Iran Klaim Serang Sejumlah Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Internasional | Rabu, 2 September 2026
AFP
Internasional | Rabu, 2 September 2026








Lifestyle

PIFA, Lifestyle - Isu kesehatan mental telah menjadi perhatian serius di tengah masyarakat saat ini. Psikiater Santi Yulianti menggarisbawahi bahwa masalah kesehatan mental melibatkan segala aspek kehidupan sehari-hari yang dialami oleh individu. “Jangan berpikir bahwa mental berdiri sendiri karena letaknya di otak. Ini berkaitan dengan semuanya. Contoh yang paling gampang adalah kesehatan fisik pasti berkaitan dengan kesehatan mental,” kata Santi seperti dikutip dari tempoco, Jumat (16/6/2023). Santi menjelaskan bahwa mengalami dwifungsi perilaku dapat menjadi salah satu ciri seseorang mengalami masalah kesehatan mental. Santi menekankan bahwa kesehatan mental tidak berdiri sendiri, tetapi saling terkait dengan berbagai aspek kehidupan lainnya. Sebagai contoh, ia menyoroti hubungan antara kesehatan fisik dan kesehatan mental. Jika seseorang mengalami gangguan kesehatan di sekitar lambung, mereka mungkin merasakan ketidaknyamanan dan nyeri. Begitu pula dengan kecemasan, beberapa kasus menunjukkan bahwa kecemasan yang berkepanjangan dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung dan bahkan meningkatkan risiko depresi. Overthinking atau berpikir berlebihan juga dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Pentingnya tidak meremehkan perubahan-perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi poin yang disoroti oleh Santi. Dia menjelaskan bahwa overthinking merupakan salah satu tanda peringatan yang harus diperhatikan. Jika seseorang terus-menerus terjebak dalam siklus berpikir berlebihan ini tanpa mendapatkan bantuan yang tepat, dapat timbul risiko depresi yang serius dan bahkan mendorong individu tersebut untuk melukai diri sendiri atau bahkan berpotensi melakukan tindakan bunuh diri. “Jadi, perlu perhatian ketika mulai sedikit-sedikit overthinking, itu adalah salah satu warning sign yang harus kita perhatikan. Pesan saya kalau sudah lebih buruk sebaiknya segera dikonsultasikan, tidak perlu menunggu sampai betul-betul sakit,” ujarnya. Selain itu, Santi juga menyoroti tanda-tanda lain yang sering kali tidak disadari oleh individu. Misalnya, hilangnya libido dalam hubungan seksual atau gangguan konsentrasi yang mengakibatkan mudah lupa dan kesulitan memahami pembicaraan orang lain. Perubahan dalam minat terhadap hobi yang digemari dan keengganan untuk bertemu dengan orang lain juga dapat menjadi indikator adanya gangguan mental. “Jadi, perlu perhatian ketika mulai sedikit-sedikit overthinking, itu adalah salah satu warning sign yang harus kita perhatikan. Pesan saya kalau sudah lebih buruk sebaiknya segera dikonsultasikan, tidak perlu menunggu sampai betul-betul sakit,” katanya. (b)
Pifabiz

PIFAbiz - Penayangan drama Korea "King The Land" episode 9 menghadapi penurunan rating yang signifikan. Drakor yang dibintangi Yoona ini mengalami penurunan rating setelah episode tujuhnya dituding menghina Pangeran Arab. "King The Land" merupakan produksi JTBC yang tayang setiap Sabtu dan Minggu malam. Bagi penonton di Indonesia, mereka dapat menikmati drakor ini secara legal melalui Netflix. JTBC, sebagai pembuat "King The Land", telah menyampaikan permintaan maaf terkait tudingan menghina Pangeran Arab dalam episode tujuhnya. Pada episode tersebut, drama ini menampilkan karakter Pangeran Arab yang digambarkan sebagai sosok yang "cabul" dan sering mabuk-mabukan. Setelah dibanjiri kritik, JTBC meminta maaf pada Senin (10/7/2023) dan mengeluarkan pernyataan kembali pada Rabu (12/7/2023), yang menyatakan bahwa mereka akan mengedit adegan yang dianggap kontroversial. Meskipun kontroversi adegan Pangeran Arab pada episode tujuh sudah berlalu, dampaknya diduga masih terasa pada episode terbaru "King The Land". Pada episode 9 yang tayang pada Sabtu (15/7/2023) malam, rating "King The Land" mengalami penurunan. Data dari Nielsen Korea menunjukkan bahwa rating "King The Land" episode 9 mencapai angka 10,2% - 11,2%. Namun, pada episode sebelumnya, yakni episode delapan, "King The Land" berhasil mencetak rekor rating tertinggi sepanjang penayangannya. Episode delapan berhasil mencapai rating 12,317% di Korea Selatan dan 13,427% di Seoul. Meski mengalami penurunan rating setelah kontroversi yang terjadi, perjalanan "King The Land" masih menyimpan banyak kejutan untuk para penggemar setianya. (hs)