Empat Tim Terakhir Lolos ke 16 Besar Liga Champions 2025/26 Lewat Playoff
Sports | Kamis, 26 Februari 2026
Liga Champions 2025/26. Istimewa
Sports | Kamis, 26 Februari 2026










Lifestyle

PIFA, Lifestyle - Ciri-ciri seorang introvert dan ekstrovert bisa bervariasi dari satu individu ke individu yang lain. Namun ada beberapa ciri umum yang dapat digunakan untuk membedakan keduanya. Ciri-ciri Introvert: Cenderung lebih tertutup dan memperhatikan dunia internal mereka sendiri. Lebih memilih untuk berbicara dengan satu atau dua orang yang dekat dengan mereka, daripada berbicara dengan banyak orang secara bersamaan. Merasa lelah dan terkadang tidak nyaman saat harus berinteraksi dengan orang banyak. Lebih memilih lingkungan yang tenang dan santai, daripada yang ramai dan energik. Cenderung berpikir sebelum bertindak atau berbicara, dan lebih memilih untuk mengamati dan memerhatikan daripada langsung beraksi. Sementara jebalikan dari introvert, berikut ciri-ciri orang ekstrovert: Cenderung lebih terbuka dan memperhatikan dunia luar mereka. Lebih suka berbicara dengan banyak orang secara bersamaan dan merasa senang dalam keramaian. Merasa energik dan terstimulasi saat berinteraksi dengan banyak orang. Lebih memilih lingkungan yang ramai dan energik, daripada yang tenang dan santai. Cenderung berbicara dan bertindak dengan impulsif, dan lebih memilih untuk langsung beraksi daripada memikirkan terlalu banyak hal sebelumnya. Penting untuk diingat bahwa introvert dan ekstrovert tidaklah mutlak, dan seseorang mungkin memiliki ciri-ciri dari kedua kepribadian tersebut. Kebanyakan orang memiliki campuran sifat-sifat introvert dan ekstrovert dalam kepribadiannya. Kepribadian adalah spektrum, dan individu mungkin berada di berbagai titik dalam spektrum tersebut. (hs)
Lokal

PIFA.CO.ID, LOKAL - Ritual buka mata naga mengawali Festival Cap Go Meh di Pontianak. Sebanyak 10 dari 39 replika naga yang terdaftar melakukan prosesi buka mata di Klenteng Kwan Tie Bio, Jalan Diponegoro, pada Senin (10/2/25).Ritual yang dimulai dari pukul 05.00 wib ini menjadi tontonan bagi masyarakat sekitar dan wisatawan asing.“Hari ini yang buka mata di Klenteng Kwan Tie Bio ada 10 ekor, disusul dengan 29 ekor. Jadi total naga yang hadir di panggung Jalan Diponegoro ada 39 ekor,” ungkap Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Hendry Pangestu Lim.Ritual naga buka mata ini merupakan syarat dan adat yang harus dipenuhi sebelum naga nantinya diarak mengelilingi Kota Pontianak. Tujuannya untuk memanggil roh-roh naga langit untuk masuk ke replika naga sehingga nantinya pada saat atraksi keliling kota terjaga keselamatannya dan warga sekitarnya.“Pembukaan mata naga tersebut meminta ijin restu pda leluhurnya sehingga ada penutup mata itu pada tanggal 13 Februari. Kalau yang buka mata pasti akan membakar naga,” ungkpanya.Setelah melakukan ritual buka mata, selanjutnya replika naga melakukan atraksi di sepanjang Jalan Diponegoro dan juga mengelilingi Kota Pontianak mengunjungi tempat-tempat usaha milik warga untuk memberikan keberuntungan.“Begitu selesai menjalankan ritual buka mata, naga-naga tersebut akan berkunjung ke donatur,” ujarnya.Setelah ritual buka mata, rangkaian acara Cap Go Meh Pontianak dilanjutkan dengan parade naga bersinar pada malam 12 Februari 2025. Sebanyak 39 naga akan memeriahkan malam, dimulai dari Jalan Patimura hingga melewati panggung utama di sekitar Ligo Mitra.“Terus rangkaian berikutnya yaitu pada tanggal 12 Februari kita ada karnaval naga. Startnya di depan Lampu Merah Patimura.Masuk ke sepanjang Gajah Mada, panggung utama ada di Ligo. Terus dilanjutkan pada tanggal 13, naga tutup mata,” pungkasnya.
Nasional

Berita Nasional, PIFA - Situasi global kian menyebabkan tekanan inflasi dan lonjakan harga komoditas global, terutama energi dan pangan yang juga berdampak pada perekonomian di tanah air. Menyikapi hal ini, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun meminta jajarannya untuk mengambil kebijakan dengan tepat dan berempati pada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4/2022), “(Harga) barang-barang kebutuhan pokok juga sudah mulai naik. Hati-hati, utamanya masalah ketersediaan pasokan dua hal tadi, pangan maupun energi, apalagi ini menjelang Lebaran. Oleh sebab itu, seluruh yang hadir di sini, anggota kabinet, kepada semua menteri, kepala lembaga, agar kebijakan yang diambil itu tepat. Sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pernyataan-pernyataan kita harus memiliki sense of crisis, harus sensitif terhadap kesulitan-kesulitan rakyat," ucap Jokowi. Presiden menerangkan bahwa angka inflasi di berbagai negara seperti di Amerika Serikat yang mencapai 7,9 persen, Uni Eropa 7,5 persen, hingga Turki di angka 54 persen. Hal ini pun turut memberikan dampak dalam naiknya harga energi, seperti bahan bakar minyak (BBM) di tanah air. Untuk itu, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk selalu waspada dan memantau kenaikan harga, utamanya di sektor pangan dan energi. “Saya kira situasinya memang tidak memungkinkan. Enggak mungkin kita tidak menaikkan yang namanya BBM, enggak mungkin. Oleh sebab itu, kemarin naik (harga) Pertamax. Oleh sebab itu, kewaspadaan yang tinggi ini harus setiap hari, setiap minggu harus dihitung terus bagaimana harga gas dan terutama memang, selain harga energi, dan juga harga pangan. Dua hal ini yang menjadi sangat penting untuk terus kita waspadai bersama, dan harus selalu dirapatkan, dikonsolidasikan agar tidak keliru dalam mengambil keputusan,” jelasnya. Kemudian, Presiden juga meminta jajarannya untuk bekerja secara detail dan bisa menyampaikan kebijakan-kebijakan yang diambil kepada masyarakat. “Sekali lagi, merumuskan kebijakan yang tepat, melakukan langkah-langkah dan kepemimpinan yang cepat di lapangan, dan memberikan sekali lagi pernyataan yang sangat berempati kepada rakyat,” tegas dia. Menutup arahannya, Presiden Jokowi juga mengingatkan kembali agar seluruh jajarannya bisa menyampaikan langkah-langkah yang diambil pemerintah kepada rakyat. Selain itu, Presiden juga meminta jajarannya untuk fokus bekerja dalam menangani kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapi. “Sekali lagi, jelaskan situasi global yang sedang sangat sulit. Sampaikan dengan bahasa rakyat dan langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah itu apa dalam menghadapi krisis dan kenaikan inflasi. Dan jangan menimbulkan polemik di masyarakat. Fokus pada bekerja dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan, ndak,” tutupnya. (yd)