Indonesia Lolos ke Final FIFA Series 2025, Hajar Saint Kitts dan Nevis 4-0
Sports | Sabtu, 28 Maret 2026
Indonesia Lolos ke Final FIFA Series 2025, Hajar Saint Kitts dan Nevis 4-0. Antara
Sports | Sabtu, 28 Maret 2026









Politik

PIFA, Politik — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan akan memberikan sanksi tegas berupa pencopotan jabatan kepada pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar yang terbukti berbohong atau menyembunyikan data faktual, termasuk terkait dana APBD yang disebut didepositokan di perbankan. “Apabila ada staf saya yang berbohong, tidak menyampaikan fakta dan data yang sesungguhnya, atau menyembunyikan data yang seharusnya diketahui oleh masyarakat dan terbuka, saya tidak akan segan-segan, saya berhentikan pejabat itu,” kata Dedi dalam keterangan di Bandung, Rabu (22/10/2025). Ia menegaskan ancaman tersebut berlaku untuk semua jajaran tanpa pandang bulu, termasuk Sekretaris Daerah, Kepala Badan Pengelola Keuangan, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah. Dedi juga mengungkapkan telah mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Bank Indonesia (BI) untuk mengonfirmasi sumber data terkait dugaan dana APBD Jabar senilai Rp4,1 triliun yang disebut didepositokan. Kunjungan itu dilakukan guna mencocokkan data pemerintah pusat dengan data milik Pemprov Jabar. “Seluruh rangkaian verifikasi data ini akan dilakukan secara transparan agar publik mengetahui informasi yang benar sesuai fakta,” ujarnya. Sebelumnya, Dedi menampik pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut ada 15 daerah di Indonesia menyimpan dana APBD dalam bentuk deposito di luar bank pembangunan daerah. Jawa Barat disebut memiliki deposito Rp4,17 triliun. Selain Jawa Barat, Purbaya juga menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki deposito Rp14,683 triliun dan Jawa Timur sebesar Rp6,8 triliun. Menurut data yang diungkapkan Purbaya, total dana pemerintah daerah yang mengendap di rekening kas daerah mencapai Rp233 triliun. Rinciannya, simpanan pemerintah kabupaten mencapai Rp134,2 triliun, pemerintah provinsi Rp60,2 triliun, dan pemerintah kota Rp39,5 triliun.
Sports
PIFA, Nasional - Tim Yamaha mendominasi klasemen sementara Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series (MRS) setelah seri ke-3 berlangsung di Mandalika International Circuit, 15-17 Agustus 2025. Rider Yamaha memimpin standing point di lima kelas yaitu National Sport 150cc, National Sport 250cc, National Sport 600cc, National Junior Sport 150cc U-15, Underbone 150cc U25. Hasil tersebut menunjukkan superioritas Yamaha di ajang bergengsi Kejurnas MRS yang menghadirkan persaingan ketat pembalap-pembalap unggulan Indonesia yang tidak hanya berkompetisi di domestik tapi juga Asia bahkan dunia. Merampungkan putaran ke-3 Kejurnas MRS akhir pekan lalu, mengantarkan deretan rider Yamaha menguasai pucuk klasemen sementara. Husni Zainul Fuadzy (Yamaha Yamalube Ziear LFN HP969 MCR RBT34 TheStrokes55) menduduki peringkat pertama kelas National Sport 150cc. Moh. Murobbil Vitoni yang juga dikenal dengan Robby Sakera (Yamaha LFN HP969 Global Ondolomon) menempati posisi pertama kelas National Sport 250cc. Sedangkan di kelas National Sport 600cc, Wahyu Nugroho (Yamaha LFN HP969 Global Ondolomon) berada di tempat pertama, Fahmi Basam (Yamaha Yamalube LFN HP969 RCB UMA NHK SSS NGK RBT34 Navaro RT) nomor satu kategori Underbone 150cc U25, Danadyaksa Wida Pangestu (Yamaha Yamalube SCM Group Aditama NHK RBT34 STSJ GDT Berau) peringkat satu National Junior Sport 150cc U-15. Kesuksesan tim dan pembalap Yamaha di Kejurnas MRS menunjukkan konsistensi dan besarnya talenta buat berkiprah di ranah nasional sekaligus mendominasi melalui prestasi.”Pencapaian di seri 3 Kejurnas Mandalika Racing Series sekaligus hasil di klasemen merupakan keberhasilan dari kerja keras tim dan pembalap yang terbukti nyata di lintasan kompetisi. Kami berkomitmen untuk memaksimalkan berbagai aspek yang dibutuhkan karena landasannya yang kuat dari hasil riset dan pengembangan intens, menggunakan best set up, improvement berkelanjutan memakai data-data teknis internal. Ditambah dengan komunikasi yang baik dan tim yang solid, kami bisa menghadapi kondisi yang dinamis sehingga menjadi kunci mampu menjadi yang terdepan di pentas nasional,” papar Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Dari hasil round 3, rider Yamaha Racing Indonesia yang ikut tampil berhasil meraih kemenangan race. Arai Agaska yang di Kejurnas MRS balapan buat tim Yamaha NitiRacing DRS KYB MFZ Dynavolt Privater HDS Racing, sukses memenangi race 2 kelas National Sport 150cc dan race 2 National Sport 250cc.Dan Wahyu Nugroho naik podium satu race 1 National Sport 600cc. Husni Zainul Fuadzy atau Alfi Husni memenangi race 1 National Sport 150cc. Robby Sakera juga mengeluarkan performa cemerlang dengan memenangi race 1 dan superpole National Sport 250cc. Danadyaksa Wida Pangestu memenangi race 1 National Junior Sport 150cc U-15. Di kelas National Sport 250cc, Robby Sakera tampil gemilang memperkuat posisinya di pucuk pimpinan klasemen.”Hasil seri 3 Kejurnas Mandalika Racing Series sangat menggembirakan, saya bisa memenangi race dan sekarang ada di posisi pertama klasemen kelas Sport 250cc. Persaingan kompetitif namun memotivasi saya untuk mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin. Ini juga bagian dari persiapan positif menuju Asia Road Racing Championship di Mandalika akhir Agustus. Saat ini saya berada dalam kondisi optimal dan berharap berlanjut pada kompetisi berikutnya,” ungkap Robby Sakera. Kategori National Sport 150cc juga milik Yamaha melalui Alfi Husni yang terus improve hingga seri 3.”Saya selalu berupaya di tiap seri untuk mengumpulkan poin dan optimis menjuarai race. Ini membantu saya untuk ada di puncak klasemen dan akan berusaha mempertahankan. Selalu siap dengan mental dan fisik yang prima, juga support tim dan motor yang jadi bagian penting melancarkan upaya saya meraih kemenangan,” beber Alfi Husni.
Lokal

Berita Kalbar, PIFA - Wakapolda Kalbar Brigjen (Pol) Asep Safrudin mengungkapkan, Tim dari Politeknik Negeri Pontianak juara pertama pada lomba orasi unjuk rasa yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. "Tim Politeknik Negeri Pontianak mengusung tema “Cerita Nista 73 Tahun Pelanggaran HAM”, dan mereka berhak menerima hadiah sebesar Rp5 juta berikut tropi dan piagam," terangnya, dikutip Antara jumat (3/12/2021). Tidak hanya itu, Asep menerangkan bahwa Tim dari Polnep nantinya akan mewakili Kalbar pada lomba yang sama di putaran final di Mabes Polri. Sedangkan untuk juara kedua diraih Tim Patriot Bangsa Untan Pontianak, mereka mendapatkan uang sebesar Rp3 juta berikut tropi dan piagam. "Dan juara ketiga dimenangkan oleh Tim Selembe Projek mendapatkan hadiah uang sebesar Rp2 juta berikut tropi dan piagam, serta harapan satu dimenangkan oleh Tim Singa Borneo Untan Pontianak, harapan dua dimenangkan oleh Tim Sebayu Untan Pontianak dan harapan tiga dimenangkan oleh Tim STIT Kapuas Hulu," ungkap Asep. Dia menjelaskan, lomba orasi unjuk rasa (unras) tahun 2021 digelar dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM), untuk memperebutkan Piala Kapolri pada 10 Desember 2021 mendatang. "Sebanyak 15 tim yang mendaftar, yakni tujuh tim secara online dan delapan tim mengikuti perlombaan yang digelar di Lapangan SPN Polda Kalbar," katanya. Dia menambahkan, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak asasi manusia bagi setiap warga negara, setiap warga negara bebas mengemukakan pendapat untuk menyampaikan pendapat dan pikirannya secara lisan maupun tulisan. “Dilaksanakannya lomba orasi ini bertujuan untuk memberikan ruang dan wadah kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresi, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya. Menurut Asep, lomba orasi ini sangat luar biasa, dirinya sudah lebih dari 25 tahun menjadi polisi, tapi baru kali ini unjuk rasa diperlombakan. "Baru sekarang ada lomba orasi unjuk rasa ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan komitmen polisi untuk sebagaimana kami melayani seluruh masyarakat Indonesia, bagaimana cara menyampaikan pendapat di muka umum,” kata Asep. Dia berharap, kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang cara dalam menyampaikan aspirasi sesuai aturan dan hukum yang berlaku, dan itu adalah salah satu tujuan lomba ini diadakan. "Terima kasih kepada segenap peserta lomba orasi yang telah melaksanakan kegiatan perlombaan ini dengan sebaik baiknya. Suatu kehormatan bagi kami Polda Kalbar atas keikutsertaan peserta," ujarnya.