.com. Selama periode itu, tim produksi menggelar pengambilan gambar di berbagai titik yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok.Sejumlah lokasi ikonik di Jakarta turut menjadi latar adegan, antara lain Kawasan Kota Tua, Kastil Batavia, Gedung CTC (Central Trading Company), Jembatan Baru, Muara Baru, serta Cikini Hospital. Budi merinci, “Tempat (syuting) Kota Tua, Kastil Batavia, Gedung CTC (Central Trading Company), Jembatan Baru, Muara Baru, Cikini Hospital, Bekasi dan Kota Depok,” demikian pernyataan resminya. Kombinasi bangunan bersejarah dan area perkotaan modern ini diharapkan memberi nuansa visual yang kuat bagi film berbahasa Inggris tersebut.Tak hanya Jakarta, produksi film juga merambah wilayah Jawa Barat dengan menjadikan Bekasi dan Depok sebagai bagian dari skema syuting. Kehadiran kru dan aktor asing di kedua kota itu sempat menimbulkan kehebohan di kalangan warga, terutama ketika penutupan atau rekayasa lalu lintas dilakukan untuk keperluan pengambilan gambar. Di beberapa titik, polisi setempat mengatur arus kendaraan agar proses syuting berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas warga secara berlebihan.​Seluruh kegiatan syuting ini dikonfirmasi telah mengantongi izin resmi dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Budi menjelaskan, “Perizinan dari Mabes Polri karena melibatkan WNA (warga negara asing) dan dua provinsi wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Polda Jabar.” Izin lintas provinsi ini diperlukan karena produksi film bergerak di wilayah hukum lebih dari satu kepolisian daerah, sekaligus melibatkan pihak asing sebagai pemeran utama.Produksi film Extraction: Tygo digarap oleh PT Asia Media Aliansi Group, yang menyiapkan skema syuting selama hampir empat bulan di sejumlah kota besar di Indonesia. Keberadaan Lisa BLACKPINK di setiap lokasi menjadi sorotan khusus, meski pihak pengelola objek wisata enggan memastikan secara detail kapan dan di mana sang idol tampil dalam adegan tertentu. “Iya betul, untuk tempat kita ini dijadikan sebagai lokasi syuting film (Tygo). Tapi kalau soal apakah Lisa, kemudian pemeran utama lainnya ada di sini, saya sendiri kurang begitu tahu ya,” kata Ikbal Kamal Pasya, pengelola objek wisata.Kehadiran film internasional yang dibintangi Lisa BLACKPINK di Bekasi, Depok, dan sejumlah kota lainnya dinilai dapat memberi dampak positif bagi pariwisata dan industri kreatif lokal. Selain menarik perhatian penggemar K‑Pop, lokasi‑lokasi yang muncul di layar lebar berpotensi menjadi destinasi baru bagi wisatawan yang ingin melihat langsung tempat di mana adegan film tersebut diambil. Dengan kombinasi figur global dan lanskap urban Indonesia, film ini diharapkan menjadi salah satu proyek yang memperkuat kolaborasi antara perfilman Korea dan industri kreatif Tanah Air.

Nasional
| Senin, 2 Februari 2026

Lokal

Foto: Muda Mahendrawan Tekankan untuk Utamakan Kebijakan yang Berpihak pada Masyarakat | Pifa Net

Muda Mahendrawan Tekankan untuk Utamakan Kebijakan yang Berpihak pada Masyarakat

PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, Muda Mahendrawan, menekankan komitmen kuat kepada setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kabupaten tersebut untuk terus mengedepankan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dalam peringatan HUT ke-16 Kubu Raya tahun ini. Pada upacara HUT ke-16 Kubu Raya yang digelar di halaman kantor Bupati Kubu Raya pada hari Senin, Bupati Muda mengingatkan semua ASN dan SKPD untuk memprioritaskan kebutuhan masyarakat di atas pembangunan infrastruktur pemerintahan seperti rumah dinas jabatan dan gedung DPRD. Bupati Muda menjelaskan bahwa penundaan pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan untuk mengalihkan anggaran ke sektor pelayanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur yang lebih mendasar. "Kami telah memfokuskan anggaran pada pembangunan Puskesmas, Pustu, Polindes, perbaikan sekolah-sekolah, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur di berbagai kampung. Dengan langkah ini, kami melihat kemajuan signifikan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kubu Raya yang mencapai 68,91," ujar Bupati Muda. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kubu Raya juga mencapai angka tinggi, yakni 5,48 persen, yang melampaui pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat secara keseluruhan. Hal ini mencerminkan kontribusi positif Kubu Raya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan IPM Kalimantan Barat. Bupati Muda juga menekankan pentingnya inovasi di era digital saat ini untuk mengatasi masalah pengangguran. Kubu Raya berhasil menjaga tingkat pengangguran yang rendah, sementara angka kemiskinan hanya sebesar 4,12 persen, yang merupakan yang terendah di Kalimantan Barat. "Pencapaian ini juga tercermin dalam penurunan angka stunting yang signifikan, dengan hanya 6,83 persen pada akhir tahun 2022 berdasarkan metode e-PPGBM. Kami telah berupaya keras untuk menerapkan inovasi di berbagai sektor, dan banyak daerah lain telah belajar dari Kubu Raya," ungkap Bupati Muda. Salah satu inovasi yang berhasil adalah penerapan sistem Cash Management System (CMS) non tunai di seluruh desa sejak tahun 2020, yang berhasil mengurangi penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Selain itu, sistem informasi berbasis geospasial yang diterapkan sejak tahun 2022 juga memberikan dampak positif pada pembangunan di Kubu Raya. Bupati Muda mengakhiri pidatonya dengan mengajak semua ASN dan SKPD untuk terus berfokus pada pelayanan masyarakat, menjadikan inovasi sebagai prioritas, dan mengaplikasikan pembelajaran dari Kubu Raya untuk kemajuan daerah lain. Dengan komitmen ini, Kubu Raya berharap dapat terus berkontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.

Kubu Raya
| Jumat, 15 September 2023

Lokal

Foto: Miliki Narkoba Jenis Sabu Seberat 5,26 Gram, Oknum PNS di Melawi Ditangkap | Pifa Net

Miliki Narkoba Jenis Sabu Seberat 5,26 Gram, Oknum PNS di Melawi Ditangkap

Berita Melawi, PIFA - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Melawi, ditangkap anggota Satuan Narkoba Polres Sintang, karena kedapatan membawa dan memiliki narkoba jenis sabu. “Totalnya barang bukti yang berhasil kami amankan dari tangan pelaku, sebanyak 5,26 gram sabu,” kata Kasat Narkoba Polres Sintang IPTU Aritonang, Kamis, (2/6/2022). Menurut IPTU Aritonang, penangkapan pelaku oknum PNS ini berawal dari penyidikan Satresnarkoba terhadap pelaku yang sedang berada di Jl. YC. Oevang Oeray, Kelurahan Baning, Sintang menggunakan kendaraan roda 2. “Saat kami lakukan penangkapan pelaku tidak biosa mengelak lagi karena kami menemukan barang bukti narkoba da di badannya,” terang IPTU Aritonang. Sampai saat ini, lanjut IPTU Aritonang, kami masih melakukan pendalaman terkait keterlibatan oknum PNS ini sebagai pengedar atau hanya pemakai barang haram ini. “Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 undang-undang momor 35 tentang narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun. Bersama pelaku kami juga mengamankan barang bukti sabu seberat 5,26 gram, satu unit handphone, dan 1 unit mobil,” tutup IPTU Aritonang. (ja)

Melawi
| Jumat, 3 Juni 2022
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5