IDAI: Belum Ada Bukti Ilmiah Air Kelapa Kurangi Gatal Akibat Cacar Air
Lifestyle | Rabu, 14 Januari 2026
IDAI: Belum Ada Bukti Ilmiah Air Kelapa Kurangi Gatal Akibat Cacar Air
Lifestyle | Rabu, 14 Januari 2026









Pifabiz

Pifabiz - Ayu Ting Ting tak diperbolehkan pacaran lagi oleh anak semata wayangnya, Bilqis. Hal itu membuat Ayu Ting Ting heran, lantaran belum lama putrinya itu justru meminta seorang adik. "Kata Bilqis, saya nggak boleh pacaran. Saya bingung, dia mau punya adik, tapi saya nggak boleh pacaran," ujar Ayu Ting Ting di kawasan Bekasi, melansir detik.com, Sabtu (13/8/2022). Namun, Ayu Ting Ting tak menampik jika ia memang membutuhkan sosok pasangan hidup. "Siapa sih yang nggak pengin punya pasangan?" tutur Ayu Ting Ting. Menurut Ayu Ting Ting, ia sempat berbicara dengan putrinya itu. Namun tetap saja, Bilqis tak ingin melihat ibunya memiliki pacar. Agar Bilqis merasa tenang, Ayu Ting Ting pun mengiyakan permintaan putrinya itu. "Saya bilang, 'Bilqis, aunty saja mau punya adik'. 'Mau sih, tapi Iqis nggak mau bunda pacaran'. 'Ya sudah kita berdua sajalah. Bunda kan strong woman,'" tutur Ayu Ting Ting.
Nasional

PIFA, Nasional - Pasangan suami istri berinisial JI (32) dan RH (30) ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) atas dugaan tindak pidana asusila terhadap korban berinisial MS (24). Kejadian ini terjadi pada Kamis (4/7) di area kebun karet di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat, Iptu Hardianus Tosira, mengungkapkan bahwa pasangan tersebut diduga melakukan pemerkosaan terhadap MS karena dendam terhadap suami korban. "Untuk sementara pengakuan dari kedua pelaku karena dendam kepada suami korban. Tapi ini akan kita dalami lagi," ujar Tosira saat dikonfirmasi pada Minggu (7/7). Menurut Tosira, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk memastikan motif dari tindakan bejat tersebut. "Kita akan dalami lagi dan akan kita pastikan lagi motifnya. Hubungan mereka ini rekan kerja dan satu kampung," tambahnya. Pasangan suami istri ini diamankan di rumah Kepala Tiyuh setelah nyaris diamuk massa pada Kamis malam (4/7). Penangkapan dilakukan oleh Tim Tekab 308 Polres Tubaba sekitar pukul 21.45 WIB. Selain membantu suaminya untuk memperkosa korban, RH juga merekam aksi tersebut menggunakan ponsel. "Benar Tim Tekab 308 Polres Tubaba mengamankan pasangan suami istri tersebut sekitar pukul 21.45 WIB di rumah Kepala Tiyuh," terang Tosira dalam keterangannya pada Sabtu (6/7).
Lokal

PIFA, Lokal - Ketua Komisi II DPRD Kalbar, Affandie menyebutkan persoalan pertanian di Kalbar cukup kompleks. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah. Dia menilai kepemimpinan Sutarmidji dan Ria Norsan, belum sepenuhnya berkomitmen membangun sektor pertanian tersebut. Dukungan anggaran sektor pertanian, kata Affandie di Kalbar sangat kecil. Masalah pertanian diantaranya kelangkaan pupuk subsidi, kenaikan harga pupuk non subsidi hingga obat-obatan. "Hal ini masih menjadi keluhan petani," ujarnya, kemarin. Dia menerangkan, kuota pupuk subsidi mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah kebutuhan 70 persen, hanya 30 persen yang dibantu pemerintah. Di sisi lain, untuk membeli pupuk non subsidi, harganya juga meroket. Bahkan, tercatat mengalami kenaikan 60 persen dari harga biasanya. Termasuk pula harga obat-obatan yang naik hingga 100 persen. Selain itu, bantuan pemerintah pusat dan daerah dalam bentuk anggaran pun sangat minim. Dari tahun ke tahun anggaran sektor pertanian terus mengalami penurunan. Dia menerangkan, tahun lalu Kalbar masih dibantu Rp100 miliar. Sedangkan tahun ini sisa Rp79 miliar. Begitu pun Pemprov Kalbar. Anggaran tahun 2023 hanya Rp46 miliar. Padahal, tahun 2022 hampir Rp80 miliar. "Angka ini jauh turunnya. Dari anggaran Rp46 miliar itu, 60 persen dipastikan operasional pegawai. 40 persen sisanya pengadaan barang dan jasa," jelasnya. Hal ini kata Affandie, artinya belum ada keberpihakan. Sehingga sulit untuk mencapai swasembada. Pemprov Kalbar hanya fokus pada pembangunan infrastruktur. "SPPD yang sudah ditetapkan Pemprov dan DPRD masih bisa dipangkas gubernur untuk membangun infrastruktur. Tapi tidak untuk sektor pertanian," jelasnya. Dia menambahkan, sektor perkebunan bisa jalan sendiri sebab dikelola oleh swasta. Namun pertanian memang dibutuhkan pembinaan. (ap)