AFP

AFP

Berandascoped-by-BerandaLokalscoped-by-LokalHidayat Nur Wahid Minta Pemda dan Polisi Hentikan Sound Horeg saat SOTR di Jombang

Hidayat Nur Wahid Minta Pemda dan Polisi Hentikan Sound Horeg saat SOTR di Jombang

Lokal | Rabu, 25 Februari 2026

PIFA, Jombang - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, meminta pemerintah daerah dan aparat kepolisian menghentikan penggunaan sound horeg dalam kegiatan sahur on the road (SOTR) di Jombang, Jawa Timur, yang belakangan menjadi sorotan publik.

Ia menilai penggunaan sound horeg saat SOTR, terlebih dengan menampilkan penari perempuan, tidak mencerminkan nilai-nilai keislaman. Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai berpotensi mengganggu masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa Ramadan.

"Jadi kalau demikian halnya, mestinya pemerintah desa atau pemerintah tingkat daerah dan kepolisian, segera menghentikan ya," ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (24/2).

Hidayat menuturkan bahwa Jombang selama ini dikenal sebagai kota santri dan tempat lahirnya organisasi Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU), yang mengajarkan nilai toleransi.

Menurutnya, penggunaan sound horeg pada waktu sahur bertentangan dengan prinsip toleransi yang selama ini dijunjung masyarakat NU dan lingkungan pesantren.

"Ini kan jadi seperti dalam tanda kutip tidak menghormati ya tentang Jombang yang mempunyai sejarah kepesantrenan yang demikian luar biasa," ujar Hidayat.

Wakil Ketua MPR RI itu juga mengaku khawatir kegiatan tersebut dapat ditiru oleh daerah lain apabila tidak segera dihentikan.

Ia menegaskan bahwa tradisi membangunkan sahur merupakan hal yang lumrah di berbagai daerah. Namun, praktiknya tidak sampai menimbulkan kebisingan berlebihan, apalagi dengan menghadirkan penari perempuan.

"Tapi kalau kemudian sudah pakai sound horeg lagi, dan kemudian ditambahi dengan atribut yang kayak begitu lagi dan ditambah juga dengan jelas pihak pemda maupun juga pihak kepolisian menyatakan tidak ada izin lagi, itu semuanya kan juga jelas indikasinya adalah tidak sesuai dengan tujuan berpuasa," ujarnya.

Sebelumnya, penggunaan sound horeg dalam kegiatan SOTR di Jombang menjadi sorotan karena turut menampilkan penari perempuan berpakaian ketat. Peristiwa tersebut terjadi di jalan penghubung Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, dengan Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Minggu (22/2).

Kapolsek Ploso, Achmad Chairuddin, menegaskan bahwa kegiatan SOTR tersebut digelar tanpa izin dari kepolisian maupun pemerintah desa setempat.

"Tanpa izin, kami juga tidak mengizinkan. Termasuk kadesnya (Jatibanjar) juga tidak tahu, tahunya dari warganya," tegas Chairuddin ketika dikonfirmasi, Senin (23/2).

Rekomendasi

Foto: Polres Kubu Raya Selidiki Kecelakaan Maut di Trans Kalimantan: 1 Tewas, 2 Luka-Luka | Pifa Net

Polres Kubu Raya Selidiki Kecelakaan Maut di Trans Kalimantan: 1 Tewas, 2 Luka-Luka

Kubu Raya
| Rabu, 2 Juli 2025
Foto: Makin Percaya Diri, Asa El’ Dablek Aldi Satya Mahendra Masuk 10 Besar Klasemen | Pifa Net

Makin Percaya Diri, Asa El’ Dablek Aldi Satya Mahendra Masuk 10 Besar Klasemen

Indonesia
| Rabu, 7 Mei 2025
Foto: Nita Vior Sibuk sebagai Pengantin Baru, Belajar Masak untuk Vincent Kosasih | Pifa Net

Nita Vior Sibuk sebagai Pengantin Baru, Belajar Masak untuk Vincent Kosasih

Indonesia
| Minggu, 19 Januari 2025
Foto:   3 Mahasiswa Ditangkap usai Bentangkan Poster Omon-omon di Kunjungan Wapres Gibran | Pifa Net

3 Mahasiswa Ditangkap usai Bentangkan Poster Omon-omon di Kunjungan Wapres Gibran

Politik
| Rabu, 18 Juni 2025
Foto: WhatsApp Boros Penyimpanan? Ini Cara Menguranginya dengan Mudah | Pifa Net

WhatsApp Boros Penyimpanan? Ini Cara Menguranginya dengan Mudah

Teknologi
| Sabtu, 28 Juni 2025
Foto: Pelatih Oxford United Ungkap Cedera Ole Romeny Cukup Serius, Diragukan Tampil di Final Piala Presiden 2025 | Pifa Net

Pelatih Oxford United Ungkap Cedera Ole Romeny Cukup Serius, Diragukan Tampil di Final Piala Presiden 2025

Timnas Indonesia
| Sabtu, 12 Juli 2025
Foto: Disdikbud Kalbar Imbau Acara Perpisahan Sekolah Digelar Sederhana | Pifa Net

Disdikbud Kalbar Imbau Acara Perpisahan Sekolah Digelar Sederhana

Pontianak
| Rabu, 5 Februari 2025
Foto: Banjir di Kalbar: Ribuan Warga Terdampak, 2 Anak Meninggal | Pifa Net

Banjir di Kalbar: Ribuan Warga Terdampak, 2 Anak Meninggal

Kalbar
| Sabtu, 1 Februari 2025
Foto: KPK Periksa Mantan Sopir Bupati Mempawah Terkait Kasus Korupsi Dinas PUPR | Pifa Net

KPK Periksa Mantan Sopir Bupati Mempawah Terkait Kasus Korupsi Dinas PUPR

Politik
| Kamis, 4 Desember 2025
Foto: Ridwan Kamil Diterpa Isu Perselingkuhan oleh Lisa Mariana | Pifa Net

Ridwan Kamil Diterpa Isu Perselingkuhan oleh Lisa Mariana

Indonesia
| Kamis, 27 Maret 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Hilang dari Sinetron Ikatan Cinta, Ini Alasan Arya Saloka Pergi | Pifa Net

Hilang dari Sinetron Ikatan Cinta, Ini Alasan Arya Saloka Pergi

Berita Lifestyle, PIFA - Tokoh Aldebaran kini telah hilang dari sinetron Ikatan Cinta. Banyak masyarakat menanyakan penyebab utama hengkangnya pemeran Aldebaran, Arya Saloka, dari salah satu sinetron populer Tanah Air ini. Usut punya usut, ternyata Arya Saloka mengaku sudah memiliki perjanjian awal dengan pihak produksi terkait. Dikutip dari YouTube Helmy Yahya Bicara, Jumat (29/4), Arya membeberkan alasan dirinya memilih untuk keluar dari sinetron yang telah membesarkan namanya itu. Ia mengaku tak ingin tetap bermain hingga ribuan episode karena menurutnya jalan ceritanya akan semakin tidak jelas. "Nggak deh karena kalau udah segitu pasti cerita udah kemana-mana," ucap Arya Saloka. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah memiliki kesepakatan dengan pihak produksi. "Sebenernya waktu pas awal saya ditawarin Ikatan Cinta, saya bilang 'Ini kan drama, sinetron drama, kita tau lah sinetron drama itu ceritanya sering mengada-ada'. 'Ini sinopsis yang kalian punya sangat bagus', waktu itu belum ada skenarionya ya. 'Biasanya ketika udah konsep, terjadi sinopsis, penulisan skenario tuh kadang ngaco, tapi mudah-mudahan enggak ya'," cerita Arya. Arya pun tegas mengatakan jika cerita dalam Ikatan Cinta mulai tidak jelas, ia akan memilih untuk keluar. "'Cuman kalau misalkan ini udah ngaco, sorry ya kalau misalkan gua harus cabut, nggak papa ya'. 'Ya nggak masalah, cuman kita akan berusaha bagus kok'," tambah Arya. Dalam kesempatan tersebut, suami dari Putri Anne itu mengaku bahwa ia cukup kritis jika menemukan skenario yang janggal. "Saya adalah garda terdepan untuk selalu kritik, selalu protes tentang skenario. Kalau misalkan ada yang salah, saya kasih tau ke tim dulu satu-satu," Jelas Arya. Bahkan, pria berusia 30 tahun itu juga semapt menawarkan konflik cerita, meskipun ia sendiri tahu bahwa pihak produksi lebih lama berkecimpung dibandingkan dirinya. "Sebenernya udah ada beberapa diskusi, saya menawarkan cerita waktu itu. Tapi mungkin pertimbangannya banyak karena kan gimana pun mereka yang ada di produksi dan lebih lama daripada saya. Tapi kan lama belum tentu lebih baik," terang Arya. Tanpa ragu, Arya mengatakan bahwa pihak produksi sedikit takut untuk mengambil ide ceritanya. Namun, akhirnya konsep yang ia sarankan diambil oleh pihak produksi. "Saya tawarkan konsep konflik cerita, tapi mungkin ada beberapa yang agak sedikit takut untuk ngambil. Nanti respon masyarakat gimana. Akhirnya hampir setengahnya dipakai, setengahnya mereka coba untuk meng-create sendiri," lanjut Arya. Meski begitu, Arya mengaku tidak diajak untuk berdiskusi, mengingat konsep tersebut adalah ide darinya. Hingga akhirnya, ia tidak ingin ikut campur saat alur cerita tersebut justru menjadi semakin tidak jelas. "Itu kan ide dari saya, kalau mau pakai itu kan otomatis saya harus diajak diskusi. Karena mereka ngambil setengah, setengahnya mereka cuma bangun sendiri, jadinya ngaco kemana-mana. Saya bilang 'Ya udah, kan bukan tanggung jawab saya, keputusan kan kalian'," pungkas Arya Saloka. Di akhir penampilannya, Arya Saloka diketahui mengalami kecelakaan pesawat dalam perjalanan menuju Amerika Serikat hingga akhirnya ia pun hilang dari jalan cerita sinetron Ikatan Cinta. (b) 

Lifestyle
| Sabtu, 30 April 2022

Nasional

Foto: Presiden Prabowo Minta Hemat Anggaran, Harisson Pastikan Upacara HUT ke-68 Pemprov Digelar Sederhana | Pifa Net

Presiden Prabowo Minta Hemat Anggaran, Harisson Pastikan Upacara HUT ke-68 Pemprov Digelar Sederhana

PIFA.CO.ID, NASIONAL - Menjelang peringatan HUT Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke 68, yang jatuh pada tanggal 28 Januari, Penjabat (Pj) Gubernur Harisson pastikan pelaksanaan upacara atau seremoni peringatan HUT tersebut digelar secara sederhana.Hal itu sesuai dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang memerintahkan efisiensi anggaran kementerian/lembaga dan kepala daerah untuk berhemat. Perintah berhemat itu dituangkan lewat Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025."Jadi saya sudah minta kepada Sekda, Asisten 1, Kepala Biro Pemerintahan supaya nanti upacara peringatan HUT Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke 68 sesederhana mungkin. Jadi Bapak Prabowo minta upacara-upacara, Peringatan - peringatan dan seremoni itu tidak perlu ramai dan yang lainnya zoom,” ungkapnya saat memberikan tanda penghormatan SLKS, di Balai Petiti Kantor Gubernur, Kamis (24/1/25).Harisson mengungkapkan, ada kemungkinan untuk memperingati HUT Pemprov. Yakni tidak menggelar upacara di halaman seperti tahun-tahun sebelumnya dan tidak ada acara ramah tamah.“Saya sudah minta rumuskan, ada kemungkinan kita tidak upacara di depan (Halaman) dan cukup dihadiri eselon 2 saja dan tidak ada istilah ramah tamah karena kita melakukan penghematan-penghematan," jelasnya.Selain itu ditambahkannya, terkait kegiatan - kegiatan lainnya agar dirumuskan dan diprioritaskan sebagaimana poin - poin utama dari Inpres tersebut yakni, Pertama, membatasi belanja untuk kegiatan yang bersifat seremonial, kajian, studi banding, pencetakan, publikasi, dan seminar atau focus group discussion (FGD). Kedua, pengurangan belanja perjalanan dinas sebesar 50 persen. Ketiga, pemangkasan belanja yang bersifat pendukung dan tak memiliki output terukur. Keempat, pembatasan belanja honorarium melalui pembatasan jumlah tim dan besaran honorarium yang mengacu pada Peraturan Presiden mengenai Standar Harga Satuan Regional.Kemudian poin Kelima adalah memfokuskan anggaran belanja pada target kinerja satuan pelayanan publik. Keenam, selektif dalam memberikan hibah langsung, baik dalam bentuk uang, barang, maupun jasa kepada kementerian/lembaga (K/L). Ketujuh, penyesuaian sumber APBD 2025 dari dana transfer ke daerah (TKD) yang totalnya mencapai Rp50,59 triliun."Kegiatan - kegiatan yang output outcome indikator kurang jelas itu mungkin harus kita hilangkan. Kita juga akan melakukan perubahan, kita akan melakukan sinkronisasi program dan visi misi seiring dengan dilantiknya nanti Bapak Ria Norsan dan Bapak Krisantus sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur definitif”, terangnya.Pada kesempatan tersebut, Harisson juga menyampaikan, dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ke 68, Harisson mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.“Mari bersama kita luruskan niat dalam bekerja karena ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala. Sehingga mendapat ridho-Nya dalam membangun Indonesia dan Kalimantan Barat tercinta”, ungakapnya Harisson.

Pontianak
| Sabtu, 25 Januari 2025

Pifabiz

Foto: Feast Dukung Sukatani: Kami Kecam Pembungkaman Ekspresi Kesenian | Pifa Net

Feast Dukung Sukatani: Kami Kecam Pembungkaman Ekspresi Kesenian

PIFAbiz - Grup musik .Feast memberi dukungan untuk band punk asal Purbalingga, Sukatani, yang tengah menjadi sorotan publik karena lagu mereka berjudul “bayar bayar bayar” ditarik dari digital streaming platform musik. Hal itu disebabkan lagu mereka dianggap menyinggung institusi Polri..Feast mengunggah video penampilan mereka di suatu acara saat membawakan lagu Kami Belum Tentu. Saat membawakan lagu itu, .Feast menampilkan visual Indonesia Gelap, Peringatan Darurat, dan 1312. Menampilkan visual angka 1312 merupakan cara .Feast beri dukungan untuk band Sukatani. Angka 1312 ramai digunakan warganet di media sosial X usai Sukatani mengumumkan permintaan maafnya ke institusi kepolisian dan menarik lagu mereka berjudul Bayar Bayar Bayar dari semua platform musik digital. Angka 1312 dipakai warganet dalam berbagai unggahan bersamaan penggunaan tagar #kamibersamasukatani. "Kami mengecam semua pembungkaman ekspresi kesenian. Panjang umur teman-teman yang terus bersuara dan melawan ✊????" tulis .Feast.Sebelumnya diberitakan, Band Sukatani, yang beranggotakan Muhammad Syifa Al Ufti atau Electroguy (gitaris) dan Novi Chitra Indriyaki atau Twistter Angels (vokalis), mengungkapkan alasan menarik lagu Bayar Bayar Bayar.Lirik lagu itu diasumsikan mengandung kritik keras terhadap kinerja institusi kepolisian Polri. Personel Sukatani menyampaikan permintaan maaf kepada Polri dan menarik lagu itu dari berbagai digital streaming platform.Dalam pernyataannya, Sukatani menegaskan bahwa lagu dibuat bagi oknum polisi yang melanggar aturan, bukan untuk institusi Polri secara keseluruhan.

Indonesia
| Minggu, 23 Februari 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5