Irak Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Tundukkan Bolivia 2-1
Sports | Rabu, 1 April 2026
Irak Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Tundukkan Bolivia 2-1. Reuters
Sports | Rabu, 1 April 2026









Pifabiz

Pifabiz - Rumah Ustaz Yusuf Mansur dikabarkan didatangi oleh sejumlah warga. Kabar ini pun membuat namanua kembali masuk dalam topik paling trending yang saat ini sedang banyak dibicarakan oleh warganet. Diberitakan bahwa Rumah Ustaz Yusuf Mansur yang berada di area Ketapang, Cipondoh, Tangerang, baru saja digeruduk massa. Insiden yang terjadi pada hari Senin (20/6) ini membuat namanya kembali trending. Berikut deretan fakta penting terkait rumah Yusuf Mansur yang digeruduk warganya. 1. Digeruduk 30 orang Massa yang berkumpul di rumah Yusuf Mansur awalnya hanya 12 orang di pagi hari. Namun, semakin siang, massa tersebut terus bertambah hingga sekitar 30 orang. Sejumlah massa yang merupakan pengurus dan jemaah Masjid Darussalam, Kota Wisata, Bogor, Jawa Barat tersebut menuntut kejelasan investasi batu bara dan kejelasan ganti rugi. 2. 250 orang berinvestasi puluhan juta Yayasan Pelita Lima PIlar, yayasan berfokus di bidang keagamaan yang menjadi pendamping puluhan orang tersebut menyatakan bahwa sekitar 250 orang telah mengikuti program investasi yang dilakukan oleh Yusuf Mansur. Diawali dari akhir tahun 2009, orang yang tertarik melakukan investasi dengan besaran yang berbeda-beda. Dengan rata-rata jumlah investasi senilai puluhan juta rupiah, total investasi terkumpul Rp46 miliar. 3. Dijanjikan 20 persen Investasi yang ditawarkan di masjid pada kurun waktu tahun 2009-2010 tersebut memang nampak sangat menjanjikan. Pasalnya, ketika itu, Ustaz Yusuf Mansur diketahui menjabat sebagai Komisaris Utama PT Padi Parner Perkasa, perusahaan tambang batu bara. Bahkan, ketika itu, Yusuf Mansur juga menjanjikan keuntungan hingga 20 persen. 4. Disebut kabur Tujuan utama massa tersebut adalah meminta kejelasan dan tuntutan atas program investasi program batubara tersebut. Namun selain itu, warga juga memiliki tujuan lain. Sejumlah massa tersebut menyatakan bahwa tidak ingin jika sang ustaz kabur. Bahkan, hingga akhir penggerudukan tersebut, massa juga tidak berhasil menemui Ustaz Yusuf Mansur. 5. Bubar setelah kuasa hukum datang Momen berkumpulnya massa tersebut akhirnya berhenti dengan sendirinya dan akhirnya bubar. Sebelumnya, sosok yang mengaku sebagai kuasa hukum Yusuf Mansur keluar dari rumah. Ia mengaku sebagai perwakilan dari pihak Yusuf Mansur. Sejumlah massa tersebut mengaku telah menunggu hingga 12 tahun untuk mendapatkan keuntungan investasi tersebut namun Yusuf Mansur tidak kunjung datang dan memberikan klarifikasi atau kejelasan terkait investasi tersebut. (b)
Lokal

Berita Lokal, PIFA – Sedikitnya 27 bangunan ludes dalam kebakaran hebat di Jalan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Rabu (13/7/2022) pagi. Api diduga kuat berasal dari korsleting listrik di salah satu bangunan tua di lokasi itu. Berdasarkan data yang dihimpun, bangunan yang terbakar di antaranya ruko 20 pintu, enam rumah dan satu rumah walet milik warga. Seorang warga juga dilaporkan mengalami luka bakar saat berusaha memadamkan api. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian ditaksir hingga miliaran rupiah. Sementara api baru dapat dipadamkan sekitar puku 11.30 WIB. Sementara itu, aksi tak terpuji dilakukan oleh warga terhadap petugas pemadam kebakaran. Petugas dilempari gelas kaca, saat armadanya melintasi Kawasan Batu Layang, Pontianak Utara. Armada tersebut akan menuju lokasi kebakaran di Sungai Pinyuh. “Mobil Damkar Bhakti Raya hendak menuju Mempawah untuk memadamkan api. Tiba-tiba dari arah pinggir jalan di Batu Layang, ada orang tak dikenal melempar gelas es tebu, kaca ke petugas Damkar. Kena pelipisnya dan terluka,” papar Sekertaris Forum Komunikasi Pemadam Kebakaran Pontianak, Edi Zulkarnaen. Kejadian itu kemudian direspon oleh pihak Damkar. Sopir armada pemadam memutar balik arah untuk mencari pelaku pelemparan. "Mereka lalu mengamankan orang yang melempar,” jelas Edi. Edi menerangkan, korban kemudian melapor kepada pihak kepolisian. Pelaku juga telah diamankan untuk diproses sesuai hukum. (anp)
Lokal

PIFA, Lokal - Langkah strategis diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, untuk meningkatkan pelayanan administrasi di wilayah pesisir. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut ialah dengan melakukan Pemekaran kecamatan di Batu Ampar. "Dengan adanya pemekaran, maka rentang kendali pemerintahan yang terlalu jauh dapat dipangkas dan dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat," kata Pj Bupati Kubu Raya Syarif Kamaruzaman di Sungai Raya. Pihak pemerintah menginisiasi langkah pertama dengan mendorong pembentukan sejumlah desa baru sebagai persyaratan pemekaran kecamatan. Kamaruzaman menekankan pentingnya percepatan pembentukan desa baru untuk memenuhi syarat pemekaran kecamatan. "Ini ada rencana pemekaran, namun terhambat persyaratan karena kurangnya desa. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada proses percepatan pembentukan desa-desa baru sehingga ini bisa dimekarkan," tambahnya. Menurut regulasi yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 2008, cakupan wilayah kabupaten minimal terdiri atas 10 desa/kelurahan. Saat ini, Kecamatan Batu Ampar hanya memiliki 15 desa, yang menurut Kamaruzaman masih belum memenuhi syarat untuk pemekaran. Batu Ampar, yang merupakan kecamatan terluas dan terjauh di Kabupaten Kubu Raya, menjadi fokus utama dalam upaya pemekaran. Kecamatan ini berbatasan dengan Kabupaten Sanggau, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Ketapang, dan Selat Karimata, sehingga pemekaran di sini dianggap sebagai langkah strategis untuk memberikan perhatian khusus pada wilayah tersebut. (ad)