John Herdman Puji Performa Serba Bisa Calvin Verdonk di FIFA Series 2026
Timnas | Selasa, 31 Maret 2026
John Herdman Puji Performa Serba Bisa Calvin Verdonk di FIFA Series 2026. CNN Indonesia
Timnas | Selasa, 31 Maret 2026








Pifabiz

PIFAbiz – Anggota DPR RI sekaligus selebritas, Uya Kuya, tengah menjadi sorotan setelah menerima kedatangan sejumlah bos skincare dan dokter estetik dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR RI. Kedatangan mereka, termasuk dr. Reza Gladys dan Shella Saukia, bertujuan untuk menyampaikan aspirasi terkait polemik dunia skincare.Dalam video yang diunggahnya di media sosial, dr. Reza Gladys menyebut pihaknya sebagai bagian dari Ikatan Dokter Estetik dan datang ke DPR RI untuk membahas “huru-hara skincare.” Namun, keputusan Uya Kuya dan komisi di DPR RI yang menerima mereka menuai kecaman dari sejumlah pihak. Bahkan, Uya mengaku mendapat intimidasi dari berbagai kalangan.“Gue akan tetap tegak lurus di jalan yang lurus biarpun badan enggak kurus walaupun kalian intimidasi saya. Nanti kalian akan tahu ada apa sebenarnya di balik huru-hara ini,” tulis Uya Kuya dalam unggahan di akun Instagram-nya pada Jumat (21/2/2025).Uya menegaskan bahwa Komisi DPR RI tempatnya berada tidak mengundang para dokter estetik dan bos skincare tersebut, melainkan mereka sendiri yang bersurat untuk datang ke DPR RI. “Ikatan Dokter Estetika bersurat ke DPR untuk datang ke RDP. Skincare berbahaya dan tidak sesuai ingredients harus diberantas,” kata Uya.Meski demikian, banyak warganet yang tetap curiga terhadap netralitas Uya Kuya. Beberapa menuding dirinya berpihak pada pemilik brand skincare yang bermasalah, bahkan ada yang mencurigai Uya menerima bayaran dari mereka. Menanggapi tudingan tersebut, Uya kembali menegaskan bahwa DPR RI tidak pernah mengundang para pemilik skincare tersebut.“Kalian bilang nih, kenapa cuma ngundang brand owner-owner dan dokter estetik ke DPR. Gue kasih tahu ya, DPR tidak pernah mengundang sama sekali mereka. Tetapi mereka yang berkirim surat ke DPR untuk RDP yang ingin membicarakan tentang kegaduhan skincare hingga sampai dugaan pemerasan,” jelas Uya.Serangan dari warganet yang disebutnya sebagai buzzer semakin gencar, hingga membuatnya merasa perlu untuk meluruskan isu yang berkembang. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang ataupun suap untuk membela kepentingan pihak tertentu.“Haram hukumnya untuk Uya Kuya terima uang apalagi minta sejumlah uang untuk membela kepentingan siapapun. No. Demi anak-anak, demi keluarga, demi orangtua gue, itu haram,” ujarnya.Sebagai anggota DPR, Uya mengaku hanya menjalankan tugasnya dengan menerima tamu dari berbagai kalangan, termasuk owner skincare dan dokter estetik. Ia pun memastikan bahwa dirinya tetap berpihak kepada kepentingan rakyat tanpa keberpihakan terhadap pihak tertentu.Tak hanya itu, Uya juga menantang pihak kepolisian dan BPOM untuk bertindak tegas terhadap peredaran skincare berbahaya serta menutup pabrik-pabrik yang memproduksinya. Ia juga menantang pihak-pihak yang merasa benar untuk membuktikan kebenaran mereka di hadapan publik.Video klarifikasi Uya Kuya ini kembali menuai pro dan kontra. Beberapa warganet memberikan dukungan, namun ada pula yang mengkritik cara Uya menyikapi persoalan ini.“Lagian netijen aneh, lo kira tuh DPR lagi buat acara podcast manggil-manggil bintang tamu di wawancara-in. Tuh dah jelas kan penjelasan @king_uyakuya,” ujar salah satu warganet membela.Namun, ada pula yang mengkritik, “Saya bukan buzzer tapi menurut saya anda kurang bijak pak!” tulis warganet lainnya.Dengan kontroversi yang terus berkembang, publik kini menunggu langkah lanjutan Uya Kuya dan pihak terkait dalam menyelesaikan polemik dunia skincare di Indonesia.
Lokal

Berita Pontianak, PIFA - Pemilihan Putri Indonesi Kalimantan Barat 2022 baru saja selesai, dengan terpilihnya Arisda Oktalia sebagai Putri Indonesia Kalimantan Barat 2022 yang akan mewakili Kalimantan Barat diajang pemilihan Putri Indonesia di Jakarta, pada bulan april 2022 mendatang. Mega Angkasa selaku Head Of Communication Yayasan Puteri Indonesia dan sebagai dewan juri mengucapkan selamat kepada Arisda Oktalia sebagai Putri Indonesia Kalbar 2022. “Selamat atas terpilihnya arisda menyisihkan 13 finalis dengan beberapa tahapan mulai dari hasil penilaian administrasi, masa karantina, interview, malam bakat, sampai dengan malam ini grand Final aputri Indonesia Kalbar 2022,” ucapnya saat diwawancarai Pifa, Jumat (17/12/2021). Mega menyampaikan, selaku dewan juri ada kriteria penilai standar dari pemilihan Putri Indonesia yaitu Brain, Beauty, dan Behavior “Penggabungan dari ketiga itu kita formalasi mulai dari awal proses karantina, dengan ada pembekalan, interview malam bakat sampai, malam grand final,” Dia juga berpesan kepada Arisda agar banyak belajar dan mempersiapkan diri dengan matang agar bisa mewakili dengan membawa nama baik Kalbar. “Masih ada 3 bulan waktu untuk mempersiapkan diri, kami juga mengharapkan dukungan dari Pemprov Kalbar, kemudian stakeholder Yayasan Putri Indonesia kalimantan barat, serta teman-teman media, yang rencannya pelaksanaan pemilihan Putri Indonesia di bulan april 2022,” sampainya. Dia juga mengharapkan kepada Putri Indonesia yang terpilih nantinya di tahun 2022, bisa membawa nama baik Indonesia. “Harapnya untuk Putri Indonesia nanti akan mewakili Indonesia saat Miss Internasional, kemudian bisa melaksanakan tugas dalam Negeri dan membawa nama baik Indonesia di ajang internasional, serta membantu memperbaiki pariwasta Indonesia yang terpuruk,” harapnya.
Lokal

PIFA, LOKAL - Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 1, Sutarmidji, melanjutkan kampanye dialogisnya di Desa Tuan-Tuan, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, pada Jumat (18/10) malam. Dalam pertemuan tersebut, Sutarmidji bertemu dengan ratusan warga dari berbagai desa untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja pasangan Sutarmidji-Didi Haryono (Midji-Didi) untuk lima tahun ke depan.Salah satu fokus utama programnya adalah penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Ketapang. Sutarmidji, yang juga merupakan Gubernur Kalbar periode 2018-2023, berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan jalan provinsi yang saat ini masih dalam proses. Ia juga menyatakan kesiapan untuk membantu pembangunan jalan kabupaten yang memerlukan penanganan khusus, seperti ruas jalan Pelang.Sutarmidji menjelaskan bahwa total panjang ruas jalan provinsi di Kabupaten Ketapang mencapai sekitar 324 kilometer. Kondisi jalan tersebut, lima tahun lalu saat ia menjabat, hampir seluruhnya dalam keadaan rusak parah."Selama lima tahun terakhir, Kabupaten Ketapang mendapat alokasi pembangunan jalan dan jembatan terbesar. Dari 2019 hingga 2024, total anggaran yang telah dialokasikan untuk pembangunan ini mencapai 15 persen dari total pembangunan jalan dan jembatan se-Kalbar, atau lebih dari Rp305 miliar," ungkapnya.Ia menambahkan, saat ini kondisi ruas jalan Tumbang Titi - Tanjung, Tanjung Marau - Air Upas hingga Manis Mata sudah relatif lebih baik."Jika saya terpilih lagi sebagai gubernur, saya berjanji untuk memuluskan semua 324 kilometer jalan provinsi di Ketapang. Setelah itu, kami akan menangani jalan Pelang," janjinya.Namun, untuk membantu pembangunan ruas jalan Pelang, Sutarmidji mengungkapkan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah perubahan status jalan tersebut menjadi jalan provinsi."Jika jalan provinsi sudah selesai, baru kami akan menangani jalan kabupaten dengan catatan jalan tersebut harus diambil alih oleh provinsi. Biasanya, bupati tidak mau karena hal ini akan mengurangi hitungan Dana Alokasi Umum (DAU) mereka," jelasnya.Selain itu, Midji menegaskan bahwa jalan Pelang harus dibangun ulang agar hasilnya maksimal, mengingat lahan tersebut merupakan kawasan gambut yang perlu ditangani dengan baik. Ia menjelaskan bahwa konstruksi yang baik melibatkan penggunaan pondasi cerucuk dan beberapa lapisan, sebelum akhirnya diaspal."Konstruksi harus digenahkan agar bisa dilalui kendaraan berat, seperti yang kami lakukan di Jalan Rasau Jaya, Kubu Raya," pungkasnya.Dengan berbagai janji dan program tersebut, Sutarmidji berharap dapat meraih kepercayaan masyarakat untuk melanjutkan kepemimpinannya di Kalimantan Barat.