Heboh Kerangka Ibu dan Anak Ditemukan di Rumah Terbengkalai di Bandung Barat
Bandung | Rabu, 31 Juli 2024
PIFA, Nasional - Sebuah penemuan mengejutkan mengguncang warga Kompleks Tani Mulya Indah, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Pada Senin pagi, kerangka dua orang ditemukan di sebuah rumah yang sudah lama terbengkalai. Identitas kerangka tersebut diketahui sebagai Iguh Indah Hayati (55) dan anaknya Elia Imanuel Putra (24). Penemuan ini membuat gempar warga sekitar, karena keduanya sudah lama tidak terlihat dan dikira telah pindah.
Kronologi Penemuan
Kerangka Iguh Indah Hayati dan anaknya ditemukan oleh Mudjoyo Tjandra, suami dari Iguh, yang pada pukul 10.00 WIB mendatangi rumah tersebut. Menurut penuturan Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto, Mudjoyo meminta bantuan warga sekitar untuk membuka gembok pagar rumah yang terlihat terbengkalai. Ketika pagar terbuka dan Mudjoyo masuk ke dalam rumah, ia menemukan istri dan anaknya dalam kondisi sudah menjadi kerangka di atas kasur dengan pakaian yang masih melekat pada tubuh mereka.
Mudjoyo terakhir kali berkomunikasi dengan anaknya pada 1 November 2018, dan sejak itu, ia meninggalkan rumah yang dihuni oleh istri dan anaknya tersebut tanpa bercerai. Warga sekitar mengaku terakhir kali melihat Iguh dan Elia pada tahun 2019. Setelah pertemuan tersebut, mereka tidak lagi terlihat, dan rumah tersebut tidak menunjukkan aktivitas apapun.
Misteri di Balik Penemuan
Warga setempat mengungkapkan bahwa keduanya dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang bersosialisasi. Entin, salah satu tetangga, mengaku terakhir kali berbincang dengan korban pada tahun 2019, saat mereka mengatakan hendak pindah ke Cisarua. Entin menyebut setelah itu, ia mengira Iguh dan Elia benar-benar telah pindah, karena rumah yang mereka huni tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Kepolisian Cimahi kini tengah menyelidiki penyebab kematian ibu dan anak tersebut. Olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan, dan rumah tersebut telah dipasangi garis polisi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto menyatakan bahwa saat ini mereka tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta menunggu hasil autopsi dari RS Sartika Asih untuk mengetahui penyebab pasti kematian.
Selain itu, polisi menemukan beberapa tulisan di rumah tersebut yang diduga bisa menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan. Meski beberapa bukti telah ada, pihak kepolisian berusaha menyusun kronologi yang lengkap dan jelas untuk mengungkap kasus ini secara komprehensif. (ad)