Pemprov DKI

Pemprov DKI

Berandascoped-by-BerandaLokalscoped-by-LokalJakarta Perkuat Ekosistem Musik, Bidik Posisi sebagai Kota Global

Jakarta Perkuat Ekosistem Musik, Bidik Posisi sebagai Kota Global

Lokal | Senin, 24 Agustus 2026

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat ekosistem musik sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global.

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Jakarta Beat Society 2026 yang mempertemukan musisi, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat di Live House, M Bloc, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan Jakarta memiliki potensi besar sebagai pusat industri musik, bukan hanya karena banyak melahirkan musisi berbakat, tetapi juga memiliki pasar dan audiens yang kuat.

"Jakarta bukan sekadar kota yang menghasilkan musisi-musisi berbakat, melainkan juga pasar musik yang dinamis dengan audiens yang antusias serta apresiasi publik yang kuat terhadap karya kreatif," ujar Rano saat membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya, Jakarta Beat Society menjadi ruang bagi berbagai elemen industri musik untuk bertemu, berkolaborasi, sekaligus membangun jejaring.

"Jakarta Beat Society menjadi wadah yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem kreatif. Kolaborasi seperti ini penting untuk membuka lebih banyak peluang bagi talenta lokal dan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota kreatif," katanya.

Ingin Musisi Lokal Tembus Industri Global

Rano menilai besarnya pasar musik Jakarta juga tercermin dari minat musisi internasional untuk menggelar konser di ibu kota.

Kehadiran musisi dunia seperti Coldplay, Bruno Mars, hingga BTS disebut menjadi gambaran daya tarik Jakarta dalam peta industri musik regional dan global.

Karena itu, Pemprov DKI berkomitmen memperluas ruang bagi komunitas serta pelaku industri kreatif melalui berbagai kegiatan seni, budaya, musik, dan perfilman.

Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperbanyak panggung bagi talenta lokal, tetapi juga membuka jejaring industri sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi Jakarta.

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berkomitmen untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya dengan menciptakan peluang serta ruang bagi komunitas kreatif untuk terus berkembang. Hal ini dilakukan di berbagai sektor kreatif, termasuk musik dan perfilman," ujar Rano.

Di bidang perfilman, Pemprov DKI menjalankan komitmen tersebut antara lain melalui Jakarta Film Commission yang ditujukan untuk mendukung pembuat film sekaligus memperkuat ekosistem industri audiovisual di Jakarta.

Ke depan, Pemprov DKI mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, komunitas, dan praktisi kreatif agar Jakarta semakin kompetitif sebagai pusat ekonomi kreatif.

"Bersama-sama, kita dapat membangun ekosistem musik yang inklusif, inovatif, dan kompetitif, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi talenta lokal untuk menampilkan musik Indonesia di kancah dunia," kata Rano.

Rekomendasi

Foto: Persela Tumbang di Laga Perdana, Deltras Pulang dengan Tiga Poin | Pifa Net

Persela Tumbang di Laga Perdana, Deltras Pulang dengan Tiga Poin

Sports
| Selasa, 16 September 2025
Foto: Akhirnya! AC Milan Menang Usai 3 Laga Terpuruk, Masih Ada Peluang Main di UECL? | Pifa Net

Akhirnya! AC Milan Menang Usai 3 Laga Terpuruk, Masih Ada Peluang Main di UECL?

Italia
| Sabtu, 12 April 2025
Foto: Fazzio Hybrid Ajak Gen Z untuk Tampil Semakin Skena dan Auto Worth It di Yamaha Fazzio Day | Pifa Net

Fazzio Hybrid Ajak Gen Z untuk Tampil Semakin Skena dan Auto Worth It di Yamaha Fazzio Day

Indonesia
| Senin, 13 Januari 2025
Foto: Elkan Baggott Resmi Masuk Skuad Utama Ipswich Town untuk Musim 2025/26 | Pifa Net

Elkan Baggott Resmi Masuk Skuad Utama Ipswich Town untuk Musim 2025/26

Sports
| Kamis, 7 Agustus 2025
Foto: Syok Dipanggil 'Pak Presiden', Dedi Mulyadi Gercep Ingatkan: "Presiden Saya Prabowo, 2 Periode!" | Pifa Net

Syok Dipanggil 'Pak Presiden', Dedi Mulyadi Gercep Ingatkan: "Presiden Saya Prabowo, 2 Periode!"

Jabar
| Kamis, 15 Mei 2025
Foto: Dokter Ortopedi: Aktif Bergerak dan Nutrisi Tepat Kunci Cegah Penurunan Massa Tulang dan Otot di Usia Tua | Pifa Net

Dokter Ortopedi: Aktif Bergerak dan Nutrisi Tepat Kunci Cegah Penurunan Massa Tulang dan Otot di Usia Tua

Lifestyle
| Kamis, 14 Agustus 2025
Foto: Liverpool di Ambang Juara Liga Inggris, Cukup Imbang Lawan Tottenham! | Pifa Net

Liverpool di Ambang Juara Liga Inggris, Cukup Imbang Lawan Tottenham!

Inggris
| Sabtu, 26 April 2025
Foto: Ajak Pikir Out of the Box! DPR Usulkan Legalisasi Kasino untuk Tambah Penerimaan Negara | Pifa Net

Ajak Pikir Out of the Box! DPR Usulkan Legalisasi Kasino untuk Tambah Penerimaan Negara

Indonesia
| Rabu, 14 Mei 2025
Foto: Operasi Ketupat Kapuas 2025, Polda Kalbar Kerahkan 729 Personel untuk Pengamanan Lebaran | Pifa Net

Operasi Ketupat Kapuas 2025, Polda Kalbar Kerahkan 729 Personel untuk Pengamanan Lebaran

Pontianak
| Jumat, 21 Maret 2025
Foto: Prediksi Langkah Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Menurut Pawang Hujan Rara | Pifa Net

Prediksi Langkah Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Menurut Pawang Hujan Rara

Indonesia
| Sabtu, 18 Januari 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Prajurit TNI AL Dihukum Penjara Seumur Hidup atas Pembunuhan Jurnalis Juwita | Pifa Net

Prajurit TNI AL Dihukum Penjara Seumur Hidup atas Pembunuhan Jurnalis Juwita

PIFA, Nasional – Kelasi Satu Jumran, prajurit TNI Angkatan Laut, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Militer (Dilmil) I-06 Banjarmasin, Senin (16/6), setelah dinyatakan terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Juwita (23), seorang jurnalis asal Banjarbaru. Putusan dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Letkol CHK Arie Fitriansyah, di Ruang Sidang Antasari. “Terdakwa Kelasi Satu Jumran terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana. Oleh karena itu, dijatuhi pidana pokok berupa penjara selama seumur hidup,” tegas Arie. Tak hanya pidana pokok, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pemecatan dari dinas militer TNI AL, yang berlaku sejak putusan dibacakan dan berkekuatan hukum tetap. Dalam amar putusan, majelis hakim juga memerintahkan: Barang bukti milik korban dikembalikan kepada keluarga,Beberapa barang bukti lainnya dikembalikan kepada terdakwa,Barang-barang tertentu disita dan dirampas negara untuk dimusnahkan, danTerdakwa tetap ditahan dengan biaya perkara dibebankan kepada negara. Hakim memberikan waktu tiga hari kepada terdakwa untuk menyatakan sikap atas putusan tersebut—menerima, banding, atau pikir-pikir. Setelah berdiskusi dengan penasihat hukumnya, Jumran memilih untuk pikir-pikir, dan diberi waktu tujuh hari sejak Selasa (17/6) untuk menyampaikan keputusan akhir. Sementara itu, Kepala Oditurat Militer (Odmil) III-15 Banjarmasin, Letkol CHK Sunandi, menyatakan menerima seluruh putusan majelis hakim, karena sesuai dengan tuntutan jaksa, yaitu penjara seumur hidup. Kronologi Pembunuhan Jurnalis Juwita Kasus tragis ini bermula pada 22 Maret 2025, saat jasad Juwita ditemukan warga di Jalan Trans-Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, sekitar pukul 15.00 WITA. Saat ditemukan, jenazah berada di tepi jalan bersama sepeda motor miliknya, awalnya diduga korban kecelakaan tunggal. Namun, kecurigaan muncul setelah warga tidak menemukan tanda-tanda kecelakaan lalu lintas. Luka lebam di leher korban dan hilangnya ponsel milik Juwita memperkuat dugaan adanya unsur kekerasan. Juwita diketahui sebagai jurnalis media daring lokal dan telah mengantongi Sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan kualifikasi wartawan muda. Putusan ini menjadi salah satu vonis terberat terhadap anggota TNI yang terlibat dalam tindak pidana terhadap jurnalis, dan mencerminkan komitmen peradilan militer untuk menindak tegas pelanggaran berat yang mencederai profesi jurnalistik dan nilai-nilai kemanusiaan.

Nasional
| Senin, 16 Juni 2025

Lokal

Foto: Jadi Keynote Speaker Kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, Ini Pesan Wabup Sanggau     | Pifa Net

Jadi Keynote Speaker Kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, Ini Pesan Wabup Sanggau    

Berita Sanggau, PIFA - Pemerintah Kabupaten Sanggau berharap masyarakat agar lebih cerdas dalam menentukan pilihan dalam memilih pemimpin.  Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M.Si, saat menjadi keynote speaker (pembicara) pada kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, di Kantor Desa Kastromego Kecamatan Beduai, Selasa (19/4/2022). “Memilih pemimpin ibarat memilih pasangan hidup, yang harus kita kenali dulu agar tidak memilih pemimpin ibarat kucing dalam karung, yang tidak diketahui asal usulnya,” ujarnya. “Sebagai masyarakat, kita harus tahu rekam jejak, karier politik, kepribadian, serta pengalaman calon pemimpin yang akan dipilih nantinya,” sambungnya. Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari politik uang, politik barang, politik rasis dan politik agama yang akan menyebabkan konflik sosial. “Jangan hanya karena uang sekian ribu, kita dengan mudah terpengaruh untuk memilih calon pemimpin tertentu yang tidak sesuai. Apalagi kalau sudah bawa-bawa agama dan rasis,” jelasnya. Soal kesempurnaan, dirinya menyebutkan tidak ada pemimpin yang sempurna. Namun, pemimpin yang berjuang untuk kepentingan masyarakat maka itulah yang harus didukung. “Yang namanya manusia, tetap ada kelemahannya. Melenceng sedikit itu biasa. Yang penting dia (calon pemimpin) bisa perjuangkan kepentingan rakyat,” pungkasnya. Wakil Bupati Sanggau berharap, agar jumlah persentase pemilih nanti semakin meningkat untuk mensukseskan pemilu dan pemilihan serentak di tahun 2024 mendatang. (ja)

Sanggau
| Rabu, 20 April 2022

Sports

Foto: Update Naturalisasi Ole Romeny: Tunggu Akhir Reses DPR, Target Debut di Timnas 2025 | Pifa Net

Update Naturalisasi Ole Romeny: Tunggu Akhir Reses DPR, Target Debut di Timnas 2025

Update Naturalisasi Ole Romeny: Tunggu Akhir Reses DPR, Target Debut di Timnas 2025PIFA, Sports - Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, baru-baru ini memberikan informasi terbaru tentang naturalisasi striker FC Utrecht, Ole Romeny. Arya menyebutkan bahwa naturalisasi Ole Romeny masih memerlukan waktu karena DPR RI sedang dalam masa reses, yang berlangsung dari 6 Desember 2024 hingga 20 Januari 2025. "DPR sedang reses. Jadi kita tunggu saja. Reses DPR ini cukup panjang," ungkap Arya, mengutip liputan6com.Dengan kondisi ini, proses naturalisasi akan dilanjutkan setelah masa reses berakhir.Ole Romeny tiba di Indonesia pada November 2024 untuk memulai proses perubahan kewarganegaraannya dari Belanda menjadi WNI. Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menerima pengajuan resmi dari PSSI terkait naturalisasi Romeny. "Ada yang perlu kami siapkan," ungkap Dito, tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai persiapan tersebut.Selain itu, proses naturalisasi tidak hanya melibatkan pengumpulan dokumen, tetapi juga berbagai tahapan lain yang harus dipenuhi. PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga terus berkoordinasi untuk memastikan kelancaran proses tersebut. Targetnya, naturalisasi Ole Romeny dapat selesai pada 2025 sehingga ia bisa membela Timnas Indonesia pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.Ole Romeny, yang berusia 23 tahun, memiliki hubungan dekat dengan Ragnar Oratmangoen dan Maarten Paes, mantan rekan setimnya di NEC Nijmegen. Ia juga hadir menyaksikan kekalahan Timnas Indonesia 0-4 melawan Jepang pada laga kelima putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Meski kecewa dengan hasil tersebut, Ole Romeny tetap menunjukkan keyakinannya untuk memberikan kontribusi bagi Timnas Indonesia. Ketua PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan percakapannya dengan Romeny usai pertandingan. "Saya bertanya kepadanya, 'Kita kalah lho 0-4. Yakin?' Dia menjawab dengan tegas, 'Yakin, saya akan bisa bikin perubahan untuk Timnas Indonesia'," jelas Erick Thohir.Diharapkan, dengan bergabungnya Ole Romeny, Timnas Indonesia akan memiliki peluang lebih besar untuk tampil kompetitif di ajang internasional. Proses ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas sepak bola nasional.

Indonesia
| Rabu, 11 Desember 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5