Timnas Indonesia. (PSSI)

Timnas Indonesia. (PSSI)

Berandascoped-by-BerandaSportsscoped-by-SportsIndonesia Puncaki Klasemen Grup H Usai Bantai Laos 3-0

Indonesia Puncaki Klasemen Grup H Usai Bantai Laos 3-0

Timnas Indonesia | Kamis, 3 September 2026

Timnas Indonesia U-20 memuncaki klasemen Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 setelah membantai tuan rumah Laos dengan skor 3-0, Kamis (3/9/2026) malam WIB.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion New Laos National tersebut sempat tertunda sekitar dua jam akibat hujan deras. Laga akhirnya baru dimulai pada pukul 21.00 WIB.

Indonesia langsung tampil agresif dan berhasil membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan empat menit.

Fabio Azkairawan menjadi pencetak gol pertama Garuda Muda. Menerima umpan lambung terukur dari Aleandro Maulana, Fabio melakukan kontrol dengan baik sebelum melepaskan tembakan yang bersarang ke gawang Laos.

Indonesia kembali mencetak gol pada menit ke-38 melalui Zahaby Gholy.

Gholy memanfaatkan bola rebound di kotak penalti setelah tembakan Aleandro Maulana lebih dulu ditepis kiper Laos. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Indonesia tetap mendominasi jalannya pertandingan. Tekanan Garuda Muda kembali membuahkan hasil pada menit ke-63.

Gholy mencetak gol keduanya melalui tendangan bebas terukur sekaligus memastikan kemenangan Indonesia 3-0 atas Laos.

Hasil tersebut membuat Indonesia untuk sementara memimpin klasemen Grup H dengan empat poin. Garuda Muda unggul selisih gol atas Australia yang juga mengoleksi empat poin.

Australia sebelumnya hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Malaysia di stadion yang sama. Hasil tersebut membuat Malaysia berada di posisi ketiga dengan dua poin.

Indonesia selanjutnya akan menghadapi Australia pada laga penentu posisi teratas Grup H, Minggu (6/9/2026).

Sementara itu, Malaysia akan berhadapan dengan Laos yang sudah dipastikan tersingkir dari persaingan.

Klasemen Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Indonesia — 4 poin
Australia — 4 poin
Malaysia — 2 poin
Laos — 0 poin

Rekomendasi

Foto: Barcelona Menang Banding, Dani Olmo Akhirnya Bisa Main Sementara Waktu | Pifa Net

Barcelona Menang Banding, Dani Olmo Akhirnya Bisa Main Sementara Waktu

Spanyol
| Kamis, 9 Januari 2025
Foto: Fourtwnty Umumkan Hiatus Sementara dari Panggung Musik | Pifa Net

Fourtwnty Umumkan Hiatus Sementara dari Panggung Musik

Indonesia
| Minggu, 2 Maret 2025
Foto: OPPO A5i Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Ketahanan Militer dan Harga Terjangkau Rp1,5 Jutaan | Pifa Net

OPPO A5i Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Ketahanan Militer dan Harga Terjangkau Rp1,5 Jutaan

Tekno
| Rabu, 11 Juni 2025
Foto: Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Trailer Parkir di Sungai Kakap | Pifa Net

Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Trailer Parkir di Sungai Kakap

Kubu Raya
| Sabtu, 1 November 2025
Foto: Persebaya Surabaya U-13 Juara Piala Soeratin U-13 2024 | Pifa Net

Persebaya Surabaya U-13 Juara Piala Soeratin U-13 2024

Indonesia
| Kamis, 27 Februari 2025
Foto: Liverpool Tersingkir dari Piala FA Usai Dipermalukan Tim Juru Kunci | Pifa Net

Liverpool Tersingkir dari Piala FA Usai Dipermalukan Tim Juru Kunci

Inggris
| Senin, 10 Februari 2025
Foto: Awas! Menonton Film Secara Maraton Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan | Pifa Net

Awas! Menonton Film Secara Maraton Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Indonesia
| Minggu, 9 Februari 2025
Foto: Kejagung Buka Peluang Periksa Ahok dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina | Pifa Net

Kejagung Buka Peluang Periksa Ahok dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina

Indonesia
| Kamis, 27 Februari 2025
Foto: Gibran Mendadak Blusukan ke Kampung Malang Tengah, Ada Apa? | Pifa Net

Gibran Mendadak Blusukan ke Kampung Malang Tengah, Ada Apa?

Surabaya
| Rabu, 29 Januari 2025
Foto: Resmi, PSSI Tunjuk Patrick Kluivert Jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia | Pifa Net

Resmi, PSSI Tunjuk Patrick Kluivert Jadi Pelatih Baru Timnas Indonesia

Indonesia
| Rabu, 8 Januari 2025

Berita Terkait

Politik

Foto: Kagama Muda Bergerak Dukung Aksi Mahasiswa UGM di Diskusi Pejabat, Sebut Bentuk Kritik Sosial | Pifa Net

Kagama Muda Bergerak Dukung Aksi Mahasiswa UGM di Diskusi Pejabat, Sebut Bentuk Kritik Sosial

SLEMAN – Kelompok Kagama Muda Bergerak menyatakan dukungan terhadap aksi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menggeruduk forum diskusi di Joglo GIK UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (15/6) malam. Forum diskusi bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” itu sebelumnya dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko. Kagama Muda Bergerak merupakan kelompok yang berasal dari kalangan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), khususnya mereka yang memiliki latar belakang aktivisme sejak masa kuliah. Dalam pernyataannya, Kagama Muda Bergerak menilai aksi mahasiswa tersebut sebagai bentuk kritik terhadap dominasi narasi Pancasila di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang sedang dihadapi masyarakat. Mereka menyoroti sejumlah isu seperti kenaikan harga kebutuhan pokok, pelemahan nilai tukar rupiah, dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), hingga ketimpangan kebijakan ekonomi yang dinilai belum berpihak pada masyarakat luas. Menurut mereka, ketika persoalan mendasar tersebut belum tertangani, penekanan berlebihan pada narasi persatuan dan Pancasila justru dapat dianggap mengabaikan realitas yang dihadapi publik. “Pada titik ini, kritik tersebut tidak lagi berada semata pada level ekspresi demokratis, tetapi telah bergerak menjadi tuntutan politik atas stagnasi perbaikan ekonomi dan ketidakmampuan negara menjawab persoalan material,” demikian pernyataan Kagama Muda Bergerak. Kelompok tersebut juga menyoroti meningkatnya peran aparat keamanan dalam ruang sipil yang mereka nilai sebagai indikasi kemunduran demokrasi. Atas dasar itu, Kagama Muda Bergerak menyatakan dukungan terhadap aksi mahasiswa UGM. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ekspresi kegelisahan publik sekaligus perlawanan terhadap praktik yang dianggap otoriter. Selain itu, mereka menolak segala bentuk stigmatisasi, intimidasi, maupun delegitimasi terhadap mahasiswa yang menyampaikan kritik kepada pemerintah. Menurut mereka, kampus harus tetap menjadi ruang bebas bagi kebebasan berpikir dan berekspresi. Kagama Muda Bergerak juga mendorong pemerintah agar merespons kritik masyarakat secara substantif dan terbuka, bukan dengan pendekatan yang dianggap menekan suara kritis. Pernyataan tersebut ditutup dengan ajakan kepada masyarakat sipil untuk memperkuat solidaritas dalam menjaga ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

Politik
| Rabu, 17 Juni 2026

Lokal

Foto: Pelajar dan Seniman di Pontianak Warnai Taman Budaya Lewat Mural | Pifa Net

Pelajar dan Seniman di Pontianak Warnai Taman Budaya Lewat Mural

PIFA.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 12 tim yang terdiri dari pelajar dan seniman di Pontianak, Kalimantan Barat mengikuti lomba mural di Taman Budaya, pada Kamis (15/5/2025). Kegiatan tersebut merupakan dari rangkaian acara “Semarak Taman Budaya, Nyanyian Negeriku” yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Provinsi Kalbar.Sejak pagi para peserta tampak semangat dan antusias menghias tembok panjang Taman Budaya dengan berbagai karya mural yang mencerminkan kekayaan budaya dan identitas Kalimantan Barat.Salah satunya adalah Manhsa Salsabila, pelajar asal SMA Negeri 1 Pontianak, Kalbar. Ia bersama temannya mengangkat tema tindayu dalam muralnya.“Mural kita mengangkat tiga suku yang paling banyak di Kalbar, pertama itu ada suku melayu, dayak dan tionghoa. Sebelumnya sudah kami rancang dalam bentuk sketsa, jadi lebih mudah saat diaplikasikan ke tembok,” ungkap Mahsa disela-sela melukis.Meski ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba mural di luar sekolah, Manhsa mengaku tidak mengalami banyak kesulitan karena sudah terbiasa menggambar sejak duduk di bangku sekolah dasar. Timnya menargetkan penyelesaian mural dalam waktu dua hari.“Tidak ada tantangan karena sebelum mengaplikasikan ke media tembok sudah merencanakan sketsa. Target selesai mungkin 2 hari,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdik Provinsi Kalbar, Luh Gede Supryani, menyampaikan bahwa lomba mural ini merupakan bagian dari rangkaian acara selama empat hari dalam Semarak Taman Budaya 2025.“Kegiatan ini kita laksanakan selama 4 hari, mulai hari ini tanggal 15, 16, 17 dan puncaknya nanti adalah pada tanggal 18. Kita akan melaksanakan kegiatan pagelaran seni di pukul 19.00 di malam hari,” ujarnya.Supryani mengungkapkan untuk peserta lomba mural terdiri dari 12 tim yang masing-masing beranggotakan 2 sampai 3 orang. Tema yang diangkat berkaitan dengan keberagaman budaya Kalimantan Barat.“Dari kegiatan ini kami melihat ternyata memang provinsi Kalimantan Barat ini mempunyai seniman-seniman yang potensial, mempunyai bakat-bakat yang luar biasa. Jadi dari sketchnya saja kita sudah bisa melihat bahwa mereka itu bisa untuk mengangkat isu-isu yang ada di Kalimantan Barat, baik itu isu sosial, baik itu isu seni budaya, yang diangkat melalui lukisan-lukisan yang luar biasa,” jelasnya.Meskipun pada tahun ini peserta masih terbatas dari Kota Pontianak dan sekitarnya, pihaknya berharap ke depan kegiatan serupa bisa diperluas hingga melibatkan seniman dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. “Mungkin untuk kedepannya mudah-mudahan kita bisa membuat event yang lebih besar dengan melibatkan seluruh seniman perupa baik dari kota Pontianak maupun di luar kota Pontianak, seluruh kabupaten-kota se-Kalimantan Barat,” harapnya.

Pontianak
| Kamis, 15 Mei 2025

Nasional

Foto: Gibran Unggah Tren Viral Pacu Jalur: Tradisi Riau yang Mendunia di Era Digital | Pifa Net

Gibran Unggah Tren Viral Pacu Jalur: Tradisi Riau yang Mendunia di Era Digital

PIFA, Nasional - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka turut merespons tren viral Pacu Jalur yang tengah ramai diperbincangkan warganet, dengan mengunggah konten terkait di akun Instagram pribadinya, @gibran_rakabuming, pada Minggu (6/7) malam. Pacu Jalur merupakan perlombaan dayung tradisional khas Rantau Kuantan, Riau, yang identik dengan perahu panjang serta atraksi tarian di ujung sampan saat berlomba. Dalam unggahan videonya, Gibran menampilkan momen anak kecil yang menari lincah di ujung perahu Pacu Jalur. "Siapa sangka, dari tepian Kuantan Singingi, semangat Pacu Jalur bisa mengalir hingga ke jagat digital dunia," tulis Gibran dalam caption video tersebut. Gibran menyoroti bagaimana gerakan khas dalam Pacu Jalur, terutama tarian ikoniknya, kini memengaruhi banyak sosok dari berbagai penjuru dunia—mulai dari atlet sepak bola internasional hingga para influencer global. Fenomena ini menurutnya membuktikan kekuatan konten lokal yang mampu menembus batas-batas budaya melalui media sosial. Lebih dari sekadar tradisi, Gibran menilai Pacu Jalur adalah bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Ia menyebutnya sebagai narasi dan identitas bangsa yang memiliki potensi besar dalam diplomasi budaya digital. "Di mana konten mampu menjadi jembatan, memperkenalkan kearifan lokal Indonesia ke mata dunia," ujarnya. Menurut Gibran, tren ini bisa menjadi momentum strategis untuk mempromosikan budaya Indonesia di ranah global. Ia mengajak masyarakat untuk memaknai Pacu Jalur tidak hanya sebagai ajang olahraga rakyat, tapi juga sebagai ekspresi seni dan jati diri bangsa yang patut dibanggakan. Sebelumnya, tren Pacu Jalur juga viral melalui konsep “aura farming”, yakni momen-momen ekspresif para penari kecil yang dianggap “mengundang aura” kemenangan saat berada di ujung perahu. Fenomena ini telah menarik perhatian netizen dari dalam dan luar negeri, bahkan turut diadaptasi oleh sejumlah atlet dunia dalam bentuk tarian kemenangan atau selebrasi. Dengan semakin masifnya penyebaran konten ini, Gibran berharap Pacu Jalur bisa terus dikenang dan dilestarikan, sekaligus menjadi inspirasi bagi dunia mengenai kekayaan budaya Indonesia.

Nasional
| Selasa, 8 Juli 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5