Galaxy S26 Dirumorkan Punya Fitur Pesan via Satelit, Siap Dipakai di Area Tanpa Sinyal
Teknologi | Kamis, 29 Januari 2026
PIFA, Tekno - Samsung dikabarkan bakal membawa lompatan baru pada lini ponsel premiumnya melalui seri Galaxy S26. Jajaran ponsel pintar yang diperkirakan meluncur bulan depan itu disebut-sebut akan dibekali dukungan komunikasi satelit, sehingga memungkinkan pengguna tetap berkirim pesan meski berada di wilayah tanpa jangkauan jaringan seluler.
Menurut siaran GSM Arena pada Rabu (28/1), keberadaan fitur tersebut terungkap setelah tiga model Galaxy S26 muncul dalam basis data Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (Federal Communications Commission/FCC). Model yang tercantum meliputi Galaxy S26, Galaxy S26+, dan Galaxy S26 Ultra untuk pasar Amerika Serikat.
Dokumen FCC menunjukkan bahwa ketiga perangkat tersebut mendukung teknologi Supplemental Coverage from Space (SCS) dan Non-Terrestrial Network (NTN). Dukungan ini mengindikasikan kemampuan ponsel untuk terhubung langsung ke jaringan komunikasi satelit.
Dengan teknologi tersebut, pengguna Galaxy S26 nantinya dapat mengirim dan menerima pesan teks di area terpencil atau lokasi darurat yang tidak terjangkau sinyal seluler. Meski demikian, fitur komunikasi satelit ini disebut kemungkinan hanya tersedia di wilayah tertentu, bergantung pada dukungan operator dan regulasi setempat.
Selain kemampuan satelit, dokumen FCC juga mengungkap spesifikasi konektivitas lain yang dibenamkan Samsung pada seri Galaxy S26. Ponsel ini dilaporkan mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth Low Energy (LE), Near Field Communication (NFC), serta Ultra Wideband (UWB), yang menegaskan posisinya sebagai perangkat flagship dengan teknologi terkini.
Sebelumnya, beredar pula laporan bahwa Samsung berpotensi menggandeng Skylo untuk menghadirkan layanan panggilan dan pesan berbasis satelit. Kerja sama tersebut dikaitkan dengan penggunaan Exynos Modem 5410 yang disebut mendukung konektivitas satelit.
Jika kabar ini terbukti, Galaxy S26 berpeluang menjadi salah satu ponsel Samsung pertama yang menghadirkan komunikasi satelit secara luas, mengikuti tren industri ponsel global yang mulai mengintegrasikan fitur tersebut sebagai solusi komunikasi darurat dan penggunaan di wilayah minim infrastruktur.




















