Febrie Adriansyah Rampung Diperiksa 11 Jam, Tak Ditahan Kejagung. CNN Indonesia

Febrie Adriansyah Rampung Diperiksa 11 Jam, Tak Ditahan Kejagung. CNN Indonesia

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalFebrie Adriansyah Rampung Diperiksa 11 Jam, Tak Ditahan Kejagung

Febrie Adriansyah Rampung Diperiksa 11 Jam, Tak Ditahan Kejagung

Nasional | Sabtu, 18 Juli 2026

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah merampungkan pemeriksaan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait PT Asabri.

Kuasa hukum Febrie, Hotman Paris Hutapea, mengatakan kliennya menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB. Selama hampir 11 jam pemeriksaan, penyidik mengajukan 18 pertanyaan.

"Hari ini sudah di-BAP tadi dari jam sembilan sampai baru selesai. Ada 18 pertanyaan. 18 pertanyaannya sudah dijawab dengan baik," kata Hotman dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (17/7).

Hotman menjelaskan pemeriksaan kali ini hanya berkaitan dengan perkara dugaan korupsi PT Asabri. Menurutnya, penyidik belum mendalami dua perkara lain yang juga menyeret nama Febrie, yakni dugaan korupsi di PT Krakatau Steel dan pengadaan batu bara untuk PLTU.

Ia juga menyampaikan bahwa penyidik memutuskan tidak melakukan penahanan terhadap kliennya usai pemeriksaan.

"Kesimpulannya tidak ada penahanan. Diperiksa sebagai tersangka dan tidak ada penahanan hari ini. Hari ini hanya sebatas kepada kasus PT Asabri," ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan keputusan mengenai penahanan sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik.

"Itu semua kewenangan penyidik yang mempunyai pertimbangan," kata Anang.

Sebelumnya, Kejagung menerbitkan tiga surat perintah penyidikan (Sprindik) baru terkait dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU yang menjerat Febrie Adriansyah. Menurut Anang, penerbitan Sprindik tersebut merupakan tindak lanjut atas pengalihan penanganan perkara dari kepolisian.

Tiga perkara yang disidik meliputi dugaan korupsi dan TPPU terkait PT Krakatau Steel, pengadaan batu bara PLTU untuk PLN yang mengakibatkan pemadaman listrik (blackout), serta perkara PT Asabri.

Dalam kasus tersebut, penyidik menetapkan dua tersangka, yakni Febrie Adriansyah dan Don Ritto dari pihak swasta.

Don Ritto diduga melakukan tindak pidana pencucian uang yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi. Sementara Febrie diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi dan/atau TPPU dalam proses penanganan hukum terhadap oknum penyelenggara negara pada perkara PT Asabri maupun perkara dugaan korupsi lainnya.

Rekomendasi

Foto: MU Gagal Menang di Old Trafford, Ditahan West Ham 1-1 | Pifa Net

MU Gagal Menang di Old Trafford, Ditahan West Ham 1-1

Sports
| Jumat, 5 Desember 2025
Foto: 5 Aplikasi Penunjang Ibadah Selama Ramadhan | Pifa Net

5 Aplikasi Penunjang Ibadah Selama Ramadhan

Indonesia
| Sabtu, 15 Februari 2025
Foto: Partai Perorangan Dinilai Untungkan PSI dan Jokowi | Pifa Net

Partai Perorangan Dinilai Untungkan PSI dan Jokowi

Indonesia
| Selasa, 11 Maret 2025
Foto: Petugas Damkar di Sintang Bantu Siswa jadi Wali Murid Ambil Amplop Kelulusan | Pifa Net

Petugas Damkar di Sintang Bantu Siswa jadi Wali Murid Ambil Amplop Kelulusan

Sintang
| Selasa, 6 Mei 2025
Foto: Gol Tunggal Uilliam Barros Bawa Persib Taklukkan Persebaya di GBLA | Pifa Net

Gol Tunggal Uilliam Barros Bawa Persib Taklukkan Persebaya di GBLA

Sports
| Sabtu, 13 September 2025
Foto: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di Era Patrick Kluivert dan Denny Landzaat | Pifa Net

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di Era Patrick Kluivert dan Denny Landzaat

Indonesia
| Minggu, 19 Januari 2025
Foto: Nottingham Forest Capai Kesepakatan Pinjam Douglas Luiz dari Juventus | Pifa Net

Nottingham Forest Capai Kesepakatan Pinjam Douglas Luiz dari Juventus

Sports
| Kamis, 21 Agustus 2025
Foto: Gemar Makan Ikan, Hati-hati Ini 5 Ikan dengan Kandungan Merkuri Tinggi yang Perlu Diwaspadai | Pifa Net

Gemar Makan Ikan, Hati-hati Ini 5 Ikan dengan Kandungan Merkuri Tinggi yang Perlu Diwaspadai

Indonesia
| Rabu, 19 Maret 2025
Foto: Raline Shah Jadi Stafsus Menteri Komdigi, Apa  Tugasnya? | Pifa Net

Raline Shah Jadi Stafsus Menteri Komdigi, Apa Tugasnya?

Indonesia
| Senin, 13 Januari 2025
Foto: Hindari Cedera, Ini 5 Kesalahan Umum Pemula Saat Mulai Latihan di Gym | Pifa Net

Hindari Cedera, Ini 5 Kesalahan Umum Pemula Saat Mulai Latihan di Gym

Indonesia
| Senin, 14 April 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Hasil Survei LSI: Program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Dapat Respons Positif | Pifa Net

Hasil Survei LSI: Program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran Dapat Respons Positif

PIFA, Politika - Survei LSI Denny JA tentang 100 hari kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat respons paling positif dari masyarakat, dengan skor 8,4 dari skala 1-9. Survei ini dilakukan pada 20 Desember 2024 hingga 20 Januari 2025.Peneliti LSI, Ardian Sopa, menyebutkan tiga alasan utama program ini diapresiasi."Pertama mengurangi angka stunting dan malnutrisi yang menjadi masalah kronis di Indonesia," katanya dalam konferensi pers, Jumat (24/1).Alasan kedua, MBG dinilai mendukung pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan permintaan produk pangan lokal, sehingga lebih banyak produk terserap."Kemudian, alasan positif ketiga, meningkatkan kualitas generasi mendatang dengan kesehatan yang lebih baik," tambahnya.Selain MBG, program lain yang mendapat respons positif adalah rehabilitasi dan renovasi sekolah (skor 8,0), swasembada pangan (7,8), peningkatan kesejahteraan guru (7,8), kenaikan upah minimum nasional (7,8), keanggotaan Indonesia dalam BRICS (7,8), transisi energi hijau (7,7), pemberantasan judi online (7,3), dan penurunan harga tiket transportasi publik (7,2).Presiden Prabowo sebelumnya menargetkan seluruh siswa di Indonesia menerima manfaat MBG pada akhir 2025."Akhir 2025 target kita adalah semua anak-anak Indonesia bisa dapat makan bergizi gratis," ujar Prabowo di Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (22/1). Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program ini telah melayani 650 ribu anak di 31 provinsi.

Nasional
| Sabtu, 25 Januari 2025

Lokal

Foto: Pemprov Kalbar Jamin Stok Kebutuhan Pokok Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H | Pifa Net

Pemprov Kalbar Jamin Stok Kebutuhan Pokok Aman Jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H

Pemerintah Jamin Stok Kebutuhan Pokok dan Keamanan Hari Raya Idul Fitri 1443  Berira Kalbar, PIFA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan kebutuhan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M dipastikan aman dan cukup. "Alhamdulillah, ketersediaan dan distribusi kebutuhan bahan pokok lancar. Diharapkan tidak ada gejolak harga, kecuali minyak goreng yang harganya masih tinggi, tetapi barangnya tersedia. Untuk jenis lainnya saya rasa tidak ada masalah," ungkap Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Kepolisian Terpusat "Ketupat Kapuas 2022" di Mapolda Kalbar, Rabu (20/4/2022). Untuk menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi gejolak jelang Hari Raya Idul Fitri, tim dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan turun ke pasar-pasar tradisional untuk melakukan pengawasan.  Sedangkan untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri, H. Sutarmidji telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan Shalat Ied di berbagai lapangan terbuka yang tersebar di Kota Pontianak demi menjaga protokol kesehatan. "Kami akan menyiapkan banyak tempat dengan lapangan terbuka supaya tetap bisa menjaga protokol kesehatan, seperti di Lapangan Kantor Gubernur, Lapangan Masjid Raya Mujahidin. Saya juga sudah meminta Wali Kota Pontianak untuk menyediakan tempat Shalat Idul Fitri di depan Kantor Wali Kota. Jadi harus dipecah sebanyak mungkin supaya tidak terjadi kepadatan," ujar Gubernur Kalbar. Selama merayakan Idul Fitri, masyarakat diminta untuk tetap menjaga protokol kesehatan agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 pasca Hari Raya Idul Fitri. "Semoga kasus COVID-19 di Kalbar tidak meningkat saat hari H dan setelah Idul Fitri. Sehingga, masyarakat bisa khusyuk dan nyaman menikmati silaturahmi setelah 2 tahun terhambat. Kemudian, tetap menjaga protokol kesehatan, terutama jangan sampai melepas masker. Walaupun tingkat penularan COVID-19 sudah sangat menurun, tetapi jangan lengah karena ini adalah virus dimana tidak ada pembatasan penularan ketika seseorang terjangkit. Berbeda dengan penyebaran penyakit lain yang bukan disebabkan oleh virus Corona. Pemahaman ini yang harus disampaikan kepada seluruh masyarakat, serta memberikan rasa aman dan nyaman. Pemerintah tidak akan mengurangi kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan atau menikmati Hari Raya Idul Fitri. Jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pemda setempat, Satuan Polisi Pamong Praja, akan disiagakan dan berkoordinasi dengan unsur keamanan lainnya, yaitu TNI-Polri," jelas H. Sutarmidji. Sementara itu, Kapolda Kalbar menjelaskan pengamanan jelang Hari Raya Idul Fitri akan menurunkan 800 personil dari jajaran Polda Kalbar dan ratusan personil lainnya dari setiap Polres yang ada di Kalbar, personil TNI, dan pos pengamanan, guna mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri. "Untuk Pos Pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, masih dalam tahap rapat koordinasi untuk menentukan jumlah pos. Sebanyak 800 personel dari Polda Kalbar akan dilibatkan, belum termasuk personil TNI dan pemda. Personil dari polres-polres yang ada di Kalbar juga akan dikerahkan. Mereka akan mengkaver beberapa titik, seperti tempat keramaian (mall dan pusat perbelanjaan lainnya), kemudian permukiman yang ditinggal mudik oleh pemiliknya," ujar Irjen Pol. Drs. Suryanbodo Asmoro, M.M. Beberapa tempat akan menjadi titik sentral pengawasan karena tingginya mobilitas masyarakat, diantaranya terminal keberangkatan dan kedatangan Bandara Supadio, Pelabuhan Dwikora Pontianak, pelabuhan sungai, dan terminal darat. (rs)

Kalbar
| Kamis, 21 April 2022

Lokal

Foto: Buron Nyaris Dua Bulan, Pelaku Pembunuhan di Suwignyo Tewas Ditembak | Pifa Net

Buron Nyaris Dua Bulan, Pelaku Pembunuhan di Suwignyo Tewas Ditembak

PIFA, Lokal - Pelaku pembunuhan terhadap Hendri Rinandi, warga Kota Pontianak di Jalan Suwignyo, pada 29 Januari 2023 lalu, akhirnya diringkus. Satu dari kedua pelaku tewas, setelah ditembak karena melawan petugas. Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Adhe Hariadi menerangkan, komplotan pelaku ini berjumlah dua orang. Masing-masing berinisial MI dan AL. Keduanya ditangkap di Kabupaten Sambas. "Tepatnya di wilayah hukum Polsek Sajingan pada Jumat (25/3/2023) setelah pencarian selama 56 hari," katanya, dalam pers rilis di Mapolresta Pontianak, Sabtu (25/3/2023) sore.  Adhe menerangkan, usai pembunuhan dan identitas terungkap, kedua tersangka berupaya kabur dengan cara berpindah-pindah daerah. Bahkan hingga ke Malaysia. "Pindah-pindah. Dari Sanggau, Sintang dan sempat masuk ke Malaysia melalui PLBN Badau, Kapuas Hulu,” katanya. Setelah ditangkap dan akan digiring menuju ke tempat pembuangan barang bukti, kedua tersangka melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Sehingga terpaksa diambil tindakan tegas dan terukur.  "Keduanya ditembak kakinya. Satu orang tersangka berinisial MI meninggal dunia di rumah sakit karena pendarahan, tersangka AL masih dirawata,” ungkap Adhe.  Dua pelaku ini, nekat menghabisi nyawa korban diduga karena sakit hati. Pelaku merasa tak terima diteriaki oleh korban saat mereka pulang berboncengan menggunakan sepeda motor. “Saat di simpang gang, Jalan Suwignyo, kedua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di depan korban, dan membuat korban marah lalu berteriak “Woy,” ungkap Adhe. Teriakan korban inilah menyulut emosi tersangka AL. Dia langsung turun dari sepeda motor dan mengeluarkan senjata tajam jenis celurit. Korban sempat berusaha kabur. Namun tersangka MI dapat mengejarnya. “Pelaku AL lalu mengayunkan celurit ke tubuh korban berkali-kali,” terangnya. Dengan kondisi yang sudah bersimbah darah akibat lima luka bacokan, korban Hendri berusaha lari dan meminta pertolongan. “Hendri korban itu sempat dilarikan ke rumah sakit namun tak tertolong,” kata Adhe. Setelah kejadian itu, dua pelaku tersebut kabur. Upaya pencarian berjalan panjang. Polisi butuh waktu nyaris dua bulan baru dapat membekuk keduanya. (ap)

Pontianak
| Minggu, 26 Maret 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5