Jadwal Indonesia vs Malaysia di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
Sports | Rabu, 19 Agustus 2026
Antara
Sports | Rabu, 19 Agustus 2026










Politik

PIFA, Politik - Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, MM., MT., lahir di Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 17 Oktober 1963. Ia adalah anak dari pasangan H. Buskamnoor dan Hj. Rukiyah. Sejak awal, Edi telah menunjukkan minat dan dedikasi terhadap pembangunan dan infrastruktur, yang membawanya ke karier yang cemerlang di bidang pemerintahan dan pembangunan kota. Pendidikan Edi memulai pendidikan dasar di SDN 03 Pontianak dan lulus pada tahun 1975. Ia melanjutkan pendidikan menengahnya di SMPN 3 Pontianak dan lulus pada tahun 1979. Setelah itu, Edi pindah ke Bandung untuk menyelesaikan pendidikan menengah atasnya di SMA N 6 Bandung, di mana ia lulus pada tahun 1983. Hasratnya terhadap arsitektur membawanya ke Universitas 11 Maret Surakarta, di mana ia memperoleh gelar Sarjana Teknik Arsitektur pada tahun 1990. Tak berhenti sampai di situ, Edi melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Tanjung Pura Pontianak, pertama dalam bidang Manajemen pada tahun 2002 dan kemudian dalam bidang Teknik Sipil pada tahun 2008. Latar belakang pendidikannya yang kuat menjadi fondasi yang kokoh bagi kariernya di bidang pemerintahan dan pembangunan. Karier Edi memulai kariernya di pemerintahan sebagai pegawai negeri pada tahun 1992. Berkat dedikasi dan keahliannya, ia mendapatkan berbagai posisi strategis di Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak. Beberapa posisi yang pernah dijabatnya antara lain Staf Dinas Pekerjaan Umum, Plt Kasi Jalan, Jembatan dan Gedung Daerah, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak. Kariernya semakin melejit saat Walikota terpilih H. Sutarmidji, S.H., M.Hum. menggandengnya menjadi Wakil Wali Kota Pontianak pada tahun 2013. Masa jabatan Edi sebagai Wakil Wali Kota dari tahun 2013 hingga 2018 berjalan dengan sukses dan penuh prestasi. Ketika Sutarmidji tak bisa lagi maju karena sudah dua periode menjabat sebagai Walikota Pontianak, Edi maju sebagai Calon Wali Kota Pontianak pada umur 55 tahun dan terpilih untuk periode 2018-2023. Kehidupan Pribadi Di balik kesuksesannya, Edi adalah seorang suami dan ayah yang penyayang. Ia menikah dengan Dra. H. Yanieta Arbiastutie, Msc. Apt, dan bersama-sama mereka memiliki tiga orang anak: M. Irfan Oktodiar, Reyhan Pradipta, dan Farrel Andita. Dedikasi Terhadap Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dikenal sebagai sosok yang visioner dan berdedikasi tinggi. Selama masa jabatannya, ia banyak berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Pontianak. Dari peningkatan fasilitas umum hingga pembenahan tata kota, Edi telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk memajukan Pontianak sebagai kota yang modern dan nyaman untuk dihuni. Sebagai seorang pemimpin, Edi selalu berusaha untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan masyarakat. Ia percaya bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi, Pontianak dapat terus berkembang dan menjadi kota yang lebih baik bagi semua warganya.
Sports

PIFA, Sports - Bursa transfer musim panas kali ini menjadi momen yang menarik bagi klub La Liga, Barcelona, dengan kedatangan Ilkay Gundogan dari Manchester City. Transfer tersebut telah resmi diumumkan melalui akun Twitter resmi Barcelona pada Senin (26/6/2023). Kehadiran Gundogan di Barcelona diyakini dapat menjadi inspirasi bagi bintang-bintang lain yang tertarik untuk bergabung dengan klub tersebut. Sebelumnya, Gundogan telah menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Manchester City setelah sukses membantu klub meraih treble winners, yaitu Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions. Barcelona dipilih sebagai destinasi selanjutnya bagi pemain asal Jerman ini. Pengumuman resmi Barcelona melalui media sosial klub menunjukkan antusiasme mereka dalam menyambut Gundogan. Namun, kehadiran Gundogan di Barcelona tampaknya tidak berhenti di situ. Terdapat spekulasi bahwa klub tersebut juga tertarik untuk mendatangkan beberapa bintang lainnya. Salah satunya adalah Neymar dari PSG. Meski kontrak Neymar baru akan berakhir pada 30 Juni 2025, Barcelona diharapkan dapat melakukan negosiasi dengan pemain tersebut terkait penurunan gaji untuk memfasilitasi kepulangannya. Selain Neymar, Bernardo Silva dari Manchester City juga menjadi sorotan. Meskipun beberapa kali menyatakan keinginannya untuk meninggalkan City, Silva tetap dipertahankan oleh klub. Namun, minat Barcelona terus berlanjut dalam upaya merekrutnya. PSG juga dikabarkan memiliki ketertarikan yang sama. Pemain lain yang dikaitkan dengan Barcelona adalah Rodriguez dari Real Betis. Dikabarkan bahwa Barcelona menganggap Rodriguez sangat cocok dengan filosofi permainan mereka. Namun, mereka harus bersaing dengan Napoli dalam upaya merekrut pemain ini. Terakhir, gelandang Joao Palhinha dari Fulham juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat utama untuk bergabung dengan Barcelona. Pelatih Barcelona, Xavi, memiliki keinginan besar untuk memperkuat lini tengah timnya, dan Palhinha menjadi salah satu pilihan setelah Rodriguez. Dengan kedatangan Gundogan dan potensi kehadiran bintang-bintang lainnya, Barcelona menunjukkan ambisi mereka dalam memperkuat skuad untuk musim mendatang. Para penggemar dan pecinta sepak bola akan menantikan perkembangan selanjutnya di bursa transfer ini dan bagaimana skuad Barcelona akan terbentuk menjelang musim kompetisi yang akan datang. (hs)
Sports

Berita Sports, PIFA - Rekor lelang untuk barang kenangan olahraga kembali tercipta. Kali ini, rekor tersebut direbut oleh kostum yang dikenakan Diego Maradona ketika mencetak dua gol kontroversial ketika membela Timnas Argentina dengan nilai nilai mencapai 7,14 juta pound atau sekitar Rp128,6 miliar pada hari Rabu (4/5) waktu setempat. Kaos bernomor 10 tersebut dikenakan oleh Maradona ketika membela timnas Argentina dalam perempat final Piala Dunia 1986 melawan Inggris yang bertuanrumah Meksiko. Kaos tersebut menjadi saksi terciptanya gol kontroversial Maradona yang kemudian dikenal dengan 'Tangan Tuhan' ketika meninju bola ke gawang Inggris enam menit setelah babak kedua dimulai. Tak hanya itu, kaos tersebut juga menjadi saksi mati dari salah satu gol terbaik sepanjang sejarah sepakbola yang dilesakkan oleh Maradona sekaligus menjadi penentu lolosnya Argentina ke babak final Piala Dunia. Setelah pertandingan usai, gelandang Timnas Inggris Steve Hodge bertukar kostum dengan Maradona. Hingga akhirnya, pada bulan April lalu, Sreve mengumumkan akan melelangnya setelah 19 tahun dipamerkan di National Football Museum di Inggris. "Kaus bersejarah ini adalah pengingat nyata untuk momen penting itu tidak hanya dalam sejarah olahraga, tetapi juga dalam sejarah abad ke-20," kata Brahm Wachter, Kepala divisi Streetwear and Modern Collectables pada badan lelang Sotheby. Setelah dilelang selama kira-kira satu bulan, kaos tersebut berhasil dijual dengan nilai fantastis. Bahkan penjualan kaus yang pembelinya tidak disebutkan oleh Sotheby atau anonim tersebut memecahkan rekor untuk memorabilia olahraga dengan nilai mencapai 7,14 juta poundsterling atau sekitar Rp128,6 miliar. Rekor lelang ini sempat mendapatkan respons negatif. Kaus Maradona tersebut diklaim oleh putri dan mantan istrinya sebagai kaus yang hanya dikenakan pada babak pertama saja dan bukan kaus yang dikenakan dari awal sampai akhir pertandingan. Menanggapi klaim ini, Sotheby's mengaku jika pihaknya telah menggunakan teknologi pencocokan foto agar "secara meyakinkan" mencocokkan kaus itu dengan kedua gol Maradona dengan "memeriksa detail berbagai elemen item, termasuk tambalan, garis, dan penomoran". Sebelumnya, rekor lelang memorabilia olahraga dipegang oleh manuskrip tanda tangan asli Manifesto Olimpiade 1892 yang dihargai 8,8 juta dolar AS atau sekitar Rp126 miliar pada tahun 2019 lalu. Maradona hingga kini menjadi salah satu pesepakbola terbaik di dunia. Sosok berpengaruh di bidang olahraga abad 20 ini meninggal dunia pada bulan November 2020 di usia 60 tahun. (b)