Jadwal Siaran Langsung Chelsea vs AC Milan di SUGBK Malam Ini
Timnas Indonesia | Sabtu, 8 Agustus 2026
CNN Indonesia
Timnas Indonesia | Sabtu, 8 Agustus 2026










Lokal

PIFA.CO.ID, LOKAL - Persatuan Tenaga Kontrak Kalimantan Barat (Kalbar) datangi Kantor Gubernur untuk menyampaikan aspirasi dan permohonan audiensi terkait penundaan pengangkatan CASN dan PPPK Tahun 2024 pada Senin (10/3/25).Pantauan dilokasi sejak pukul 10.00 wib ratusan tenaga kontrak telah memadati Balai Petiti Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Mereka kompak menggunakan setelan kemeja putih dan celana hitam.Fitriadi, salah satu perwakilan tenaga kontrak yang hadir menjelaskan tujuan utama dari audensi ini. Fitriadi mengatakan keputusan DPR RI dan pemerintah melalui MenPanRB, terkait penundaan jadwal pengangkatan CPNS dan CP3K sangat merugikan dan memberatkan mereka. “Kami hadir di sini untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kami merasa keputusan ini merugikan dan memberatkan kami. Berdasarkan hasil RDP antara DPR RI dan pemerintah melalui MenPanRB, diterbitkan surat terkait penundaan jadwal pengangkatan CPNS dan CP3K. CPNS yang seharusnya diangkat pada bulan Oktober 2024, kini diundur ke Oktober 2025, dan CP3K diundur lagi ke Maret 2026.”Lebih lanjut, Fitriadi menjelaskan bahwa sebagian besar tenaga kontrak yang mengikuti seleksi ini sudah melewati berbagai tahapan tes sejak tahun 2024 dan merasa keputusan penundaan ini terlalu memberatkan, terutama bagi mereka yang sudah berusia mendekati masa pensiun. “Banyak di antara kami yang lulus tes namun sudah memasuki usia pensiun. Seandainya pengangkatan ini dilaksanakan pada Maret 2026, banyak yang sudah pensiun dan belum menerima SK pengangkatan, bahkan langsung mendapatkan SK pensiun. Ini yang menjadi perhatian kami,” tambah Fitriadi.Dalam aksi ini, para tenaga kontrak meminta agar pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat mendesak DPR RI dan MenPanRB untuk mengkaji ulang keputusan tersebut dan mengembalikan jadwal pengangkatan ke bulan Maret-April 2025. Sebagai informasi, sebanyak 1.226 tenaga kontrak yang telah mengikuti seleksi PPPK Alokasi Kebutuhan Tahun 2024 dinyatakan lulus dan telah melaksanakan proses pemberkasan. Terdiri dari 191 orang guru, 10 orang tenaga kesehatan, dan 1.025 orang tenaga teknis, mereka kini berharap pengangkatan dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang lebih cepat.
Sports

PIFA, Sports - Pelatih Shin Tae-yong memanggil 30 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) tim U-20 Indonesia dalam rangka persiapan Piala AFC U-20 2023. Dilansir dari laman PSSI, TC direncanakan di Jakarta mulai tanggal 1 hingga 28 Februari mendatang. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa pihaknya optimistis dengan skuad yang dipanggil oleh Coach Shin Tae-yong. "Semoga pada ajang Piala AFC U-20 2023, kami meraih prestasi terbaik. Turnamen ini juga menjadi tolak ukur persiapan Garuda Nusantara menghadapi Piala Dunia U-20 mendatang," kata Iwan Bule-sapaan akrabnya. Piala AFC U-20 akan digelar di Uzbekistan. Indonesia tergabung di grup A bersama tuan rumah, Irak, dan Suriah. Terdapat sejumlah nama baru dipanggil seperti Brandon Scheunemann (PSIS), Hugo Samir (Persis) dan Ahmad Raia (Persik). Selain itu juga terdapat pemain dari tim U-16 tahun lalu yakni Arkhan Kaka (Persis) dan Sulthan Zaky (PSM). "Kami berharap kepada pemain selama mengikuti pemusatan latihan dan turnamen Piala AFC U-20 2023 mampu memberikan kemampuan yang maksimal, kerja keras, fokus, dan disiplin," tambah pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut. Pada laga perdana, Indonesia akan melawan Irak pada 1 Maret, lalu berduel dengan Suriah 4 Maret, dan menantang tuan rumah Uzbekistan 7 Maret mendatang. "Selama pemusatan latihan, PSSI telah menyiapkan sejumlah laga uji coba untuk tim U-20 Indonesia. Apalagi kita ketahui lawan-lawan di grup A Piala AFC U-20 merupakan negara-negara yang berkualitas," kata Direktur Teknik, Indra Sjafri. Berikut Daftar 30 Pemain di Pemusatan Latihan Tim U-20 Indonesia: 1. Arkhan Fikri - Arema FC 2. Dimas Juliano Pamungkas - Bhayangkara FC 3. Frezy Al Hudaifi - Bhayangkara FC 4. Daffa Fasya Sukawijaya - Borneo FC 5. Rabbani Tasnim Siddiq - Borneo FC 6. Ronaldo Joybera R. Junior Kwateh - Madura United 7. Marselino Ferdinan - Persebaya Surabaya 8. Aditya Arya Nugraha - Persebaya Surabaya 9. Ferdiansyah - Persib Bandung 10. Kakang Rudianto - Persib Bandung 11. Robi Darwis - Persib Bandung 12. Achmad Maulana Syarif - Persija Jakarta 13. Alfriyanto Nico Saputro - Persija Jakarta 14. Cahya Supriadi - Persija Jakarta 15. Doni Tri Pamungkas - Persija Jakarta 16. Frengky Deaner Missa - Persija Jakarta 17. Ginanjar Wahyu Ramadhani - Persija Jakarta 18. Muhammad Ferarri - Persija Jakarta 19. Resa Aditya Nugraha - Persija Jakarta 20. Barnabas Sobor - Persija Jakarta 21. Ahmad Raia Irvanza Arditian - Persik Kediri 22. Arkhan Kaka Putra Purwanto - Persis Solo 23. Erlangga Setyo Dwi Saputra - Persis Solo 24. Hugo Samir - Persis Solo 25. Marcell Januar Putra - Persis Solo 26. Zanadin Faris - Persis Solo 27. Brandon Marsel Scheunemann - PSIS Semarang 28. Muhammad Dzaky Asraf Huwaidi - PSM Makassar 29. Sulthan Zaky Pramana Putra Razaq - PSM Makassar 30. Hokky Caraka Bintang Brilliant - PSS Sleman
Lokal

Berita Lokal, PIFA - Ketua Komisi II DPRD Kalbar, Affandie mengatakan, kuota pupuk subsidi dari pemerintah pusat saban tahun semakin berkurang. Maka itu, pihaknya mendorong Kementerian Pertanian agar menambah kuota pupuk subsidi untuk petani. Sebab, pengurangan kuota pupuk subsidi yang terjadi telah membuat petani menjerit. "Dampaknya, produksi di sektor pertanian menurun," katanya, kemarin. Dia menerangkan, saat ini pemerintah hanya mengalokasikan sekitar 30 persen kuota pupuk subsidi dari kebutuhan petani. Hal tersebut menuai keluhan bagi para petani. "Kemudian jadi kendala mengembangkan sektor pertanian," ujarnya. Di sisi lain kata Affandie, petani tak mampu membeli pupuk non subsidi lantaran harganya yang mencapai 60 persen lebih mahal. "Tercatat harga pupuk non subsidi 60 persen lebih mahal dari dari harga pupuk subsidi. Selain itu ada pula kebutuhan obat-obatan di pasaran yang naik hingga 100 persen," ujarnya. Kondisi ini menyebabkan petani tak berdaya. Politisi Partai Demokrat ini pun mendesak agar pemerintah menambah kuota pupuk subsidi. Minimal 10 persen dari jumlah yang ada saat ini. "Karena keberadaan pupuk sangat-sangat dibutuhkan petani. Ditambah 10 persen jadi kita punya 40 persen untuk kebutuhan," tandasnya. (ap)