Gol Sesko Antar MU Kembali ke Empat Besar Usai Tekuk Everton 1-0
Sport | Selasa, 24 Februari 2026
Sesko. (Premierluage)
Sport | Selasa, 24 Februari 2026










Lokal

PIFA, Lokal - Wakil Bupati Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat, S.T., menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Solusi dan Strategis Kontemporer Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan PA, KPA, PPK, PPTK dan POKJA Pemilihan dalam Penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa, pada Kamis (8/4/2024). Menurut Wahyudi, Bimtek menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir risiko penyelewengan dalam pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintah. Bimtek tersebut bertujuan sebagai pembinaan terhadap pelaku pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. "Ini penting sekali diadakan agar tidak terjadi penyelewengan terhadap pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah," ujar Wahyudi dalam sambutannya. Wakil Bupati menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan dalam Bimtek ini untuk tidak hanya memperdalam wawasan tetapi juga meng-update ketentuan yang ada dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Wahyudi berharap, dengan adanya pemahaman yang lebih mendalam dan terkini, penyelewengan dalam pengadaan barang/jasa dapat diminimalisir, sehingga dapat lebih menjamin efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran negara. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai stakeholder terkait, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan, dan lain-lain yang terlibat langsung dalam proses pengadaan di pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu. Harapan besar tersemat agar kegiatan ini dapat memberikan solusi yang efektif serta strategi yang kontemporer dalam pengadaan barang dan jasa, yang selama ini dikenal rawan akan penyelewengan. (yd)
Lokal

Pontianak-Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalbar mendorong penguatan fungsi DPD-RI dihari ulang tahunnya yang ke-17. Yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Pontianak, Kamis (30/09/2021) Ketua DPD GMNI Kalbar M. Ulil Azmi mengatakan bahwa upaya penguatan DPD-RI secara kelembagaan dalam sistem bikameral "di Hut DPD-RI yang ke 17 ini kami mendorong penguatan DPD-RI sebagai bentuk partisipasi serta percepatan pembangunan di daerah-daerah, amendemen juga harus menjadi momentum penguatan kelembagaan DPD RI sebagai lembaga perwakilan dalam sistem bikameral" imbuhnya. Selain itu, Ulil juga menyampaikan bahwa DPD harus mempunyai peranan & kewenangan lebih agar dapat menyuarakan persoalan-persoalan di daerah "Kami semua menilai DPD-RI harus diperkuat secara fungsi dan kewenangannya sehingga lembaga tersebut mempunyai instrumen yang kuat untuk menyuarakan persoalan-persoalan yang ada di daerah" tutupnya
Lifestyle

PIFA, Lifestyle - Menangis karena luapan emosi seperti kesedihan, kehilangan, atau konflik ternyata baik bagi kesehatan mental. Tindakan ini membantu tubuh menjadi lebih rileks dan menjaga keseimbangan emosional. “Menangis itu seperti membersihkan lemari emosi. Kalau dipendam terus, isinya menumpuk dan terasa berat. Membiarkan diri menangis sesekali membantumu merasa seimbang dan manusiawi,” kata psikoterapis Serene Lee, pendiri pusat konseling ICCT.sg, dikutip dari Channel News Asia, Jumat. Secara fisik, Lee menjelaskan bahwa menangis membantu melepaskan hormon stres seperti kortisol dan prolaktin melalui air mata, sehingga berfungsi sebagai “katup tekanan” untuk mengurangi perasaan tertekan seperti kesedihan atau frustrasi. Menangis juga bisa menjadi bentuk ekspresi syukur, kelegaan, dan ikatan batin yang mendalam. Sementara itu, Direktur Klinis Psikoterapi dan Konseling di Sekolah Psikologi Positif, Dr. Alla Demutska, menuturkan bahwa perempuan cenderung lebih sering menangis dibanding laki-laki. Namun, perbedaan ini bukan disebabkan faktor biologis, melainkan norma sosial tentang ekspresi emosi. “Banyak perempuan khawatir dianggap ‘terlalu emosional’, sementara pria diajari bahwa menangis berarti lemah. Padahal, menangis adalah respons alami manusia dan bukan tanda kelemahan,” ujar Demutska. Ia menambahkan, menangis menjadi tidak sehat jika terjadi terlalu sering hingga mengganggu aktivitas sehari-hari atau disertai keinginan menyakiti diri. Kondisi tersebut bisa mengindikasikan depresi, trauma, atau gangguan duka berkepanjangan. “Menangis tanpa mengetahui alasannya, berulang kali, bisa menunjukkan kesulitan memahami emosi. Sebaliknya, tidak pernah menangis sama sekali juga mengkhawatirkan karena dapat mengindikasikan mati rasa atau penghindaran emosional,” kata Demutska.