Jadwal Piala AFF 2026 Hari Ini: Thailand dan Malaysia Buru Tiket Semifinal
Timnas Indonesia | Sabtu, 8 Agustus 2026
ASEAN United
Timnas Indonesia | Sabtu, 8 Agustus 2026









Lifestyle

PIFA, Lifestyle – Psikolog keluarga dari Universitas Indonesia, Sani B Hermawan, mengingatkan masyarakat untuk bersikap bijak dalam memberikan komentar kepada pasangan suami istri yang belum memiliki anak. Menurutnya, komentar yang tidak sensitif bisa menambah beban psikologis bagi pasangan, apalagi jika mereka sedang dalam proses menanti kehadiran momongan. “Jangan terlalu mengomentari orang yang belum punya anak karena kita enggak tahu sesungguhnya apakah ini mau atau belum bisa. Jadi, please be wise aja,” kata Sani kepada ANTARA, Senin (16/6). Ia menjelaskan bahwa komentar semacam itu umumnya datang dari kerabat atau teman dekat, yang sering kali tanpa sadar menyampaikan pertanyaan atau pernyataan bernada negatif. Padahal, menurut Sani, hal itu justru bisa memengaruhi kondisi emosional pasangan dan menimbulkan tekanan psikologis yang tidak perlu. “Kalau kita firm, itu apapun kata orang lain ya kita bisa bilang aja: ‘memang kami belum merencanakan, mungkin tahun depan,’” ujar Sani. Bagi pasangan yang memilih untuk menunda memiliki anak karena alasan kesiapan mental atau kondisi finansial, Sani menyarankan untuk tidak merasa takut menjelaskan keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap rumah tangga punya hak dan pertimbangan sendiri dalam menentukan waktu terbaik untuk memiliki anak. Alasan menunda bisa beragam, seperti pekerjaan yang masih menuntut waktu dan perhatian penuh, atau belum siap memberikan fasilitas dan pengasuhan optimal bagi anak. Karena itu, menurut Sani, masyarakat sebaiknya tidak memaksakan norma atau ekspektasi yang tidak sesuai dengan kondisi tiap pasangan. Sebagai langkah konkret, pasangan yang belum berencana memiliki anak dalam waktu dekat juga disarankan untuk menggunakan kontrasepsi. “Kalau memang mereka merencanakan tidak punya anak, biasanya mereka pakai sistem pengamanan yang lebih aman, seperti spiral, kondom, IUD, atau kalender kesuburan,” tambah Sani. Pesan ini menjadi pengingat penting, terutama di tengah budaya masyarakat yang masih sering mengaitkan keberhasilan pernikahan dengan cepatnya memiliki keturunan. Dengan lebih memahami dan menghargai keputusan pasangan lain, masyarakat dapat membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat, suportif, dan tidak menghakimi.
Lokal

Berita Kubu Raya, PIFA - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, M. Ayub menilai guru-guru di daerah terpencil memang sesuatu yang harus kita perhatikan. "Artinya mereka yang bertugas ditempat jauh sungguh kita apresiasi dan berterima kasih dengan mereka yang menjalankan tugasnya," katanya Kepada TribunPontianak, 24 November 2021. Dalam paparannya ia menjelaskan, selama ini guru yang daerah terpencil mendapatkan tunjangan dari Pemerintah Pusat. "Untuk tahun 2021 kehilangan kuota tunjangan 60 persen hanya tinggal dua Kecamatan yang saat ini mendapatkan tunjangan," jelasnya. Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, adapun kendala anggaran dana APBN pusat mengalami penurunan anggaran yang sangat jauh, sehingga di porsikan secara berimbang di seluruh Indonesia. "Seperti Teluk pekedai, Sungai Raya ujung Arang Limbung, Sungai Asam, Sungai Ambawangan ujung kehilangan kouta anggaran guru di Desa terpencil," ujarnya.
Sports

PIFA, Sports – Winger asal Brasil, Antony, resmi meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan Real Betis secara permanen. Kepindahan ini ditebus dengan biaya transfer 22 juta euro (Rp378 miliar) ditambah bonus hingga 3 juta euro. Dalam perkenalan resminya sebagai pemain tetap Real Betis pada Rabu (3/9) waktu Indonesia, Antony tak kuasa menahan tangis. Ia mengungkapkan betapa sulitnya situasi yang ia alami di Manchester United, di mana ia sempat berlatih terpisah dari skuad utama. “Hanya keluarga saya yang tahu betapa sulitnya berada di sana, berlatih terpisah. Tapi saya tahu momen luar biasa ini akan datang,” ujar Antony sambil menangis, dikutip dari siaran resmi klub. Kepindahan Antony sempat tertunda pada Jumat lalu, namun akhirnya tuntas menjelang penutupan bursa transfer, Senin waktu setempat. Menurut laporan ESPN, selain biaya transfer, terdapat klausul yang memberi Manchester United 50 persen dari nilai penjualan Antony jika Betis melepasnya di masa depan. Lupakan Masa Sulit di United Antony sebenarnya masih memiliki sisa kontrak dua tahun di Old Trafford setelah direkrut dari Ajax pada 2022 dengan mahar 95 juta euro, menjadikannya rekrutan termahal kedua dalam sejarah klub setelah Paul Pogba. Namun, ia tak masuk dalam rencana pelatih baru, Ruben Amorim, sehingga tidak dibawa ke tur pramusim dan hanya berlatih terpisah di pusat latihan Carrington. Situasi tersebut mendorong Antony untuk mencari pelabuhan baru. Betis kemudian memanfaatkan situasi itu dengan meminjam Antony pada paruh kedua musim lalu. Penampilannya terbukti impresif dengan sembilan gol dari 26 laga, termasuk membawa Betis lolos ke final UEFA Conference League. Performa tersebut membuat klub asal Sevilla itu yakin untuk mempermanenkannya. “Saya tidak sabar mengenakan seragam Betis lagi. Saya hanya bisa berterima kasih kepada semua pihak yang membuatnya terjadi,” ucap Antony penuh semangat. Merasa Dihargai di Sevilla Dalam kesempatan yang sama, Antony juga membandingkan kehidupannya di Sevilla dengan Manchester. Ia merasa lebih bahagia dan mendapat cinta yang besar dari fans Betis. “Betapa bedanya! Sevilla lebih indah daripada Manchester. Saya akhirnya di sini. Saya bahkan sulit tidur setelah melihat begitu banyak cinta dari fans Betis. Ada orang yang menunggu di rumah saya pukul dua pagi,” ungkap pemain berusia 25 tahun itu. Selama tiga musim membela Manchester United, Antony mencatatkan 96 penampilan dan 12 gol, namun gagal memenuhi ekspektasi besar yang dibebankan padanya. “Diperhatikan adalah hal yang sangat penting bagi saya, itu sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang,” katanya. “Betis selalu pilihan pertama saya, dan itu sebabnya saya menunggu hingga hari terakhir untuk kembali. Sekarang saya bahagia di klub dan kota yang saya cintai," tutup Antony.