Harga BBM Melonjak, Sejumlah SPBU di Inggris Alami Gangguan Pasokan
Internasional | Sabtu, 28 Maret 2026
Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Inggris mengalami kendala pasokan sementara pada Jumat (27/3), seiring lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat gangguan pasokan global dan meningkatnya permintaan.
Kondisi ini dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada distribusi energi dunia. Sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, lalu lintas di Selat Hormuz—jalur utama perdagangan energi global—hampir terhenti. Situasi tersebut menekan pasokan minyak dan gas, sekaligus mendorong harga naik tajam.
Di Inggris, harga bensin kini mencapai 1,5 paun atau sekitar Rp33.800 per liter, meningkat sekitar 15 persen dibandingkan sebelum konflik. Sementara itu, harga solar tercatat sebesar 1,77 paun per liter.
CEO Asda, Allan Leighton, mengungkapkan bahwa “sebagian kecil” SPBU milik perusahaannya mengalami gangguan pasokan sementara.
“Kami melihat peningkatan permintaan yang sangat tinggi akibat volatilitas harga,” ujar Leighton. Ia menambahkan, volume penjualan BBM meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, kondisi ini terjadi karena permintaan yang melampaui ketersediaan pasokan. “Permintaan telah melampaui pasokan. Pasokan sedang ketat, dan kami bekerja keras mengatasinya. Gangguan ini bersifat sementara, meski mungkin berlanjut selama periode pengiriman,” katanya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri terus meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sejumlah wilayah yang menampung aset militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.



















