John Herdman Puji Performa Serba Bisa Calvin Verdonk di FIFA Series 2026
Timnas | Selasa, 31 Maret 2026
John Herdman Puji Performa Serba Bisa Calvin Verdonk di FIFA Series 2026. CNN Indonesia
Timnas | Selasa, 31 Maret 2026










Lifestyle

PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Kebiasaan memangku atau meletakam laptop ternyata memicu kerusakan kulit secara permanen. Fakta ini diungkapkan oleh seorang dokter kulit, Dr. Mark Strom melalui unggahan video di TikTok. Dokter kulit bersertifikat itu mengatakan bahwa eritema ab igne atau sindrom kulit terpanggang disebabkan oleh paparan panas jangka panjang pada kulit."Hal-hal yang dapat menyebabkannya adalah bantal pemanas, terutama yang digunakan untuk nyeri atau kram akibat endometriosis, pemanas ruangan, dan bahkan laptop panas yang selalu diletakkan di pangkuan Anda," kata Storm, dikutip dari suara.comVideo itu merupakan bentuk tanggapannya terhadap sebuah video yang diunggah oleh @faith_harrell, yang memperlihatkan ruam yang berubah warna dengan pola yang tidak teratur di perutnya.Menurut Storm, banyak orang tidak menyadari pentingnya berhati-hati terhadap paparan panas pada kulit. Meski paparan itu tidak menimbulkan rasa sakit atau terbakar, paparan panas jangka panjang dapat menyebabkan ram dan perubahan warna permanen."Jika Anda mulai melihat perubahan warna pada kulit Anda, Anda harus segera menghentikan paparan panas tersebut, mudah-mudahan sebelum perubahan warna tersebut menjadi permanen," kata Strom.Menurutnya, tanda-tanda umum sindrom kulit terbakar termasuk ram bercak-bercak yang awalnya tampak merah muda dengan pola jala ikan. Seiring waktu, ruam bisa berubah menjadi merah, ungu, atau cokelat. Dalam beberapa kasus, ruam mungkin terasa gatal, terbakar, atau nyeri.Meski sangat jarang, ram ini terkadang dapat berkembang menjadi kanker kulit seperti karsinoma sel skuamosa (SCC) atau karsinoma sel Merkel, bertahun-tahun setelah pertama kali muncul.Menghindari sumber panas adalah langkah pertama untuk mencegah kondisi memburuk. Perubahan kebiasaan sederhana, seperti menggunakan laptop di meja alih-alih di pangkuan atau tidak menggunakan penghangat jok mobil, dapat memberi waktu bagi kulit untuk pulih.Jika mengandalkan bantalan pemanas untuk meredakan nyeri kronis, pertimbangkan untuk mendiskusikan alternatif dengan dokter, seperti obat-obatan atau akupuntur, untuk mengelola nyeri tapa risiko kerusakan lebih lanjut.
Nasional

PIFA, Nasional – Setelah sukses menarik perhatian ribuan pengunjung di Samarinda (17/5), semarak event Fazzio Modifest 2025 berlanjut ke Daerah Isitimewa Yogyakarta pada Sabtu (24/5) di Jogja City Mall. Yogyakarta sendiri dipilih menjadi kota kedua dalam pelaksanaan rangkaian Fazzio Modifest 2025 karena dinilai sebagai rumah bagi para generasi muda yang aktif dan kreatif di berbagai bidang. Mulai dari seni budaya, olahraga, termasuk juga otomotif dengan banyaknya modifikator yang eksis di kota tersebut. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Yamaha memberikan kesempatan lebih luas lagi kepada para modifikator untuk mengikuti acara ini karena terdapat 2 kategori modifikasi, yaitu Modifikasi Tipis-Tipis* yang merupakan modifikasi ringan dengan budget terjangkau, serta Modifikasi Gaya Gue* yang lebih advance dengan tingkat kerumitan dan budget yang lebih tinggi. Kedua kategori ini sengaja dihadirkan untuk mengakomodir antusiasme anak muda yang sangat besar dalam dunia modifikasi, khususnya terhadap skutik Yamaha Fazzio Hybrid yang terkenal dengan julukan “White Canvas” karena kemudahannya untuk dimodifikasi. “Fazzio Modifest 2025 kini tidak hanya hadir sebagai ajang untuk memamerkan Fazzio Hybrid modifikasi saja, tetapi juga sekaligus sebagai wadah ataupun cerminan dari semangat kreativitas anak-anak muda Yogyakarta yang terkenal inovatif dan memiliki semangat ekspresi seni yang tinggi. Terbukti tahun ini peserta yang ikut dalam kontes modifikasi mencapai sembilan puluh peserta, dan para pengunjung Jogja City Mall bisa memilih modifikasi favoritnya secara langsung ataupun bisa voting secara online. Hal berbeda lain dari penyelenggaraan Fazzio Modifest tahun ini adalah aktivitas kompetisi basket dan fashion show yang melibatkan ratusan anak-anak muda di kota Yogyakarta dan sekitarnya,” ujar Esra Paseru, Chief Yamaha DDS 3 Yogyakarta, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. Fazzio Modifest Yogyakarta tidak hanya memamerkan puluhan Fazzio Hybrid Modifikasi kategori Tipis-Tipis* hingga Gaya Gue*, tetapi juga memberikan kesempatan kepara para anak muda yang memiliki bakat di dunia olahraga khususnya basket melalui perlombaan 3X3 Basketball. Selain menjadi sarana untuk menyalurkan bakat, kompetisi basket ini diadakan sebagai bentuk representasi gaya hidup para pengendara Fazzio Hybrid yang didominasi oleh Gen Z yang aktif. Selaras dengan julukan kota Yogyakarta sebagai kota pelajar, event ini mendorong anak muda untuk bisa terus berkreasi meskipun memiliki budget yang terbatas. Kreativitas tersebut ditunjukkan melalui modifikasi Fazzio Hybrid pada kategori Tipis-Tipis* yang tidak kalah menarik dari kategori Gaya Gue* yang cenderung memiliki banyak ubahan pada motor sehingga membutuhkan biaya yang lebih besar. Walaupun hanya diberikan sedikit sentuhan seperti memasang stiker ataupun beberapa aksesoris tambahan, namun motor tetap bisa tampil lebih stylish. Pemenang di kategori ini juga akan membawa pulang hadiah hingga jutaan rupiah. Seperti Fazzio Hybrid milik Wajar Bimantoro yang dimodifikasi tipis-tipis dengan konsep Yellow Sporty sehingga ada tambahan warna hijau neon di bagian body hingga samping dek kaki dan tambahan rak di belakang motor untuk membawa perlengkapan olahraga serta aksesoris khusus untuk membawa raket tenis menjadi daya tarik utama modifikasi motor ini Dan bahkan berhasil memikat hati para juri hingga akhirnya menyabet Juara 1 kategori modifikasi Tipis-Tipis “Jika dibandingkan tahun lalu, event Fazzio Modifest tahun ini saya nilai lebih baik, karena mengambil lokasi outdoor dan indoor area mall sehingga crowd penonton lebih banyak. Jadi kita sebagai peserta juga senang, hasil karya modifikasi yang kita buat bisa disaksikan dan dinikmati oleh orang banyak. Apalagi tahun ini ada beberapa aktivitas tambahan baru, seperti kompetisi basket, dance, dan catwalk. Mudah mudahan tahun depan, penyelenggaraan Fazzio Modifest bisa semakin baik lagi,” ungkap Wajar Bimantoro , Juara 1 Fazzio Modifest Yogyakarta Kategori Modifikasi Tipis-Tipis Semarak anak muda pada acara Fazzio Modifest Yogyakarta (24/5) semakin tergambarkan melalui berbagai kegiatan seru lainnya seperti Live Painting Modification skutik Fazzio Hybrid yang dibuka umum sehingga para pengunjung bisa memodifikasi langsung layaknya seperti sedang melukis di atas kanvas putih. Selain memberikan inspirasi modifikasi, acara ini juga mengadakan kegiatan City Touring yang mengajak ratusan pengguna Fazzio Hybrid untuk keliling kota Yogyakarta dengan outfit “kalcer” yang bikin mereka terlihat outstanding selama perjalanan. Setelah Samarinda dan Yogyakarta, keseruan Fazzio Modifest 2025 akan terus berlanjut ke 4 kota besar lainnya, yaitu Makassar, Medan, Bandung, dan Bali. Untuk bisa terus mengikuti keseruan dan update informasi lebih lanjut mengenai Fazzio Modifest 2025, dapat kunjungi Instagram resmi @yamahaindonesia dan @fazziomovement. Sebagai informasi tambahan, berikut para pemenang Fazzio Modifest Yogayakarta 2025 dari kategori Modifikasi Gaya Gue dan Modifikasi Tipis-Tipis Kategori Modifikasi Gaya Gue Juara 1 : Putut Wijanarko Juara 2 : Ridayana Fitria Anwar Juara 3 : Adrian Setyadi Juara Favorit : Jatiwahyu Aji Kategori Modifikasi Tipis-Tipis Juara 1 : Wajar Bimantoro Juara 2 : Monika Siwi Martarani Juara 3 : Faisal Ardi Juara Favorit : Nisa Kamila *Syarat dan ketentuan berlaku
Lokal

Berita Lokal, PIFA – DPRD Kalimantan Barat mengumumkan hasil fit and proper test terhadap calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar periode 2022-2025. DPRD memilih tujuh nama komisioner dan 14 cadangan. Pengumuman publik itu tertuang dalam surat yang ditandatangani Ketua DPRD Kalbar, M Kebing L tertanggal 22 Juli 2022. Dalam surat tersebut, disebutkan dari hasil uji kelayakan dan kepatutan terhadap 21 calon komisioner pada tanggal 7 dan 8 Juli 2022 kemarin, maka DPRD Kalbar menetapkan tujuh nama terpilih mengisi kursi KPID Kalbar. Nama-nama tersebut diantaranya: MYI Deddy Malik, Teresa Rante Mecer, Renee Fransiskus Winarno, Charles Armando Efraim, Misrawi, Meriana, Albertus Panca Esti Widodo. Sementara untuk 14 orang cadangan diantaranya: Silvina, Muhammad Mujiono, Suriadi, Putriana, Didik Suprapta, Marti, Padmi Januarni Chendramidi, Iwan Kurniawan, Novi Saputra, Muhammad Abrar, Julni Rhamawan, Risno, Alik R Rosyad dan M Chairuzen. Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kalbar, Angeline Fremalco menyebutkan, figur terbaik dibutuhkan KPID Kalbar. Mengingat lembaga ini memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan. Baik dari segi struktur organisasi serta target kerja di bidang pengawasan penyiaran. “Banyak PR yang harus dikerjakan. KPID belum banyak dikenal oleh masyarakat, jadi kami berusaha mencari figur dari berbagai latar belakang untuk nanti duduk sebagai komisioner KPID Kalbar,” jelasnya. Dia menekankan, Komisi I bertugas untuk memperdalam sejauh mana kompetensi para kandidat ini. Kriteria penilaian dilakukan secara kolektif kolegial, terhadap kemampuan dari para kandidat calon komisioner itu. “Kami berusaha melihat apakah mereka bisa bekerja sama dalam tim, kemudian bagaimana kemampuan penyelesaian masalah, pemahaman terhadap penyiaran, serta performanya itu yang kita nilai,” jelasnya. Angel juga mengingatkan, KPID bukan tempat pengangguran mencari pekerjaan. Maka itu, orang-orang yang terpilih harus punya visi misi yang jelas untuk penyiaran. Demi kemajuan edukasi masyarakat, yang punya rasa cinta pada penyiaran dan idealisme. (ap)