Gubernur Kalbar Ria Norsan Imbau Warga Hentikan Pembakaran Lahan
Politik | Jumat, 21 Agustus 2026
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan buka suara terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalbar.
Melalui unggahan di akun Instagram-nya pada Jumat (21/8), Ria Norsan menyebut karhutla tidak terlepas dari kemarau panjang dan pengaruh El Nino. Namun, dia juga mengakui praktik pembakaran lahan turut menjadi faktor penyebab.
"Musim kemarau panjang yang disertai pengaruh El Nino memicu munculnya titik-titik api Karhutla di kawasan Kalimantan," demikian keterangan yang mengawali unggahan Ria Norsan.
Unggahan tersebut disertai foto peta Pulau Kalimantan yang dipenuhi titik panas atau hotspot indikasi karhutla serta tulisan "Pray for Kalimantan".
Ria mengatakan meluasnya karhutla membutuhkan kewaspadaan dan kepedulian dari seluruh pihak. Dia pun mengimbau masyarakat menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.
"Langkah kecil dari kita sangat berarti: hentikan praktik pembakaran lahan, laporkan indikasi api dengan cepat, dan selalu gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi terhindar dari dampak buruk kabut asap," tulis Ria.
Dia juga mengapresiasi tim gabungan yang masih melakukan penanganan karhutla di lapangan.
"Apresiasi dan rasa hormat setinggi-tingginya saya sampaikan untuk seluruh tim gabungan di lapangan yang terus bekerja keras siang dan malam demi memadamkan titik api," sambungnya.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup menerbitkan instruksi mendesak kepada enam gubernur di Sumatra dan Kalimantan untuk memperketat penanganan karhutla. Enam provinsi tersebut yakni Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan kepolisian telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terkait penyebab karhutla di Kalimantan.
"Kita lakukan penyelidikan dan investigasi terkait dengan peristiwa yang terjadi. Beberapa nama sudah kita amankan," ujar Listyo kepada wartawan, Jumat (21/8).
Listyo mengatakan jajaran kepolisian juga terus melakukan pemadaman di area hutan yang terbakar.
"Saat ini yang sedang kita lakukan pemadaman," tuturnya.



















