CNN Indonesia

CNN Indonesia

Berandascoped-by-BerandaPolitikscoped-by-PolitikHakim Kabulkan Eksepsi dr Tifa, Sidang Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Dihentikan

Hakim Kabulkan Eksepsi dr Tifa, Sidang Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi Dihentikan

Politik | Kamis, 23 Juli 2026

JAKARTA – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur mengabulkan nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Tifauziah Tyassuma alias dr Tifa dalam perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Putusan sela tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar pada Kamis (23/7). Ketua majelis hakim Christina Endarwati menyatakan keberatan yang diajukan tim kuasa hukum dr Tifa diterima.

"Menyatakan perlawanan dari tim advokat terdakwa tersebut diterima," ujar Christina saat membacakan amar putusan.

Majelis hakim menilai surat dakwaan yang disusun Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara Nomor 301/Pid.Sus/2026/PN Jkt.Tim tidak disusun secara cermat, sehingga dinyatakan batal demi hukum.

Atas pertimbangan tersebut, hakim memutuskan pemeriksaan perkara tidak dapat dilanjutkan ke tahap pembuktian.

"Memerintahkan pengembalian berkas perkara ini kepada Penuntut Umum," ucap hakim.

Selain itu, majelis juga membebankan biaya perkara kepada negara.

Perkara tersebut diperiksa oleh majelis hakim yang dipimpin Christina Endarwati dengan anggota Rudi Rafli Siregar dan Mathilda Chrystina Katarina.

Sebelumnya, jaksa mendakwa dr Tifa melakukan tindak pidana fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Joko Widodo atas pernyataannya yang menuding ijazah mantan presiden itu palsu. Dakwaan tersebut dibacakan dalam sidang perdana pada 2 Juli 2026.

Sementara itu, kolega dr Tifa, KMRT Roy Suryo, juga menghadapi proses hukum terkait perkara yang sama. Namun hingga kini perkaranya masih berada pada tahap praperadilan dan belum memasuki persidangan pokok.

Rekomendasi

Foto: Kontroversi Gol Pertama Inter Milan: Hasilkan Gol, Bolanya sudah Out? | Pifa Net

Kontroversi Gol Pertama Inter Milan: Hasilkan Gol, Bolanya sudah Out?

Indonesia
| Selasa, 11 Februari 2025
Foto: Anggota TNI AD yang Ancam Tembak Perempuan di Kemang Ditahan | Pifa Net

Anggota TNI AD yang Ancam Tembak Perempuan di Kemang Ditahan

Jakarta
| Minggu, 19 Januari 2025
Foto: “Sore: Istri Dari Masa Depan” Lanjutkan Kampanye Oscar, Yandy Laurens Ungkap Perubahan Besar dari Versi Web Series | Pifa Net

“Sore: Istri Dari Masa Depan” Lanjutkan Kampanye Oscar, Yandy Laurens Ungkap Perubahan Besar dari Versi Web Series

Pifabiz
| Sabtu, 22 November 2025
Foto: Dipinjam dari MU, Antony Makin Garang Bersama Real Betis Usai Cetak Gol Spektakuler | Pifa Net

Dipinjam dari MU, Antony Makin Garang Bersama Real Betis Usai Cetak Gol Spektakuler

Inggris
| Jumat, 14 Februari 2025
Foto: Ungkapan Haru Muhammad Hidayat Jelang Laga Terakhir Bersama Persebaya | Pifa Net

Ungkapan Haru Muhammad Hidayat Jelang Laga Terakhir Bersama Persebaya

Surabaya
| Jumat, 23 Mei 2025
Foto: Rebutan Tijjani Reijnders, Manchester City dan Real Madrid Siap Perang Penawaran | Pifa Net

Rebutan Tijjani Reijnders, Manchester City dan Real Madrid Siap Perang Penawaran

Inggris
| Kamis, 15 Mei 2025
Foto: Rapat Bahas Nasib Patrick Kluivert Tunggu Erick Thohir Selesai Hajatan Keluarga | Pifa Net

Rapat Bahas Nasib Patrick Kluivert Tunggu Erick Thohir Selesai Hajatan Keluarga

Sports
| Selasa, 14 Oktober 2025
Foto: Arai Agaska Beri Perlawanan Sengit di Debut World Supersport 300 | Pifa Net

Arai Agaska Beri Perlawanan Sengit di Debut World Supersport 300

Sports
| Jumat, 12 September 2025
Foto: Komisi X Setujui Proses Naturalisasi Ole, Dion dan Tim | Pifa Net

Komisi X Setujui Proses Naturalisasi Ole, Dion dan Tim

Indonesia
| Selasa, 4 Februari 2025
Foto: Pria di Kubu Raya Ditemukan Tewas Tergantung di Depan Kamar Rumahnya | Pifa Net

Pria di Kubu Raya Ditemukan Tewas Tergantung di Depan Kamar Rumahnya

Kubu Raya
| Senin, 6 Januari 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Timnas U-20 Fokus Perbaiki Passing, Komunikasi dan Finishing Jelang Laga vs Suriah | Pifa Net

Timnas U-20 Fokus Perbaiki Passing, Komunikasi dan Finishing Jelang Laga vs Suriah

PIFA, Sports - Pemain sayap Timnas U-20 Indonesia, Alfriyanto Nico Saputro, mengaku komunikasi tim dan finishing menjadi masalah utama rekan-rekannya saat kalah di laga perdana Grup A Piala AFC U-20 2023, Rabu (1/3) kemarin. Nico mengatakan, saat ini mereka fokus memperbaiki perbaikan di tiga aspek sebelum melakoni laga kedua kontra Suriah, Sabtu (4/3). Ketiga aspek yang jadi fokus perbaikan anak asuh Coach Shin Tae-yong itu yakni passing, komunikasi tim dan finishing. Dia mengakui bahwa pola permainan yang diinginkan Shin Tae-yong tak berjalan karena masalah tersebut. "Selain itu komunikasi perlu juga (ditingkatkan). Sama masalah finishing. Itu paling penting," kata Nico, menyadur laman PSSI, Jumat (3/3). Pemain asal Persija Jakarta itu juga tak menampik bahwa perbedaan suhu di Uzbekistan dengan Indonesia juga ikut berpengaruh terhadap permainan mereka di lapangan. Namun, ia tidak ingin menjadikan faktor cuaca jadi alasan Indonesia U-20 tidak meraih hasil maksimal di Piala AFC U-20 2023. "Masalah cuaca berpengaruh, tapi pemain harus cepat adaptasi karena mau bagaimana lagi, kita harus menyesuaikan dengan suhu di sini," tutur dia. Nico pun berharap saat bertemu Suriah nanti, tiga masalah yang dijabarkannya itu bisa teratasi sehingga Indonesia bisa meraih kemenangan. "Di pertandingan kedua semoga lebih baik dari kemarin, bisa memaksimalkan peluang dan tidak kebobolan," tutupnya. (yd)

Uzbekistan
| Jumat, 3 Maret 2023

Lokal

Foto: Polisi Bongkar Dugaan Penyekapan Puluhan WNA di Guest House Kuta Bali | Pifa Net

Polisi Bongkar Dugaan Penyekapan Puluhan WNA di Guest House Kuta Bali

Polisi membongkar dugaan penyekapan puluhan warga negara asing (WNA) di sebuah guest house di kawasan Kuta, Badung, Bali, Senin (27/4). Sebanyak 27 orang diamankan dalam penggerebekan tersebut, terdiri dari 26 WNA dari berbagai negara dan satu warga negara Indonesia (WNI). Mereka diduga menjadi korban penyekapan untuk dijadikan operator penipuan daring atau scam. Penggerebekan dilakukan di sebuah guest house di Jalan Bypass Ngurah Rai, Gang Karang Sari, Kedonganan, Kuta. Kasi Humas Polresta Denpasar, I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan Kedutaan Besar Filipina di Jakarta terkait dugaan penyekapan warga negara Filipina. “Tindakan ini merupakan tindak lanjut atas laporan dari Kedutaan Besar Filipina di Jakarta terkait dugaan adanya penyekapan warga negara Filipina yang akan dipekerjakan sebagai operator scam,” ujar Adi Saputra Jaya, Selasa (28/4). Dalam penggerebekan yang dilakukan tim gabungan Polsek Kuta dan Polresta Denpasar, polisi menemukan sejumlah kamar di lantai dua telah dimodifikasi menjadi ruang kerja lengkap dengan perangkat elektronik dan jaringan internet. “Petugas mendapati beberapa kamar di lantai dua telah dimodifikasi menjadi ruang kerja yang dilengkapi perangkat elektronik seperti laptop serta jaringan internet Starlink,” katanya. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa puluhan telepon genggam, laptop, iPad, perangkat internet, hingga atribut menyerupai instansi penegak hukum luar negeri. Dari 27 orang yang diamankan, terdapat warga negara Filipina dan Kenya yang tidak memiliki dokumen paspor. Saat ini seluruh WNA masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim gabungan dari Polresta Denpasar, Polsek Kuta, Ditreskrimum, dan Ditsiber Polda Bali untuk mendalami dugaan tindak pidana yang terjadi. Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk memeriksa status keberadaan para WNA tersebut di Indonesia. Sejumlah warga sekitar mengaku terkejut dengan penggerebekan tersebut. Mereka menyebut aktivitas di guest house itu selama ini terlihat tertutup dan minim aktivitas mencurigakan dari luar. “Begitu ada orang masuk, langsung ditutup lagi,” ujar salah seorang warga sekitar.

Bali
| Selasa, 28 April 2026

Politik

Foto: Midji Siap Wujudkan Harapan Warga Jongkat dengan Akses Air Bersih dan SMK Negeri | Pifa Net

Midji Siap Wujudkan Harapan Warga Jongkat dengan Akses Air Bersih dan SMK Negeri

PIFA, Lokal – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 1, Sutarmidji, melaksanakan silaturahmi dengan masyarakat di Pantai Jungkat Resort, Desa Jungkat, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah pada Minggu (27/10). Kehadiran Sutarmidji disambut meriah oleh ratusan warga, lengkap dengan pertunjukan seni hadrah yang menambah kemeriahan suasana.Dalam kesempatan tersebut, Sutarmidji menyampaikan visi, misi, dan programnya untuk periode kedua jika terpilih kembali.Ia membuka dialog dengan masyarakat, mendengarkan berbagai aspirasi yang diajukan warga setempat. Di antara aspirasi yang disampaikan adalah kebutuhan mendesak warga Jongkat akan akses air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di wilayah tersebut.Subandrio, salah satu tokoh masyarakat Jongkat, menyampaikan bahwa kualitas air di wilayah mereka masih sangat kurang. “Dari dulu sampai sekarang kami belum merasakan air bersih, kami mohon jika bapak terpilih bisa mengembangkan PDAM yang ada, karena PDAM di Jongkat ini airnya sama dengan air parit, kami butuh air, tapi airnya tetap air hitam,” ungkapnya.Selain masalah air bersih, Subandrio juga berharap pemerintah membangun SMK Negeri di Jongkat agar generasi muda dapat menempuh pendidikan yang sesuai dengan keahlian yang diminati tanpa harus pergi jauh. “Harapan kami jika bapak terpilih, mohon diprioritaskan yang kami minta ini,” tambahnya.Merespons aspirasi ini, Sutarmidji menjelaskan pentingnya penyediaan sumber air baku sebagai dasar perbaikan layanan PDAM di Jongkat. Menurutnya, jika sumber air baku sulit ditemukan, maka solusinya adalah membangun embung sebagai penampungan air baku untuk PDAM. “Kalau air bakunya ada, kita bangun. Saya pastikan kalau saya menjabat gubernur lagi, ini akan terealisasi,” ujarnya.Midji juga menyatakan kesiapannya untuk membangun SMK Negeri di Jongkat, sejalan dengan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan menengah kejuruan di Kalimantan Barat. “Nanti saya upayakan bangun SMK. Kalau itu tidak terwujud, bapak ibu tidak usah kenal nama Sutarmidji lagi,” tegasnya.Sutarmidji mengungkapkan bahwa dalam periode pertamanya sebagai gubernur, pihaknya sudah mendirikan 69 unit sekolah baru dari kebutuhan total 200 SMA/SMK baru di Kalimantan Barat. Hambatan utama, menurutnya, bukan pada anggaran tetapi pada ketersediaan guru. Ia sudah melakukan diskusi dengan perguruan tinggi untuk mengatasi masalah ini, di mana mahasiswa semester akhir didampingi guru senior bisa berpraktik di sekolah-sekolah yang baru didirikan.Selain membangun SMK, Midji juga menyampaikan rencana program sekolah filial untuk menghindari masalah zonasi. Sekolah induk berada di ibu kota kecamatan, sementara kelas filial akan disebar ke desa-desa sekitar. “Jadi anak-anak tidak perlu ke kecamatan, mereka bisa bersekolah di desa-desa. Ada beberapa daerah sudah, nanti kelas 1, kelas 2, kelas 3, perpustakaan, semua fasilitas lengkap tersedia di desa,” jelasnya.Dengan komitmennya tersebut, Sutarmidji berharap dapat memenuhi harapan masyarakat Jongkat untuk akses air bersih yang memadai dan fasilitas pendidikan kejuruan yang dapat mengembangkan potensi generasi muda di wilayah tersebut.

Kalbar
| Senin, 28 Oktober 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5