Golkar Ikut Dukung Usulan KPK Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol Dua Periode. Antara

Golkar Ikut Dukung Usulan KPK Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol Dua Periode. Antara

Berandascoped-by-BerandaPolitikscoped-by-PolitikGolkar Ikut Dukung Usulan KPK Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol Dua Periode

Golkar Ikut Dukung Usulan KPK Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol Dua Periode

Politik | Jumat, 24 April 2026

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menyatakan dukungan terhadap usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membatasi masa jabatan ketua umum partai politik maksimal dua periode dalam revisi Undang-Undang Partai Politik.

Ketua DPP Golkar, Yahya Zaini, menilai pembatasan tersebut penting guna menjaga sirkulasi kepemimpinan tetap sehat di internal partai.

"Jadi saya setuju jika masa jabatan ketua umum parpol dibatasi hanya dua periode. Dan bagi Golkar hal itu sudah biasa," ujar Yahya, Jumat (24/4).

Ia menjelaskan, dalam praktiknya Golkar memang telah menerapkan pembatasan masa jabatan ketua umum hanya dua periode. Karena itu, usulan KPK dinilai tidak menjadi hal baru bagi partainya.

Menurut Yahya, pembatasan masa jabatan juga diperlukan agar kekuatan partai tidak bertumpu pada satu figur saja, sekaligus mendorong proses kaderisasi dan regenerasi yang lebih baik.

Ia menambahkan, dominasi pemilih dari kalangan milenial dan generasi Z pada Pemilu 2029 yang diperkirakan mencapai 60–70 persen menjadi alasan pentingnya pembaruan kepemimpinan partai.

"Jadi peremajaan ketua-ketua umum partai menjadi niscaya. Namun pada akhirnya tergantung pada kesepakatan partai-partai politik pada waktu pembahasan perubahan UU politik, khususnya perubahan UU Partai Politik," katanya.

Dukungan serupa sebelumnya juga disampaikan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bahkan telah lebih dulu menerapkan pembatasan masa jabatan dalam aturan internal partai.

Meski demikian, mayoritas partai politik di DPR masih menolak usulan tersebut. Salah satunya disampaikan oleh anggota Komisi II DPR dari PKB, Muhammad Khozin, yang menilai usulan KPK tidak memiliki dasar hukum dan bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi.

Diketahui, usulan pembatasan masa jabatan ketua umum merupakan bagian dari 16 rekomendasi KPK dalam laporan Direktorat Monitoring tahun 2025. Selain itu, KPK juga mendorong perbaikan sistem kaderisasi, mekanisme pencalonan, hingga tata kelola keuangan partai politik.

Rekomendasi

Foto: Microsoft Percepat Pengembangan AI, Siap Saingi OpenAI | Pifa Net

Microsoft Percepat Pengembangan AI, Siap Saingi OpenAI

Amerika Serikat
| Sabtu, 8 Maret 2025
Foto: Musisi Gustiwiw Meninggal Dunia di Penginapan Kawasan Lembang, Ini Penyebabnya | Pifa Net

Musisi Gustiwiw Meninggal Dunia di Penginapan Kawasan Lembang, Ini Penyebabnya

Pifabiz
| Senin, 16 Juni 2025
Foto: Legenda Italia, Cassano: Milan dan Juventus Tak akan Mampu Gaji Rashford | Pifa Net

Legenda Italia, Cassano: Milan dan Juventus Tak akan Mampu Gaji Rashford

Italia
| Jumat, 10 Januari 2025
Foto: Barcelona Resmi Gaet Marcus Rashford, Joan Laporta Pastikan Gagal Dapatkan Luis Diaz | Pifa Net

Barcelona Resmi Gaet Marcus Rashford, Joan Laporta Pastikan Gagal Dapatkan Luis Diaz

Sports
| Jumat, 25 Juli 2025
Foto: Calvin Verdonk Optimis Indonesia Kalahkan Bahrain di GBK | Pifa Net

Calvin Verdonk Optimis Indonesia Kalahkan Bahrain di GBK

Indonesia
| Minggu, 23 Maret 2025
Foto: Satresnarkoba Polresta Pontianak Amankan Dua Pria Bawa Sabu | Pifa Net

Satresnarkoba Polresta Pontianak Amankan Dua Pria Bawa Sabu

Pontianak
| Selasa, 11 Maret 2025
Foto: Singgung Genosida Palestina, Drakor When the Phone Rings Banjir Hujatan | Pifa Net

Singgung Genosida Palestina, Drakor When the Phone Rings Banjir Hujatan

Palestina
| Senin, 6 Januari 2025
Foto: Sinopsis The Potato Lab: Drama Comeback Kang Tae Oh yang Dinanti Penggemar | Pifa Net

Sinopsis The Potato Lab: Drama Comeback Kang Tae Oh yang Dinanti Penggemar

Indonesia
| Selasa, 4 Maret 2025
Foto: Persija Tekuk Dewa United 3-1, Kembali ke Puncak Klasemen Super League | Pifa Net

Persija Tekuk Dewa United 3-1, Kembali ke Puncak Klasemen Super League

Sports
| Jumat, 29 Agustus 2025
Foto: 7 Negara yang Bakal Susah Lolos Piala Dunia, Bahkan Sampai Kiamat | Pifa Net

7 Negara yang Bakal Susah Lolos Piala Dunia, Bahkan Sampai Kiamat

Dunia
| Sabtu, 8 Maret 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Bareskrim Polri Selidiki Video Wanita Tanpa Busana yang Meludahi Al Quran dan Ucapkan Kata Kasar | Pifa Net

Bareskrim Polri Selidiki Video Wanita Tanpa Busana yang Meludahi Al Quran dan Ucapkan Kata Kasar

PIFA, Nasional - Bareskrim Polri tengah menyelidiki beredarnya video seorang wanita tanpa busana yang meludahi Al Quran dan melafalkan ayat suci dengan diselipkan kata-kata kasar. Video tersebut memicu kegaduhan dan kecaman luas di media sosial. Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Rizki Agung Prakoso, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap identitas wanita dalam video tersebut. “Sedang kami profiling (wanita tersebut),” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (21/11). Video itu diketahui beredar di platform X dan diunggah salah satunya oleh akun @dhemit_is_back. Dalam rekaman tersebut, wanita itu terlihat mengenakan kerudung hitam tetapi dalam kondisi tanpa busana. Ia tampak memegang Al Quran, kemudian meludahinya sambil mengucapkan, “Ini tuh barang sok suci ya.” Tak berhenti di situ, wanita tersebut kemudian melantunkan beberapa ayat Al Quran namun menyelipkan kata-kata vulgar yang merujuk pada alat kelamin laki-laki dan perempuan. Aksi tersebut langsung menuai reaksi keras warganet. Unggahan tersebut juga menandai akun resmi kepolisian di X dengan kalimat: “Hallo @CCICPolri mohon atensinya terutama wilayah Jawa Timur, kalau kami spill takut massa yang bergerak.” Hingga kini, polisi masih mendalami lokasi, motif, serta keberadaan wanita tersebut. Bareskrim Polri meminta masyarakat tidak ikut menyebarluaskan video itu untuk menghindari pelanggaran UU ITE dan potensi provokasi yang lebih luas.

Nasional
| Rabu, 26 November 2025

Lokal

Foto: Paguyuban TUKS dan Tersus Kalbar Terbentuk, Widodo Terpilih Ketua secara Aklamasi | Pifa Net

Paguyuban TUKS dan Tersus Kalbar Terbentuk, Widodo Terpilih Ketua secara Aklamasi

Berita Kalbar, PIFA – Pengusaha pelabuhan membentuk paguyuban Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (TERSUS) di Pontianak Kalbar. Selasa 14/12/2021. Dalam pemilihan Ketua paguyuban TUKS dan Tersus pada Selasa 14 Desember 2021, Widodo terpilih secara aklamasi. Widodo yang merupakan calon tunggal dalam kontestasi Ketua paguyuban TUKS dan Tersus adalah pengusaha pelabuhan yang mewakili dari PT. Sinar Mutiara Nasional. Sementara, Sekretaris paguyuban yang juga terpilih secara aklamasi adalah Ahui yang mewakili PT. Aquatika. Adapun, tim formatur pemilihan Ketua paguyuban TUKS dan Tersus beranggotakan empat orang, terdiri dari H. Hamzah Tawil, M.Si mewakili PT. Bosowa Semen, Usman Juntak, SH, MH mewakili PT. Bintang Arwana, Abdulah, SH mewakili PT. Quality Sukses Sejahtera dan Erik dari DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI). Selain dihadiri para pengusaha pelabuhan, acara pemilihan Ketua paguyuban TUKS dan Tersus juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak Capt. Mozes Imanuel Karaeng.

Kalbar
| Selasa, 14 Desember 2021

Sports

Foto: Timnas U-17 Indonesia Kalah dari Korsel, Pelatih: Jadi Evaluasi Kami! | Pifa Net

Timnas U-17 Indonesia Kalah dari Korsel, Pelatih: Jadi Evaluasi Kami!

PIFA, Sports- Timnas U-17 Indonesia harus menghadapi kekalahan tipis 0-1 dari Korea Selatan dalam pertandingan uji coba internasional yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu (30/8). Satu-satunya gol pertandingan dicetak oleh Bae Ga-on pada menit ke-66'. Setelah pertandingan, pelatih Indonesia U-17, Bima Sakti, memberikan penghargaan kepada para pemainnya atas usaha keras yang mereka tunjukkan. Dia sangat mengapresiasi pemain-pemainnya yang telah menjalankan skema permainan sesuai dengan yang diinginkan. "Alhamdulillah kami bisa melalui pertandingan hari ini melawan tim yang berada di level di atas kami. Korea Selatan adalah runner-up Piala Asia U-17 2023," ujar Bima Sakti, dikutip PIFA dari laman resmi PSSI, Jumat (1/9). Dia menambahkan bahwa dari segi taktik permainan berjalan baik meskipun Timnas harus kalah. "Dari segi taktik, rencana permainan berjalan dengan baik meskipun kami kalah. Terima kasih kepada para pemain yang telah menjalankan skema yang kami persiapkan," tambahnya. Mantan pemain timnas Indonesia era 90 hingga 2000-an ini menyadari bahwa timnya masih perlu memperbaiki transisi dari pertahanan ke serangan.  "Kami memang berfokus pada pertahanan. Selama dua minggu kami berlatih pertahanan di Solo dan Jakarta, dan dua minggu berlatih serangan. Perlu ada peningkatan dalam kemampuan menyerang, terutama dalam hal chemistry, yang menjadi evaluasi kami. Apalagi, striker Arkhan Kaka baru bergabung semalam," jelas Bima Sakti. Sementara itu, kapten tim U-17 Indonesia, Muhammad Iqbal Gwijangge, menyatakan bahwa timnya telah bermain maksimal dalam pertandingan malam itu. Namun, dia menyadari bahwa masih banyak aspek yang perlu diperbaiki dan dievaluasi, terutama karena mereka akan berangkat ke Jerman pada pertengahan September untuk pemusatan latihan dan sejumlah uji coba. "Kami berterima kasih atas dukungan yang datang dan kepada semua yang mendukung dari rumah. Kami sudah bermain dengan semangat melawan Korea Selatan, mencoba menerapkan skema permainan kami. Kami akan melakukan evaluasi lebih lanjut dalam latihan sebelum berangkat ke Jerman," kata Iqbal. (hs)

Indonesia
| Jumat, 1 September 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5