Hujan Deras Sejak Rabu, BPBD DKI Sebut Banjir di Jaktim dan Jakbar Capai 1,5 Meter
Jakarta | Kamis, 29 Januari 2026
Hujan Deras Sejak Rabu, BPBD DKI Sebut Banjir di Jaktim dan Jakbar Capai 1,5 Meter
Jakarta | Kamis, 29 Januari 2026










Lokal

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan melaporkan temuan varian baru Virus Corona di Ibu Kota Indonesia yaitu varian Eta atau B.1.525, Selasa (6/7/2021). Data Badan Litbangkes Kemenkes RI pada Selasa 6 Juni 2021 menunjukkan bahwa temuan tersebut merupakan kasus pertama varian Eta di Jakarta. Melansir dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, sampel varian Eta telah ditemukan di banyak negara pada Desember 2020 dan ditunjukkan pada 17 Maret 2021. Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC menyebut varian Eta pertama kali teridentifikasi di Inggris Raya atau Nigeria, Afrika Barat pada Desember 2020. WHO menggolongkan Eta sebagai variants of interest atau VOI. Dijelaskan bahwa virus yang termasuk dalam VOI itu merupakan salah satu dari virus yang telah teridentifikasi menyebabkan penularan komunitas (beberapa kasus) atau cluster Covid-19. Seperti dilansir dari Kompas.com Per Maret 2020, data GISAID menunjukkan varian Eta telah terdeteksi di Inggris, Amerika Utara, Eropa, Asia, Afrika, dan Australia. Hingga saat ini, para ilmuwan masih mengawasi varian baru Eta karena varian tersebut memiliki beberapa mutasi pada gen protein spike virus Corona. “Sejauh ini belum ada bukti bahwa varian Eta lebih menular atau mengarah ke penyakit yang lebih parah. Para ahli sedang mempelajarinya untuk memahami seberapa besar risiko varian Eta,” dikutip dari Kompas.com, Selasa (6/7/2021).
Nasional

Berita Nasional, PIFA - Penyidik Bareskrim Polri telah resmi menetapkan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E sebagai tersangka tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Setelah melalui serangkaian penyidikan, Bhrada E diketahui sebagai penembak langsung Brigadir J. Hal itu disampaikan oleh Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/8/2022) kemarin. “Penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka,” ujarnya, mengutip JawaPos.com. Brigjen Andi menerangkan, dalam kasus ini penyidik telah memeriksa 42 saksi. Pihaknya juga menyita sejumlah alat bukti. Berdasarkan hasil gelar perkara dan penyidikan, Bharada E disangkakan melanggar Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Sebagai informasi, sebelumnya baku tembak antara sesama anggota polisi terjadi di rumah dinas Perwira Tinggi (Pati) Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Peristiwa ini melibatkan Brigadir J dan Barada E. Keduanya merupakan ajudan dari Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Hal ini dibenarkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan. “Benar telah terjadi pada hari Jumat, 8 juli 2022, kurang lebih jam 17.00 atau jam 5 sore,” katanya, pada Senin (11/7/2022) lalu. Ahmad menceritakan, peristiwa berdarah itu bermula saat Brigadir Nopryansah Josua memasuki area rumah dinas pejabat Polri. Dia kemudian ditegur oleh Barada E. Selanjutnya, terjadi baku tembak antara keduanya. “Saat itu yang bersangkutan (Brigadir J) mengacungkan senjata, kemudian melakukan penembakan, dan Barada E tentu menghindar dan membalas tembakan terhadap Brigadir J,” jelas Ahmad. (yd)
Sports

PIFA, Sports - Semangat untuk mempercepat perkembangan sepak bola Indonesia terus berlanjut tanpa henti dalam beberapa waktu terakhir. Indonesia sendiri telah menjadi pusat perhatian dunia, terutama setelah menjadi yang terbaik di Asia Tenggara dengan kemenangan Timnas U-22 melawan tim Thailand dalam Final SEA Games Kamboja dengan skor 5-2. Prestasi yang diraih di Kamboja dan berbagai tindakan taktis dan strategis terus dilakukan oleh PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir hingga membuat Indonesia menjadi perhatian para bintang sepakbola dunia. Terbaru pada Selasa (30/5) kemarin, PSSI mengundang langsung lima legenda sepak bola dunia untuk datang ke Jakarta memberikan semangat dan motivasi kepada para peserta U-16 di Stadion BRI BRILiaN. Kelima legenda yang hadir diantaranya Roberto Carlos, Marco Materazzi, Juan Sebastian Veron, Eric Abidal, dan Giorgos Karagounis. “Saya datang untuk memberikan pelatihan special untuk pesepak bola masa depan,” kata Materazzi, bek legenda di Timnas Italia. Carlos, Materazzi, Veron, dan Abidal memimpin sesi pelatihan dan talk show motivasi untuk para Tujuannya adalah membentuk mental juara, teknik, dan strategi. Selain itu, empat pelatih nasional yang terdiri dari Ilham Romadhona, Bima Sakti, Firmansyah, dan Indriyanto Nugroho juga bergabung dengan empat legenda dunia tersebut untuk berbagi pengetahuan kepada para pemain muda yang berbakat di Indonesia. Kelima legenda ini menghadiri serangkaian acara yang diberi nama "BRIMO: Future Garuda", yang meliputi transfer pengetahuan, turnamen mini, klinik pelatihan, sesi permainan, talk show, dan pertemuan sapa. Acara tersebut didukung oleh BRI sebagai sponsor utama, KFC, dan Kuy Entertainment sebagai mitra media resmi. Seluruh kegiatan tersebut diadakan mulai tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 2023 di berbagai tempat, termasuk Stadion BRI BRILian di Jakarta Selatan dan Stadion Madya Senayan di Jakarta. Erick Thohir mengapresiasi kehadiran keempat legenda sepak bola tersebut di Indonesia. Saat ini, Indonesia sedang berupaya memperkuat persepakbolaannya. Oleh karena itu, katanya, timnas Indonesia membutuhkan interaksi yang banyak dengan para legenda sepak bola untuk meningkatkan semangat dan sifat juara yang mendasar. “Dengan banyaknya interaksi dengan para legenda sepak bola, para pemain timmas Indonesia tidak perlu lagi gemeteran saat menghadapi lawan seberat apapun. Ini sudah terbukti saat Indonesia menjuarai SEA Games Kamboja,” ujar dia. (yd)