ISLAMABAD – Upaya pengakhiran konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menunjukkan perkembangan baru. Pemerintah Iran secara resmi telah mengirimkan tanggapan terhadap proposal perdamaian yang diajukan Washington melalui pihak mediator, Pakistan.
Kantor berita negara Iran, IRNA, melaporkan pada Minggu (10/5) bahwa dalam draf rencana yang diusulkan, tahap pertama negosiasi akan difokuskan sepenuhnya pada pengakhiran permusuhan atau hostilities di antara kedua belah pihak.
Reporter Al Jazeera, Kamal Hyder, yang melaporkan dari Islamabad, mengonfirmasi bahwa pihak Pakistan telah menerima dokumen respons dari Teheran tersebut.
"Pihak Pakistan mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima tanggapan Iran terhadap proposal AS," ujar Kamal. "Sekarang setelah Pakistan menerimanya, langkah penting selanjutnya adalah melihat kapan tanggapan itu dikomunikasikan ke Amerika Serikat, dan bagaimana reaksi dari Washington."
Nota Kesepahaman 14 Poin
Kabar mengenai respons Iran ini sejalan dengan laporan Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa AS dan Iran dijadwalkan akan melanjutkan negosiasi damai secara langsung pada pekan depan di Pakistan. Saat ini, kedua negara disebut tengah menggodok nota kesepahaman yang terdiri dari 14 poin krusial.
Draf kesepakatan tersebut kabarnya akan mencakup isu-isu sensitif, mulai dari keberlanjutan program nuklir Iran, upaya penurunan ketegangan di Selat Hormuz, hingga mekanisme penanganan persediaan uranium Iran yang telah diperkaya.
Berdasarkan laporan Anadolu Agency, kesepakatan ini dirancang untuk memiliki masa berlaku awal yang fleksibel. "Jika negosiasi lancar, periode awal satu bulan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama," demikian bunyi laporan tersebut.
Meskipun status gencatan senjata telah diberlakukan sejak 8 April lalu, proses diplomasi antara Washington dan Teheran sejauh ini belum mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang. Gencatan senjata memang terus diperpanjang, namun kepastian mengenai berakhirnya konflik secara menyeluruh masih bergantung pada hasil perundingan intensif yang akan digelar di Pakistan pekan depan.