Kagama Muda Bergerak Dukung Aksi Mahasiswa UGM di Diskusi Pejabat, Sebut Bentuk Kritik Sosial. CNN Indonesia

Kagama Muda Bergerak Dukung Aksi Mahasiswa UGM di Diskusi Pejabat, Sebut Bentuk Kritik Sosial. CNN Indonesia

Berandascoped-by-BerandaPolitikscoped-by-PolitikKagama Muda Bergerak Dukung Aksi Mahasiswa UGM di Diskusi Pejabat, Sebut Bentuk Kritik Sosial

Kagama Muda Bergerak Dukung Aksi Mahasiswa UGM di Diskusi Pejabat, Sebut Bentuk Kritik Sosial

Politik | Rabu, 17 Juni 2026

SLEMAN – Kelompok Kagama Muda Bergerak menyatakan dukungan terhadap aksi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menggeruduk forum diskusi di Joglo GIK UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (15/6) malam.

Forum diskusi bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” itu sebelumnya dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Kagama Muda Bergerak merupakan kelompok yang berasal dari kalangan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), khususnya mereka yang memiliki latar belakang aktivisme sejak masa kuliah.

Dalam pernyataannya, Kagama Muda Bergerak menilai aksi mahasiswa tersebut sebagai bentuk kritik terhadap dominasi narasi Pancasila di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang sedang dihadapi masyarakat.

Mereka menyoroti sejumlah isu seperti kenaikan harga kebutuhan pokok, pelemahan nilai tukar rupiah, dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), hingga ketimpangan kebijakan ekonomi yang dinilai belum berpihak pada masyarakat luas.

Menurut mereka, ketika persoalan mendasar tersebut belum tertangani, penekanan berlebihan pada narasi persatuan dan Pancasila justru dapat dianggap mengabaikan realitas yang dihadapi publik.

“Pada titik ini, kritik tersebut tidak lagi berada semata pada level ekspresi demokratis, tetapi telah bergerak menjadi tuntutan politik atas stagnasi perbaikan ekonomi dan ketidakmampuan negara menjawab persoalan material,” demikian pernyataan Kagama Muda Bergerak.

Kelompok tersebut juga menyoroti meningkatnya peran aparat keamanan dalam ruang sipil yang mereka nilai sebagai indikasi kemunduran demokrasi.

Atas dasar itu, Kagama Muda Bergerak menyatakan dukungan terhadap aksi mahasiswa UGM. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ekspresi kegelisahan publik sekaligus perlawanan terhadap praktik yang dianggap otoriter.

Selain itu, mereka menolak segala bentuk stigmatisasi, intimidasi, maupun delegitimasi terhadap mahasiswa yang menyampaikan kritik kepada pemerintah. Menurut mereka, kampus harus tetap menjadi ruang bebas bagi kebebasan berpikir dan berekspresi.

Kagama Muda Bergerak juga mendorong pemerintah agar merespons kritik masyarakat secara substantif dan terbuka, bukan dengan pendekatan yang dianggap menekan suara kritis.

Pernyataan tersebut ditutup dengan ajakan kepada masyarakat sipil untuk memperkuat solidaritas dalam menjaga ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

Rekomendasi

Foto: Banding Ditolak, FAM Didenda Rp7,23 Miliar dan 7 Pemain Naturalisasi Dilarang 12 Bulan oleh FIFA | Pifa Net

Banding Ditolak, FAM Didenda Rp7,23 Miliar dan 7 Pemain Naturalisasi Dilarang 12 Bulan oleh FIFA

Sports
| Selasa, 4 November 2025
Foto: Liverpool Resmi Dapatkan Kiper Baru, Freddie Woodman, untuk Musim 2025/26 | Pifa Net

Liverpool Resmi Dapatkan Kiper Baru, Freddie Woodman, untuk Musim 2025/26

Sports
| Sabtu, 28 Juni 2025
Foto:   Kluivert Ingin Indonesia Bermain Sempurna di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 | Pifa Net

Kluivert Ingin Indonesia Bermain Sempurna di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas
| Selasa, 7 Oktober 2025
Foto: Ramai Isu soal Matahari Kembar, Prabowo Minta Menteri Kabinet Merah Putih Merapatkan Barisan | Pifa Net

Ramai Isu soal Matahari Kembar, Prabowo Minta Menteri Kabinet Merah Putih Merapatkan Barisan

Indonesia
| Selasa, 22 April 2025
Foto: Borneo FC Tak Terbendung, Pertahankan Rekor Sempurna di Puncak Klasemen BRI Super League | Pifa Net

Borneo FC Tak Terbendung, Pertahankan Rekor Sempurna di Puncak Klasemen BRI Super League

Sports
| Selasa, 21 Oktober 2025
Foto:   Kisah Heroik Nelayan Jembrana Selamatkan Korban KMP Tunu, Seorang Anak Peluk Jasad Ayahnya | Pifa Net

Kisah Heroik Nelayan Jembrana Selamatkan Korban KMP Tunu, Seorang Anak Peluk Jasad Ayahnya

Nasional
| Senin, 7 Juli 2025
Foto: Tunjukkan Komitmen Terhadap Kendaraan Ramah Lingkungan, Yamaha Masuki Fase Studi Kendaraan Listrik dengan Sistem Swap Battery | Pifa Net

Tunjukkan Komitmen Terhadap Kendaraan Ramah Lingkungan, Yamaha Masuki Fase Studi Kendaraan Listrik dengan Sistem Swap Battery

Otomotif
| Jumat, 12 September 2025
Foto: Napoli Hajar Fiorentina 3-1, Rebut Puncak Klasemen Liga Italia | Pifa Net

Napoli Hajar Fiorentina 3-1, Rebut Puncak Klasemen Liga Italia

Sports
| Minggu, 14 September 2025
Foto: Ahmad Dhani Bocorkan Tanggal Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise | Pifa Net

Ahmad Dhani Bocorkan Tanggal Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise

Jakarta
| Selasa, 18 Februari 2025
Foto: Malaysia Bakal Naturalisasi 7 Pemain Top Eropa untuk Kualifikasi Piala Asia 2027 | Pifa Net

Malaysia Bakal Naturalisasi 7 Pemain Top Eropa untuk Kualifikasi Piala Asia 2027

Malaysia
| Selasa, 14 Januari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Kalbar Kekurangan Dokter Spesialis, Midji Tuding Organisasi Profesi Hambat Penambahan | Pifa Net

Kalbar Kekurangan Dokter Spesialis, Midji Tuding Organisasi Profesi Hambat Penambahan

PIFA, Lokal - Gubernur Sutarmidji menyebutkan Kalimantan Barat kekurangan 17 dokter spesialis dan sub spesialis. Salah satu penghambat penambahan yakni rekomendasi dari organisasi-organisasi profesi. “Selama ini memang terkesan organisasi profesi menghalangi dokter spesialis masuk. Padahal Kalbar butuh dokter,” kata Sutarmidji, Rabu (15/2/2023). Dia mengusulkan ke depan, tidak ada lagi syarat rekomendasi organisasi jika ada dokter yang akan mengajukan izin praktik atau penempatan. Dia berharap, organisasi profesi harus mereformasi diri. “Ada kesan organisasi coba menghalangi dokter-dokter spesialis mau masuk ke Kalbar. Seharusnya saling sinergi, bagaimana memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat,” jelasnya. Dia merincikan, sebanyak 17 dokter spesialis yang dibutuhkan diantaranya spesialis urologi, spesialis konsultan NICU, spesialis konsultan ginekolog onkologi, dan dokter spesialis rehabilitasi medik. Kemudian spesialis bedah thorak, spesialis konsultan nefro anak, spesialis konsultan bedah digestif, spesialis konsultan bedah anak. Selanjutnya spesialis anestesi konsultan anak, spesialis konsultan hemato ankologi anak, spesialis konsultan neprologi anak, spesialis kesehatan jiwa, spesialis konsultan cardiologi anak.  Lalu, spesialis farmakologi klinik, spesialis kedokteran gigi anak, spesialis konsultan intensif care dan dokter spesialis neorologi interfensi.  “Beberapa dokter yang kita butuhkan itu masih sekolah,” pungkasnya. (ap)

Kalbar
| Rabu, 15 Februari 2023

Politik

Foto: Noel Ebenezer Lontarkan Sejumlah Klaim Kontroversial di Sidang Kasus Pemerasan Sertifikasi K3 | Pifa Net

Noel Ebenezer Lontarkan Sejumlah Klaim Kontroversial di Sidang Kasus Pemerasan Sertifikasi K3

PIFA, Politik - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel Ebenezer kembali melontarkan pernyataan kontroversial di sela lanjutan sidang kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (26/1). Menjelang persidangan, Noel menuding adanya keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan partai politik dalam perkara yang menjeratnya. Ia menyebut ormas tersebut tidak berbasis agama dan memberikan petunjuk bahwa partai yang dimaksud memiliki huruf “K” dalam namanya. “Ormasnya dulu lah ya, ormasnya yang jelas tidak berbasis agama,” kata Noel. “Partainya ada huruf K nya. Udah itu dulu clue nya ya,” lanjutnya. Meski demikian, Noel mengaku belum bersedia mengungkap lebih jauh identitas ormas maupun partai tersebut. Ia hanya menyebut adanya aliran dana ke pihak-pihak yang dimaksud. “Alirannya bukan terlibatnya, alirannya,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Noel juga mengklaim memperoleh informasi A1 terkait kemungkinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan “di-Noel-kan”, istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan penangkapan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menurutnya sarat rekayasa. “Modusnya hampir sama semua. Hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi nih. Saya dapat informasi A1, Pak Purbaya akan di-‘Noel’-kan,” ujar Noel. Ia mengibaratkan pihak-pihak yang mengganggu “pesta para bandit” akan diserang oleh “anjing liar”, tanpa menjelaskan lebih rinci maksud pernyataannya. Menanggapi hal tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tidak ambil pusing dengan pernyataan Noel. “Saya sih rasanya enggak ada urusan, saya hanya tanggung jawab ke presiden. Yang lain saya nggak peduli,” ujar Purbaya di Jakarta. Ia juga mengaku tidak memahami maksud tudingan tersebut dan menegaskan perbedaan mendasar antara dirinya dan Noel. “Noel kan terima (duit), kan gue enggak terima duit. Gaji gue gede di sini, cukup,” kata Purbaya, seraya menegaskan dirinya tidak khawatir selama tidak menerima uang di luar ketentuan resmi. Selain itu, Noel juga melontarkan kritik keras terhadap Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Ia bahkan menyebut OTT sebagai “operasi tipu-tipu”. “Yang paling mudah ya gunakanlah diksi OTT. Operasi Tipu-Tipu. OTT itu Operasi Tipu-Tipu,” ucap Noel. Ia menilai praktik OTT yang selama ini dilakukan tidak sesuai dengan definisi hukum dalam KUHAP lama maupun baru, serta menyebutnya sebagai “kebohongan besar”. Tak hanya itu, Noel juga menantang untuk dihukum mati jika terbukti bersalah dalam perkara yang menjeratnya. Namun jika tidak terbukti, ia berharap mendapat hukuman seringan-ringannya. “Kalau saya sih sudah berharap satu. Harapan saya, hukum mati saya,” kata Noel. “Tapi jika tidak, hukum saya seringan-ringannya,” sambungnya. Dalam perkara ini, Noel didakwa melakukan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3 dengan nilai total mencapai Rp6,5 miliar. Ia disebut menerima uang sebesar Rp70 juta. Selain itu, Noel juga didakwa menerima gratifikasi senilai Rp3,365 miliar serta satu unit sepeda motor Ducati Scrambler yang diduga berasal dari aparatur sipil negara Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta. Atas perbuatannya, Noel didakwa melanggar sejumlah pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Politik
| Selasa, 27 Januari 2026

Lokal

Foto: BINDA Kalbar Sukses Gelar Vaksinasi Masal, Total 4.000 Dosis Vaksin Disuntikkan Pada Warga Sambas | Pifa Net

BINDA Kalbar Sukses Gelar Vaksinasi Masal, Total 4.000 Dosis Vaksin Disuntikkan Pada Warga Sambas

Berita Sambas, PIFA - BINDA Kalbar sukses gelar vaksinasi covid-19 sebanyak 4.000 dosis di Kabupaten Sambas, Kamis (23/12/2021). Kabinda Kalbar, Brigjen Pol Rudy Tranggono, mengatakan vaksinasi yang menyasar masyarakat umum maupun pelajar itu dilakukan dengan cara terpusat hingga door to door.  “Kita lakukan pola door to door. Tujuannya untuk mendekatkan pelayanan vaksinasi bagi masyarakat di Kabupaten Sambas. Cara ini sangat efektif,” tegas Kabinda. Rudy mengatakan, vaksinasi di Kabupaten Sambas dilaksanakan secara terjadwal dan massif dengan sasaran masyarakat hingga pelajar.  Pihaknya bekerjasama dengan satgas setempat menggelar vaksinasi secara terpusat maupun jemput bola. Lebih jauh, Rudy memastikan jajarannya senantiasa mendorong percepatan vaksinasi di masyarakat agar, target 70 persen vaksin dosis pertama hingga akhir Desember 2021 nanti bisa terwujud "Kemarin, Senin (20/12) kita melaksanakan vaksinasi di wilayah Kecamatan Tangaran, Sambas. Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat tinggi untuk mendapatkan suntikan vaksin,” sebutnya. Terkait hal itu, Camat Tangaran, H. Burhanul Purkan, mengucapkan terima kasih kepada BINDA Kalbar yang telah melaksanakan vaksinasi dilingkungan masyarakatnya.  Menurutnya, kegiatan vaksinasi tersebut sangat penting guna mendorong percepatan vaksinasi di Kecamatan Tangaran. “Capaian vaksin di Kecamatan Tangaran terbilang masih rendah baru sekitar 40 persen. Mudah-mudahan melalui kegiatan vaksinasi BINDA Kalbar ini mampu meningatkan partisipasi masyarakat hingga capaian vaksin semakin bertambah,” harap Burhanul. Burhanul mengaku, pihaknya membuka diri untuk berdiskusi dan berdialog berkaitan dengan percepatan vaksinasi di masyarakat.  Karena itu, pihaknya mengharapkan dukungan dan sinergitas BINDA, TNI/Polri, Ormas, Parpol dan seluruh stakeholder masyarakat. “Yang terpenting masyarakat di Kecamatan Tangaran aman dari ancaman penuluran virus corona. Saat ini, kita upayakan kepengurusan administrasi wajib vaksin. Regulasi aturannya masih menunggu Peraturan Daerah (Perda),” pungkasnya. (B) 

Sambas
| Jumat, 24 Desember 2021
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5