Gubernur Pramono Anung Perpanjang Masa WFH dan PJJ Hingga 1 Februari
Jakarta | Kamis, 29 Januari 2026
Gubernur Pramono Anung Perpanjang Masa WFH dan PJJ Hingga 1 Februari
Jakarta | Kamis, 29 Januari 2026









Lokal

PIFA, Lokal - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak memusnahkan sebanyak 2500 botol parfum asal Bandung, Jawa Barat dengan menggunakan alat berat roller di halaman Kejaksaan Negeri Pontianak, Rabu 23 Oktober 2024, siang.Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak Fauzi Ferdiansyah mengungkapkan, ribuan parfum ini dimusnahkan lantaran tidak memiliki izin edar (ilegal) dan mengandung zat berbahaya. "Hasil pemeriksaan laboratorium parfum ini mengandung zat berbahaya, racun serta penggunaan kadar alkohol yang tidak sesuai ketentuan. Kemudian dijual secara ilegal," kata Fauzi.Disampaikan Fauzi, pengungkapan parfum ilegal ini berawal dari patroli cyber yang dilakukan pihaknya, yang akhirnya berhasil mengamankan barang bukti parfum sebanyak 2500 botol. Dari patroli cyber itu juga berhasil mengungkap penjualan dan pengadaan parfum, kemudian juga berhasil mendeteksi di mana barang buktinya, pelaku serta bukti transaksinya."Modus mereka menjual secara online, dari situ kami melakukan pengungkapan," jelasnya.Dikatakan Fauzi, 2500 botol parfum ini disimpan disebuah rumah yang dijadikan gudang, kemudian dijual secara online. Pelaku menjaul parfum asal Jawa Barat tersebut, yakni seharga Rp50-60 ribu perbotolnya."Parfum ini bahaya untuk dihirup dan bahaya bagi kulit,"ungkapnya lagi.Selain itu Fauzi juga menyatakan, bahwa penegakan hukum yang dilakukan pihaknya yakni terdapat 7 kasus. Diantaranya terkait kosmetik, obat keras dan obat tradisional serta makanan dan minuman berbahaya yang dijual secara ilegal."Barang barang yang kami sita kemudian diproses hukum serta dimusnahkan berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Luar negeri dari daerah batas, yakni Malaysia," tuntas Fauzi. (ly)
Lokal

Berita Kalbar, PIFA-Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Aksi Perlawanan untuk Keadilan Iklim Kalimantan Barat menggelar aksi damai di Sekitar Kantor Gubernur, Bundaran Tugu Digulis dan Gajah Mada Kota Pontianak, pada Kamis (11/11/2021). Salah satu peserta aksi, Hendrikus Adam mengungkapkan, melalui aksi ini, akan diserukan agar situasi darurat ekologis segera diakhiri dengan mewujudkan Keadilan Iklim untuk semua. Ada tujuh poin yang mereka sampaikan dalam aksi yang berlangsung damai itu. Pertama, menyampaikan turut prihatin dan berempati kepada warga korban serta mengapresiasi aksi kemanusiaan bencana ekologis banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Kedua, meminta agar penanganan pemenuhan hak-hak maupun upaya evakuasi terhadap warga korban bencana ekologis, tidak dimanipulatif untuk kepentingan sesaat segelintir oknum atas nama kemanusiaan. Ketiga, agar melalui kewenangannya, pemerintah merencanakan dan memiliki strategi jangka panjang guna mencegah maupun menghentikan potensi bencana ekologis di Kalimantan Barat. Mereka juga meminta agar dilakukan audit lingkungan dan penghentian curah izin secara permanen atas perusahaan ekstraktif berbasis hutan dan lahan di Kalimantan Barat. "Kelima, agar pemerintah mengambil langkah serius untuk tetap menjaga rimba terakhir, memperbaiki, memulihkan kerusakan lingkungan hidup dan hak-hak rakayat untuk meminimalisir keterulangan situasi darurat ekologis di Kalimantan Barat," lanjutnya. Pada poin keenam, pihaknya meminta agar pemerintah maupun aparaturnya bertindak tegas terhadap perusahaan berbasis hutan dan lahan yang jelas melakukan pelanggaran dalam operasional usahanya. Terakhir, mereka menyatakan menolak solusi palsu pencegahan emisi berkedok hijau terhadap upaya pemerintah Indonesia maupun berbagai negara dalam mewujudkan keadilan iklim dan meminta agar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalimantan Barat dihentikan.
Sports

PIFA, Sports - Semifinal Liga Champions UEFA 2022/2023 akan menyajikan laga Derby della Madonnina, mempertemukan AC Milan dan Inter Milan, pada Kamis (11/5). Laga leg pertama akan berlangsung di San Siro, siapa pemenangnya? Kedua klub asal Kota Milan, Italia, ini sangatlah kompetitif. Prestasi keduanya terbilang tinggi dibandingkan klub lainnya di Liga Italia. Adapun perstasi yang telah diraih oleh Inter Milan yaitu, memenangkan 19 gelar Serie A, 7 Piala Italia, 5 Liga Champions UEFA, 3 Piala Dunia Antarklub FIFA, serta 2 Piala UEFA. Sementara AC Milan telah memenangkan 18 gelar Serie A, 5 Liga Champions UEFA, 7 Piala Super UEFA, dan 1 Piala Dunia Antarklub FIFA. I Rossoneri-julukan AC Milan, juga memenangkan 3 Piala Interkontinental sebelum turnamen dihentikan. Terbaru, AC Milan dan Inter Milan beruntun menjuarai Liga Italia. Inter pada musim 2020/2021 dan dilanjutkan Milan 2021/2022. Prestasi ini menunjukkan bahwa keduanya merupakan klub yang sangat kompetitif. Lantas, apa kata pelatih menjelang derby? Pelatih Milan, Stefano Pioli turut mengucapkan selamat kepada para pemainnya karena berhasil lolos dari perempat final. Menanti derby, pelatih asal Italia ini menyebut pertandingannya akan sangat mengairahkan. "Selamat kepada para pemain saya untuk lolos dari perempat final. Akan ada dua pertandingan yang lebih indah, menggairahkan dan sangat sulit di semifinal. Kami telah melakukan banyak hal dan kami benar-benar tidak menginginkannya untuk berhenti," ungkapnya, disadur dari laman resmi UEFA. Disisi lain, Simone Inzaghi selaku pelatih Inter mengaku timnya pantas untuk masuk di semifinal ini. Dia merasa setelah mengalahkan Bayern dan Barcelona peluangnya semakin besar. "Kami pantas berada di semifinal ini. Itu adalah mimpi tapi sekarang kami di sini dan kami akan memainkannya dengan besar. Saya senang untuk para pemain dan perjalanan mereka. Kami memulai dari sebuah grup yang sangat sulit dengan Bayern dan Barcelona tetapi kami bagus, bersatu bersama dengan para penggemar, yang banyak membantu kami. Kami bekerja setiap hari untuk mengalami hari-hari seperti ini yang belum pernah kami alami di Inter selama bertahun-tahun," bebernya. Susunan pemain yang diprediksi tampil di laga derby: AC Milan Maignan; Calabria, Tomori, Kjær, Theo Hernández; Tonali, Krunic; Saelemaekers, Bennacer, Brahim Diaz; Giroud Inter Milan Onana; Darmian, Acerbi, Bastoni; Dumfries, Barella, Çalhanoğlu, Mkhitaryan, Dimarco; Martinez, Lukaku (hs)