Indonesia Lolos ke Final FIFA Series 2025, Hajar Saint Kitts dan Nevis 4-0
Sports | Sabtu, 28 Maret 2026
Indonesia Lolos ke Final FIFA Series 2025, Hajar Saint Kitts dan Nevis 4-0. Antara
Sports | Sabtu, 28 Maret 2026









Lokal

PIFA, Lokal Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menerima kunjungan istimewa dari 15 pejabat eselon II yang tengah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Pusdiklat Tenaga Administrasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Acara berlangsung meriah di Kantor Bupati Kubu Raya pada Rabu, 9 Agustus, dengan beragam diskusi dan presentasi mengenai kerukunan umat beragama. Dalam paparannya, Bupati Muda Mahendrawan dengan penuh semangat berbicara tentang peran penting pemerintah daerah dalam merawat kerukunan umat beragama. Beliau menyambut para peserta pelatihan dengan hangat dan berharap kunjungan ini akan memberikan semangat baru bagi Kabupaten Kubu Raya. "Kunjungan para peserta pelatihan kepemimpinan nasional memberikan motivasi karena terjadi elaborasi berbagai hal, terutama terkait keragaman dan hubungan antarumat beragama. Dengan ini kita juga bisa mendapatkan solusi yang dihadirkan dari latar belakang ilmu para peserta pelatihan ini. Maka kami di Kubu Raya sangat berterima kasih atas kunjungan ini dan mudah-mudahan Kubu Raya bisa menjadi model dalam penguatan kerukunan umat beragama," ujar Bupati Muda Mahendrawan. Muda juga menyoroti moderasi beragama yang terjadi secara alami di Kubu Raya. Dalam masyarakat yang heterogen, isu perbedaan tidak pernah diangkat, dan kesamaan selalu dikedepankan, menghasilkan ketenangan dan kebahagiaan. Bupati Muda mengungkapkan bahwa solidaritas dan toleransi adalah hasil dari rasa saling pengertian yang tumbuh di antara masyarakat, rumah tangga, hingga tingkat pemerintahan. Ketua Tim Visitasi Kepemimpinan Nasional, Suja’i, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penerimaan peserta visitasi di Kubu Raya. Acara pelatihan ini difokuskan pada tema kerukunan umat beragama dengan tujuan menggali dan mencari cara-cara untuk memperkuat kerukunan umat beragama di wilayah ini. (ad)
Sports

PIFA, Sports - Pada Olimpiade Paris 2024, Indonesia dijadwalkan bertanding dalam enam cabang olahraga hari ini, mulai dari badminton hingga judo. Enam cabang olahraga yang akan diikuti oleh para atlet Indonesia adalah badminton, panahan, senam artistik, dayung, menembak, dan judo. Pertandingan-pertandingan ini akan dimulai pada pukul 14.30 WIB. Rifda Irfanaluthfi dari cabang senam artistik akan menjadi atlet pertama yang bertanding untuk Indonesia hari ini. Sementara di cabang badminton, atlet-atlet yang akan berlaga meliputi Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Anthony Sinisuka Ginting, Rinov Rinaldy/Phita Haningtyas Mentasi, dan Gregoria Mariska Tunjung. Pertandingan badminton masih berada pada tahap fase grup. Dalam cabang panahan, tim Indonesia akan berhadapan dengan Malaysia di babak eliminasi. Sementara itu, Maryam March Maharani dari cabang judo akan melawan wakil Mozambik, Kevin Ferreira, pada babak 32 besar di kelas 52 kg. Jadwal Indonesia di Olimpiade Paris 2024 Hari Ini: Minggu, 28 Juli Senam Artistik: Rifda Irfanaluthfi, Subdivision 1 pukul 14.30 WIB Dayung: La Memo, repechage 2 pukul 14.48 WIB Panahan: Indonesia vs Malaysia, babak eliminasi 1/8 pukul 15.16 WIB Menembak: Fathur Gustafian, babak kualifikasi pukul 16.15 WIB Badminton: Rinov/Phita vs Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China) pukul 19.00 WIB Anthony Ginting vs Howard Shu (AS) pukul 19.00 WIB Gregoria Mariska Tunjung vs Polina Buhrova (Ukraina) pukul 19.50 WIB Judo: Maryam March Maharani vs Kevin Ferreira (Mozambik), waktu menyusul.
Lokal

Berita Sanggau, PIFA - Wakil Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si membuka kegiatan pengawasan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau Tahun Anggaran 2022. Dengan tema yang diusung: “Sinergisitas organisasi perangkat daerah bersama Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dalam meningkatkan tata Kelola pemerintah yang baik. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Musyawarah Lantai II Kantor Bupati Sanggau, Kamis (24/3/2022). Dalam kegiatan tersebut di hadiri Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar, Dr. Ayi Riyanto, AK, M.Si., CA, CPMA, QIA, CGCAE, Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Ir. Kukuh Triyamatmaka MM, Inspektur Kabupaten Sanggau, Eka Pria Saputra, SE., M.Si dan seluruh Kepala OPD Kabupaten Sanggau. Dalam sambutan, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot berharap kepada inspektorat kabupaten dapat memanfaatkan forum gelar pengawasan ini untuk mengawal penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan. “Seperti kita ketahui bersama bahwa dalam siklus pengawasan, tugas inspektorat tidak hanya menjalankan tugas pemeriksaan saja. Tetapi bertanggungjawab juga mengawal hasil pemeriksaannya, termasuk hasil pemeriksaan dari BPK, BPKP dan APIP,” katanya. Lanjut disampaikan Wakil Bupati Sanggau bahwa keberhasilan tugas inspektorat akan semakin efektif apabila seluruh unsur pemerintah daerah mulai dari Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, DPRD, Kepala OPD, Camat dan aparaturnya konsisten terhadap komitmen good governance dan clean government serta memahami tugas sesuasi aturan hukum yang berlaku. “Jika rambu-rambu hukum tersebut kita taati dan patuhi, mudah-mudahan dalam pelaksanaan tugas kita terhindar dari berbagai persoalan terutama persoalan hukum di kemudian hari. Pada kesempatan ini saya tegaskan kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sanggau khususnya inspektorat untuk dapat memahami, memaknai dan menjabarkan serta mengambil langkah-langkah konkrit dalam mewujudkan Sanggau tertib tersebut,” tegasnya. Pelaksanaan pengawasan ini, lanjut Wabup Sanggau Yohanes Ontot dapat dipandang sebagai salah satu wujud akuntabilitas pemerintahan dimana penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan merupakan upaya konkrit untuk memperbaiki, menertibkan, menyempurnakan dan meningkatkan kinerja pemerintahan. “Karena tindak lanjut hasil pengawasan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan proses pengawasan. Pemutakhiran data tindak lanjut hasil pemeriksaan merupakan upaya untuk mengetahui sampai sejauhmana langkah-langkah yang telah diambil oleh pimpinan atau unit satuan kerja OPD dan camat yang diperiksa dalam menindaklanjuti temuan atau rekomendasi hasil pemeriksaan. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mendorong percepatan penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan, terutama terhadap temuan yang mengandung indikasi kerugian dan kewajiban setor kepada negara atau daerah,” ujarnya. Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot sampaikan bahwa pentingnya pengendalian internal disuatu instansi pemerintah. “Oleh karenanya, dalam setiap penugasan audit baik oleh APIP maupun pengawas external seperti BPK dan BPKP. Kelemahan dari sisi pengendalian intern suatu objek pemeriksaan merupakan isyarat atau identifikasi kemungkinan terjadinya resiko dan ini menjadi pintu masuk bagi auditor untuk melakukan pengujian lebih mendalam terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam sebuah program atau kegiatan,” tuturnya. (ja)