Gubernur Kaltim Sebut Beli Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar untuk Medan Ekstrem dan Demi Marwah Daerah
Politik | Kamis, 26 Februari 2026
Gubernur Kaltim Gubernur Rudy Mas'ud. Istimewa
Politik | Kamis, 26 Februari 2026









Pifabiz

PIFAbiz - Kabar kurang mengenakkan datang dari penyanyi dangdut Ayu Ting Ting. Baru saja menggelar acara lamaran pada Februari 2024, kini impian Ayu Ting Ting untuk membina rumah tangga dengan Muhammad Fardana justru kandas. Ayu Ting Ting menegaskan bahwa hubungannya dengan Muhammad Fardana telah berakhir. Mereka memutuskan untuk mengakhiri pertunangan sejak tanggal 22 Juni 2024. Terpantau dari akun Instagram Ayu Ting Ting, tidak ditemukan potret manis acara tunangannya. Selain itu juga sudah tak ditemukan lagi jejak keduanya pernah berpacaran dan bertunangan. Padahal sebelumnya ada potret mereka bersama sejak tunangan hingga pertemuan keluarga saat lebaran Idul Fitri. Tak hanya Ayu Ting Ting, Lettu Fardana juga menghapus semua foto-foto manis dirinya berdua. Bahkan diketahui Lettu Fardana yang lebih dulu menghapus fotonya bersama Ayu Ting Ting dari Instagram-nya. Hal tersebut pula yang menjadi pemicu munculnya rumor pasangan tersebut sudah berpisah. Sebagaimana diketahui, pada Februari lalu Ayu Ting Ting mengenalkan Muhammad Fardana sebagai kekasih barunya dan keduanya langsung menggelar acara tunangan serta bersiap untuk ke jenjang selanjutnya. Sempat dikabarkan Ayu dan Fardana siap menggelar acara pernikahan tahun ini. Namun belum sempat terlaksana, kini tersebut sudah putus dan batal menikah. (ly)
Sports

PIFA, Sports - Pemain Timnas Indonesia, Witan Sulaeman, telah tiba di tanah suci untuk menunaikan ibadah haji tahun 2024. Berdasarkan laporan dari jejaring Pontianak Informasi, Suara.com, Witan tiba di Bandara Jeddah pada pukul 17.50 Waktu Arab Saudi, Minggu, 26 Mei 2024. Witan tidak sendiri dalam perjalanan ibadah ini; ia ditemani oleh istrinya yang tercinta, Rismahani, serta 18 anggota keluarganya. Setibanya di Bandara Jeddah, Witan menerima sambutan hangat dari para petugas dan sejumlah jemaah haji yang sudah berada di sana. Dalam kesempatan yang istimewa ini, Witan menyempatkan diri untuk memanjatkan doa khusus bagi Timnas Indonesia. "Untuk rekan-rekan pemain Timnas Indonesia, karena kita semua pasti mendukung timnas kita. Pastinya kita bisa menangkan pertandingan (kualifikasi Piala Dunia 2026), lolos ke ronde selanjutnya, semoga bisa lolos ke Piala Dunia," ucap Witan seperti dikutip dari Suara.com. Dengan penuh harapan dan doa, Witan mengungkapkan optimismenya agar Timnas Indonesia bisa mencapai prestasi yang lebih tinggi di kancah sepak bola dunia. Sebagai informasi, Timnas Indonesia akan melakoni dua laga di laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Kedua laga tersebut berlangsung pada tanggal 6 Juni 2024 melawan Irak dan 11 Juni lawan Filipina. Berikut daftar 22 pemain timnas Indonesia yang dipanggil untuk laga melawan Irak dan Filipina: 1. Adi Satryo (PSIS) 2. Ernando Ari (Persebaya) 3. Jordi Amat (Johor Darul Takzim) 4. Justin Hubner (Cerezo Osaka) 5. Rizky Ridho (Persija) 6. Muhammad Ferrari (Persija) 7. Jay Idzes (Venezia FC) 8. Pratama Arhan (Suwon FC) 9. Shayne Pattyama (KAS Eupen) 10. Sandy Walsh (KV Machelen) 11. Asnawi Mangkualam (Port FC) 12. Nathan Tjoe-A-On (Swansea FC) 13. Yance Sayuri (PSM) 14. Yacob Sayuri (PSM) 15. Thom Haye (SC Heerenveen) 16. Ricky Kambuaya (Dewa United) 17. Ivar Jenner (Jong Utrecht) 18. Marselino Ferdinan (KMSK Deinze) 19. Dimas Drajad (Persikabo 1973) 20. Ragnar Oratmangoen (FC Groningen) 21. Egy Maulana (Dewa United) 22. Rafael Struick (ADO Den Haag) (yd)
Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - FIFA menjatuhkan sanksi kepada Indonesia akibat perilaku diskriminatif suporter dalam laga Indonesia melawan Bahrain pada 25 Maret 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Dampak dari keputusan tersebut membuat PSSI harus membatasi jumlah penonton saat Indonesia menjamu Tiongkok dalam lanjutan Grup C Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, yang akan digelar Kamis, 6 Juni mendatang.Menanggapi hal tersebut, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyatakan, “Jadi PSSI sudah mendapatkan surat dari FIFA, dengan referensi FDD-23338 Pasal 15 tentang diskriminasi.”Menurut Arya, FIFA menganggap PSSI bertanggung jawab atas tindakan diskriminatif yang dilakukan sekelompok suporter saat pertandingan tersebut. “Keputusan FIFA yang menyatakan PSSI harus bertanggung jawab terhadap perilaku diskriminatif suporter pada saat pertandingan Indonesia lawan Bahrain, yang dimainkan tanggal 25 Maret 2025, FIFA juga mengirimkan laporan, jadi ada monitoring sistem mereka, anti-diskriminasi, sebagai laporan mereka,” tambahnya.FIFA menyampaikan bahwa tindakan diskriminatif terjadi terutama di Tribun Utara dan Selatan, tepatnya di Sektor 19 pada menit ke-80 pertandingan. Sekitar 200 suporter tuan rumah dilaporkan meneriakkan ujaran yang mengandung unsur xenophobia kepada tim Bahrain. Arya menjelaskan bahwa xenophobia merupakan sikap ketakutan atau kebencian terhadap orang asing atau mereka yang dianggap berbeda secara budaya, fisik, atau kewarganegaraan.Atas kejadian tersebut, FIFA menjatuhkan dua sanksi utama. Pertama, denda sebesar lebih dari Rp400 juta. “Suporter berteriak 'Bahrain bla bla bla', akibatnya yang pertama PSSI didenda hampir setengah miliar, Rp 400 juta’an lebih," jelas Arya.Kedua, PSSI diwajibkan membatasi jumlah penonton untuk laga melawan Tiongkok. “Kemudian yang kedua, PSSI diperintahkan FIFA untuk memainkan pertandingan berikutnya (lawan Tiongkok) dengan jumlah penonton terbatas,” ucapnya.Secara teknis, FIFA meminta PSSI mengurangi 15 persen kapasitas di Tribun Utara dan Selatan. Selain itu, PSSI diminta menyerahkan rencana pemetaan tempat duduk kepada FIFA paling lambat 10 hari sebelum laga berlangsung. Sebagai alternatif, FIFA membuka kemungkinan agar kursi yang dikurangi tersebut bisa dialokasikan kepada komunitas anti-diskriminasi atau kelompok tertentu seperti keluarga, pelajar, atau perempuan. "Tapi FIFA juga memberikan ruang atau alternatif, boleh saja diberikan, tapi kepada komunitas anti-diskriminasi, atau komunitas khusus seperti keluarga, mungkin pelajar atau perempuan," tutur Arya.Selain pembatasan penonton, FIFA juga menginstruksikan pemasangan spanduk bertema anti-diskriminasi saat pertandingan. Bahkan, PSSI diminta menyusun rencana aksi jangka panjang untuk melawan segala bentuk diskriminasi dalam sepak bola nasional. "FIFA juga meminta kepada PSSI untuk bikin rencana komprehensif melawan tindakan diskriminasi di sepak bola Indonesia," lanjut Arya.Ia menegaskan bahwa FIFA sangat serius dalam isu ini karena menjunjung tinggi prinsip kesetaraan, kemanusiaan, serta saling menghargai. Oleh karena itu, ujaran kebencian, rasisme, dan xenophobia tidak dapat ditoleransi. “Jadi tidak boleh ada ujaran kebencian, rasisme, xenophobia dan lain-lainnya. Ini pembelajaran bagi kita semua, jelas merugikan kita semua, tapi kita harus tanggung bersama-sama, jadi ke depan kita harus mulai melakukan langkah-langkah literasi dan pendidikan-pendidikan suporter untuk tidak melakukan hal-hal yang berhubungan dengan diskriminasi,” pungkas Arya.