Foto: Detik.com

Foto: Detik.com

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalGOR Api Abadi Mrapen Terbengkalai, Pemprov Jateng Buka Pintu Naming Rights

GOR Api Abadi Mrapen Terbengkalai, Pemprov Jateng Buka Pintu Naming Rights

Jawa Tengah | Selasa, 3 Februari 2026

PIFA, Jateng - Gedung Olahraga (GOR) yang berada di kompleks Wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, tampak tidak terawat dan seolah terlupakan. GOR dua lantai yang berada di bagian belakang kawasan itu kini kondisinya memprihatinkan, dengan dinding luar yang retak, cat yang memudar, serta bagian dalam yang sepi dan kotor, dilansir dari detikJateng pada Selasa (3/2/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan tidak ada aktivitas olahraga maupun kegiatan publik yang berlangsung di gedung tersebut. Beberapa lampu tanam di langit‑langit tampak menganga, eternitnya kotor dan dipenuhi jamur black mold, sementara di sisi samping terdapat dua lapangan bulutangkis dengan plafon yang jebol dan menjadi jalan masuk bagi burung‑burung yang berkeliaran di dalam gedung.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Tengah, Syurya Deta Syafrie, mengakui bahwa pihaknya menghadapi kendala anggaran untuk merawat dan memperbaiki fasilitas tersebut. “(Kendala) perawatan karena terbatasnya anggaran. (Namun) kemarin (sudah dilakukan) sebagian perbaikan atap, kemudian yang bocor‑bocor, baru bisa itu,” kata Deta kepada awak media di lokasi, dilansir dari detikJateng.
Menurut Deta, GOR Mrapen tetap dimanfaatkan saat ada event besar seperti pengambilan api untuk seremoni pembukaan PON dan Peparnas, serta acara keagamaan seperti Waisak. “Seringnya dipakai untuk event‑event olahraga yang pertama ada PON, ada Peparnas, biasanya pengambilan api‑api untuk seremoni pembukaannya. Ya, biasanya ini dipakai untuk transit,” jelasnya.
Semula gedung ini direncanakan menjadi museum olahraga Jawa Tengah, namun rencana itu belum terealisasi karena pengurangan anggaran, termasuk dampak pandemi dan kebijakan pemotongan belanja daerah. “Secara yang didesain ini kan sebenarnya mau dipakai jadi museum olahraga di Jawa Tengah. Ya mungkin kemarin gara‑gara Covid dan lain sebagainya, penganggaran dikurangi,” ujar Deta.
Untuk mengatasi keterbatasan dana, Pemprov Jateng membuka opsi kerja sama dengan pihak swasta melalui corporate social responsibility (CSR) dan skema collaborative funding. Deta menegaskan bahwa pihaknya terbuka bagi perusahaan yang ingin berkontribusi, dengan menawarkan fasilitas naming rights. “Kalau ada dari CSR dan sebagainya nanti collaborative funding‑nya, silakan nanti kami juga membuka ruangan seluas‑luasnya yang mau berkolaborasi, ber‑CSR‑an. Kemudian nanti kita kasih kayak fasilitas untuk naming right (hak penamaan), gedungnya dikasih nama punyanya mereka juga yang mau ber‑CSR di sini,” kata dia.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk mempertahankan fungsi GOR Mrapen sekaligus menjaga citra kawasan Api Abadi sebagai salah satu ikon wisata dan olahraga nasional. Dengan skema naming rights, Pemprov berharap fasilitas olahraga tersebut bisa diperbaiki secara bertahap, dimanfaatkan lebih optimal, dan tetap relevan meski berada di tengah tekanan keterbatasan anggaran.

Rekomendasi

Foto: Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 Makin Terbuka Usai Kalahkan Bahrain 1-0 | Pifa Net

Peluang Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 Makin Terbuka Usai Kalahkan Bahrain 1-0

Indonesia
| Rabu, 26 Maret 2025
Foto: Evaluasi dan Pembelajaran Coach Indra Usai Timnas U-20 Kalah dari Suriah | Pifa Net

Evaluasi dan Pembelajaran Coach Indra Usai Timnas U-20 Kalah dari Suriah

Indonesia
| Selasa, 28 Januari 2025
Foto: Gara-gara Makanan, Pria Diduga ODGJ di Sambas Bacok Abang Kandung | Pifa Net

Gara-gara Makanan, Pria Diduga ODGJ di Sambas Bacok Abang Kandung

Sambas
| Sabtu, 18 Januari 2025
Foto: Universitas PGRI Pontianak Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri untuk Pembayaran UKT dan Layanan Keuangan | Pifa Net

Universitas PGRI Pontianak Jalin Kerja Sama dengan Bank Mandiri untuk Pembayaran UKT dan Layanan Keuangan

Pontianak
| Senin, 3 Februari 2025
Foto: KPK Temukan Indikasi Pengurangan Harga Makan Bergizi Gratis dari Rp10.000 jadi Rp8.000, Kepala BGN Bilang Begini | Pifa Net

KPK Temukan Indikasi Pengurangan Harga Makan Bergizi Gratis dari Rp10.000 jadi Rp8.000, Kepala BGN Bilang Begini

Indonesia
| Minggu, 9 Maret 2025
Foto: Sukses Berjalan di 11 Kota, Selebrasi Satu Dekade NMAX Raih Antusiasme Tinggi Dari Pengguna MAXi Lintas Generasi | Pifa Net

Sukses Berjalan di 11 Kota, Selebrasi Satu Dekade NMAX Raih Antusiasme Tinggi Dari Pengguna MAXi Lintas Generasi

Otomotif
| Sabtu, 14 Juni 2025
Foto: KPK Benarkan Khalid Basalamah Kembalikan Uang terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji | Pifa Net

KPK Benarkan Khalid Basalamah Kembalikan Uang terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Nasional
| Selasa, 16 September 2025
Foto: Warga Temukan Kepingan yang Diduga Material Pesawat di Pantai Selimpai Sambas | Pifa Net

Warga Temukan Kepingan yang Diduga Material Pesawat di Pantai Selimpai Sambas

Sambas
| Jumat, 10 Januari 2025
Foto: Patrick Kluivert dan Kontroversi Utang Judi Rp16 M, Layakkah Gantikan Shin Tae-yong? | Pifa Net

Patrick Kluivert dan Kontroversi Utang Judi Rp16 M, Layakkah Gantikan Shin Tae-yong?

Indonesia
| Selasa, 7 Januari 2025
Foto: J-Hope BTS Gelar Tur Solo, Termasuk di Jakarta pada Mei 2025 | Pifa Net

J-Hope BTS Gelar Tur Solo, Termasuk di Jakarta pada Mei 2025

Jakarta
| Jumat, 10 Januari 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Dinilai hanya Cocok Jadi Pelapis 3, Como yang Baru Promosi ke Serie A Ogah Rekrut Thom Haye | Pifa Net

Dinilai hanya Cocok Jadi Pelapis 3, Como yang Baru Promosi ke Serie A Ogah Rekrut Thom Haye

PIFA, Sports - Perwakilan pemilik Como 1907, Mirwan Suwarso, membeberkan alasan timnya tidak mungkin merekrut Thom Haye untuk Liga Italia Serie A musim depan. Menurut Mirwan, pihak klub menilai Thom Haye tidak memenuhi standar klub untuk mengarungi Serie A musim depan. "Tidak mungkin [rekrut Thom Haye]. Kami sudah melihat dia dan tidak memenuhi standar untuk mengangkat [tim]. Jadi pelapis mungkin bisa, tapi pelapis ketiga," kata Mirwan, mengutip CNNIndonesia.com, Selasa (14/5). Saat berlaga di Serie B, Como 1907 sempat berencana merekrut Thom Haye, namun hal itu batal terealisasi. Persaingan di Serie A menjadi salah satu alasan gelandang 29 tahun itu tidak bergabung dengan klub berbasis di Kota Como tersebut. "Kami pernah melihat Thom Haye karena cocok di Serie B. Tapi untuk ke Serie A belum tentu jadi kami belum berani. Venezia juga akan melakukan hal serupa jika lolos ke Serie A tentu mencari pemain baru juga. Kalau tidak mereka bisa turun lagi ke Serie B," ujarnya. Lebih lanjut, alasan tidak mendatangkan Thom Haye adalah karena tempat untuk gelandang dengan tipe serupa sudah penuh. Setidaknya ada lima pemain dengan posisi yang biasa ditempati oleh Haye di lapangan hijau. Mereka adalah Alessandro Bellemo, Daniele Baselli, Ben Lhassine Kone, Matthias Braunoder, dan Oliver Abdilgaard. Ini membuat Thom Haye dinilai kurang prospektif untuk Como. "Tapi kami masih kekurangan pemain nomor 8 dan 10 yang harus dinamis serta agresif. Sedangkan Thom sendiri bukan tipe seperti itu karena kami butuh permainan pressing. Thom tipe pemain quarterback dengan umpan akurat dari belakang, bukan tipe pemain pressing. Jadi secara sistem tidak sesuai dengan permainan kami," ucapnya. Sebelumnya, Thom Haye dihubungkan dengan Como usai resmi pisah dengan SC Heerenveen. Media lokal Belanda memberitakan terdapat kemungkinan Haye merapat ke Italia karena yang bersangkutan ingin berkarier di luar negara kelahirannya tersebut. (yd)

Italia
| Rabu, 15 Mei 2024

Pifabiz

Foto: Cerita Tompi Dipanggil Petugas Pajak Imbas Konten Atta Sebut Harga Rumahnya Rp 150 Miliar | Pifa Net

Cerita Tompi Dipanggil Petugas Pajak Imbas Konten Atta Sebut Harga Rumahnya Rp 150 Miliar

PIFAbiz - Penyanyi sekaligus dokter Teuku Adiftrian alias Tompi mengaku marah dengan konten yang dibuat YouTuber Atta Halilintar. Konten tersebut membuat dirinya dipanggil petugas pajak. Dalam konten itu, Tompi menjadi narasumber Atta Halilintar mengenai rumah. Suami Aurel Hermansyah itu ternyata menuliskan nilai rumah yang dibangun Tompi mencapai Rp150 miliar saat menayangkannya di YouTube. “Karena mereka tulis di YouTube channel-nya mereka, 'Rumah seharga Rp150 miliar, bukan Rp100 miliar.' Terus saya tanya, 'Lo dapat angka itu dari mana? Emang gue ngomong?!'" luapan Tompi dalam acara TV Q&A MetroTV, dikutip PIFA pada Selasa (9/7/24). "Terus dia jawab apa? 'Enggak sih mas biar seru aja.' Gila enggak tuh," kata Tompi. Konten yang membuat Tompi berang tersebut merujuk pada video bertajuk Gerebek Rumah yang rilis pada 30 Januari lalu. Mereka membahas rumah dokter dan penyanyi itu yang memiliki luas 6.00 meter persegi. Tompi membantah nilai rumah yang ia bangun mencapai Rp150 miliar, tanpa mendetailkan biaya pastinya. Namun, ia memastikan nilainya jauh dari yang ditulis secara fantastis oleh Atta Halilintar. Tompi mengatakan imbas konten yang tidak sesuai fakta tersebut membuat dirinya dipanggil petugas pajak. Ia pun meminta petugas pajak memanggil bahkan lakukan penahanan kepada Atta Halilintar. "Terus saya dipanggil sama petugas pajak. Waktu ketemu, saya bilang, 'yang kalian panggil harusnya yang nulis, karena jadi ngerepotin gue.' Panggil yang tulis, dapat info dari mana, kalau dia ngibul, penjarain aja," tegasnya. Ia pun sekali lagi menekankan kekesalannya terhadap konten pamer kekayaan yang sampai menyesatkan dan membodohi orang lain. "Itu, kan, ngebodohin orang, termasuk semua orang ketipu gara-gara konten," kata Tompi. (ly)

Jakarta
| Selasa, 9 Juli 2024

Nasional

Foto: Menkeu Sri Mulyani Minta Pemerintah Daerah Jaga Stabilitas APBD | Pifa Net

Menkeu Sri Mulyani Minta Pemerintah Daerah Jaga Stabilitas APBD

Berita Nasional, PIFA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta pemerintah daerah (pemda) untuk lebih mampu menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini karena saat pemerintah pusat mengurangi Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) pemda biasanya tidak bisa bergerak secara leluasa. “Ini yang kita sebetulnya minta supaya daerah makin memiliki kemampuan untuk shock absorber juga,” tegas Menkeu, dikutip PIFA dari laman Kemenkeu, Kamis (9/6/2022). Menkeu menilai, pemda membutuhkan pengelola keuangan yang dapat menjaga APBD saat menghadapi tekanan dan guncangan, seperti yang dialami pemerintah pusat. Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) agar pemerintah daerah bisa melakukan pembiayaan kreatif dan pendanaan yang terintegrasi. “Tujuannya supaya daerah itu tidak selalu begitu (pemerintah) pusat menggelontorkan banyak, duitnya ngendon di BPD (Bank Pembangunan Daerah). Atau kalau waktu (dananya) diambil, mereka (pemerintah daerah) juga langsung lumpuh. Mestinya bisa melakukan apa yang disebut stabilisasi antarwaktu dan antarpos. Ini yang kita harapkan,” jelasnya. Menkeu berharap Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dalam UU HKPD dapat meningkatkan kemampuan daerah di dalam menciptakan kualitas spending better yang berorientasi pada target pembangunan nasional. Menkeu Sri Mulyani mengatakan bahwa tujuannya untuk menciptakan multiplier effect dalam mendorong transformasi ekonomi dan memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. “Jadi di daerah memang masih perlu terus ditingkatkan kapasitas dan pengelolaan keuangan daerahnya. Tentu kerja sama, komitmen dari seluruh pemerintah daerah, kementerian lembaga akan sangat penting untuk kita bisa bersama-sama menjaga ekonomi, menjaga rakyat, dan menjaga APBN,” pungkasnya. (yd)

Indonesia
| Kamis, 9 Juni 2022
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5