Israel Tarik Brigade Givati dari Lebanon Selatan Setelah Delapan Bulan Bertugas. REUTERS

Israel Tarik Brigade Givati dari Lebanon Selatan Setelah Delapan Bulan Bertugas. REUTERS

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalIsrael Tarik Brigade Givati dari Lebanon Selatan Setelah Delapan Bulan Bertugas

Israel Tarik Brigade Givati dari Lebanon Selatan Setelah Delapan Bulan Bertugas

Internasional | Sabtu, 4 Juli 2026

Militer Israel menarik pasukan Brigade Givati dari wilayah Lebanon selatan setelah menjalankan operasi militer selama sekitar delapan bulan. Meski demikian, pasukan Israel lainnya masih tetap ditempatkan di sejumlah wilayah di Lebanon selatan dan terus melakukan operasi.

Militer Israel (IDF) dalam pernyataannya menyebut Brigade Givati telah mengakhiri misi tempurnya melalui sebuah upacara di Kamp Filon, Israel utara, yang dihadiri Kepala Komando Utara, Mayor Jenderal Rafi Milo.

Menurut IDF, brigade tersebut sebelumnya menjalankan tugas pengamanan di wilayah perbatasan sebelum terlibat dalam operasi darat di Khiam, Bint Jbeil, serta sejumlah kawasan di utara Sungai Litani.

Militer Israel mengklaim Brigade Givati telah menghancurkan ratusan fasilitas milik Hizbullah, menewaskan ratusan anggotanya, serta menyita lebih dari 1.000 senjata selama penugasannya.

Namun, pihak militer tidak menjelaskan alasan di balik berakhirnya penempatan Brigade Givati di Lebanon selatan.

Sementara itu, media Israel Haaretz melaporkan penarikan tersebut merupakan bagian dari penataan ulang pasukan dan pengurangan kehadiran militer di sejumlah desa, sejalan dengan pengaturan lapangan yang berkaitan dengan kesepakatan antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat.

Media Israel lainnya, Yedioth Ahronoth, menyebut langkah tersebut mencerminkan adanya tekanan politik dan operasional. Penarikan itu juga disebut bertujuan mengonsolidasikan zona penyangga, bukan mengakhiri kehadiran militer Israel di Lebanon selatan.

Di sisi lain, otoritas Lebanon menyatakan serangan Israel sejak Oktober 2023 telah menyebabkan sedikitnya 4.298 orang tewas di negara tersebut. Konflik di perbatasan Israel-Lebanon hingga kini masih terus berlangsung meski terdapat berbagai upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan.

Rekomendasi

Foto: 10 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Tinggi di Masa Depan | Pifa Net

10 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Tinggi di Masa Depan

Lifestyle
| Selasa, 28 Oktober 2025
Foto: Resmi Jadi Ibu, Kiky Saputri Dikaruniai Anak Perempuan | Pifa Net

Resmi Jadi Ibu, Kiky Saputri Dikaruniai Anak Perempuan

Indonesia
| Senin, 24 Februari 2025
Foto: Viral Kabar Polisi Minta Rp12 Juta untuk Bebaskan Mahasiswa yang Ditangkap karena Demo UU TNI, Polres Metro Jaktim Buka Suara | Pifa Net

Viral Kabar Polisi Minta Rp12 Juta untuk Bebaskan Mahasiswa yang Ditangkap karena Demo UU TNI, Polres Metro Jaktim Buka Suara

Jakarta
| Senin, 24 Maret 2025
Foto: Google Gemini Pro Gratis untuk Mahasiswa Indonesia | Pifa Net

Google Gemini Pro Gratis untuk Mahasiswa Indonesia

Teknologi
| Jumat, 8 Agustus 2025
Foto: Memasuki Hari Ke-5, 3 Penumpang Speedboat Tenggelam di Padang Tikar Belum Ditemukan | Pifa Net

Memasuki Hari Ke-5, 3 Penumpang Speedboat Tenggelam di Padang Tikar Belum Ditemukan

Kubu Raya
| Senin, 21 April 2025
Foto: DPR RI Kaji Putusan MK soal Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah | Pifa Net

DPR RI Kaji Putusan MK soal Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Politike
| Rabu, 2 Juli 2025
Foto: PJ Wali Kota Pontianak Imbau Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan Antisipasi Luapan Air Laut | Pifa Net

PJ Wali Kota Pontianak Imbau Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan Antisipasi Luapan Air Laut

Pontianak
| Rabu, 1 Januari 2025
Foto: Cegah Perdagangan Orang, Pemprov Kalbar Bentuk Gugus Tugas PP TPPO | Pifa Net

Cegah Perdagangan Orang, Pemprov Kalbar Bentuk Gugus Tugas PP TPPO

Pontianak
| Kamis, 27 November 2025
Foto: Tottenham Bungkam MU, Setan Merah Terperosok di Klasemen | Pifa Net

Tottenham Bungkam MU, Setan Merah Terperosok di Klasemen

Inggris
| Minggu, 16 Februari 2025
Foto: Liverpool Jaga Rekor Sempurna Usai Taklukkan Everton 2-1 di Anfield | Pifa Net

Liverpool Jaga Rekor Sempurna Usai Taklukkan Everton 2-1 di Anfield

Sports
| Senin, 22 September 2025

Berita Terkait

Lifestyle

Foto: Dibintangi Laura Basuki, Ini Sinopsis Heartbreak Motel Film Adaptasi Novel Ika Natassa yang Tayang di Bioskop | Pifa Net

Dibintangi Laura Basuki, Ini Sinopsis Heartbreak Motel Film Adaptasi Novel Ika Natassa yang Tayang di Bioskop

PIFA, Lifestyle - Heartbreak Motel, film yang diadaptasi dari novel populer karya Ika Natassa dengan judul yang sama, segera tayang di bioskop. Film ini menceritakan kisah cinta segitiga yang penuh drama dan sangat dinantikan oleh para penonton. Disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, Heartbreak Motel siap mengaduk-aduk perasaan penonton dengan plot yang intens dan emosional, menyoroti sisi lain dari kehidupan selebritis. Visinema Pictures, selaku rumah produksi, menggandeng beberapa aktor dan aktris ternama seperti Laura Basuki, Reza Rahadian, dan Chicco Jerikho sebagai pemeran utama, serta didukung oleh sejumlah nama besar lainnya. Sinopsis Heartbreak Motel Ava Alessandra, yang diperankan oleh Laura Basuki, adalah seorang aktris populer yang memulai kariernya sejak usia 16 tahun. Sepanjang kariernya, Ava telah memerankan berbagai peran dan meraih banyak penghargaan berkat kemampuan aktingnya yang memukau. Setiap kali selesai syuting, Ava selalu menyempatkan diri untuk menyendiri di sebuah tempat yang disebut Heartbreak Motel. Di tempat ini, dia merenungi kehidupannya yang telah berjalan selama 30 tahun, penuh dengan kesuksesan di mata publik namun dihantui oleh rahasia kelam dari masa lalunya. Kehidupan Ava menjadi semakin rumit ketika dia bertemu dengan dua pria yang membuat hatinya bimbang, yaitu Reza Malik yang diperankan oleh Reza Rahadian dan Raga Assad yang diperankan oleh Chicco Jerikho. Konflik dan intrik di antara mereka menciptakan dinamika yang menarik dan penuh kejutan. Para Pemain Heartbreak Motel Selain Laura Basuki, Reza Rahadian, dan Chicco Jerikho, film ini juga dibintangi oleh Sheila Dara Aisha, Pierre Gruno, Sita Nursanti, Luna Maya, Jeremy Thomas, Maya Hasan, Dwi Yan, Sarah Sechan, Cornelio Sunny, dan Erik Lasmono. Kehadiran aktor dan aktris berbakat ini semakin menambah daya tarik Heartbreak Motel. Tantangan Selfie Laura Basuki Menjelang perilisan film ini, Laura Basuki menjadi perhatian publik karena tantangan selfie yang diikutinya. Dikenal sebagai artis yang jarang mengunggah foto selfie, Laura menerima tantangan untuk mengunggah selfie setiap hari selama seminggu penuh sebelum perilisan Heartbreak Motel. Meskipun awalnya merasa kesulitan, selfie Laura menerima banyak respons positif dari netizen, yang memintanya untuk lebih sering berbagi foto selfie. Koleksi selfie Laura Basuki dapat dilihat di akun X resminya, sementara Heartbreak Motel siap tayang di bioskop mulai 1 Agustus 2024. Jangan lewatkan film ini dan saksikan kisah cinta segitiga yang penuh emosi dan intrik. (b)

Indonesia
| Selasa, 23 Juli 2024

Lokal

Foto: Polres Melawi Dorong Kasus Penganiayaan Dibawah Umur Diselesaikan Lewat Diversi | Pifa Net

Polres Melawi Dorong Kasus Penganiayaan Dibawah Umur Diselesaikan Lewat Diversi

Berita Melawi, PIFA - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Melawi menyelesaikan perkara kasus penganiayaan dimana tersangka merupakan anak di bawah umur. Penyelesaian perkara melalui diversi ini diharapkan menjadi upaya yang baik dalam proses pembinaan terhadap anak berhadapan dengan hukum. Pelaksanaan diversi di gelar ruang Gelar Perkara Satreskrim Polres Melawi, Minggu (29/5/2022) dengan menghadirkan pihak Bapas Sintang serta pihak keluarga dan korban penganiayaan. Kasat Reskrim Polres Melawi AKP I Ketut Agus Pasek Sudina, menjelaskan pihaknya melaksanakan diversi dugaan perkara tindak pidana melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan atau penganiayaan terhadap anak yang diatur melalui pasal 80 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 351 ayah (1) KUHP. Kasus ini terjadi di awal April lalu dimana terlapor dilaporkan melakukan kekerasan pada korban C di rumah orang tua Korban di desa Kelakik. "Turut hadir Bapas Kelas II anak Sintang Amri, Dinas Sosial Kabupaten Melawi, Perangkat Desa, terlapor M, Korban C beserta keluarga kedua belah pihak, " katanya. Kanit I Tipidum, Ipda Reyden setelah  melaksanakan gelar mengatakan, diversi  permasalahan anak yang berhadapan dengan hukum merupakan salah satu cara pembinaan terhadap anak yang sedang berhadapan dengan hukum di luar jalur hukum. Ia menambahkan bahwa dalam perkara yang di gelar baik terlapor dan korban merupakan anak di bawah umur.  "Terlapor dan korban masih berusia 17 tahun," jelasnya. Atas hasil gelar diversi , jelas Reyden di dapati kesepakatan yaitu pihak korban menginginkan agar pelaku tidak diproses secara hukum pidana, kemudian pihak korban mengharapkan terlapor tidak diproses sampai proses penyidikan.                                                         "Pihak terlapor selaku anak yang berhadapan/berkonflik dengan hukum mendapatkan bimbingan dan pengawasan dari Pembinaan Kemasyarakatan Bapas Kelas II Sintang selama 4 bulan," jelasnya. Lebih jauh-Ipda Reyden mengharapkan agar kedua belah pihak dapat mematuhi kesepakatan yang telah di sepakati dan kepada terlapor M selain mendapat pembinaan dari Bapas Kelas II Sintang juga selalu dalam pengawasan orang tua agar tidak terulang perbuatan yang sama. (ja)

Melawi
| Senin, 30 Mei 2022

Nasional

Foto: Polisi Pastikan Kematian Arya Daru Tanpa Keterlibatan Pihak Lain | Pifa Net

Polisi Pastikan Kematian Arya Daru Tanpa Keterlibatan Pihak Lain

PIFA, Nasional - Polda Metro Jaya menyimpulkan bahwa kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), tidak melibatkan pihak lain. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (29/7). "Indikator kematian pada ADP ini meninggal tanpa keterlibatan pihak lain,” ujar Wira. Wira menjelaskan, kesimpulan itu diperoleh dari hasil penyelidikan mendalam yang melibatkan berbagai ahli. Selain itu, penyelidik juga menyatakan belum ditemukan unsur peristiwa pidana terhadap korban. "Kesimpulan ini juga berdasarkan pendapat para ahli yang menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari pihak lain terhadap korban," tambahnya. Arya Daru ditemukan tewas dengan kondisi kepala terlilit lakban di kamar 105 Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil No.22, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7) sekitar pukul 08.10 WIB. Dalam penyelidikan, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa 24 saksi dari total 26 yang diundang, serta mengamankan 103 barang bukti dari sejumlah lokasi, termasuk kantor, rumah kos, dan barang milik keluarga maupun saksi-saksi lainnya. Sementara itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai penyebab kematian Arya Daru semakin jelas. "Hari ini semakin jelas penyebab kematian dari Arya Daru. Tinggal diumumkan aja sama Polda Metro Jaya," ujar Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, usai rapat bersama Polda Metro Jaya dan Komnas HAM, Senin (28/7). Pihak Kementerian Luar Negeri juga menegaskan telah terlibat penuh dalam proses penyelidikan kasus ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian.

Nasional
| Kamis, 31 Juli 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5