Irak Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Tundukkan Bolivia 2-1
Sports | Rabu, 1 April 2026
Irak Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Tundukkan Bolivia 2-1. Reuters
Sports | Rabu, 1 April 2026










Lokal

Berita Kalbar, PIFA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara “Bukber Kolaborasi Lintas Organisasi dan Komunitas Bersama Anak Yatim Piatu dan Dhuafa” yang dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Minggu (24/4/2022). "Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan pribadi, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada seluruh panitia penyelenggara dan semua pihak yang memprakarsai acara ini," ungkap dr. Harisson M.Kes rilis yang diterima PIFA. Melalui momen yang penuh berkah ini, pemberian santunan kepada para anak yatim piatu dan kaum dhuafa diharapkan bisa membantu mereka menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, serta dapat menjalin silaturahmi antar lintas organisasi dan komunitas yang ada. "Melalui kegiatan ini, semoga silaturahmi di antara kita semakin kuat serta senantiasa berdiri sama tegak, duduk sama rendah. Sebab, jika kita semua senantiasa dalam semangat yang satu, saling bersinergi untuk bersama-sama mempercepat keberhasilan pembangunan di daerah guna mewujudkan Kalimantan Barat menjadi daerah yang semakin maju dan makmur," harap Sekda Prov Kalbar. Salah satu program Pemprov Kalbar dalam pembangunan adalah meningkatkan kualitas spiritual masyarakat melalui pendidikan dan kegiatan keagamaan. Untuk itu, Sekda mengajak seluruh masyarakat untuk menaati dan melaksanakan ajaran agama dengan baik dan benar agar tidak mengarah kepada pemahaman yang sempit. Dimana ajaran agama menekankan pada keimanan dan cara menjalin hubungan baik Sang Pencipta maupun sesama manusia. "Banyak hikmah yang dapat dipetik dalam membentuk karakter umat selama bulan Ramadhan ini. Misal, mengaji dan menghafal Al Quran. Saya memiliki harapan agar semakin banyak generasi Kalbar yang mencintai dan menjadikan Al Quran sebagai nafas, pegangan hidup dan landasan kepribadian. Hal ini seiring dengan program Gubernur Kalbar untuk mencetak 5.000 Tahfidz di Kalbar, Insya Allah," tutup dr. Harisson, M.Kes. Kegiatan Bukber Kolaborasi Lintas Organisasi dan Komunitas Bersama Anak Yatim Piatu dan Dhuafa yang diselenggarakan oleh Persatuan Orang Melayu (POM) Kalbar ini turut dihadiri Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.T., M.M., serta beberapa Komunitas dan Organisasi yang ada di Kalbar. (rs)
Nasional

PIFA.CO.ID, NASIONAL - Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menyatakan bahwa Kejaksaan Agung seharusnya memanggil mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi minyak mentah. Ahok mengungkapkan pendapat ini ketika ditanya oleh media terkait keakraban dengan Alfian Nasution di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Kamis lalu."Seharusnya dipanggil, ya. Lapisannya, ‘kan, masih dirut-dirut (direktur utama) yang lama. Kalau Pak Riva Siahaan (Dirut PT Pertamina Patra Niaga) kena, seharusnya mantan dirut lainnya dipanggil. Mungkin," ujar Ahok.Dalam kesempatan itu, Ahok juga menjawab bahwa ia tidak mengenal Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR), yang menjadi tersangka dalam kasus ini. "Enggak kenal," tegasnya.Ahok Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Korupsi Minyak MentahPada hari yang sama, Ahok juga diperiksa sebagai saksi oleh Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) periode 2018–2023. Pemeriksaan tersebut berlangsung selama 8–9 jam.Selama pemeriksaan, Ahok menyatakan bahwa penyidik tidak menanyakan mengenai isu pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) RON 92 dengan RON yang lebih rendah, meskipun hal ini menjadi perbincangan publik. Ahok juga mengungkapkan bahwa ia telah melaporkan beberapa dugaan kecurangan selama menjabat, namun tidak merinci lebih lanjut.Kasus Korupsi Minyak Mentah: Tersangka dan Progress PenyidikanKasus ini telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka, termasuk Riva Siahaan dari PT Pertamina Patra Niaga, serta beberapa direktur dan pejabat tinggi lainnya dari berbagai unit Pertamina dan perusahaan terkait lainnya.Dalam daftar tersangka tersebut termasuk juga Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) dari PT Navigator Khatulistiwa, serta Dimas Werhaspati dan Gading Ramadhan Joedo dari PT Jenggala Maritim dan PT Orbit Terminal Merak.Kejaksaan Agung terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus ini, dengan fokus pada dugaan korupsi yang melibatkan tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina dan entitas terkait lainnya selama periode 2018–2023.
Lokal

PIFA, Lokal - Menjelang Pilkada Kota Pontianak 2024, pasangan petahana Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan (Edi-Bahasan) menunjukkan dominasi yang kuat dalam perolehan dukungan pemilih. Dengan elektabilitas yang mencapai lebih dari 70%, Edi-Bahasan diibaratkan sebagai "matahari tunggal" di arena politik lokal, menempatkan mereka jauh di depan para pesaingnya. Dalam hasil survei terbaru, pemilih militan Edi-Bahasan tercatat mencapai 65%, sementara pasangan Mulyadi-Harti hanya mampu meraih dukungan sebesar 6.7%.Ketika mempertimbangkan pemilih yang masih ragu, yang mencapai 28.3%, dan dengan asumsi bahwa semua pemilih tersebut akan memilih Mulyadi-Harti, Edi-Bahasan tetap memiliki peluang yang sangat besar untuk meraih kemenangan, mengingat perbedaan dukungan yang signifikan antara kedua pasangan.Keunggulan Edi-Bahasan terungkap lebih jelas ketika melihat dukungan di lima kantong pemilih strategis di Kota Pontianak. Di kalangan pemilih agama, misalnya, Edi-Bahasan memperoleh dukungan yang sangat tinggi di antara pemilih Muslim, yaitu 73.3%, sedangkan Mulyadi-Harti hanya mendapatkan 13%. Di segmen pemilih non-Islam, pasangan Edi-Bahasan juga unggul dengan dukungan sebesar 60.1% dibandingkan 28.2% untuk Mulyadi-Harti. Angka ini menunjukkan kemampuan Edi-Bahasan dalam merangkul berbagai lapisan masyarakat.Dukungan Edi-Bahasan juga terlihat kuat di kalangan generasi muda, terutama Gen Z dan milenial. Di kalangan pemilih berusia di bawah 29 tahun, Edi-Bahasan meraih dukungan 69.2%, sedangkan Mulyadi-Harti hanya mendapatkan 18.4%. Bahkan, di segmen usia 30-39 tahun, dukungan untuk Edi-Bahasan meningkat menjadi 76.8%. Hal ini menunjukkan bahwa pasangan petahana mampu menjangkau dan menarik perhatian pemilih muda yang penuh harapan akan perubahan.Di segmen pemilih akar rumput, atau wong cilik, dukungan untuk Edi-Bahasan juga sangat menjanjikan. Di antara pemilih dengan pendapatan rumah tangga di bawah 1.5 juta per bulan, dukungan untuk pasangan ini mencapai 62.6%, sementara Mulyadi-Harti hanya meraih 20.7%. Keberhasilan Edi-Bahasan dalam menyentuh hati rakyat kecil mencerminkan komitmen mereka untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan ini juga terlihat di kalangan pemilih kelas ekonomi mapan, di mana Edi-Bahasan mencatatkan 73.1% dukungan.Tidak hanya di kalangan masyarakat umum, Edi-Bahasan juga menunjukkan keunggulan di kalangan konstituen partai. Dalam pemilih dari partai Golkar, Edi-Bahasan memperoleh dukungan sebesar 62.6%, sedangkan Mulyadi-Harti hanya 29.6%. Di kalangan pemilih PKB, dukungan untuk Edi-Bahasan bahkan mencapai 90%. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pasangan petahana mampu menarik perhatian konstituen dari berbagai partai, memperkuat posisi mereka di arena pemilihan.Survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA mengidentifikasi empat alasan utama mengapa Edi-Bahasan berpotensi menang besar dalam pilkada ini. Pertama, pesona kuat Edi sebagai calon walikota yang sangat populer, dengan tingkat kesukaan mencapai 91.8%. Mulyadi, di sisi lain, hanya mendapatkan popularitas 47.7%. Kedua, Edi unggul dalam persepsi personaliti dibandingkan Mulyadi, di mana Edi dianggap lebih menyenangkan, jujur, dan perhatian pada rakyat.Ketiga, tingginya kepuasan publik terhadap kinerja Edi-Bahasan juga menjadi faktor kunci. Sebanyak 92.1% responden merasa puas dengan kinerja Edi sebagai walikota, sementara Bahasan juga meraih tingkat kepuasan 79.3%. Keempat, rapor biru Edi-Bahasan dalam isu-isu prioritas publik, seperti infrastruktur dan pelayanan pendidikan, menunjukkan bahwa mereka telah memenuhi harapan masyarakat.Dengan dukungan yang kuat dan pesona yang memikat, pasangan Edi-Bahasan tampaknya siap melanjutkan visi mereka untuk Kota Pontianak, berkomitmen untuk membawa perubahan dan kemajuan yang diharapkan oleh masyarakat dalam Pilkada 2024. (Adl)