IDAI: Belum Ada Bukti Ilmiah Air Kelapa Kurangi Gatal Akibat Cacar Air

IDAI: Belum Ada Bukti Ilmiah Air Kelapa Kurangi Gatal Akibat Cacar Air

Berandascoped-by-BerandaLifestylescoped-by-LifestyleIDAI: Belum Ada Bukti Ilmiah Air Kelapa Kurangi Gatal Akibat Cacar Air

IDAI: Belum Ada Bukti Ilmiah Air Kelapa Kurangi Gatal Akibat Cacar Air

Lifestyle | Rabu, 14 Januari 2026

PIFA, Lifestyle - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan belum terdapat bukti ilmiah yang kuat bahwa air kelapa dapat mengurangi rasa gatal akibat varicella atau cacar air.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Subsp.I.P.T(K), mengatakan hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan secara spesifik manfaat air kelapa dalam meredakan gatal pada pasien cacar air.

“Belum ada bukti ilmiah bahwa air kelapa mengurangi gatal (akibat cacar), tapi (air kelapa) boleh diberikan pada anak-anak,” ujar Ratni dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Ratni menjelaskan, manfaat air kelapa yang telah terbukti secara ilmiah adalah kandungan elektrolitnya, seperti kalium, yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Khasiat tersebut juga telah lama dipercaya secara turun-temurun sebagai minuman alami untuk menjaga kesehatan.

Namun, jika dikaitkan secara khusus dengan pengurangan rasa gatal pada penderita cacar air, Ratni menilai masih diperlukan penelitian lebih lanjut agar informasi mengenai fungsi dan manfaat air kelapa dapat diperbarui dan memiliki dasar ilmiah yang valid.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa air kelapa tetap aman dikonsumsi oleh pasien cacar air sebagai bagian dari asupan cairan.

Dalam kesempatan tersebut, Ratni juga mengimbau para orang tua untuk mencari informasi mengenai cacar air dari sumber yang tepercaya dan tidak mudah mempercayai mitos yang masih beredar di masyarakat.

Varicella atau cacar air merupakan infeksi primer akibat virus varicella zoster (VZV) yang ditandai dengan demam serta munculnya lepuhan kecil berisi cairan yang menyebar di seluruh tubuh atau ruam vesikular generalisata. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak-anak dan mudah menular, terutama di ruang tertutup seperti sekolah, rumah, atau bangsal.

Ratni menambahkan, cacar air sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. IDAI telah merekomendasikan pemberian vaksin varisela secara subkutan mulai usia 12 bulan.

Pada anak usia 1–12 tahun, vaksin diberikan sebanyak dua dosis dengan interval enam minggu hingga tiga bulan. Sementara untuk usia 13 tahun atau lebih, interval pemberian vaksin adalah empat hingga enam minggu. Bagi anak usia dua tahun atau lebih yang belum mendapatkan vaksin MR/MMR dan varisela, dapat diberikan vaksin kombinasi MMRV sebagai dosis primer.

Adapun pada anak usia di bawah dua tahun yang telah menerima vaksin MR/MMR atau varisela sebelumnya, vaksin MMRV dapat diberikan sebagai dosis penguat atau booster.

Rekomendasi

Foto: Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Trailer Parkir di Sungai Kakap | Pifa Net

Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Trailer Parkir di Sungai Kakap

Kubu Raya
| Sabtu, 1 November 2025
Foto: Sinopsis The Potato Lab: Drama Comeback Kang Tae Oh yang Dinanti Penggemar | Pifa Net

Sinopsis The Potato Lab: Drama Comeback Kang Tae Oh yang Dinanti Penggemar

Indonesia
| Selasa, 4 Maret 2025
Foto: Samsung Galaxy S25 Series: Inovasi AI untuk Pembuatan Konten Berkualitas Tinggi | Pifa Net

Samsung Galaxy S25 Series: Inovasi AI untuk Pembuatan Konten Berkualitas Tinggi

Indonesia
| Sabtu, 8 Februari 2025
Foto: Indonesia Gagal di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Usai Kalah dari Irak 0-1 | Pifa Net

Indonesia Gagal di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Usai Kalah dari Irak 0-1

Timnas Indonesia
| Minggu, 12 Oktober 2025
Foto: Survei: 1 dari 3 Gen Z Kencan Demi Makan Gratis | Pifa Net

Survei: 1 dari 3 Gen Z Kencan Demi Makan Gratis

Lifestyle
| Rabu, 29 Oktober 2025
Foto: Disebut Rudy Mas'ud sebagai Gubernur Konten, Dedi Mulyadi Jawab Begini | Pifa Net

Disebut Rudy Mas'ud sebagai Gubernur Konten, Dedi Mulyadi Jawab Begini

Jabar
| Rabu, 30 April 2025
Foto: Evakuasi Penumpang Saudi Airlines di Bandara Kualanamu Usai Teror Bom, Kopasgat dan Jihandak Dikerahkan | Pifa Net

Evakuasi Penumpang Saudi Airlines di Bandara Kualanamu Usai Teror Bom, Kopasgat dan Jihandak Dikerahkan

Nasional
| Selasa, 17 Juni 2025
Foto: Kabar Baik! Jalan Komyos Sudarso Pontianak Akan Dilebarkan, Target Rampung 2026 | Pifa Net

Kabar Baik! Jalan Komyos Sudarso Pontianak Akan Dilebarkan, Target Rampung 2026

Pontianak
| Jumat, 17 Oktober 2025
Foto: Liverpool Berpeluang Kunci Gelar Liga Inggris Sebelum 12 April | Pifa Net

Liverpool Berpeluang Kunci Gelar Liga Inggris Sebelum 12 April

Italia
| Selasa, 11 Maret 2025
Foto: 8 Cara Alami Menghilangkan Kantung Mata, Mudah dan Murah Meriah | Pifa Net

8 Cara Alami Menghilangkan Kantung Mata, Mudah dan Murah Meriah

Lifestyle
| Kamis, 19 Juni 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: BMKG: Gempa di Mandor Kiru Landak Akibat Aktivitas Sesar Aktif | Pifa Net

BMKG: Gempa di Mandor Kiru Landak Akibat Aktivitas Sesar Aktif

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan Desa Mandor Kiru Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat yang diguncang gempa tektonik pada Minggu (11/7) disebabkan oleh aktivitas sesar aktif. Menurut laporan, terjadi gempa susulan pada Senin (12/7) di wilayah tersebut. “Informasi yang kita dapat, gempa susulan masih terjadi di wilayah itu pada pukul 07.00 pagi tadi. Sebelumnya, hasil monitoring BMKG gempa juga terjadi pada Minggu malam, sekitar pukul 19.51 WIB,” ungkap Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Antara Kalbar (13/7). Daryono menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki magnitudo 3,0 dengan episenter terletak pada koordinat 0,28 LU dan 109,87 BT tepatnya di darat pada jarak 71,4 km timur laut Kota Pontianak dengan kedalaman 10 km. Dia menambahkan, berdasarkan hasil analisis lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif di daerah tersebut. “Guncangan gempa ini dilaporkan dirasakan di daerah Mandor Kiru, Kecamatan Jelimpo, dalam skala intensitas II MMI di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut,” dikutip dari Antara Kalbar (13/7/2021). Lebih lanjut, Kalbar bukanlah daerah yang bebas gempa karena di Kalimantan juga ada sebaran sesar aktif yang dapat menimbulkan gempa kerak dangkal. “Hingga pagi ini pukul 07.00 WIB hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershocks). Meskipun tingkat aktivitas kegempaan di Kalimantan relatif lebih rendah dibandingkan dengan pulau besar lainnya di Indonesia, tetapi bukan berarti wilayah ini bebas dari gempa, karena di Kalimantan juga terdapat sebaran sesar aktif yang dapat memicu gempa kerak dangkal,” ujar Daryono. Seperti dilansir dari Antara Kalbar,  Dandim 1201, Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto mengatakan, pagi tadi (13/7) personil Koramil Ngabang sudah ke lokasi untuk memastikan kondisi warga di lokasi gempa. Hasil temuan, tidak ada kerusakan yang cukup parah di lokasi kejadian. Meski begitu, pihaknya mengimbau agar warga tetap tenang. “Bila terjadi gempa susulan dengan kekuatan lebih besar untuk segera mencari tempat yang aman, seperti lapangan terbuka atau melaporkan ke Babinsa.,” pesan Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto dalam redaksi yang ditulis Antara Kalbar (13/7). “Sampai saat ini warga tidak ada yang melaporkan kerugian akibat guncangan gempa di Desa Mandor Kiru. Korban jiwa juga tidak ada, kondisi warga aman. Mudah-mudahan kita berdoa semua baik-baik saja,” tutupnya.

Admin
| Selasa, 13 Juli 2021

Lokal

Foto: ilkades Serentak 39 Desa di Kubu Raya Berjalan Lancar | Pifa Net

ilkades Serentak 39 Desa di Kubu Raya Berjalan Lancar

Berita Kubu Raya, PIFA - Bupati Muda Mahendrawan bersyukur pelaksanaan Pilkades serentak di 39 desa di Kabupaten Kubu Raya berjalan lancar.  "Berdasarkan data dari 39 desa, sebanyak 140 ribu jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkades serentak tahun ini dan diharapkan jumlah ini bisa lebih maksimal dan meningkat jumlah pemilihnya jika dibandingkan pada Pilkades serentak tahun 2019," kata Muda disela meninjau Pilkades serentak di TPS 12 Desa Sungai Kakap, Rabu (17/11/2021) pagi. Muda yakin, semua Calon Kepala Desa (Cakades) memiliki pemikiran yang luas dan Pilkades serentak merupakan bagian dari proses demokrasi yang baik.  "Saya yakin semua Cakades ini memiliki niat yang baik dan dan saya harapkan semua Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) bekerja profesional. Mengingat semua PPKD ini sudah menerima pembekalan dan pelatihan termasuk yang berada di wilayah pesisir Kubu Raya," tuturnya. Muda menuturkan jumlah Cakades yang ikut dalam kontestasi Pilkades serentak tahun 2021 ini sebanyak 160 orang yang tersebar di 39 desa.  "Dalam pelaksanaannya, seluruh TPS juga dilakukan pengecekan suhu terlebih dahulu dari masing-masing Puskesmas dan tetap memperhatikan protokol kesehatan," tambahnya.  Ia menyampaikan, pada hari ini juga sebaran vaksinasi Covid-19 desa-desa juga tetap dilakukan di sejumlah titik. "Momentum ini kita manfaatkan sebaik mungkin untuk mengejar target herd immunity, karena setiap hari juga vaksinasi tetap kita laksanakan, termasuk juga vaksinasi di wilayah pesisir Kubu Raya," ucapnya.  Tidak lupa dalam kes3mpatan itu, dirinya mengapresiasi Polres Kubu Raya, Kodim 1207 Pontianak, Polsek dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas yang turut mengawal pelaksanaan Pilkades serentak, sehingga pelaksanaannya bisa berjalan aman dan tertib. "Termasuk juga Puskesmas di semua kecamatan yang juga turut mengawal dan memastikan untuk hal-hal yang menyangkut kesehatan masyarakat. Tentunya kondisi ini membuktikan demokrasi sebagai potret untuk kemajuan fikiran dalam mewujudkan demokrasi yang baik," imbuhnya.

Kubu Raya
| Kamis, 18 November 2021

Pifabiz

Foto: Selain Mahalini, 5 Artis Ini Juga Operasi Hidung  | Pifa Net

Selain Mahalini, 5 Artis Ini Juga Operasi Hidung 

PIFAbiz - Istri Rizky Febrian, Mahalini sedang hangat dibicarakan usai melakukan operasi plastik Korea Selatan. Ia memilih oplas di bagian hidung karena kondisi medis, yakni sinusitis. Penampilan terbaru Mahalini pasca operasi pun menuai perhatian warganet terutama para penggemar. Banyak di antara mereka yang menyangkan perubahan Mahalini itu. Selain Mahalini, ada sejumlah artis Tanah Air yang juga melakukan operasi hidung untuk kecantikan maupun kesehatan. Siapa saja, berikut di antaranya: 1. Sarawendah Belum lama ini, pemampilan Sarwendah menjadi sorotan usai menjalani operasi plastik di Korea Selatan. Namun sebelumnya, istri Ruben Onsu ini melakukan oplas di area hidung di RS Jakarta karena masalah sinus. 2. Angel Karamoy Angel Karamoy juga merupakan artis cantik yang melakukan oplas di area hidung. Dia melakukan tindakan rhinoplasty di Korea Selatan. Dia menjelaskan, alasannya melakukan prosedur itu karena untuk membetulkan bentuk hidungnya yang sedikit bengkok. 3. Jessica Iskandar Sama halnya dengan Angel Karamoy, Jessica Iskandar juga melakukan operasi plastik di area hidung. Alasannya pun hampir serupa, yaitu untuk memperbaiki area rongga hidung yang miring. 4. Amanda Manapo Amanda Manopo, yang dikenal lewat perannya dalam sinetron-sinetron populer, juga pernah menjalani operasi plastik. Ia mengakui bahwa melakukan perbaikan pada beberapa bagian wajahnya, termasuk operasi hidung untuk memberikan penampilan yang lebih proporsional. Amanda menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi mendukung kariernya di dunia hiburan dan bukan semata-mata untuk mengikuti tren. 5. Nikita Mirzani Artis sensasional satu ini melakukan oplas di beberapa area wajah, salah satunya di bagian hidung. Dia sempat mengungkapkan, bahwa alasannya melakukan prosedur kecantikan tersebut untuk memperbaiki kerusakan yang berasal dari prosedur sebelumnya. 

Indonesia
| Senin, 15 Juli 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5