Jelajahi 6 Pulau, MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 Tempuh 3.300 Km

Jelajahi 6 Pulau, MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 Tempuh 3.300 Km

Berandascoped-by-BerandaTeknologiscoped-by-TeknologiJelajahi 6 Pulau, MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 Tempuh 3.300 Km

Jelajahi 6 Pulau, MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 Tempuh 3.300 Km

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026

Perjalanan panjang MAXI Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 akhirnya mencapai garis akhir. Setelah melewati sembilan etape, ekspedisi touring bersama jajaran skutik premium MAXI Yamaha tersebut menempuh lebih dari 3.300 kilometer melintasi 36 kota dan kabupaten di enam pulau besar Indonesia.

Rangkaian perjalanan ini membawa peserta menjelajahi Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, hingga Sulawesi. Selain menguji performa dan kenyamanan skutik MAXI Yamaha di berbagai kondisi jalan, perjalanan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata, budaya, sejarah, serta kehidupan masyarakat di berbagai daerah.

Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan MTBN menjadi salah satu cara Yamaha memperkuat citra MAXI Yamaha sebagai skutik yang mendukung aktivitas touring jarak jauh.

“Melalui MTBN, kami ingin semakin mempertegas image MAXI Yamaha sebagai skutik ‘Raja Touring’, karena tidak hanya memiliki performa dan durabilitas yang mumpuni, tetapi juga dilengkapi berbagai fitur unggulan yang sangat mendukung kenyamanan perjalanan jarak jauh,” ujar Rifki.

Sembilan Etape Menyusuri Nusantara

Perjalanan MTBN 2026 dimulai dari Danau Toba, Sumatera Utara. Peserta menyusuri Balige, Pulau Samosir, Tele, Pangururan, Bukit Holbung, hingga sejumlah perkampungan adat Batak.

Dari Sumatera Utara, rombongan bergerak ke Bengkulu pada etape kedua. Perjalanan memadukan jalur pegunungan dan pesisir, sekaligus membawa peserta mengenal sejumlah lokasi bersejarah seperti Rumah Fatmawati dan Rumah Pengasingan Bung Karno.

Etape ketiga berlanjut ke Lampung. Keindahan pesisir Lampung Selatan dan Pulau Pahawang menjadi tujuan utama. Peserta juga melakukan snorkeling serta kegiatan penanaman mangrove bersama komunitas Journalist MAX Community (JMC).

Memasuki Pulau Jawa, MTBN mengeksplorasi Jawa Barat melalui Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka hingga Cirebon. Jalur Cijapati, Kampung Naga, Panyaweuyan, Ciboer Pass, hingga Keraton Kasepuhan menjadi bagian dari perjalanan.

Etape kelima membawa peserta menyusuri jalur selatan Pulau Jawa menuju Pacitan, Jawa Timur. Selain melewati jalur perbukitan dan pesisir, rombongan mengunjungi Pantai Srau, Tanjung Klayar, serta menyusuri Sungai Maron menggunakan kapal nelayan.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Bali. Kintamani dan Danau Batur menjadi destinasi utama sebelum rombongan bergerak menuju Pantai Amed. Peserta juga merasakan pengalaman menyusuri Danau Batur menggunakan kapal tradisional Songan.

Dari Bali, MTBN bergerak menuju Lombok dengan konsep eksplorasi 360 derajat. Peserta mengunjungi Desa Adat Sade, Pertamina Mandalika International Circuit, Sembalun, Pantai Senggigi, Mekaki Hills hingga Bukit Sekotong.

Menembus Rimba Kalimantan

Memasuki Kalimantan, perjalanan mengusung tema Explore Borneo dengan rute Sampit menuju Pangkalan Bun.

Dari Pangkalan Bun, peserta melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Tanjung Puting menggunakan kapal tradisional kelotok. Perjalanan menyusuri sungai di tengah hutan tropis tersebut sekaligus memperkenalkan upaya konservasi orangutan.

Rombongan juga bertemu dengan komunitas MAXI Yamaha setempat dan menikmati suasana Sungai Arut yang menjadi salah satu ikon Pangkalan Bun sekaligus bagian penting dari aktivitas masyarakat.

Tana Toraja Jadi Penutup

Setelah menempuh perjalanan lintas pulau, MTBN 2026 ditutup di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Etape kesembilan menjadi salah satu bagian paling menantang dengan jarak sekitar 800 kilometer selama empat hari. Peserta menghadapi berbagai karakter jalan, mulai dari kawasan perkotaan dan pesisir hingga jalur pegunungan dengan tanjakan, turunan, serta tikungan tajam.

Sejumlah destinasi ikonik Toraja turut disambangi, di antaranya Buntu Burake, Negeri di Atas Awan Lolai, kawasan adat Kete Kesu, hingga Lembah Ollon.

Perjalanan di Lembah Ollon menjadi salah satu penutup paling berkesan karena peserta dapat menikmati panorama perbukitan dan lembah hijau khas Toraja.

Dengan berakhirnya etape kesembilan tersebut, seluruh rangkaian MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 resmi tuntas.

Tak hanya menjadi perjalanan touring, ekspedisi ini juga menjadi upaya Yamaha untuk memperkenalkan keragaman Indonesia sekaligus menunjukkan kemampuan jajaran MAXI Yamaha dalam menemani perjalanan jarak jauh di berbagai karakter medan.

Rangkaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat Yamaha sebagai “KANDO” Creating Company dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang dekat dengan minat dan gaya hidup konsumennya.

Rekomendasi

Foto: Viral Warga di Landak Santai Jualan Gorengan Saat Banjir Setinggi Dada Orang Dewasa | Pifa Net

Viral Warga di Landak Santai Jualan Gorengan Saat Banjir Setinggi Dada Orang Dewasa

Landak
| Senin, 27 Januari 2025
Foto: Agustiani Tio Mengaku Ditawari Rp2 Miliar Sebelum Diperiksa KPK Terkait Kasus Hasto    | Pifa Net

Agustiani Tio Mengaku Ditawari Rp2 Miliar Sebelum Diperiksa KPK Terkait Kasus Hasto

Indonesia
| Minggu, 9 Februari 2025
Foto: Divonis 3,5 Tahun Penjara, Hasto Kristiyanto Terbukti Terlibat Suap dalam Kasus Harun Masiku | Pifa Net

Divonis 3,5 Tahun Penjara, Hasto Kristiyanto Terbukti Terlibat Suap dalam Kasus Harun Masiku

Politik
| Senin, 28 Juli 2025
Foto: Ferry Irwandi Tanggapi Dugaan Tindak Pidana yang Disampaikan TNI, Pastikan Tak Akan Kabur | Pifa Net

Ferry Irwandi Tanggapi Dugaan Tindak Pidana yang Disampaikan TNI, Pastikan Tak Akan Kabur

Politik
| Selasa, 9 September 2025
Foto: Timnas Indonesia Dibantai Jepang 0-6 di Kualifikasi Piala Dunia 2026 | Pifa Net

Timnas Indonesia Dibantai Jepang 0-6 di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Indonesia
| Rabu, 11 Juni 2025
Foto: Pare, Sayuran Pahit dengan Segudang Manfaat Kesehatan | Pifa Net

Pare, Sayuran Pahit dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Indonesia
| Selasa, 18 Februari 2025
Foto: Rapat Bahas Nasib Patrick Kluivert Tunggu Erick Thohir Selesai Hajatan Keluarga | Pifa Net

Rapat Bahas Nasib Patrick Kluivert Tunggu Erick Thohir Selesai Hajatan Keluarga

Sports
| Selasa, 14 Oktober 2025
Foto: KPK: Oknum Kemenag Diduga Bujuk Khalid Basalamah Beralih ke Haji Khusus dengan Bayaran Rp39 Juta per Kuota | Pifa Net

KPK: Oknum Kemenag Diduga Bujuk Khalid Basalamah Beralih ke Haji Khusus dengan Bayaran Rp39 Juta per Kuota

Nasional
| Jumat, 19 September 2025
Foto: 8 Game Balap Ringan yang Cocok untuk HP Kentang | Pifa Net

8 Game Balap Ringan yang Cocok untuk HP Kentang

Teknologi
| Minggu, 3 Agustus 2025
Foto: Douglas Luiz Murka Disindir Fans Juventus soal Performa di Musim Perdana | Pifa Net

Douglas Luiz Murka Disindir Fans Juventus soal Performa di Musim Perdana

Italia
| Rabu, 30 April 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Syarif Amin Tampung Keluhan Kelangkaan Pupuk Subsidi di Kubu Raya dan Mempawah | Pifa Net

Syarif Amin Tampung Keluhan Kelangkaan Pupuk Subsidi di Kubu Raya dan Mempawah

PIFA, Lokal - Wakil Ketua DPRD Kalbar, Syarif Amin Muhammad menyebutkan, mendapatkan aduan kelangkaan pupuk subsidi dari petani di Kabupaten Mempawah dan Kubu Raya. "Akibat kelangkaan yang bertahun terjadi tersebut membuat petani tak berdaya," kata Amin, kemarin. Informasi kelangkaan pupuk itu, dia dapatkan dalam reses yang digelar di Mempawah dan Kubu Raya, di 10 titik belum lama ini. Kelangkaan terjadi cukup lama. "Sementara untuk membeli pupuk non subsidi petani tak mampu, karena harganya mahal,” jelasnya. Kata Amin, kelangkaan pupuk subsidi ini membuat petani harus merogoh kantong lebih dalam untuk biaya produksi. Kondisi ini tak sebanding dengan pendapatan. "Terlebih saat ini harga sawit turun," ujarnya. Di sisi lain, Amin menambahkan, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang turun signifikan pun meresahkan petani. Begitu pun harga karet yang tak kunjung naik-naik. “Kala itu saya bilang ke masyarakat meningkatkan kualitas karetnya. Tak usah jauh harga karet Kalbar dibanding Kalteng dan Kalsel, kita jauh harganya dari mereka,” jelasnya. Petani pun berharap ada intervensi harga dari DPRD untuk meningkatkan harga TBS. Pasalnya harga TBS merupakan kewenangan pemerintah pusat. (ap)

Kalbar
| Sabtu, 8 April 2023

Lokal

Foto: Resmi Dilantik, Luthfi Akbar akan Pimpin Japnas Kalbar dengan Filosofi Bola | Pifa Net

Resmi Dilantik, Luthfi Akbar akan Pimpin Japnas Kalbar dengan Filosofi Bola

Berita Kalbar, PIFA - Luthfi Akbar Riyadi resmi dilantik menjadi Ketua Umum Pengurus Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Kalimantan Barat periode 2021-2022 di Hotel Aston Pontianak, Rabu 15 Desember 2021. Kegiatan pelantikan yang dirangkai dengan Diklat tersebut juga dihadiri oleh Pengurus Pusat Japnas, dan pengurus wilayah yang ada di Indonesia. Disela-sela kegiatan, Lutfhi Akbar Riyadi mengatakan dengan dilantiknya Japnas Kalbar, dirinya ingin organisasi ini menjadi organisasi yang diminati oleh para pengusaha yang ada di Kalbar, dari pengusaha kecil, menengah hingga pengusaha besar. "Insya Allah Japnas akan membentuk Pengurus Cabang (PC) di 14 kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat, karena Japnas sendiri adalah organisasi jejaring kolaborasi bisnis" terangnya. Dengan banyaknya pengusaha yang bergabung di Japnas, maka kata Luthfi akan dapat melihat peluang, menganalisa, sehingga bisa saling silang antara pengusaha yang A dan pengusaha B. Apalagi, kata Lutfhi, Provinsi Kalbar merupakan provinsi yang berhubungan langsung dengan negara tetangga, dan hal itu bisa menjadi peluang usaha yang sangat baik untuk sekarang, maupun untuk ke depannya nanti. Menurutnya, banyak potensi yang bisa dikembangkan di Kalbar seperti perkebunan, perikanan, UMKM dan lainnya. "Saya memiliki konsep untuk menjalani Japnas dengan filosofi bola artinya ada pelatih, ada penyerang, dan ada penjaga gawang dengan satu tujuan mencetak gol yang indah," tegasnya. Kata gol disini, lanjut Luthfi, bagaimana caranya produk yang dihasilkan oleh pengusaha bisa keluar, misalnya ikan lele, namun di satu sisi masih banyak peluang bisnis yang bisa ditarik mundur oleh pengusaha Japnas. "Salah satu contoh yang dapat ditarik mundur adalah kita jual lele, kemudian kita tarik lagi pembibitan lele, hingga pakan untuk lele. Jadi seperti itu nantinya," katanya. Kemudian dari lele Itu akan jadi UMKM seperti lele frozen, lele salai yang nantinya akan dibuat perizinannya sekaligus izin di BPOM sehingga produk itu bisa dipasarkan ke 14 Kabupaten/Kota, dan ekspor ke Pengurus Wilayah provinsi Japnas yang lainnya. Untuk kegiatan Japnas, kata Lutfi, pada tanggal 10 hingga 18 Januari 2022 Japnas pusat akan ada kegiatan Lemhannas, acara itu diikuti oleh pengurus wilayah yang sudah dilantik. "Seperti kita ketahui tidak semua orang bisa mengikuti Lemhannas, dan ini menjadi kebanggan tersendiri bagi kami di organisasi Japnas," tuturnya. Dikatakannya Japnas memiliki visi dan misi yang sangat besar untuk ke depannya untuk menjadikan Indonesia yang berbasis produksi bukan konsumsi. Ditempat yang sama, Ketua Harian Pengurus Pusat Japnas, Widiyanto Saputro menjelaskan jika organisasi Japnas telah berdiri sejak tahun 2015. "Nah untuk Kalbar pada hari ini kita melantik kepengurusan yang kedua. Jadi ini suksesi yang pertama untuk Japnas Wilayah Kalbar," terangnya. Dikatakannya, jika secara nasional kepengurusan Japnas sudah ada di 20 provinsi yang ada di Indonesia. Japnas sendiri, kaya Widiyanto, merupakan kumpulan para pengusaha yang berangkat dari keyakinan bahwa untuk membangun ekonomi yang berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat kemampuan produksi dari pelaku usaha dan menguatkan gerak langkah pengusaha.  "Nah hal ini tidak bisa kita lakukan sendiri, sehingga diperlukan sebuah action grup untuk bersinergi, dengan membangun kekuatan bersama dengan seluruh pengusaha," pungkasnya.

Kalbar
| Rabu, 15 Desember 2021

Nasional

Foto: Praperadilan Febrie Adriansyah, Kejagung Hadirkan Eks Ketua PPATK Yunus Husein | Pifa Net

Praperadilan Febrie Adriansyah, Kejagung Hadirkan Eks Ketua PPATK Yunus Husein

Kejaksaan Agung (Kejagung) menghadirkan mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein sebagai saksi dalam sidang gugatan praperadilan yang diajukan Febrie Adriansyah di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).Selain Yunus, Kejagung menghadirkan dua ahli pidana, yakni Ketua Senat Akademik Universitas Al-Azhar Indonesia Suparji Ahmad dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Fatahilah Akbar."Siap Yang Mulia, ada tiga orang ahli yang kami hadirkan," ujar tim hukum Kejagung dalam persidangan.Praperadilan tersebut diajukan Febrie untuk mempersoalkan penahanan yang dilakukan Kejagung. Dalam petitumnya, Febrie meminta hakim tunggal PN Jakarta Selatan menyatakan penahanannya tidak sah.Febrie juga meminta hakim membatalkan Surat Perintah Penahanan Nomor PRIN-43/F/Fd.2/07/2026 tertanggal 24 Juli 2026.Kuasa hukum Febrie meminta surat perintah penahanan tersebut dinyatakan tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat, termasuk seluruh akibat hukum yang ditimbulkannya.### Kejagung Bantah Dalil FebrieKejagung membantah dalil Febrie terkait tindak pidana asal (TPA) yang dinilai belum jelas atau belum dibuktikan.Tim hukum Kejagung menilai dalil tersebut keliru dan bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.Menurut Kejagung, surat penetapan tersangka telah secara tegas mencantumkan dugaan tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana asal dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU)."Dan penyidikan TPPU tidak harus menunggu terlebih dahulu pembuktian tindak pidana asal," ujar tim hukum Kejagung dalam persidangan.Kejagung juga menyebut diktum menimbang huruf b dalam surat penetapan tersangka secara jelas menerangkan bahwa perkara yang disidik merupakan dugaan TPPU dengan tindak pidana asal berupa dugaan tindak pidana korupsi dan/atau perkara lain yang masih dalam proses penanganan hukum.Tim hukum Kejagung pun mempertanyakan dalil Febrie dalam gugatannya yang disebut telah mengakui bahwa surat penetapan tersangka secara jelas mencantumkan dugaan TPPU dengan tindak pidana asal berupa tindak pidana korupsi.Sidang praperadilan selanjutnya akan menjadi forum bagi kedua pihak untuk menguji sah atau tidaknya tindakan hukum yang dipersoalkan Febrie Adriansyah.

Nasional
| Senin, 24 Agustus 2026
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5