Gelar Akad Nikah Ulang, Rizki Febrian dan Mahalini Sah sebagai Suami Istri
Jakarta | Sabtu, 4 Januari 2025
Momen seusai akad nikah ulang pasangan selebriti Rizky Febian dan Mahalini. (Dok. Istimewa)
Jakarta | Sabtu, 4 Januari 2025
Lokal
PIFA, Lokal – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan hadir di Rapat Terbuka Senat Wisuda Sarjana dan Magister XIX Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP-PGRI) Pontianak di The Q Hall Qubu Resort, Sungai Raya, pada hari Rabu (4/10). Bupati Muda memberikan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Bupati Muda turut mengapresiasi kiprah IKIP PGRI Pontianak. Dia menyebutkan bahwa karakteristik IKIP PGRI adalah menjadi bagian dari negara yang berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan guru. “Sekaligus untuk memperkuat talenta dan kemampuan yang bisa dilakukan. Meskipun tidak menjadi guru, tapi mampu menghadirkan ilmu dan kebermanfaatan yang luas di masyarakat,” kata Muda. Pada kesempatan tersebut, Muda menekankan pentingnya memperkuat bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu. Bahkan jika seseorang tidak menjadi guru, mereka tetap dapat berkontribusi dengan menyebarkan pengetahuan dan manfaat luas kepada masyarakat. Muda juga mengingatkan wisudawan dan wisudawati bahwa pencapaian mereka tidak akan sia-sia. Dia percaya bahwa alumni IKIP PGRI tidak akan menjadi beban bagi negara, melainkan akan menjadi sumber daya yang berharga bagi Indonesia. Dia menekankan perlunya mempertahankan gagasan, pemikiran, dan bakat mereka, serta menjunjung tinggi tanggung jawab. Sebagai sarjana, Muda berpendapat bahwa tanggung jawab harus dikedepankan. Mereka yang memiliki pengetahuan yang tinggi juga memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan dampak yang positif dan terukur pada masyarakat. Dampak yang dihasilkan oleh para alumni akan menjadi tolok ukur sejauh mana IKIP PGRI mampu menghasilkan sarjana yang berkualitas. (yd)
Internasional
PIFA, Internasional - Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan kesiapannya untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Gaza guna memantau dan menjaga gencatan senjata antara Palestina dan Israel. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri pertemuan International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue Ke-21 di Singapura pada Sabtu lalu. "Kami (Indonesia) siap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian untuk memberikan perlindungan dan keamanan kepada semua pihak," ujar Prabowo. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian di Gaza serta mendukung terjadinya gencatan senjata antara Palestina dan Israel. Selain mengirim pasukan perdamaian, Prabowo juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan tenaga medis guna mengoperasikan rumah sakit lapangan di Gaza, dengan persetujuan dari kedua belah pihak yang terlibat dalam konflik. "Indonesia juga sangat bersedia mengevakuasi dan merawat warga sipil Palestina yang terluka serta membutuhkan perawatan di rumah sakit lapangan," tambahnya. Presiden RI Joko Widodo, lanjut Prabowo, telah menginstruksikan dirinya untuk mengevakuasi, menerima, dan merawat sekitar 1.000 pasien yang memerlukan perawatan medis dalam waktu dekat. Dalam forum internasional tersebut, Prabowo mengimbau seluruh pihak untuk bekerja sama mewujudkan gencatan senjata permanen dan perdamaian yang komprehensif antara Palestina dan Israel. Ia menekankan pentingnya peran Indonesia, sebagai negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia, dalam mendukung solusi dua negara (two-state solution) guna mengatasi konflik yang telah berlangsung lama tersebut. "Konflik di Gaza menjadi penting karena Indonesia menjadi bagian dari negara dengan pemeluk umat Muslim terbesar di dunia, meskipun konflik tersebut berada di Gaza, Timur Tengah, bukan Asia Tenggara," jelas Prabowo. Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia memahami bahwa konflik di Gaza merupakan permasalahan yang memiliki riwayat panjang dan telah berlangsung lama, sehingga perlu solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Lokal
PIFA.CO.ID, LOKAL - Kementerian Kesehatan RI mendukung pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan anggaran lebih dari Rp170 miliar. Dana tersebut mencakup Rp150 miliar untuk pembangunan fisik dan sarana, serta Rp20 miliar untuk pengadaan alat kesehatan.Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, menyebutkan RSUD ini ditargetkan rampung pada 2026 dan diharapkan naik status dari tipe D ke tipe C, memungkinkan layanan kesehatan lebih lengkap dengan tambahan tenaga medis, termasuk dokter spesialis.Menteri Kesehatan RI, Budi Gundi Sadikin, menegaskan pembangunan RSUD ini merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah tertinggal. Program ini mencakup pembangunan 66 rumah sakit di seluruh Indonesia.Pembangunan RSUD Rasau Jaya diharapkan memberi dampak besar bagi masyarakat sekitar dengan fasilitas kesehatan yang lebih memadai, mendukung pemerataan layanan kesehatan di wilayah terpencil. (ad)