Ibu di Bandung Hilang Misterius Usai Lantai Kamar Mandi Jebol ke Sungai Cijagra
Bandung | Selasa, 3 Februari 2026
Foto: Istimewa
Bandung | Selasa, 3 Februari 2026








Lokal

PIFA, Lokal - Polisi berhasil menangkap dua pelaku pembobol jok motor yang terjadi di komplek ruko, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan, Minggu (20/10/24). Pelaku berinsial MA dan HS.Kedua pelaku mencuri barang-barang korban yang tersimpan dalam jok sepeda motor. Saat itu korban sedang berolahraga dan motor di parkir depan Bank Kalbar Cabang Ayani. Barang yang diambil kedua pelaku berupa satu buah dompet warna hitam berisikan satu unit ponsel dan uang tunai sebesar Rp10.300.000. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp14.549.000."Berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP dan pengecekan CCTV, pelaku akhirnya dikenali," kata Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Jatmiko, Minggu (20/10/2024).Berdasarkan informasi diperoleh terduga para pelaku sedang berada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Pontianak Selatan. Tim Macan Polsek Pontianak Selatan mengintai keberadaan pelaku. Akhirnya, pelaku tak berkutik dibekuk."Pelaku sudah diamankan ke Mapolsek Pontianak Selatan, saat ini sedang dilakukan penyidikan lebih lanjut," ucap Jatmiko.Saat dilakukan intogasi singkat, kedua pelaku mengakui aksi kejahatan yang pernah dilakukannya. Pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukum lima tahun penjara. (ly)
Lokal

PIFA, Lokal - Setidaknya 95 desa di 7 kecamatan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat (Kalbar) terendam banjir, hingga Sabtu (18/3/2023) sore. Berdasarkan data terkini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, banjir tersebut dipicu karena curah hujan tinggi. Tingginya debit air memicu sejumlah sungai di Melawi meluap. Kapolres Melawi, AKBP Muhammad Syafi'i mengutarakan, banjir tersebut terjadi sejak Kamis (16/3/2023), setelah hujan deras mengguyur. Ketinggian air mencapai dua meter. "Banjir setelah intensitas hujan tinggi. Ketinggian air mencapai mulai dari satu sampai dua meter," katanya, Sabtu (18/3/2023) sore. Dia mengutarakan, berdasarkan data sementara yang dihimpun dari BPBD Kalbar, banjir tersebut berdampak pada 5.254 kepala keluarga (KK) atau 23.280 jiwa. Serta merendam 5.323 rumah warga. "Sejumlah upaya kita lakukan untuk penanggulangan banjir ini," katanya. Tim dari jajaran Polres Melawai bersinergi bersama unsur terkait, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, Tagana, relawan serta TNI sudah terjun untuk memantau kondisi banjir di sejumlah titik itu. "Kami terus memantau perkembangan tingginya debit air," jelasnya. Sementara itu, Syafi'i menambahkan, sampai sejauh ini belum ada masyarakat terdampak yang mengungsi. Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau agar warga tetap waspada. "Waspada mengingat cuaca masih buruk. Belum bisa kita prediksi. Sehingga agar bersiap jika terjadi kenaikan air," ujarnya. Sementara itu, Kepala BPBD Melawi, Arif Santoso melalui keterangan tertulis, banjir juga mengakibatkan akses sejumlah jalan desa terputus. “Saat ini kami masih melakukan monitoring dan pendataan daerah rawan banjir,” kata Arif. Dia menerangkan, pendataan dan penanggulangan banjir melibatkan warga, aparatur desa, pihak kecamatan, serta TNI dan Polri. “Kondisi terakhir sampai pagi tadi, kondisi air beberapa desa berangsur surut, kecuali Desa Karangan Purun, air perlahan naik,” pungkasnya. Banjir Kabupaten Melawi pun viral di media sosial. Dari video yang beredar, air bahkan mencapai dada orang dewasa. Bahkan parahnya mencapai atap rumah. Banjir juga memicu tanah longsor. Sehingga menutup akses transportasi warga di salah satu desa. Tiap tahunnya, daerah Melawi memang kerap menjadi langganan banjir. Terutama di daerah pinggir sungai. Akibat banjir, sejumlah fasilitas umum terendam. Akses transportasi warga juga terhambat. Mereka pun mengandalkan rakit sederhana dan sampan untuk beraktivitas mengarungi air banjir tersebut. (ap)
Lokal

Berita Sintang, Kalbar - Pifa, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kalbar) menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam dugaan korupsi dana hibah untuk gereja di Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Keempat orang yang ditangkap tersebut masing-masing JM selaku pengurus gereja, SM selaku aparatur sipil Negara (ASN), anggota DPRD Kalbar TI, dan anggota DPRD Sintang TM, Senin (04/10/2021). Asisten Intelejen Kejati Kalbar Taliwondo mengatakan, berdasarkan laporan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalbar, kerugian keuangan negara sebesar Rp 241 juta. “Atas perbuatan keempat tersangka, terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp 241 juta” ujarnya dilansir dari Kompas. Saat ini, SM ditahan di Lapas Perempuan Pontianak, sedangkan JM, TI, dan TM ditahan di Rutan Pontianak. “Mereka ditahan selama 20 hari,” ungkapnya. Dia menjelaskan, kasus ini bermula 26 Februari 2018. Saat itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang, melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2018, menyalurkan dana hibah untuk pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jema’at Eben Heazer. Total dana hibah sebesar sebesar Rp 299 juta dan disalurkan dalam dua tahap. Pertama sebesar Rp 239.200.000, ditransfer ke rekening pribadi JM pada 27 April 2017. Kemudian kedua sebesar Rp 59.800.000, ditransfer ke rekening pengurus gereja. Taliwindo menerangkan, setelah dicairkan, uang tersebut diserahkan kepada SM sebesar Rp 219.150.000 lalu dibagikan masing-masing kepada TI sebesar Rp 100 juta yang dipergunakan untuk memberangkatkan pendeta-pendeta ke Yerusalem, kepada TM sebesar Rp 19.800.000 sebagai komitmen fee, dan kepada JM sebesar Rp 57.318.250 untuk pembangunan gereja. “Lalu sisa sebesar Rp 121.881.750 tetap dikuasai SM sebesar Rp 99.350.000 dan JM Rp 22.531.750,” tutupnya.