Jadwal Piala AFF 2026 Hari Ini: Thailand dan Malaysia Buru Tiket Semifinal
Timnas Indonesia | Sabtu, 8 Agustus 2026
ASEAN United
Timnas Indonesia | Sabtu, 8 Agustus 2026










Sports

New Jersey – Kapten timnas Argentina Lionel Messi sempat meminta wasit Slavko Vincic mengeluarkan kartu merah untuk bek Spanyol, Marc Cucurella, dalam final Piala Dunia 2026. Messi menilai Cucurella melakukan gestur menutup mulut saat berbicara dengannya. Berdasarkan regulasi baru FIFA yang mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026, tindakan menutup mulut ketika berkomunikasi di lapangan dapat dikenai sanksi berat apabila dilakukan untuk menyembunyikan ucapan yang melanggar aturan. Namun, Vincic memutuskan tidak memberikan kartu merah kepada pemain Spanyol tersebut. Gerakan Dinilai Tidak Memenuhi Unsur Pelanggaran Dalam tayangan ulang pertandingan, Cucurella terlihat hanya menyentuh bagian bibirnya sesaat saat berbicara dengan Messi, tanpa benar-benar menutupi mulut. Karena dinilai tidak memenuhi unsur pelanggaran sesuai interpretasi aturan, wasit membiarkan permainan tetap berlanjut. Keputusan itu berbeda dengan sejumlah insiden lain sepanjang Piala Dunia 2026. Almiron dan Hincapie Pernah Dikartu Merah Pemain Paraguay Miguel Almiron sebelumnya mendapat kartu merah saat menghadapi Turki setelah dinilai menutup mulut ketika berbicara di lapangan. Kasus serupa juga dialami bek Ekuador Piero Hincapie pada babak 32 besar. Keduanya dijatuhi hukuman karena dianggap melanggar aturan baru FIFA. Meski demikian, gestur tangan di sekitar mulut tidak selalu berujung kartu merah. Dalam laga Inggris kontra Argentina, Harry Kane juga sempat berbicara dengan tangan berada di dekat mulut. Namun, wasit menilai tindakan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyembunyikan ucapan yang bersifat melanggar sehingga tidak memberikan sanksi. Aturan Baru Berlaku di Piala Dunia 2026 Penerapan sanksi terhadap pemain yang menutup mulut saat berbicara mulai diberlakukan pada Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari upaya FIFA meningkatkan transparansi dan memerangi ujaran diskriminatif di lapangan. Kebijakan itu muncul setelah insiden dalam pertandingan Real Madrid melawan Benfica, ketika Vinicius Junior melaporkan pemain Benfica Gianluca Prestianni diduga menutupi mulut saat mengucapkan perkataan bernada rasialis. Sejak saat itu, FIFA memperketat pengawasan terhadap gestur yang berpotensi digunakan untuk menyembunyikan ucapan yang melanggar kode etik pertandingan.
Lifestyle

PIFA, Lifestyle - Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Molecular Nutrition and Food Research menemukan bahwa konsumsi jus jeruk 100 persen setiap hari dapat memengaruhi ribuan gen dalam tubuh dan memberi dampak positif bagi kesehatan jantung serta metabolisme. Mengutip laporan Eatingwell pada Jumat (21/11), para peneliti meneliti perubahan molekuler yang terjadi setelah peserta rutin mengonsumsi 500 mL jus jeruk setiap hari selama 60 hari. Studi ini melibatkan 20 orang dewasa sehat berusia 21–36 tahun, yang sebelumnya menjalani masa pembersihan selama tiga hari tanpa makanan kaya flavonoid. Selama penelitian, peserta meminum masing-masing dua porsi jus jeruk setiap pagi dan sore. Sampel darah serta pengukuran tekanan darah diambil pada hari pertama dan hari ke-60. Para peneliti juga memantau peserta dua kali seminggu untuk memastikan kepatuhan studi. Inti riset ini adalah analisis transkriptomik, metode untuk melihat bagaimana gen “diaktifkan” dan “dimatikan”. Hasilnya mencengangkan: sebanyak 3.790 ekspresi gen berubah setelah 60 hari konsumsi jus jeruk. Dari jumlah tersebut, 2.487 gen mengalami penurunan aktivasi dan 1.303 gen meningkat. Perubahan gen tersebut terkait langsung dengan fungsi tubuh penting, antara lain: Pengaturan tekanan darah: Aktivasi gen penyebab hipertensi menurun, yang sejalan dengan temuan bahwa jus jeruk dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penurunan gen inflamasi: Studi mencatat penurunan signifikan pada aktivitas gen yang memicu peradangan kronis—faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Perbaikan metabolisme lemak: Jus jeruk memengaruhi gen yang mengatur cara tubuh memproses dan menyimpan lemak, membantu memperbaiki metabolisme lipid. Menariknya, efeknya berbeda tergantung tipe tubuh. Pada peserta dengan kelebihan berat badan, dampak terbesar terjadi pada peningkatan metabolisme lemak. Sementara pada peserta dengan berat badan normal, manfaat yang lebih menonjol adalah penurunan peradangan. Meski berskala kecil, temuan ini diperkuat penelitian lain. Tinjauan sistematis pada Critical Reviews in Food Science and Nutrition yang menganalisis sepuluh uji klinis menunjukkan bahwa konsumsi minimal 500 mL jus jeruk per hari dapat memperbaiki kadar gula darah, kolesterol, dan penanda inflamasi. Temuan tersebut menguatkan bahwa konsumsi jus jeruk murni secara teratur berpotensi memberi manfaat besar bagi kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.
Teknologi

PIFA, Nasional – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing membuka peluang menjadi penyedia kendaraan operasional untuk proyek Kopersi Desa Merah Putih.Yamaha menilai lini produknya, mulai dari motor bebek, sport, hingga skuter premium, cocok digunakan untuk mendukung kebutuhan armada operasional koperasi tersebut, terutama karena tingkat kandungan lokal yang tinggi dalam produksi motor di Indonesia.Manager Public Relation, YRA & Community Yamaha Indonesia, Rifki Maulana, menjelaskan bahwa pihaknya siap ikut serta dalam proses pengadaan selama mekanismenya terbuka dan transparan.“Kalau memang proses pitching-nya semua itu terbuka, clear, ya why not. Kalau memang terbuka untuk manufaktur atau ATPM untuk join, ya kenapa tidak,” ujarnya saat ditemui wartawan di Jakarta.Menurut Rifki, Yamaha memiliki beragam pilihan untuk kebutuhan fleet atau armada, yang bisa disesuaikan dengan permintaan koperasi.“Tergantung dari kebutuhan fleet tersebut, kadang ada yang mintanya sport, kadang yang mintanya premium skuter, dan ada yang mintanya entry level juga. Saat ini yang paling banyak diminati entry level sama moped (bebek),” tambahnya.Selain itu, Rifki menegaskan Yamaha siap menawarkan harga kompetitif berkat kandungan komponen lokal yang tinggi dalam produksinya.Hal ini diyakini menjadi keuntungan bagi koperasi dalam memperoleh kendaraan dengan biaya yang efisien namun tetap berkualitas.Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara telah melakukan pengadaan kendaraan roda empat dan sepeda motor roda tiga untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih, dengan total mencapai ratusan ribu unit.Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan pihaknya sempat menghubungi seluruh produsen motor roda tiga lokal di Indonesia, namun tingginya permintaan membuat kapasitas produksi dalam negeri kewalahan.“Viar, Kaisar, terus Ace, di depan ada TVS, mereka juga tidak mampu produksi yang banyak. Sisanya kita pesannya dari luar, kita impor terpaksa, karena mereka sudah tidak mampu lagi,” jelas Joao.Dengan kesiapan Yamaha dan dukungan industri lokal lainnya, diharapkan kebutuhan kendaraan operasional untuk koperasi desa dapat terpenuhi, sehingga proyek ini bisa berjalan optimal dengan armada yang andal dan efisien.